Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
mempermalukan balik


__ADS_3

Adit dilema sangatlah dilema begitupun dengan Saskia dilema antara kebahagiaan diri sendiri dan orang tua.


sekarang keduanya suda saling mengetahui satu sama lain setelah lebih dari satu tahun menikah.


semenjak pertengkaran keduanya itu saskia terus menghindari Adit bahkan kontrak kerjasama mereka di batalkan Saskia,Saskia membayar denda kartu hitam yang di berikan Adit dia kembalikan bahkan dia Menganti uang Adit yang dia gunakan beruntung Saskia tidak mengunakan nya banyak hanya beberapa keperluan, lebih banyak dia mengunakan uangnya sendiri untuk kebutuhannya.


Adit sangat kesal dengan sikap Saskia sesuka hatinya bahkan mengembalikan kartu dan uang yang suda dia gunakan selama ini.


"apa sih maunya dia,"ucap Adit.


"mau dia bercerai denganmu,"ucap jimi.


Adit diam mencerna ucapan Jimi.


"kenapa diam? bukanya itu bagus?"ucap Jimi.


"diam,"ucap Adit membentak.


Jimi diam,tiba tiba seseorang datang tanpa permisi atau mengetuk pintu terlebih dahulu.


"sayang,"ucap Selena menyapa adit.


dia berjalan menghampiri Adit dan langsung duduk di atas pangkuan Adit sambil bergelayut manja.


"gadis seperti ini yang di minati Adit,cih,"batin Jimi.


"kamu kenapa kemari?"tanya Adit pada Selena.


"aku kangen sayang,emang kamu gak kangen sama aku,"ucap Selena bergelayut manja di atas pangkuan Adit.


"kan kamu bisa menghubungi aku,kalau kamu kemari ayah tiba-tiba kemari gimana?" ucap Adit.


"tapi aku udah kangen baget udah berapa hari kamu gak balik kerumah,"ucap Selena dengan tidak tau malunya.


"aku sibuk baget sayang,"ucap Adit.


"bohong,aku tau kamu balik kerumah ****** itu iya kan,"ucap Selena ngabek.


"aku hanya mengambil pakayan kerja,"ucap Adit.


"bohong,"ucap Selena.


Jimi menyaksikan semua itu.


"gue balik ,"ucap Jimi karena tidak suka pada Selena.


"pergilah,ganggu aja,"ucap Selena mengusir.


Adit hanya diam.


"sayang,aku kangen,"ucap Selena bergelayut manja sambil memainkan jarinya di dada bidang Adit.


"kamu mengodahku? hem?"ucap Adit mecuil indung Selena.


"bisa di bilang begitu,"ucap Saskia semakin mengoda.


tiba-tiba datanglah seseorang yang langsung masuk keruangan itu tanpa mengetuk pintu.


"selamat siang tuan Adit?"pria tampan dengan hidung mancung rahang yang tegak serta tinggi seratus delapan puluh tuju sentimeter,berjalan mendekati Adit,dia melirik perempuan yang duduk di pangkuan Adi.


"kau,sejak kapan kau balik ke Indonesia?"Adit menatap pria yang sangat di kenalnya itu.


"sejak kemarin,"Rafa menjawab dan duduk di sofa tepat di hadapan Adit dan Selena dan juga kabarku kurang baik sekarang.


rafa menatap Selena dia mengenali wanita yang berada di pangkuan Adit itu,suda beberapa kali bertemu menghadiri acara Selena selalu mendampingi tuan meks di setiap acara ketika berada di negara xxxx waktu itu,Rafa tau Selena adalah partner ranjang tuan meks,bahkan ayahnya juga perna mengunakan jasa Selena ketika berada di negara xxx itu.


"hai nona,tidak menyangka kita bertemu lagi di sini,"Rafa menyapa Selena dan mengungkapkan yang sebenarnya.


"sial dia mengenaliku,"batin Selena.


"kalian saling kenal?"tanya Adit menatap Rafa dan Selena bergantian.


"tapi aku tidak mengenalinya,"Selena berpura-pura tidak mengenali Rafa.


"tapi aku mengenalimu,kalau tidak salah kamu dan tuan meks,"ucapan Rafa terhenti karena Selena langsung mengalihkan pembicaraan.


