
Ane mengeluarkan tatapan nyalang ke arah Dewo sedangkan Dewo juga ikutan mengeluarkan tatapan namun bukan tatapan nyalang soalnya takut Ane akan mengamuk dan takut Ane akan teriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang membuat semua orang akan rusak gendang telinganya.
Ane sangat kesal dan emosi kepada Dewo karena Dewo sejak tadi di ajak ngobrol tapi Dewo ngga mendengar suara Ane membuat Ane menyimpulkan bahwa Dewo itu tidak mendengar suara Ane karena Dewo itu budeg dan tuli.
"Dewo mama heran sama kamu kenapa kamu jadi mendadak tuli dan budeg kayak gini padahal kamu ngga kejedot apa apa tapi aku tahu caranya supaya Dewo mendengar suara merdu miliknya aku, lebih baik aku lakukan aksinya sekarang juga supaya Dewo cepat mendengar omongan aku dan aku sama Dewo bisa langsung cepat pulang ke rumah biar bisa secepatnya memeriksa telinganya Dewo soalnya aku yakin pasti Dewo itu budeg dan tuli, tapi sejak kapan Dewo mengalami penyakit budeg dan tuli" batin Ane sambil menatap ke arah Dewo yang sedang menatap ke arah depan dengan tatapan kosong
Dewo sedang memikirkan keputusan yang akan dia ambil memikirkan itu semua membuat Dewo pusing ratusan milyar keliling, sungguh Dewo hanya ingin sekali pulang ke rumah lalu Dewo langsung rebahan alias tidur di tempat tidur yang empuk tapi kenapa malah Ane ingin cepat pulang ke rumah supaya bisa membawa Dewo ke poli THT dan ke tempat orang pikun.
"Niatnya gue pengin pulang ke rumah supaya gue bisa santai rebahan di ranjang empuk miliknya gue bukan malah gue di suruh sama mama gue buat ke poli THT padahal telinganya gue masih waras ,ngga tuli, dan ngga budeg, gue juga ngga pikun kenapa malah gue mau di ajak ke sana sama mama gue apa yang harus gue lakukan sekarang, apa gue sebaiknya milih belanja di supermarket tapi kalau gue milih belanja di supermarket gue jamin mama gue ngga bakal selesai selesai belanjanya, gue harus apa dong walaupun gue bisa pulang cepat tapi buat apa apa pulang cepat kalau ujung ujungnya gue sama mama gue ke poli THT dan ke tempat orang pikun" batin Dewo sambil memikirkan nasibnya sendiri apa yang harus dia lakukan
__ADS_1
Ane menatap ke arah Dewo sekilas sambil Ane mengeluarkan senyum licik di wajahnya, lalu tanpa aba aba dan tanpa perintah terlebih dahulu Ane langsung berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kencangnya toa membuat Dewo yang mendapat serangan mendadak berupa teriakan Ane langsung terlonjak kaget.
Dewo bahkan sampai Dewo bergeser dari tempat dirinya berdiri saking kagetnya menerima serangan teriakan yang di keluarkan oleh Ane yang sangat keras dan sangat kencang melebihi suara petasan dan petir.
"Dewo kamu budeg dan tuli sejak kapan, apa kamu pernah kejedot di suatu tempat membuat kamu gagal otak dan pingsan" teriak Ane dengan sangat keras ga ngga sangat kencang dan keras suaranya Ane sampai membuat Dewo bergeser dari tempatnya berdiri saking kagetnya menerima teriakan dari Ane orang yang telah melahirkan Dewo ke dunia ini
"Ada apa mah ?" tanya Dewo sambil memegang telinganya dengan tangan yang habis jadi korban teriakan Ane sedangkan Ane menatap nyalang ke arah Dewo yang sedang fokus memegang telinganya dengan kedua tangannya.
Harusnya Dewo mendengar suara merdunya Ane karena Ane sudah mengeluarkan teriakan yang sangat membahana di dunia ini tapi mengapa Dewo tetap tidak mendengarkan suara teriakan Ane membuat Ane berpikir negatif kalau Dewo sudah budeg gan tuli akut.
__ADS_1
"Dewo kamu belum mendengar omongan mama lebih tepatnya kamu ngga dengar teriakan mama yang sangat menggema, sangat keras, dan sangat kencang di telinganya kamu ? padahal kalau kamu cuma budeg dan tuli doang pasti kamu mendengar teriakannya mama tapi kenapa kamu ngga dengar teriakannya mama jangan jangan kamu itu sudah tuli dan budeg akut" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang tanpa menggunakan toa sambil kedua matanya Ane melotot ke arah Dewo sedangkan Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
Sungguh Dewo bingung apakah dirinya memang terserang penyakit budeg dan tuli akut, tapi seingat Dewo kalau ada orang yang mengajak Dewo berbicara pasti Dewo akan menyambung mengobrol dengan dia apakah kalau orang mengajak Dewo berbicara pasti Dewo akan menyambung mengobrol apakah itu di namakan budeg dan tuli akut ?
Bukannya yang di namakan budeg dan tuli akut itu ada orang yang mengajak bicara namun orang itu tak mendengar suara orang yang mengajak berbicara walaupun orang itu berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang bahkan orang itu berteriak menggunakan toa di telinga tetap orang budeg dan tuli akut tidak akan mendengar suara teriakan dari orang yang mengajak dirinya berbicara.
"Tadi mama gue bilang apa ? gue menderita penyakit budeg dan tuli akut tapi kenapa dari kemaren gue mendengar suara orang mengobrol dan banyak orang mengobrol tetap gue mendengar obrolan mereka semua, terus kenapa mama gue menuduh gue budeg dan tuli akut masa gue mengalami penyakit itu gimana dong ini apa yang harus gue lakukan supaya gue ngga menderita penyakit budeg dan tuli akut, pokoknya gue harus menemukan obatnya dari penyakit tuli dan budeg akut" batin Dewo sambil menampilkan wajah yang cemas dan gelisah sedangkan Ane memperhatikan Dewo yang sejak tadi gelisah.
"Dewo kamu kenapa ?" tanya Ane dengan nada bicara berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang namun ternyata Dewo tidak mendengar omongan Ane lebih tepatnya Dewo tidak mendengarkan teriakan Ane yang sangat keras dan sangat kencang.
__ADS_1
Setelah Ane menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Ane menunggu selama beberapa puluh menit, kini Dewo masih diam di tempat dan seperti patung yang hanya diam saja, membuat Ane berpikir bahwa seek itu budeg dan tuli.
"Aku heran sama Dewo anaknya aku pasti aku yakin sekarang Dewo tidak mendengarkan suara teriakan aku karena Dewo budeg dan tuli akut gimana caranya gue sama Dewo pulang ke rumah secepatnya kalau Dewo saja ngga mendengar suara teriakan aku, apa perlu aku nyuruh pelayan pria di supermarket ini untuk menggendong Dewo namun kalau sampai Dewo beneran digendong oleh pria tua gimana dong" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang sedangkan Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga