Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
rencana ayah adit


__ADS_3

"halo,asalamualaikum,"ucap ayah


"walaikumsalam ayah,ayah apa kabar?"tanya Adit yang sebenarnya ragu mengangkat telfon dari mertuanya.


"alhamdulilah ayah sehat,ma'af nak Adit ayah suda menggangu,tapi ayah hanya memberi kabar kalau Saskia ada di rumah sakit sekarang,ma'af ayah baru memberi kabar,"ucap ayah.


dek


entah mengapa mendengar kabar Saskia masuk rumah sakit hatinya mendadak ngilu,di tambah lagi mertuanya berbicara seperti itu seperti tidak terjadi apa-apa antara Adit dan Saskia.


"sekarang KIA ada di rumah sakit mana?dan apa penyebabnya"tanya Adit.


"rumah sakit xxx,ke marilah cepat dokter membutuhkan tanda tanganmu selaku suami KIA,KIA harus segera di operasi segera,cepatlah nak,"ucap ayah karena baru saja dokter berbicara pada bunda mengenai operasi Saskia.


dek


lagi-lagi Adit merasa dek-dek kan mengapa tidak baru saja ayah mertuanya mengatakan suami,pikirannya mulai berkecamuk.


"apa mungkin KIA telah merahasiakan tentang hubungan kami?"batin Adit dengan sedikit timbul penyasalan.


Adit mengira kalau Saskia suda memberitahukan perihal hubungan mereka berdua yang tidak baik-baim saja dan bahkan sudah resmi bercerai,atau semua ini kesepakatan para orang tua setelah mengetahui perihal rumah tangga mereka tidak perna baik semenjak mulai menikah Hinga saat ini berakhir dengan perceraian.


tidak butuh waktu lama Adit pun telah sampai di rumah sakit di mana Saskia telah di rawat,Adit terus melangkahkan kakinya keruangan UGD karena ayah mertuanya suda memberi tahu di mana Saskia dirawat,Adit melihat kedua mertuanya duduk di kursih tunggu ruang UGD,Adit menghampirinya.


"asalamualaikum ayah,bunda,bagai mana Saskia?"tanya Adit beruntun dan cemas,entahlah pura-pura cemas atau cemas beneran.


ayah dan bunda terkejut"eh nak Adit,"ucap bundah dan ayah bersamaan.


"bagai mana kia?"tanya Adit.


"belum sadarkan diri,KIA harus di operasi karena ada pengumpulan darah dalam otak akibat benturan terlalu keras dan itu harus di operasi kalau tidak bisa bahaya buat KIA,tapi sebelum operasi mereka butuh tanda tangan dari suami KIA,kami suda meminta kami yang bertanggung jawab tapi dokter bilang harus suaminya,"ucap ayah panjang lebar.


"baiklah aku menghampiri dokternya dulu,di mana ruang dokter yang merawat KIA?"tanya Adit.


"mari ayah antar,"ucap Adit.


ayah pun mengantar Adit keruangan dokter yang telah menangani Saskia,sampainya di ruangan dokter itu,dokter menjelaskan tentang kondisi Saskia,sama persis yang di sampaikan ayah Saskia,Adit pun suda menandatangani surat pertanggung jawaban operasih itu,dan Saskia pun langsung di bawa keruangan operasi,sedangkan Adit pergi mengurus administrasi Saskia.


Adit menghela napas kasar tabungannya Tingal beberapa dan semua itu dia gunakan untuk membayar biaya rumah rumah sakit Saskia,Adit mulai pusing dia Tingal mengantongi uang di sakunya sebesar lima ratus ribu rupiah,karena semua fasilitas telah di tarik ayahnya Tingal mobil yang ayah tidak tarik karena Adit bersih keras agar mobil itu tidak di tarik oleh ayahnya dan karena bantuan ibu sehingga mobil itu tetap di tangan Adit.


di sini Adit mengalami kebingungan,setres terbiasa hidup mewah sekarang kere.


