Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Cocok Buat Papa


__ADS_3

Ane nampak santai tetap berjalan menjauh dari Diran, sementara Diran hanya diam dan mematung di tempat, sungguh Diran bingung apa yang harus dia lakukan sekarang.


Ane yang telah melangkah selama beberapa menit kini sudah sampai di almari pakaian miliknya, tanpa basa basi Ane langsung membuka pintu almari tersebut dengan kedua tangannya.


Setelah pintu almari terbuka, kini terpampang di depan matanya yaitu berbagai macam pakaian yang sangat keren, tentunya semua harga pakaian Ane juga mahal dan limited edition.


"Lebih baik aku dandan sekarang saja, supaya aku makin cantik, walaupun wajah aku tanpa dandan juga sudah cantik, mungkin karena wajah aku sudah cantik dari sebelum di cetak" batin Ane dengan senyum lebar dan kedua matanya yang nampak berbinar saat melihat deretan pakaian yang terpasang di almari pakaian miliknya.


Sungguh Ane bahagia sekali karena akan memakai barang alias pakaian mewah miliknya, atau mungkin Ane bahagia akan bertemu dengan Aya sahabatnya.


Diran menyaksikan dengan kedua matanya sendiri, betapa bahagianya dan betapa semangatnya Ane mencari sesuatu dari dalam almari pakaian miliknya Ane.


Namun Diran sangat yakin kalau Ane tak mungkin mencari semut di almari pakaian miliknya Ane, Diran sangat yakin pasti Ane sedang mencari pakaian yang akan di pakai saat akan bertemu dengan Aya.



Kini kedua tangannya Ane bergerak memegang salah satu pakaian tanpa melunturkan senyum lebar di wajahnya, namun tiba tiba saja senyuman lebar itu sekarang pudar.


Ane kini menatap nyalang ke arah Diran, sungguh Ane kini tersulut emosi dan marah kepada Diran.


"Papa kenapa diam saja, kenapa papa ngga mencegah mama saat akan ke almari pakaian, jangan jangan papa mengerjai mama makanya membiarkan mama ke almari pakaian sudah jelas pakaian yang akan mama pakai ada di atas sofa" bentak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang.


Suara Ane itu sangat keras sangat memekakan telinga, sehingga omelan Ane alias teriakan Ane dapat terdengar dengan jelas oleh Diran yang tadi sibuk dengan dunianya sendiri.



Diran mengerjapkan kedua matanya, sungguh Diran syok mendapat tuduhan seperti itu dari Ane.


"Mana papa tahu mama mau memakai pakaian yang mana ke acara nanti malam" Diran menjawab namun tentunya jawaban itu hanya ada di dalam hati.


Diran tentunya tak akan sanggup mengeluarkan suara jawaban, karena Diran tak ingin membuat Ane semakin murka dan semakin marah gara gara mendengar jawaban dari Diran.


"Papa kenapa diam saja, oh mama tahu jangan jangan tebakan mama itu benar kalau papa mengerjai mama" lagi dan lagi Ane membentak Diran, kedua matanya Ane melotot ke arah Diran.

__ADS_1


Diran terlonjak kaget mendengar suara bentakan Ane, bahkan Diran sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri.


"Pa pa papa ngga tahu mama" perkataan Diran belum selesai sudah buru buru di potong oleh Ane.


"Papa keterlaluan sekali masa papa ngga tahu mama, padahal mama itu wanita tercantik di dunia ini" ketus Ane sambil menatap ke arah Diran dengan tatapan mengejek.


Diran membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut menganga, sungguh Diran bingung cara menjelaskan kepada Ane, karena Ane kadang memotong pembicaraan dirinya.


"Pa pa papa tahu mama wanita tercantik di dunia ini, dan papa beruntung punya istri seperti mama" jelas Diran dengan terbata bata.


Ane tersenyum kecut mendengar jawaban dari Diran, tak mau membuang waktu lama kini Ane langsung menutup almari pakaian miliknya, lalu Ane berjalan ke arah sofa yang terletak di kamarnya.


"Mama mau kemana ?" tanya Diran menatap ke arah Ane yang sedang berjalan.


Ane tak bergeming sama sekali, Ane masih sibuk berjalan ke arah sofa.


Diran yang sudah menunggu jawaban dari Ane, namun Ane hanya diam saja, membuat Diran gemas dan melemparkan pertanyaan lagi buat Ane.


"Mama sedang mencari apa biar papa bantu carikan" tawar Diran sambil berjalan mendekat ke arah Ane.


"Mama mau ke sofa mau memakai pakaian yang mama beli tadi di supermarket buat acara nanti malam" ketus Ane.


Diran hanya manggut manggut sambil tetap mengekori langkah kakinya Ane, Diran juga berpikir ingin duduk di sofa saat sang istri sedang berganti pakaian.



Setelah Ane dan Diran melangkah selama beberapa menit, kini keduanya sudah sampai di samping sofa empuk.



Tanpa basa basi lagi Ane langsung menjatuhkan bokongnya ke sofa tersebut, hal itu di ikuti oleh Diran yang sudah duduk di sofa sebelah Ane.


"Papa ngapain ngikutin mama ?" tanya Ane sinis dengan tatapan nyalang ke arah Diran.

__ADS_1


Diran yang melihat tatapan membunuh yang di keluarkan Ane untuknya, membuat lidah Diran kelu bingung mau jawab apa.



Diran menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali, Diran melakukan itu untuk menghilangkan kegugupan yang di rasakan.


"Papa ngga mengikuti mama, tapi papa capek dan ingin duduk makanya papa duduk di sofa ini" jawab Diran tak sepenuhnya berbohong.


Ane memicingkan kedua matanya setelah mendengar jawaban yang keluar dari Diran.



Ane menatap ke arah bungkus plastik yang ada di sofa, lalu tangannya Ane terulur untuk mengambil salah satu bungkus plastik tersebut.


"Lebih baik papa pakai jas dan kemeja ini, itu cocok buat papa" ucap Ane setengah ketus sembari menyodorkan bungkus plastik yang ada di tangannya.


Diran langsung menyambar bungkus plastik tersebut dari tangannya Ane, karena Diran tak mau mendengar ocehan dan omelan Ane yang sangat panjang kali lebar tanpa jeda dan iklan.


"Iya mama" jawab Diran singkat sambil menatap bungkus plastik yang ada di tangannya.


"Kenapa papa cuma ngelihatin doang, ayo di coba kemeja dan jas yang mama belikan" seru Ane dengan nada tinggi.


Diran langsung menganggukkan kepalanya mantap, tanpa menjawab apapun Diran beringsut berdiri lalu melangkah ke arah ranjang miliknya sembari tetap memegang bungkus plastik di tangannya.



Ane hanya menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah Diran yang seperti itu, bahkan kini Ane tersenyum sangat tipis melihat tingkah Diran tadi



Saking tipisnya senyuman Ane, sehingga tak ada yang tahu kalau Ane sedang tersenyum, sehingga hanya Ane saja yang tahu kalau dia sedang tersenyum.


"Suami aku ada ada saja, aku sudah nyuruh pakai kemeja dan jas, malah suami aku cuma bengong dan menatap bungkus plastik itu, di kira hanya dengan di tatap doang kemeja dan jas yang di pakai suami aku bisa ganti sendiri dengan kemeja dan jas yang aku beli tadi, kayak sulap dong" batin Ane.

__ADS_1


Ane kini mengambil bungkus pakaian dress yang di beli tadi.


__ADS_2