Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Jangan Pakai Bahasa Monyet


__ADS_3

Ane yang merasa di abaikan dan di acuhkan oleh Dewo gara gara Dewo tak mendengar suaranya Ane, membuat Ane sibuk mencari akal supaya Dewo mendengar suaranya Ane.



Sementara Dewo masih sibuk menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya, Dewo yakin kalau cara Dewo seperti ini akan membuahkan hasil, karena Dewo sama sekali tak mendengar suara teriakan Ane.



Dari situ Dewo menyimpulkan bahwa Dewo memang benar benar tidak mendengar suara teriakan Ane berkat Dewo yang menutup telinganya dengan kedua tangannya.



Ane masih sibuk dengan cara supaya Dewo mendengar suaranya Ane, sungguh Ane ingin sekali secepatnya mencari cara supaya Dewo mendengar suara Ane yang menurut Ane itu sangat merdu.


"Aku harus gimana dong supaya Dewo mendengar suara teriakan aku yang sangat merdu ini, mubazir sekali kalau suara merdunya aku tidak di dengar oleh Dewo, pokoknya aku harus cari akal supaya Dewo mendengar suaranya aku, aku harus berpikir lebih keras melebihi kerasnya batu" batin Ane nampak berpikir cara paling jitu supaya Dewo mendengar suaranya Ane.


Dewo yang sudah beberapa menit lalu menutup kedua telinganya merasa tangannya pegal, sehingga Dewo ingin sekali melepaskan kedua tangannya dari telinganya, namun Dewo urungkan niatnya karena Dewo masih melihat sosok Ane ada di kamarnya.



Kini Dewo masih setia menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya, Dewo berharap Ane secepatnya pergi dari kamarnya Dewo, walaupun tangannya Dewo merasa pegal namun Dewo berusaha menahan rasa pegal tersebut.



Dalam hatinya Dewo tak apa kalau tangannya Dewo pegal gara gara menutup kedua telinganya, dari pada Dewo melepaskan tangannya sehingga bukan pegal di tangan yang di rasakan oleh Dewo, namun bisa berakibat gendang telinganya Dewo rusak gara gara teriakan Ane.


"Mama gue ngapain masih di sini kapan perginya dari kamar gue, padahal gue mengantuk ingin tidur nyenyak di kamar, kalau mama gue masih di kamar gue di jamin gue ngga bakal bisa tidur, gimana bisa tidur kalau mama gue teriak teriak sangat keras dan sangat kencang, yang ada jantung gue deg degan gara gara teriakan mama gue yang bikin kepala gue pusing, intinya gue pengen bebas tidur di kamar semoga mama gue cepat keluar dari kamarnya gue, karena sekarang gue bukan cuma pengen tidur saja, tapi tangan gue juga kecapean gara gara menutup kedua telinganya gue terus menerus sejak tadi" batin Dewo sambil tetap menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.


Dewo berpikir bagaimana cara menyuruh Ane untuk keluar dari kamarnya, sementara Ane masih memikirkan cara supaya Dewo mendengar semua suaranya, setelah beberapa menit berpikir sepertinya Ane dan Dewo punya cara untuk masalah mereka berdua masing masing.


__ADS_1


Sehingga kini Dewo dan Ane serentak mengumbar senyum lebar di wajahnya, entah mengapa kedua insan tersebut nampak senyum senyum sendiri seperti orang yang sedang kasmaran alias jatuh cinta.



Dewo dan Ane kompak saling menatap satu sama lain, keduanya juga seakan akan bisa merasakan bahwa keduanya sama sama mempunyai rencana.


"Dewo ngapain kamu senyum senyum kayak gitu kayak orang gila" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang, bahkan Ane melunturkan senyum lebar yang tadi menghiasi wajahnya Ane.


Sementara Dewo masih sibuk dan asyik menghiasi dirinya dengan senyum lebar di wajahnya, bahkan teriakan Ane tadi tak mengusik Dewo sama sekali.