"sayang,siapa pria ini? aku tidak mengenalinya dan siapa tuan meks itu? apa kau mengenalinya,"Selena berpura-pura.


kini Rafa tau siapa perempuan ini,perempuan tidak baik,dan dia tau kalau sahabatnya itu menjalin hubungan dengan gadis itu,dan kelakuannya tidak di ketahui oleh Adit.


"mungkin aku salah mengenali seseorang,ma'afkan aku nona,"Rafa berbicara sambil menatap Adit.


Adit sangat tau sahabatnya yang satu ini,dia tau Rafa tidak berbohong karena tatapan Rafa seperti itu seolah-olah bertanya ada hubungan apa Adit dan Selena.


"sepertinya Rafa tau banyak tentang Selena,"batin Adit menelisik.


"oh iya ada keperluan ap kamu kemari?"tanya Adit karena dia tau sahabatya ini pasti ada sesuatu yang dia butuhkan pada dirinya.


"aku berantem sama situa Bangka itu,"Rafa menatap Selena mengisyaratkan kalau yang akan dia katakan sangat penting dan tidak ada satu orang pun yang tau kecuali mereka berdua,atu bertiga bersama Jimi.


Adit paham tatapan itu dan Adit beralih kepada Selena.


"sayang kamu bisa pulang lebih dulu nanti aku pulang kantor langsung menuju kerumah kamu,"Adit mengelus pipi Selena lembut.

__ADS_1


Rafa merasa jijik karena mengetahui siap Selena dan melihat perlakuan Adit kepada Selena.


"tapi sayang aku kesini juga ada keperluan penting sama kamu,lebih penting dari keperluan dia,"Selena berucap sangat manja dan menunjuk wajah Rafa.


"butuh berapa,"Adit tau keperluan Selena.


"seperti biasa,aku mau beli tas pengeluaran terbaru,"ucap Selena.


"baiklah aku tf,sekarang pergilah berbelanja,"Adit berkata seolah-olah mengusir Selena karena dia sangat penasaran ada keperluan apa Rafa dan Adit ingin menanyakan Selena pada Rafa.


"baiklah,dada sayang,"Selena mengecup pipi Adit dan berlalu pergi.


Rafa menatap kepergian Selena Hinga Selena suda tidak terlihat lagi,kini giliran Adit menatap Rafa.


"sepertinya kamu sangat mengenalinya dari pada aku,"Adit berucap menatap Rafa yang masih menatap kearah pintu keluar.


Rafa langsung membalikan badannya berhadapan dengan Adit.


"dari mana kamu mengenali ****** itu?"tanya Rafa menelisik.


"aku mengenalinya suda sangat lama dan dia calon istriku,dan jangan perna katakan itu pada dirinya,"Adit sangat mara karena Selena di Katain ****** oleh sahabatnya.


"baiklah,sejak kapan lamanya? baru setahun yang lalu bukan waktu kamu di negara xxx,"Adit langsung tuduh poin dia mengira pertemuan itu waktu di negara xxx Karana di sanalah Rafa mengenali wanita itu.


"jauh sebelum itu,dia adik mantan kekasihku warni yang meningal di duga bunuh diri itu,"Adit mengigat kembali kejadian itu.


"oh dia adik warni?sangat jauh berbeda sifat dia dengan warn,"ucap Rafa karena dia tau betul siapa warni.


"iya,hanya wajah yang sama,"ucap Adit menyadarinya.


"hem,sangat,"ucap Rafa.


"katakan padaku ayahmu menyuruhmu kemari menemui ku ada keperluan apa dan jelaskan tentang calon istriku,sepertinya kamu tau banyak tentang dia yang tidak aku ketahui dan bagaimana keadaan ayahmu?


"sampai saat ini keadaan tuan Abraham masih sangat baik-baik saja tapi mana tau besok,"seloroh Rafa dengan tawa kecilnya sambil mengigat wajah ayahnya yang selalu marah-marah kepadanya yang membuat tekanan darah tingginya naik.


"kau itu...! Adit menggeleng kepalanya,mau apa kau kesini,"Adit mengeluarkan suara datarnya.


"tentu saja aku ingin menemui mu karena aku rindu pada teman baikku ini,"ucap Rafa.


