
Dewo dan Ane kompak sibuk dengan pemikiran mereka berdua masing masing sehingga belum ingat bahwa tujuan mereka berdua ke sini buat membeli jas namun karena ada semut yang ada tangannya Ane mengganggu lamunannya Ane membuat Ane berteriak
"Aaaahhh" teriak Ane sangat keras mengisi ruangan tempat jas sampai hampir merusak gendang telinga semua orang yang ada di tempat jas bahkan Dewo yang sedang menggenggam tangannya Ane langsung membuang tangannya Ane bahasa lainnya adalah Dewo melepaskan genggaman tangannya dari tangannya Ane soalnya Dewo mengeluarkan jurus kagetnya
"Mama ada apa koq teriak teriak ? apa mama sakit ? tapi aku yakin mama sehat soalnya bisa sampai ke supermarket" ucap Dewo sambil menatap ke arah Ane dengan banyak tanda tanya di otaknya sementara Ane menatap nyalang ke Dewo saat Ane akan menjawab bahkan sudah membuka mulutnya untuk bersiap menjawab pertanyaan Dewo dengan cepat Dewo mengeluarkan suaranya lagi membuat Ane buru buru langsung menutup mulutnya rapat rapat supaya tidak ada lalat atau kecoa yang masuk ke mulutnya Ane
"Apa mama teriak karena kontraksi dan mama mau melahirkan ? tapi mama kan ngga hamil gimana ceritanya tiba tiba mama melahirkan ?" cerca Dewo dengan satu mata memicing ke arah Ane sedangkan Ane membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Ane tidak habis pikir bahwa anaknya menduga kalau dirinya sedang hamil
"Dewo mama teriak teriak soalnya ada semut yang gigit tangannya mama makanya teriak mama ngga sakit makanya sampai ke supermarket ini dan bisa jalan jalan ke berbagai tempat yang ada di supermarket ini apaan sih kamu ngaco banget dan ngawur banget mama ngga sedang hamil jadi mama ngga mengalami kontraksi dan mama ngga melahirkan anak lagi mama ngga hamil makanya mama ngga melahirkan anak lagi" ketus Ane sambil mendelik ke Dewo sedangkan Dewo menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali
__ADS_1
"Mana aku tahu kalau ada semut yang gigit tangannya mama tapi mama ada ada saja cuma di gigit semut doang ngga usah sampai teriak teriak juga lagian mama juga sudah sering di gigit sama papa ngga sampai teriak teriak kayak tadi iya aku yakin juga mama ngga sakit makanya bisa menjelajahi ke berbagai tempat yang ada di supermarket ini oh aku kira mama hamil soalnya papa rajin menanam benih di rahimnya mama aku kira mama hamil gara gara ulah papa yang sering minta jatah ke mama setiap malam" jelas Dewo tanpa dosa dan tanpa malu walaupun secuilpun sementara kedua pipinya Ane langsung memerah bak kepiting rebus yang siap di santap
"Makanya Dewo kalau sebelum menebak dan belum tahu kenapa nanya dulu jangan asal bicara biar ngga salah tuduh mama teriak tadi refleks kaget mama gara gara ulah semut yang menggigit tangannya mama apaan sih kamu jangan bikin malu mama jangan bahas papa gigit mama di sini malu maluin tahu kalau papa gigit keras banget makanya kita berdua lanjut memilih jas sekarang soalnya mama mau ke banyak tempat lagi karena ada beberapa barang yang belum di beli sama mama ngga usah bahas papa sering menanam benih ke rahim mama di sini nanti kalau kedengaran orang bikin malu kamu ngga usah bikin malu mama ngga usah bahas papa sering minta jatah mama setiap malam lebih baik kamu pilih jas yang mau kamu beli dari pada bahas papa yang orangnya ngga ada di sini" tegas Ane sambil melototkan kedua matanya ke arah Dewo sedangkan Dewo dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya
Setelah mengatakan itu Ane tanpa permisi dan tanpa menunggu jawaban dari Dewo Ane langsung meninggalkan Dewo sendirian Ane dengan santainya berjalan ke arah tempat jas yang sedang berjejer jejer di depannya sementara Dewo juga ikut mengekori langkah kakinya Ane di belakang Ane
"Mah aku pilih kemeja sekarang kan ?" tanya Dewo sambil menatap ke arah Ane yang berada di sampingnya sementara Ane yang sibuk dan asyik menatap ke arah depan tepatnya ke arah jas yang bertumpuk tumpuk di depannya langsung menoleh ke arah sumber suara yaitu Ane langsung menoleh ke arah Dewo yang ada di sampingnya sambil menautkan kedua alisnya
__ADS_1
"Kamu Dewo kan ?" tanya Ane sambil menatap ke arah Dewo dengan tatapan serius sedangkan Dewo langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
Dewo pikir apakah Ane sang mama mendadak pelupa lebih tepatnya pikun sampai harus bertanya nama Dewo atau Ane sang mama mendadak amnesia tapi seingat Dewo kepalanya Ane tidak terbentur apapun sehingga tidak mungkin Ane menjadi amnesia atau Ane sedang berakting drama latihan drama buat film kartun ?
"Mama ngga pikun dan ngga amnesia kan ? masa pakai nanya nama aku segala jelas aku Dewo anaknya mama oh aku tahu mama pasti sedang ikutan latihan drama buat akting mama ngga usah ikutan drama nanti kalau papa cemburu gimana soalnya kalau akting ada adegan romantis sama lawan jenis bisa bisa lawan jenis yang akan beradegan mesra sama mama di omelin sama papa dan di hajar sampai babak belur" jelas Dewo panjang kali lebar melebihi rel kereta api sementara Ane mendelik ke Dewo
"Mama tanya ke kamu sebenarnya kamu Dewo apa bukan ? cuma jawab iya atau bukan ngga usah komentar mama ngga pikun dan ngga amnesia makanya masih ingat namanya kamu Dewo oh jadi kamu anaknya mama tapi tadi mama lihat kamu masih ada di sana di belakang mama kenapa kamu mendadak ada di sini mama sedang ngga latihan drama buat akting iya mama juga ngga ikutan casting dan akting soalnya papa kamu bucin akut ke mama bisa bisa kalau mama adegan romantis sama lawan jenis ngga bakalan bisa soalnya papa mengikuti mama terus mama juga tahu makanya mama ngga ikutan akting supaya papa ngga memarahi orang dan papa ngga menghajar orang sampai babak belur sebentar mama tengok dulu ke arah Dewo waktu mama ke sini dia masih ada di si" perkataan Ane belum selesai namun Ane langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga melihat tempat Dewo berdiri sudah tidak ada orang sehingga Ane langsung menoleh ke pria yang ada di sampingnya
"Kamu benar benar Dewo anak mama" kata Ane sambil menatap ke arah Dewo sementara Dewo menganggukkan kepalanya mantap
__ADS_1
"Iya mah aku Dewo anaknya mama" jawab Dewo mantap membuat Ane membulatkan kedua matanya