
Ane yang telah berjalan selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Ane berjalan selama beberapa puluh menit, kini Ane telah sampai di dekat sofa, tanpa ragu dan tanpa komando Ane langsung menjatuhkan bokongnya ke sofa empuk yang tergeletak di kamarnya.
Setelah Ane mengambil posisi yang enak, kini Ane langsung meletakkan tas yang ada di tangannya, setelah tas terdampar di sofa, kini Ane langsung meletakkan sepasang sepatu yang ada di tangannya ke lantai.
Ane masih setia dan tak bosan bosannya mengumbar senyum lebar di wajahnya, kini kedua tangannya Ane terulur untuk mengambil sepatu yang ada di lantai, lalu Ane memasang satu persatu sepatu tersebut ke kedua kaki jenjangnya secara bergantian.
Ane masih sibuk dan asyik mengumbar senyum lebar di wajahnya, walaupun Ane memasang sepatu tapi Ane masih tetap tersenyum lebar, entah apa yang membuat Ane mengeluarkan senyum lebar seperti itu hanya Ane yang tahu.
__ADS_1
"Aku harus bilang ke Dewo supaya memakai pakaian dan celana yang ada di ranjang miliknya, aku yakin pasti aku dan Dewo bisa langsung berangkat ke poli THT karena aku sudah menyiapkan pakaian dan celana yang akan di gunakan Dewo ke poli THT, aku jadi ngga sabar pengin ke poli THT, bukan karena ingin liburan atau ingin refreshing cuci mata, tapi aku ingin secepatnya anak aku yaitu Dewo secepatnya sembuh dari penyakit tuli dan budeg akut" batin Ane sambil memasang sepatu ke kaki jenjangnya.
Setelah beberapa menit kemudian kini Ane telah selesai memakai sepatu di kedua tangannya, maksudnya Ane telah selesai memakai sepatu di kedua kakinya, sehingga kini Ane mengambil tas yang ada di sebelahnya alias tas yang tergeletak di sofa empuk yang ada di kamarnya.
Setelah Ane memegang tas di tangannya, kini Ane langsung beringsut berdiri dari tempat dirinya duduk, lalu Ane berjalan ke arah pintu kamarnya sembari membawa tas yang ada di tangannya.
Setelah Ane berjalan dan berkelana selama beberapa menit, tak terasa kini Ane telah sampai di depan pintu kamarnya, tanpa ba-bi-bu lagi Ane langsung membuka pintu kamarnya, setelah itu Ane melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya, setelah Ane ada di depan pintu kamarnya kini Ane langsung menutup pintu kamarnya.
"Aku sudah beri tugas ke Dewo supaya mengepel lantai dapur, aku yakin Dewo sudah melakukan apa yang aku perintahkan, apalagi aku memerintah Dewo untuk mengepel lantai dapur di sertai ancaman, aku yakin Dewo akan takut dengan ancaman yang aku keluarkan, apalagi Dewo ingin sekali di belikan jas dan kemeja gratis, jadi aku yakin keadaan di dapur sekarang sudah ngga banjir dan sudah ngga tergenang air" batin Ane sambil tetap mengumbar senyum di wajahnya dan kedua kakinya di ayunkan lebih cepat supaya bisa cepat sampai ke dapur.
Setelah Ane berjalan selama beberapa puluh menit, kini Ane telah sampai di dapur, betapa kagetnya dan syok nya Ane melihat apa yang ada di depannya, bahkan karena Ane tidak percaya dengan apa yang dia lihat di depannya, Ane sampai mencubit pipinya sendiri apakah dirinya sedang berada di alam mimpi, atau Ane sedang berada di kenyataan.
__ADS_1
Saat Ane mencubit pipinya yang Ane rasakan adalah sakit, sehingga Ane sudah bisa menyimpulkan kalau Ane sedang berada di kenyataan bukan di alam mimpi, bagaimana Ane tidak kaget dan syok, Ane melihat dapur yang semakin banjir dan semakin tergenang air dengan jumlah yang sangat banyak.
Ane kini tersulut emosi dan marah karena ulah Dewo, Ane pikir malah Dewo sengaja membuat dapur banjir dan tergenang banyak air, karena Dewo berencana menggagalkan niatnya Ane yang akan mengajak Dewo ke poli THT.
Dalam hatinya Ane berpikir kalau Dewo membuat dapur banjir dan semakin tergenang banyak air, pasti Ane tidak jadi mengajak Dewo ke poli THT, pasti Ane akan menyuruh Dewo buat membersihkan dapur supaya tidak banjir dan tidak tergenang banyak air, kini Ane langsung berjalan mendekat ke arah lantai dimana Ane menyuruh Dewo mengepel lantai.
"Keterlaluan banget Dewo, aku suruh dia buat mengepel dapur kenapa malah Dewo bikin banjir dapur, mana airnya tergenang dimana mana, aku yakin pasti Dewo sengaja melakukan ini semua supaya aku dan Dewo ngga jadi pergi ke poli THT, akalnya dia pintar juga buat ngibul dan nipu orang, tapi dari mana Dewo punya bakat buat ngibul dan nipu orang, katanya kalau bakat itu faktor keturunan dari mama atau papanya, padahal aku jadi orang ngga suka ngibul dan nipu orang, jangan jangan suami aku yang sering ngibul dan nipu orang, tapi suami aku ngga mungkin melakukan itu, suami aku selalu bekerjasama dengan semua perusahaan dengan baik, ngga pernah menipu dan ngibul orang, apa jangan jangan cuma karena suami aku bilang aku wanita paling cantik, wanita paling lucu, wanita paling imut, dan wanita paling montok tapi kalau suami aku cuma bilang itu ngga di tuduh sebagai tukang menipu dan tukang kibul, karena kenyataannya suami aku bicara fakta, aku memang wanita paling cantik, wanita paling lucu, wanita paling imut, dan wanita paling montok di dunia ini" batin Ane sambil tetap berjalan ke tempat tujuannya.
Ane masih memutar otaknya untuk berpikir keras melebihi kerasnya baja, Ane masih berpikir apakah sang suami Ane itu suka menipu dan suka ngibul ke orang, tapi seingat Ane sang suami merupakan orang yang paling jujur kacang hijau, koq jadi nama makanan maksudnya Ane sangat percaya dan yakin kalau sang suami Ane adalah orang yang paling jujur.
__ADS_1
Dalam hati Ane di selimuti dan di penuhi banyak tanda tanya, kira kira apa penyebab Dewo bisa menipu dan ngibul, kata orang anak kalau ada yang melakukan sesuatu itu karena di ajari oleh orang tua, atau karena faktor salah satu orang tua tersebut melakukan hal yang anaknya lakukan.
Ane masih tetap berjalan sambil otaknya berpikir, namun sepertinya Ane belum menemukan kenapa Dewo bisa menipu dan ngibul, karena Ane pikir dirinya tidak pernah menipu dan tidak pernah mengibul ke orang, begitupun dengan suami Ane karena Ane sangat yakin juga sang suami Ane orang yang jujur dan tidak pernah menipu dan tidak pernah ngibul ke orang lain, sehingga sampai sekarang Ane belum menemukan kenapa Dewo bisa seperti itu.