Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
rencana ketiga ayah dan jimi


__ADS_3

pun mengantar Selena untuk pulang setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam setengah mereka pun telah sampai di rumah Selena.


"turunlah,"ucap Alim kepada Selena menyuruhnya untuk turun.


Selena menggelengkan kepalanya tidak mau turun dari mobil Alim.


"aku mau kamu dengerin dulu penjelasanku Alim,"ucap Selena.


"aku sudah katakan aku tidak mau mendengar penjelasan apapun dari kamu, sekarang kamu turun Selena,"ucap Alim mulai terselut emosi.


"penjelasanku Alim."ucap Selena.


"kamu keras kepala banget ya, pantas saja Adik tidak suka padamu ternyata sifatmu seperti ini memaksakan kehendakMu sendiri tanpa mengetahui pendapat orang lain, aku sudah katakan aku tidak mau mendengar penjelasan apapun dari kamu, dan aku sudah katakan kalau kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi sekarang kamu turun sebelum aku melakukan sesuatu hal yang kamu tidak duga,"ucap Alim sudah emosi.


"terserah kamu mau melakukan apa denganku, aku tidak mau turun sebelum kamu mendengar penjelasanku terlebih dahulu alim, kamu mau bunuh aku sekarang juga silakan yang pasti aku tidak mau putus darimu Dan tolong dengarkan penjelasanku terlebih dahulu baru kamu boleh memutuskan aku sepihak seperti ini,"ucap Selena juga emosi.


"baiklah katakan apa alasan kamu,"ucap Alim kepada Selena.


"baiklah aku akan jelaskan tapi dengarkan dulu jangan kamu memotongnya terlebih dahulu sebelum aku selesai berbicara,"ucap Selena.


"ya memang aku berpacaran dengan Adit, tapi aku tidak cinta padanya, aku hanya ingin membalaskan dendam kakakku dengannya, Nadia kakakku bunuh diri, kakakku sangat mencintai Adit, kamu tahu sendiri sebelum kematian kakakku mereka akan segera menikah, tapi sebelum mereka menikah kakakku telah mendapati Adit bersama wanita lain di dalam kamar hotel yaitu istrinya sekarang ini, aku berpacaran dengannya punya tujuan lain sama sekali aku tidak mencintainya, tujuanku adalah menghancurkannya, menguras hartanya hingga habis, bahkan bila perlu aku menikah dengannya dan mengambil semua hartanya setelah itu aku akan menendangnya keluar dari rumah itu, itu tujuanku, ku hanya membalaskan dendam kakakku padanya dan kepada istrinya itu,"ucap Selena berbohong mengarang cerita yang bukan-bukan.


sayang semua kebohongannya itu sudah diketahui oleh Alim terlebih dahulu, bukan itu tujuan Selena, jelaskan dendam kakaknya, iya memang tahu kalau kakak Selena bunuh diri tapi bukan karena Adit memiliki wanita lain selain kakak Selena, entah apa dan mengapa kakak Selena bunuh diri, itu yang masih diselidiki Alim sampai saat ini apa penyebab kakak Selena sampai tengah membunuh dirinya sendiri, yang dia ketahui Adit dan kakak Selena sangat sangat saling mencintai, dan Alim tahu, mengapa Adit berhubungan dengan Selena, karena Selena mempunyai wajah yang hampir mirip dengan kakaknya, dan sudah cukup jelas kematian kakak Selena bukan karena Adit memiliki wanita lain selain kakak Selena.


kepergian kakak Selena juga memberikan luka kepada Alim, Ali memang benci kepada kakak Selena tapi tidak pernah menginginkan kalau kakak Selena meninggal, dan tujuan Alim berpacaran dengan Selena itu bukan untuk membalaskan kematian kakak Selena melainkan membalaskan sakit hatinya, di mana Adit telah merebut kakak Selena dari nya di saat dia sayang-sayangnya kepada kakak Selena, ingin membalas rasa sakit itu kepada Adit, Alim inginkan apa yang dirasakan oleh Alim begitu pula yang dirasakan oleh Adit, karena Alim tahu Adit sangat menyayangi dan mencintai Selena, buktinya Alim rela melakukan apapun demi Selena, yang diminta Selena akan dia berikan bahkan bila perlu nyawa Adit sekaligus ia rela memberikan kepada Selena, bahkan pernah Selena hampir saja ketabrak oleh mobil, tapi Adit berusaha menyelamatkan Selena dan membiarkan dirinya yang ketabrak mobil demi menyelamatkan nyawa Selena, sudah cukup jelas kalau Adit sangat menyayangi dan mencintai Selena.


jadi apapun alasan Selena saat ini, itu tidak akan membuat dirinya goyah, Alim tetap pada pendiriannya akan memutuskan Selena, karena dia tidak mencintai Selena sedikitpun, ditambah lagi dengan sifat Selena yang seperti saat ini, alin tahu kalau Selena menjajakan tubuhnya kepada para pengusaha-pengusaha demi kebutuhan sosialitanya, dan Alim tahu Selena melakukan segala hal demi kepuasan dirinya kesenangan dirinya sendiri, dan pastinya Selena mempunyai sifat angkuh, sombong dan tidak pernah mau mengalah, selalu beranggapan kalau dirinya adalah benar dan tidak pernah salah, bagi Alim apa yang spesial dari Selena.


