
Dewo berpikir bagaimana caranya supaya Ane mendengar suara merdunya Dewo itu menurut Dewo, sehingga Dewo memutar otaknya supaya Ane mendengar suara merdunya Dewo.
Setelah Dewo berpikir selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Dewo berpikir selama beberapa puluh menit, kini Dewo sudah mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang melayang di otaknya Dewo dan di kepalanya Dewo.
"Sepertinya aku tahu caranya supaya mama aku mendengar omongan aku, lebih baik aku teriak saja di telinganya mama aku kalau mama aku dengar berarti tadi mama aku cuma melamun, kalau mama aku ngga denger berarti mama aku bakalan aku tinggal di supermarket, tapi tunggu dulu kalau mama aku di tinggal di supermarket terus mama aku semakin menjelek jelekkan aku ke pelayan supermarket atau ke sopir taksi, padahal wajah aku ngga jelek malah wajah aku cenderung tampan dan ganteng, kenapa mama kadang menyakiti aku dengan mengatakan wajahnya aku jelek apa jangan jangan matanya mama aku keliru yah alias agak katarak tapi perasaan matanya mama aku masih awas dan ngga katarak" batin Dewo sambil menatap ke arah Ane yang sedang ada menatap ke arah depan dengan tatapan kosong.
Dewo menatap ke arah Ane sekilas lalu Dewo lalu tanpa ragu dan tanpa bisa di tawar menawar lagi Dewo mendekatkan tubuhnya ke arah Ane, setelah itu Dewo berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang, membuat Ane terlonjak kaget bahkan Ane sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri, karena teriakan Dewo yang membuat Ane masih semangat menjalani
Ane yang mendapat serangan teriakan dari Dewo segara terlonjak kaget bahkan Ane sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri saking kagetnya menerima serangan yang di berikan oleh Dewo berupa teriakan yang sangat menggema di telinganya Ane.
__ADS_1
"Mama ayo kita berdua pulang jangan di sini terus nanti papa cariin mama lho, kasihan papa kalau mama ngga ada bisa bisa papa kelimpungan mencari mama" teriak Dewo dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa sementara Ane yang mendapatkan serangan mendadak berupa teriakan dari Dewo langsung membuat Ane terlonjak kaget.
Setelah Ane mendapatkan teriakan dari Dewo kini Ane menatap ke arah sumber suara yaitu Ane menatap ke arah Dewo dengan tatapan nyalang sedangkan Dewo menerbitkan senyuman lebar di wajah tampannya karena mengira bahwa Ane sudah sadar lebih tepatnya Ane sudah mendengar suara merdunya Dewo.
"Dewo ngapain kamu teriak teriak di telinganya mama ingat mama ngga budeg dan tuli tanpa kamu teriak mama dengar suaranya kamu" teriak Ane tak kalah keras dan kencang melebihi kerasnya dan kencangnya suara teriakan Dewo.
Dewo yang mendapatkan serangan teriakan mendadak dari Ane langsung terlonjak kaget bahkan hampir saja Dewo jatuh tersungkur kalau saja Dewo tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.
"Mama justru aku berteriak di telinganya mama karena aku tadi ngomong sama mama ngga di dengarkan makanya aku teriak dengan sekeras kerasnya di telinganya mama" teriak Dewo dengan sangat keras dan sangat kencang tanpa bantuan toa bahkan suaranya Dewo lebih keras dan kencang di banding dari suara teriakan Ane tadi, sedangkan Ane yang mendengar suara teriakan Dewo dengan sangat keras dan sangat kencang langsung terlonjak kaget bahkan Ane hampir saja mengeluarkan jurus kagetnya yaitu akan menonjok wajahnya Dewo, namun tangannya Ane di tahan oleh tangannya Dewo.
Dewo tahu kemana tangannya Ane akan mendarat membuat tangannya Dewo langsung menangkap tangannya Ane tanpa permisi dan tanpa izin terlebih dahulu, melihat Dewo yang menahan tangannya membuat Ane semakin geram terhadap Dewo, bahkan kini Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo.
__ADS_1
Sebenarnya ingin sekali Ane menampar atau mononjok wajahnya Dewo, namun Ane harus menelan kenyataan karena tangannya Ane di tahan oleh Dewo, membuat tangannya Ane belum bisa di daratkan kepada wajahnya Dewo yang sangat tampan dan sangat ganteng.
"Dewo jangan halangi tangannya mama untuk mendarat di pipinya kamu atau izinkan mama menonjok wajahnya kamu yang bikin emosi duluan ke mama, pasti kamu tadi ngomongnya dalam hati makanya mama ngga mendengar omongan kamu, bukan cuma mama saja pasti semua orang akan tidak mendengar omongan kamu kalau kamu ngomongnya di dalam hati, bahkan semut yang sedang berjalan di telinganya kamu juga ngga akan mendengar suaranya kamu, jadi mama ngga percaya kalau mama ngga mendengar suara kamu, telinganya mama itu lebih tajam dari silet dan cangkul, jadi mama yakin ini pasti salah kamu yang ngomongnya di dalam hati makanya mama ngga dengar omongan kamu, tapi mama tanpa di teriakin oleh kamu juga mama mendengar omongan kamu, karena mama ngga budeg dan ngga tuli" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya dan kencangnya suara teriakan Dewo tadi sedangkan Dewo yang mendengar teriakan Ane dengan sangat jelas langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga.
"Kalau aku ngga halangi tangannya mama pasti tangannya mama pasti tangannya mama sudus mendarat di pipinya aku entah menampar aku atau menonjok wajahnya aku, soalnya aku sudah hafal sama mama, aku ngomongnya di keluarin mah bukan cuma ngomong dalam hati doang, iya kalau ngomongnya dalam hati juga aku tahu pasti semua orang ngga bakalan dengar, telinganya mama kalau lebih tajam dari cangkul dan silet pasti dengar suara aku kenapa mama ngga dengar suara aku, terserah mama mau percaya ke aku atau ngga yang penting aku sudah bicara jujur kalau aku bersuara pakai mulut bukan cuma di dalam hati doang, kalau mama ngga budeg dan ngga tuli kenapa tadi ngga dengar suara aku" teriakan Dewo dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya dan kencangnya toa sedangkan Ane yang mendengar teriakan yang di keluarkan dari Dewo membuat Ane agak kaget bahkan Ane malah sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri.
Setelah Ane bergeser dari tempat dirinya berdiri kini Ane menatap nyalang ke arah Dewo yang sedang menatap ke arah Ane dengan tatapan tajamnya.
"Dewo lebih baik kamu diam atau mama bakalan seret kamu sekarang juga dari supermarket ini pakai tangannya mama sendiri" ancam Ane sambil melototkan kedua matanya ke arah Dewo sementara Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.
Sungguh mendengar ancaman itu membuat Dewo sangat kaget dan sangat takut kepada Ane, karena kalau Dewo di seret secara paksa pasti akan menggemparkan dunia karena Dewo orang yang terkenal di negara itu.
__ADS_1