Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Anaknya Aku Sedang Ada Di Ruang Makan


__ADS_3

Setelah Ane berjalan selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Ane berjalan selama beberapa puluh menit, kini Ane telah sampai di dekat dapur yang terkena banjir, lebih tepatnya Ane berdiri di samping air yang banyak tergenang.


Ane menatap ke arah kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah mencari keberadaan seseorang, siapa lagi kalau bukan Dewo, namun sejauh mata Ane memandang tak juga menemukan keberadaan Dewo.


Kedua matanya Ane masih tetap berselancar mencari sang anak yaitu Dewo, namun lagi dan lagi Ane harus menelan kecewa karena tak melihat keberadaan Dewo, kini tatapan Ane mengarah kepada kamar mandi.


Ane langsung menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sambil menatap ke arah kamar mandi, lalu tanpa komando Ane langsung berjalan ke arah kamar mandi, karena Ane mengira kalau Dewo ada di kamar mandi, untuk meletakkan kain pel dan ember.


"Aku yakin pasti Dewo ada di kamar mandi, soalnya aku yakin Dewo sekarang sedang meletakkan kain pel dan ember, jadi lebih baik aku secepatnya susul Dewo ke kamar mandi, supaya aku bisa secepatnya meminta pertanggung jawaban dari Dewo, pokoknya Dewo harus mengepel lantai dapur lagi, sampai lantainya benar benar bersih dan terbebas dari banjir serta genangan air" batin Ane sambil berjalan ke arah kamar mandi dengan langkah sedang.


Karena Ane memang mempunyai sifat yang feminim dan tidak tomboy, sehingga Ane berjalan ke arah kamar mandi dengan langkah yang sedang, tapi kalau urusan menampol atau urusan kdrt Ane jagonya, jadi pasti Ane bakalan pintar mengeluarkan jurus pakai tangan kalau marah atau kesal ke orang.


Setelah Ane berkelana selama beberapa menit, kini Ane telah sampai di depan pintu kamar mandi, lalu tangannya Ane terulur untuk membuka pintu kamar mandi, lalu setelah pintu kamar mandi terbuka kini Ane melangkahkan kedua kakinya ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Tanpa menutup pintu kamar mandi terlebih dahulu, kini Ane berjalan ke dalam kamar mandi, sambil berjalan kedua matanya Ane berselancar mencari keberadaan Dewo, namun kening Ane tiba tiba berkerut, karena tidak menemukan keberadaan Dewo.


Ane tetap berjalan ke dalam kamar mandi, walaupun Ane sudah tahu kalau Dewo tidak ada di kamar mandi, namun Ane tetap berjalan ke dalam kamar mandi, sambil berpikir kemana perginya Dewo.


"Dewo kemana sebenarnya, kenapa di sini ngga ada, apa Dewo sedang ada di bath up, tapi kalau ada pasti sudah kelihatan, di sini aku ngga lihat apapun, jangankan Dewo semut atau kecoa juga ngga lewat kamar mandi, gimana dong ini kenapa Dewo ngga kelihatan, apa jangan jangan Dewo kabur, tapi kabur kemana, tapi aku yakin Dewo ngga akan kabur soalnya dia anak yang ngga tegaan ke aku, yang merupakan orang yang telah melahirkan Dewo ke dunia ini, sehingga Dewo bisa merasakan nikmatnya dunia, aku harus cari Dewo kemana lagi" batin Ane sambil tetap berjalan semakin masuk ke kamar mandi.


Setelah Ane melangkah selama beberapa menit, kini Ane berhenti tepat di samping ember dan kain pel yang ada di ember yang tadi Dewo letakkan di kamar mandi, lalu Ane mengerutkan keningnya heran, lalu Ane dapat menyimpulkan sesuatu dari apa yang dia lihat, yaitu Ane melihat ember dan kain pel yang di letakkan di ember.


Sedetik kemudian Ane berjalan ke arah pintu kamar mandi, Ane berniat berjalan ke arah ruang makan, karena Ane menduga kalau Dewo kecapekan gara gara mengepel lantai dapur, sehingga mungkin saja sekarang Dewo sedang menyantap makanan dengan lahapnya di ruang makan.


Ane sudah sangat yakin kalau Dewo ada di ruang makan, sehingga Ane begitu semangat melangkahkan kedua kakinya ke arah pintu kamar mandi, lalu Ane mengulum senyum tipis di bibirnya karena sudah menemukan jawaban atas pertanyaan yang sejak tadi menyelimuti dan menghinggapi hatinya.


Setelah Ane berjalan selama beberapa menit, kini Ane telah sampai di depan pintu kamar mandi, lalu tanpa ragu Ane berjalan keluar dari kamar mandi, setelah Ane ada di luar kamar mandi, buru buru Ane menutup pintu kamar mandi, setelah pintu kamar mandi tertutup dengan rapat, kini Ane melangkahkan kaki jenjangnya ke arah ruang makan.

__ADS_1


"Aku yakin pasti saat ini Dewo anaknya aku sedang ada di ruang makan, karena aku yakin Dewo pasti kelaparan gara gara aku menyuruh dia mengepel lantai dapur, jadi pasti sekarang Dewo sedang menyantap makanan dengan lahap di ruang makan, lebih baik aku susul Dewo ke ruang makan, awas saja kamu Dewo kalau ketemu bakalan aku suruh kamu mengepel lantai dapur lagi, sampai lantai dapur ngga banjir dan ngga tergenang banyak air" batin Ane sambil tetap berjalan ke arah ruang makan.


Ane yang telah menuntun kedua kakinya selama beberapa menit, kini Ane telah sampai di ruang makan, buru buru kedua matanya Ane langsung menatap ke arah meja dan kursi ruang makan, namun lagi dan lagi Ane harus menelan kecewa karena Dewo tak ada di ruang makan.


Walaupun Ane belum melihat batang hidungnya Dewo, namun Ane tetap berjalan semakin mendekat ke arah meja dan kursi ruang makan, entah apa yang menyebabkan Ane tetap berjalan ke arah itu walaupun sudah tahu Dewo tak ada di ruang makan.


"Dewo buruan kamu keluar mama tahu kalau kamu sedang sembunyi, mama ngga bisa di bohongi dan ngga bisa di tipu, jadi Dewo buruan kamu keluar sebelum mama seret kamu secara paksa" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang setelah Ane berada di dekat kursi salah satu di ruang makan.


Ane yang telah menunggu selama beberapa jam, kelamaan dong maksudnya setelah Ane menunggu selama beberapa puluh menit, namun Ane belum mendengar suara jawaban dari Dewo, membuat Ane memicingkan mata lalu Ane menatap ke arah kolong meja sambil tersenyum licik.


Tanpa ragu Ane langsung berjongkok di sebelah kursi yang terletak di meja makan, lalu kedua matanya Ane menatap ke arah kolong meja, lalu kedua matanya Ane terbelalak lebar dengan mulut menganga, melihat kalau di bawah kolong meja tetap tidak ada keberadaan Dewo.


"Kemana perginya Dewo, aku kira dia ada di ruang makan untuk makan karena kelaparan sehabis mengepel lantai, tapi ternyata ngga ada, malah aku kira lagi Dewo ada di kolong meja gara gara Dewo sembunyi dari aku karena mendengar suara sepatu aku" batin Ane sambil memutar otaknya untuk berpikir dengan sangat keras.

__ADS_1


__ADS_2