Adit menghampiri mertuanya setelah mengurus semuanya Adit juga turut menemani mertuanya menunggu berlangsungnya operasi.


"nak Adit,apa ayah dan ibu mu suda tau tentang KIA,"tanya bunda.


"aku belum mengabarinya Bun aku lupa"ucap Adit merasa tidak enak.


"nanti nak Adit kabari orang tua kamu yah,nanti ibu kamu mengira bunda tidak mengabarinya,"ucap bunda.


Adit menganggu"ibu bunda,nanti Adit kabari mereka setelah ini,takutnya kalau di beri tahu sekarang ibu sok,"ucap Adit yang sebenarnya takut mengabari orang tuanya karena suda pasti dia yang di salahkan mengenai celakanya Saskia.


Adit merasa canggung kepada ayah dan ibu mertuanya karena baru kali ini Adit berlama-lama dengan mertuanya.


operasi berjalan cukup lama sekarang suda tiga jam para dokter yang menangani Saskia pun belum keluar,semua merasa cemas termaksud Adit biar bagai mana pun dia masih memliki hati sebagai manu sia,hanya rasa cinta yang dia tidak miliki untuk Saskia.


tidak lama hp Adit berdering,Adit merogok kantong celananya dia melihat siapa yang menelfonya di sana tertera nama Selena,Adit menoleh memandang kedua mertuanya seraya meminta izin untuk mengangkat telfon,ayah tau tatapan Adit tersebut.


"angkat saja nak,tidak apa-apa,"ucap ayah sebelum Adit mengatakan karena dia paham.


Adit mengangguk dan berdiri menjauh dari kedua mertuanya dan mengangkat telepon dari Selena.


"halo syang,"ucap Adit.


"sayang,kamu di mana sih?tadi aku kekantor kamu tapi orang kantor bilang kamu tidak ada masuk kerja suda dua hari,kamu kemana sih?tidak ada kabar,"ucap Selena.

__ADS_1


"aku,di-di di rumah sakit sekarang sayang,"ucap Adit gagap binggung mau mengucapakan apa dan pada akhirnya dia berkata jujur.


"kamu sakit sayang?kamu di rumah sakit mana sekarang aku akan Kesana sekarang,"ucap Selena.


"tidak perlu sayang,bu-bu bukan aku yang sakit ta-ta tapi Saskia,"ucap Adit gugup takut Selena mara.


"apa,kamu menemani ****** itu di rumah sakit?pulang sekarang juga tidak ada kata tapi titik,"ucap Selena memberikan telfon sepihak.


Adit menghela napas kasar setelah telepon berakhir,Adi menoleh ke belakang melihat kedua mertuanya Adit merasa tidak enak bila pergi tidak menunggu operasi Saskia selesai tapi dia juga tidak bisa mengabaikan Selena,dengan berat hati dia menghampiri kedua orang tua Saskia seraya berpamitan dengan berbagai macam alasan demi kekasihnya Selena.


"ayah,bunda,Adit minta ma'af tidak bisa menunggu KIA selesai operasi,Adit ada keperluan mendadak dan tidak bisa di tunda,",ucap Adit memberi alasan palsu kepada mertuanya.


"ah iya,pergilah nak,ada kami juga di sini menunggu istri kamu,nanti ayah kabari bila operasinya suda selesai,"ucap ayah mengerti kesibukan Adit dan sangat paham.


bunda hanya diam menatap Adit sekilas,ada rasa kecewa di hatinya,menurutnya teryata lebih penting pekerjaan dari pada Saskia,dan ada sedikit kecurigaan bunda terhadap rumah tangga anaknya karena melihat gelagat Adit tidak seperti respon para suami yang pada umumnya,walau Adit tetap berusaha menyembunyikan gerak geriknya bundah sangat tau melihat itu.


"kalau begitu saya permisi,nanti beri kabar ke Adit,"ucap Adit tidak tau mau bicara apa lagi setelah melihat tatapan bunda Saskia.