"cih,aku tau betul siapa dirimu,aku sibuk dan tidak banyak waktu meladenimu jadi ada apa kau datang ke kantorku,"ucap Adit dengan suara datar.


"kau ternyata tau betul siapa aku,Rafa tertawa lepas,baiklah aku kesini aku butuh bantuanmu,"Rafa memberikan berkas yang sedari tadi dia pegang.


"apa ini?"Rafa membuka berkas itu lalu membacanya dengan teliti.


"situa Bangka itu memintaku membujukmu agar kamu mau bekerjasama dengan perusahaan miliknya.


Adit menggeleng kepala mendengar ucapan Rafa.


"sepertinya yang masuk ruangan ini manusia,"ucap Rafa.


"maksut kamu apa brengsek,"ucap Jimi.


"eh,teryata kamu Jim,haha,kautau jim? aku kira kau hanya akan bertahan kerja selama tiga bulan padanya,"Rafa menatap Adit yang masih membaca berkasnya."tapi perkiraan ku meleset,teryata kau bertahan cukup lama dengan tuan yang dingin dan tidak punya perasaan ini.


"kau...,"ucapan Jimi terhenti karena Adit tiba-tiba berbicara.


"kenapa ayahmu tertarik bekerjasama denganku?"Adit meletakan berkas yang baru saja dia baca di atas meja."bukanya ayahmu suda bekerja sama dengan tuan amrozi terlebih dahulu.


Rafa terdiam sesaat,dia sangat tau kalua perusahaan Amrozi perusahaan nomor dua dan saingan perusahaan yang di kelolah Adit,Rafa tau kemana arah pembicaraan Adit itu."si tua Bangka itu mengatakan kalau dia suda tidak bekerja sama lagi dengan Amrozi ada alasan yang tidak perlu kita berdua ketahui.


Adit mengelengkan kepalanya."ayahmu itu sungguh aneh,"Adit berkata tersenyum sinis..


"kamu saja aneh apalagi aku,"Rafa tertawa miring asem.


"apa yang aku dapatkan darimu kalau aku menandatagani ini?"Adit tersenyum dengan seringai licik dibibirnya.


"kamu mendapatkan pertemanan abadi dariku,"ucap Rafa dengan tawa lepas.


Adit mendengar ucapan dan tawa sahabatnya itu dia hanya menggelengkan kepalanya.


"cih,dari tampangmu saja terpancar aurah-aurah licik,"ucap Jimi ketus.


"sepertinya kau lebih mengenaliku dari pada Adit," tawa Rafa makin terbahak-bahak.


platak.


Jimi memukul kepala Rafa dengan mengunakan berkas yang di bawah Rafa untuk di tandatangani.


"aduh,sakit bego,"ucap Rafa.


sementara di tempat lain Selena asik berbelanja bersama teman-temanya bahkan dia membelanjakan kedua sahabatnya mengunakan uang yang di berikan Adit padanya.


sedangkan Saskia dan dua temanya juga asik belanja untuk persiapan reuni sekola SMP mereka.


tanpa sengaja mereka bertemu di dalam toko yang sama ketika membayar belanjaan mereka.


"eh teryata ada tiga babu juga di sini,mau belanja juga di sini apa uang kalian cukup belanja di sini?"ucap Selena merendahkan.


Saskia hanya diam dan memberikan belanjaanya Kepa kasir untuk di hitung dan di perpak.


"siapa mereka sel,"tanya Jesika teman Selena.

__ADS_1


"pembantu di butik,"ucap Saskia asal.


mengigat butik Siska tertawa lepas Hinga semua pengunjung menatapnya.


"iya pelayan butik kamu,hahaha,"ucap Siska mengejek.


"apa kamu punya butik sel? kenapa kamu gak bilang kalau punya butik aku kan bisa belanja di butik kamu,"ucap Jesika lagi.


Selena diam memikirkan pertanyaan Jesika"yaa tentu dong,yang di berikan kekasihku yang kaya raya itu,"ucap Selena berbohong.


"kapan-kapan kita mampir kebutik kamu yah,aku penasaran seperti apa butik kamu,"ucap Jesika.


"oh iya tentu,"ucap Selena gugup.


hahaha,hahaha,"Siska tertawa lagi.


"sut,berisik,"ucap elah menegur.