Entah mengapa Dewo tak dapat mendengar suara teriakan Ane apa karena suara teriakan Ane yang kurang keras, atau berkat kedua tangan ajaib Dewo yang ada di kedua telinganya.


"Gue punya cara supaya gue bisa mengusir mama gue dari kamar gue, dan gue yakin cara ini bakalan ampuh dan berhasil untuk mengusir mama gue dari kamar gue, karena mama gue suka shopping, lebih baik gue beri tawaran menggiurkan berupa shopping, di jamin mama gue akan ngiler pengin shopping sehingga mama gue pergi dari kamar gue" batin Dewo sambil masih mengeluarkan senyum lebar di wajahnya.


Sungguh Dewo merasa bahagia karena mendapatkan ide briliant yang seperti itu, sungguh Dewo memuji kepintaran dan kecerdasan yang di miliki oleh otaknya.




Sungguh Ane heran sekali dengan kelakuan Dewo, bahkan Ane berpikir kalau Dewo gila gara gara senyum senyum sendiri, Ane bahkan tak sadar kalau Ane juga tadi senyum senyum sendiri seperti orang gila.



Karena Ane kesal dengan kelakuan Dewo yang diam saja seperti patung saat di ajak bicara, membuat tangannya Ane langsung menjambak rambutnya Dewo, membuat Dewo yang masih dalam keadaan tidur terlentang dan mengeluarkan senyum lebar buru buru menghapus senyum lebar tersebut lalu merintih kesakitan gara gara kelakuan Ane.



Dewo sampai mengeluarkan jurus kaget yang dia miliki yaitu berteriak gara gara kelakuan Ane.

__ADS_1


"Aaaaaaaahhhhhhh" teriak Dewo dengan tak kalah keras dan tak kalah kencang dari teriakan Ane.


Bukannya Ane melepaskan tangannya dari rambut Dewo, malah Ane menutup mulutnya Dewo dengan tangan yang satunya, membuat Dewo bungkam seketika menerima serangan tangannya Ane secara mendadak mendarat di mulutnya Dewo.



Ane sebenarnya tadi berniat melepaskan tangannya dari rambut Dewo, namun setelah di pikir pikir lebih baik Ane tetap masih mempertahankan posisi semula yaitu menjambak rambutnya Dewo.



Tangan Ane yang satunya yang masih menganggur di gunakan Ane untuk menutup mulutnya Dewo, supaya Dewo menghentikan teriakannya.



Kini Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo, dengan kedua tangan yang masih sibuk bekerja di rambut Dewo dan di mulutnya Dewo.



Dewo yang mulutnya di bekap berusaha untuk melepaskan diri dengan cara berteriak, namun tetap saja teriakan Dewo tak terdengar sama sekali akibat tangannya Ane yang menutup mulutnya Dewo.


"Mmmmmmpppppp" teriak Dewo yang terdengar tak jelas akibat perbuatan Ane.


Ane mendengus kesal melihat tingkah laku Dewo saat ini, lalu Ane berkata.


"Dewo kamu bicara apa yang jelas dong, bukannya kamu sekolah bahkan kamu sampai kuliah dan jadi sarjana, masa ngomong dengan bahasa yang jelas kamu ngga bisa" ketus Ane dengan mata yang menatap nyalang ke arah Dewo.


Sementara Dewo geram dengan jawaban Ane sehingga Dewo berusaha berbicara lagi walaupun mulutnya masih di bungkam oleh Ane.


"Mmmmmmmmpppppp" lagi dan lagi Dewo berteriak dengan suara yang tak jelas sama sekali.


Hal itu membuat Ane kesal dan emosi lalu Ane mendelik ke arah Dewo dan berucap.

__ADS_1


"Dewo kalau kamu bicara itu pakai bahasa manusia jangan pakai bahasa monyet dan bahasa hewan lainnya" bentak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang, sementara Dewo membelalakkan kedua matanya sangat lebar mendengar omongan Ane.


__ADS_2