Adit pun pergi setelah berpamitan kepada mertuanya dua menghela napas setelah berada jauh dari kedua mertuanya itu,Adit pun pergi kerumah Selena tidak butuh waktu lama Adit sampai di rumah Selena karena berhubung jarak rumah sakit dan rumah Selena tidak begitu jauh.


Adit memasukkan mobilnya ke pekarangan rumah Selena setelah sampai dia turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah Selena.


"sayang,"teriak Adit memangil Selena setelah suda berada di dalam rumah karena rumah tidak di kunci dan Adit pun memiliki kunci cadangan rumah Selena yang di berikan Selena kepada Adit.


tidak ada sahutan di sana."sel,kamu diana sayang,"teriak Adit lagi sambil melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamar Selena.


setelah sampai di depan kamar Adit membuka pintu kamar dan langsung masuk kedalam kamar Selena tapi Adit tidak melihat keberadaan Selena.


"sel," pangil Adit.


Adit mendengar percikan air di kamar mandi,Adit menghela napasnya,dia mengira Selena keluar rumah karena mara padanya,karena kalau Selena mara padanya atau Adit berantem dengan Selena,selena selalu pergi ke diskotik untuk menegakkan diri dan mabuk-mabuk dan Adit tidak suka itu,bahkan merokok pun dia tidak suka karna dia tidak perna menyentuh alkohol atau rokok sedikitpun.


setelah lama menunggu pada akhirnya Selena keluar dari kamar mandi,dia melihat suda ada Adit di sana,Selena tersenyum dan di sambut Adit dengan senyum manisnya pula.


Selena tidak menyia-nyiakan kesempatan itu,karena dia mempunyai niat terselubung apa lagi kalau bukan meminta uang untuk belajar sosialitanya,Saskia belum tau mengenai masalah yang di hadapi Adit dan Adit Engan memberitahu itu semua dia takut kalau Selena tau,Selena akan mara padanya dan pasti meningalkan nya.


Saskia dan Adit pun melakukan aktifitas mereka hingga berjam-jam dan puas,setelah selesai mereka mandi bersama dan Selena mulai mengutarakan niatnya.


sekarang Selena memulai aksinya"sayang ada tas pengeluaran batu loh,"ucap Selena.


Adit paham maksud Selena."terus?"ucap Adit berbekat Belit biasanya dia langsung mengeluarkan hp untuk trasfer atau ATM untuk Sena tanpa mendengar kelanjutan bahasa dari Selena.


"terus,yah terus?"ucap Selena memandang mimik mata Adit sambil mengangkat kening.


"ATM dompet aku tertinggal di rumah dan ini,"mengangkat hp."dan ini lagi bermasalah soal sistem belum bisa di gunakan,"ucap Adit berbohong.


Selena murung"yah suda pergila pulang ambil dompet dan temani aku yah,"ucap Selena.


Selena suda tidak canggung atau malu meminta ataupun apa kepada Adit.


"kalau aku balik tidak akan kesini lagi karna ayah pasti melarang ku untuk keluar dan di suru menemani kia,"ucap Adit berbohong lagi.


"rupanya hubungan kamu dengan ****** itu suda sangat akrap yah,sehinga kamu suda memangilnya dengan sebutan KIA,"ucap Selena kesal.


"bukan begitu sang,aku hanya terbiasa memangil dengan sebutan KIA karena orang-orang rumah memangilnya dengan sebutan KIA,"ucap Adit.


"kamu tidak perlu ikut-ikutan akrab,emang kamu seakrap itu dengan ****** silan itu?"ucap Selena.


"tidak,"ucap Adit jujur.


"lalu kenapa kamu menyebutnya dengan nama KIA?"ucap Selena.


"ya suda aku minta ma'af tidak menyebutnya dengan kata akrab itu ok,"ucap Adit mengala dan mencuil hidung Selena.


Selena tersenyum manis."lalu bagai mana dong?"tanya Selena.

__ADS_1


"apanya bagai mana hem,"ucap Adit memeluk Selena dari belakang.


"belaja,aku ngak mau terima kalau aku tidak bisa memiliki tas itu,karena itu satu-satinya tas preoduk pengeluaran mereka,"ucap Selena.


