
Dewo mengajak otaknya untuk bekerja sama supaya Ane sang mama secepatnya pulang dari supermarket soalnya hari ini dia sudah menanggung malu gara gara banyak ulahnya Ane yang bikin emosi lama sekali Dewo memutar otaknya
Ane memperhatikan Dewo yang hanya diam saja dirinya berpikir sejak kapan Dewo menjadi budeg dan tuli kenapa Dewo hanya diam saja padahal Ane sudah nyerocos panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api
"Aku heran koq aku tadi bicara panjang kali lebar kali luas ngga di dengarkan oleh Dewo anak aku apa jangan jangan Dewo mendadak budeg dan tuli ? tapi kenapa tiba tiba mendadak tuli dan budeg padahal anaknya aku tadi ngga kejedot tembok atau kejedot buah semangka heran aku sama Dewo jangan jangan dia sering membicarakan orang budeg dan tuli sehingga dia jadi ketularan tuli dan budeg pokoknya aku harus sadarkan Dewo dan aku juga mau memilih jas secepat kilat supaya aku sama Dewo bisa langsung pulang ke rumah soalnya kalau Dewo masih ada di sini pasti bikin malu karena dia budeg dan tuli" batin Ane manggut manggut sambil menyuruh otaknya untuk bekerja supaya Dewo tersadar sehingga Ane bisa belanja jas dan bisa cepat pulang ke rumah
Setelah Ane berpikir selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Ane berpikir selama beberapa puluh menit tiba tiba Ane menerbitkan senyuman lebar di wajahnya entah apa yang ada di kepalanya sehingga Ane mengeluarkan senyuman lebar
__ADS_1
Ane memandang Dewo lalu Ane berjalan ke arah Dewo dengan hati hati tanpa di sadari oleh Dewo setelah Ane ada di dekat Dewo tanpa ragu dan tanpa aba aba Ane langsung mengeluarkan ide yang ada di otaknya yaitu berteriak di telinganya Dewo
"Dewo kamu koq bisa mendadak tuli dan budeg apa tadi kamu kejedot buah semangka atau buah mangga" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang menggema mengisi ruang telinga Dewo bahkan hampir saja gendang telinganya Dewo rusak gara gara ulahnya Ane
"Mama apa apaan sih pakai teriak di telinganya aku segala" ketus Dewo sambil menatap nyalang ke arah Ane sebenarnya Dewo ingin sekali berteriak mengeluarkan suara merdu yang dia punya tapi Dewo cukup sadar sekarang ada dimana sehingga dirinya hanya berbicara ketus ke Ane sedangkan Ane mengeluarkan senyum licik di wajahnya
"Dewo mama teriak teriak di telinganya kamu karena kamu tadi ngga jawab omongan mama jadi mama kira kamu tuli dan budeg mendadak sehingga mama teriak di telinganya kamu supaya kamu dengar teriakannya mama" jawab Ane tanpa dosa sambil mengumbar senyum lebar di wajahnya karena rencananya berhasil sedangkan Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Dewo tidak menyangka kenapa Ane mengira bahwa Dewo budeg dan tuli padahal Dewo tidak budeg dan tidak tuli
__ADS_1
"Mama aku tadi ngga jawab pertanyaan mama karena aku tadi memikirkan semua orang tadi kayaknya menertawakan mama bukan karena mama masih cantik tapi karena teriakan mama yang sangat keras mama kenapa menduga aku tuli dan budeg ? aku masih berumur muda jadi ngga mungkin tuli dan budeg" ketus Dewo sambil menatap nyalang ke Ane dengan tangan yang di lipat di depan dadanya sementara kedua matanya Ane terbelalak lebar dengan mulut menganga karena syok namun sedetik kemudian Ane langsung mengeluarkan senyum devil di wajahnya
"Dewo ngapain kamu memikirkan kejadian tadi sudah jelas semua orang tertawa melihat mama itu karena mereka kagum sama kecantikan mama bukan karena mereka menertawakan teriakan mama yang sangat keras karena kamu ngga menjawab perkataan mama makanya mama menuduh kamu budeg dan tuli tadinya mama kira kamu budeg dan tuli sehingga mama akan percepat memilih jas soalnya mama malu banget kalau kita berdua kelamaan di supermarket ini dalam keadaan kamu yang budeg dan tuli tapi berhubung kamu sekarang ngga tuli dan ngga budeg mama tidak jadi mempercepat dalam memilih jas mama kamu juga sudah tua umurnya kamu sudah hampir kepala tiga mama kira kamu kejedot kertas atau kejedot semangka sampai buat kamu tuli dan budeg" jelas Ane panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api sedangkan Dewo membulatkan kedua matanya
Sebenarnya tadinya ingin sekali Dewo mengeluarkan kedua matanya yang berbinar setelah mendengar kalau Ane akan mempercepat dalam memilih jas namun urung di lakukan begitu mendengar perkataan Ane selanjutnya yang tidak jadi mempercepat dalam memilih jas
"Mama aku memikirkan hal tadi karena aku merasa malu atas kejadian tadi saat semua orang menertawakan mama gara gara teriakan mama yang sangat keras bukan karena kecantikan mama yang membuat semua orang tertawa tidak semua orang yang tidak menjawab perkataan orang lain itu tuli dan budeg jadi mama jangan asal menyimpulkan iya mama aku memang budeg dan tuli jadi lebih baik mama percepat dalam memilih jas dari pada mama malu gara gara kelakuan aku yang budeg dan tuli di supermarket ini koq gitu sih mah aku budeg dan tuli jadi mama buruan pilih jas buat papa dan aku bakalan pilih jas buat aku supaya kita berdua bisa langsung cepat pulang ke rumah tapi aku masih bisa di bilang muda soalnya umurnya aku baru hampir memasuki kepala tiga doang kecuali kalau memasuki kepala lima baru di bilang tua aneh banget mama masa cuma kejedot kertas dan kejedot semangka bisa bikin orang budeg" celoteh Dewo sambil menatap ke arah Ane sedangkan Ane tersenyum menyeringai mendengar omongan Dewo
"Dewo kamu ngga usah memikirkan hal tadi soalnya mama berani jamin kalau mereka semua tadi menertawakan mama karena kecantikan mama bukan karena teriakan mama yang sangat keras iya mama baru tahu kalau tidak semua orang yang tidak menjawab perkataan orang budeg dan tuli buktinya kamu ngga budeg dan ngga tuli mama ngga percaya kalau kamu budeg dan tuli jadi jangan bohongi mama kamu nyambung saat mama ajak bicara jadi mama yakin kamu ngga tuli dan budeg jadi rencana mama yang mau mempercepat dalam memilih jas di batalkan karena kamu ngga budeg dan ngga tuli itu berlaku kalau kamu budeg dan tuli biar cepat pulang ke rumah ayo kita berdua mulai pilih jas dari sekarang masuk kepala lima sudah di sebut kakek kakek bukan budeg dan tuli bisa kalau kertas dan semangkanya di tempelkan ke tembok di jamin budeg dan tuli kalau kejedot ke tembok dengan sangat keras" jelas Ane menatap ke Dewo sekilas tanpa menunggu jawaban dirinya langsung sibuk memilih jas yang ada di depannya lagi sementara Dewo tersenyum masam mendengar ocehan Ane
__ADS_1