"habisnya lucu,"ucap Siska.


"minggir -minggir gue dulu,"ucap Selena membuang semua belanjaan Saskia dan teman-temanya Di lantai.


"hee,kurang ajar,"elah menarik Selena kebelakang.


"lepas tangan gue,"ucap Selena.


"Luh itu kurang ajar banget yah,kita yang lebih dulu memberikan ke kasir,kenapa Luh buang milik kita,"ucap elah.


"barang rongsokan kalian itu tempatnya di situ,"Saskia menunjuk lantai dan belanjaan Saskia dan temanya.


"kau,"elah mengepalkan tanganya.


"udah,ngala,malas gue ribut,"ucap Saskia.


"minggir gue mau bayar,oh iya apa kalian sanggup bayar barang rongsokan kalian?"ucap Selena mengejek karena dia tau tokoh itu toko barang brendit dia yakin uang mereka tidak cukup membayar semua apalagi melihat belanjaan mereka banyak.


"sombong,"ucap Siska.


"mbak berapa semua? yang ini,yang ini dan yang ini,"ucap Selena mengambil semua belajaan teman-temanya.


sedangkan Saskia bersama temanya lagi memungut sema belajaan mereka yang berhamburan akibat ulah Selena.


"total semua belanja nona seratus lima pulu juta,"ucap kasir tersebut.


"baiklah gunakan karu saya ini saja,"ucap Selena memberikan kartu dari Adit pada kasir itu.


kasir mengeser kartu itu tapi di tolak,sekali lagi dia mencoba tapi di tolak.


"ma'af nona,kartu anda suda di blokir dan tidak bisa di gunakan lagi,"ucap kasir.


"apa..? tidak mungkin,coba sekali lagi mbak Mungin mbak salah,"ucap Selena.


Saskia tersenyum puas.


"tapi nona saya suda coba berkali-kali tapi hasilnya tetap sama,mungkin nona punya kartu lain yang bisa di gunakan,"ucap kasir.


"yaa sudah gunakan ini,"ucap Selena memberikan kartu miliknya sendiri.


kasir itu mengesekan kartu yang di berikan oleh Selena.


"ma'af nona kartu ini tidak memiliki saldo atau uang,kartu anda kosong nona,"ucap kasir itu tersenyum mengejek.


"hem,sok kaya,teryata tidak punya uang sombong,"ucap salah satu pengunjung yang akan membayar belajaannya juga,dia melihat semua kekacauan yang di buat Selena tadi.


Selena berbalik menatap tajam orang itu.


"permisi,mbak berapa total belajaan saya semua tadi,"tanya Saskia pada kasir.


"totalnya duaratus juta nona,"ucap kasir.


"baiklah,sekalian mbak saya bayar yang ini semua,"Saskia menunjuk semua belajaan Selena dan teman-temanya.


mendengar ucapan Saskia teman-teman Selena membelalakkan matanya termaksud selena


"baik nona,totalnya semua tiga ratus lima pulu juta nona,"ucap kasir.


"baik gunakan ini,"ucap Saskia memberikan kartu hitamya yang tanpa batas itu.


semua yang ada di depan kasir itu membelalakkan matanya melihat kartu hitam milik Saskia mereka tau kartu itu hanya orang-orang tertentu yang dapat menggunakannya.


Selena membuang mukanya ketika melihat kartu hitam milik Saskia.


"paling milik kekasihnya,"ucap Selena mengejek.


"hee,kamu Jagan seenaknya membayar milik orang lain,ini milik kami,kami bisa membayarnya sendiri kamu kira hanya kamu yang punya uang haa,"ucap Jesika mara karena merasa di rendahkan.


"tapi Jes kita memang tidak punya uang sebesar itu untuk membayarnya apalagi gue,"ucap jelita kecoplosan.


mendengar itu Saskia tersenyum tulus.


"itukan teman kamu bilang gak punya uang untuk bayar,ambil saja,angap saja sebagai permintaan ma'af dari saya karena saya suda membuang semua belajaan kalian kelantai,"ucap Saskia menyindir.


Saskia memang kalau di rendahkan hanya diam,sekali bicara itu nohok kehati lawan.

__ADS_1


"ah KIA,kamu ngomong suka benar deh,"ucap elah.


__ADS_2