"iya,nanti aku pulang,aku perbaiki ini terus aku trasfer kekamu,"ucap Adit berbohong,Adit binggung mau ngapain.


"janji yah,jangan lama-lama nanti udah keburu di ambil orang,"ucap Selena.


"iya janji,yah suda aku balik dulu aku masih ada kerjaan di kanto,"ucap Adit berpamit pulang karena dia suda merasa tidak nyaman lagi mendengar kemauan Selena,seandainya dia masih punya dia tidak perna binggung dengan permintaan Selena.


"iya,Jagan lama-lama yah,karena setelah ini aku langsung pergi,"ucap Selena.


"iya sayang,"ucap Adit.


setelah berpamitan Adit pergi di dalam mobil Adit memukul-mukul setir mobilnya dia kesal dengan dengan kehidupanya saat ini.


Adit menelfon Jimi.


"halo,Luh di mana gue ke apartemen Luh,"ucap Adit.


"di kantor,ngapain Luh ke apartemen gue? di usir sama kekasih Luh itu?hehehe,"ucap Jimi mengejek.


"berisik Luh,gue ke apartemen Luh,"ucap Adit dan menutup telepon dengan sepihak.


"hahahaha,sepertinya permainan berjalan dengan baik,"ucap Adit ssendiri.


sedangkan Adit uring-urungan di dalam mobil setelah mendengar ucapan Jimi.


sedangkan di rumah sakit operasih Saskia suda selesai dan berjalan lancar dan Saskia suda di pindahkan keruangan kusus disana suda di temani ayah dan bundanya.


sampai saat ini juga Adit belum memberi kabar pada kedua orang tuanya karena sibuk dengan urusan dan masalahnya sendiri.


"ayah,apa ayah tidak curiga dengan rumah tangga anak kita?"ucap ibu mulai mengeluarkan uanak-unaknya yang sedari tadi dia tahan untuk di keluarkan karena keadaan.


"curiga?apa yang di curigai?kalau ada apa-apa pasti mas nugeroho memberitahukan kita,"ucap ayah.


"tapi aku liat mereka tidak baik-baik saja,perasaanku mengatakan seperti itu ayah,"ucap bunda.


"itu perasaan bunda saja,gak usah pikir aneh-aneh,yang kita pikirkan siapa yang pulang siapa yang Tingal ayah atau bunda ambil baju di rumah,"ucap ayah.


bunda menghela napas."ayah saja yang Tingal biar bunda yang pulang,sekalin masak buat kita makan di sini,"ucap bunda.


"pintar,"ucap ayah.


bunda memukul lengan ayah lembut sambil memasang wajah marahnya karena di ejek oleh ayah.


"yaa suda bunda pergi sekarang,nanti kalau KIA Uda siuman beri kabar bunda,"ucap bunda.


"iya,pergilah udah lamar,"ucap ayah.


"Iyah,"ucap bunda ketus.


bunda pun pergi.


sedangkan di rumah orang tua Adit


"bagai mana Jimi apa ada peningkatan dari rencana kita?"tanya ayah.


"hahaha,sepertinya sebentar lagi kita mendengar kabar baik,"ucap Adit.


"hahaha,terus bagai mana selanjutnya?"tanya ayah.


"kita harus sabar menunggu hasil dari rencana pertama,karena Adit sekarang suda ada di apartemen aku,aku tau dia pasti setres dengan permintaan Selena,dan aku yakin om kalau sebentar lagi Adit pasti menghindari Selena,karena dia tidak punya uang lagi membelikan ini dan itu untuk memenuhi kebutuhan kekasihnya,"ucap Adit.


"hahaha,semoga saja lancar,"ucap ayah.

__ADS_1


"amin dan pasti,wanita itu tidak bisa hidup tanpa kemewahan dari Adit,ketika Adit tidak bisa memenuhi kebutuhannya lagi,kita baru mulai rencana kita yang kedua,"ucap Jimi.


__ADS_2