Selena memang cantik tinggi bagaikan model, tapi sayang seribu sayang Selena mempunyai sikap dan kepribadian yang tidak disukai oleh orang-orang yang di sekitar Selena, buktinya Selena tega membunuh kakaknya sendiri dengan cara meracuninya, hanya karena kepuasan dirinya, Selena juga iri kepada kakaknya, karena kakaknya memiliki IQ di atas rata-rata, dan kakaknya dipercayakan untuk mengambil alih perusahaan milik orang tuanya, ditambah lagi kakaknya memiliki kekasih yang terkaya di negara tercinta, kekayaannya tidak bakalan habis tujuh turunan, bahkan orang kaya nomor satu di negara tercinta, dan kakak Selena disukai banyak orang dikagumi banyak orang sedangkan dirinya sama sekali tidak memiliki itu, hingga ia tega membunuh kakaknya sendiri dengan cara meracuninya, tapi semua itu belum diketahui sama sekali apa penyebabnya kakak Selena bunuh diri, bahkan ada sebagian besar keluarga Selena dan kerabat-kerabat Selena mencurigai kalau kakak Selena tidaklah mati karena bunuh diri melainkan diracun tapi mereka tidak memiliki bukti apapun dan juga mereka sama sekali tidak mencurigai Selena karena tidak mungkin Selena membunuh kakaknya sendiri, buktinya Selena menangis sampai pingsan pingsan menangisi kakaknya yang sudah meninggal dan tidak ada lagi di dunia, tapi sayang seribu sayang itu hanya akting Selena saja untuk menutupi kesalahannya.


bahkan polisi sudah menyelidiki tapi tidak menemukan hasil apapun, Yusro polisi mengira dan memvonis kalau kakak Selena memang mati karena bunuh diri karena mereka tidak menemukan bukti apapun mulai dari sidik jari dan segala macam penyelidikan yang dilakukan polisi tapi tidak menemukan kejanggalan apapun, jadi polisi memvonis kalau kakak Selena memang mati karena bunuh diri namun tidak diketahui jelas apa penyebab kakak Selena sehingga tega membunuh dirinya sendiri dan itu masih menjadi tanda tanya di dalam benak Alim dan Adit.


"sudah selesai kamu menjelaskan, sekarang silakan kamu turun dari mobilku sekarang,"ucap Alim kepada Selena.


Selena membalap membelalakkan matanya tidak percaya kalau Alim tidak menanggapi, sudah capek-capek dia menjelaskan dan berbohong memikirkan alasan apa yang harus dia jelaskan kepada Alim agar Alim percaya kepada ucapannya, apa respon Alim justru menyuruhnya untuk segera keluar dari mobilnya.


"kenapa memandangku seperti itu apa ada yang salah,"ucap Alim.


"tidak ada yang salah tapi aku menunggu respon kamu apa kamu tidak percaya penjelasanku tadi,"ucap Selena.


"terus mau kamu apa? aku merespon bagaimana? aku tahu Selena kamu berbohong dan aku tidak percaya ucapanmu itu, apa perlu aku menjelaskan dan menanggapi semua kebohonganmu itu? aku akan tanggapi, aku tahu kalau Adit sangat mencintai dan menyayangi kakakmu, dan aku tahu kalau Adit berpacaran denganmu itu, itu karena wajahmu sangat mirip dengan kakakmu sehingga dia menjalin hubungan denganmu, dia kasihan padamu karena kamu tidak memiliki siapapun di dunia ini kecuali kakakmu dan kakakmu sudah pergi meninggalkan kita semua, kamu katakan kalau kakakmu bunuh diri itu karena Adit memiliki wanita lain bullshit alasanmu, bahkan aku tahu semenjak kematian kakakmu, Adit sangat terpukul dan bahkan dia sempat dirawat di rumah sakit karena mogok makan itu semua karena kakakmu bahkan Adit sempat mengalami depresi berat itu semua karena kakakmudan sekarang kamu mengatakan kalau Adit memiliki wanita lain yaitu istrinya sekarang, kamu mengatakan kalau penyebab kakakmu meninggal itu karena Adit memiliki wanita lain, sudahlah semua sudah cukup jelas sekarang silakan kamu turun dari mobilku, dan aku tekankan sekali lagi kita sudah tidak memiliki hubungan apapun mulai sekarang ini dan tolong jangan pernah kamu nampakkan wajah kamu di depanku mulai saat ini juga oke sekarang turun, aku melakukan sesuatu yang kamu tidak sangka dan kamu tidak inginkan,"ucap Alim panjang kali lebar.


Adit tidak mengatakan kalau dia juga memiliki dendam pribadi kepada Adit ia menutupinya karena itu hanya urusan dia dengan Adit, ditambah lagi dia sekarang sudah memiliki kekasih dan segera akan menikah dan juga Adit sudah memiliki istri, Alim berniat tidak melanjutkan niat buruknya itu karena sekarang dia sudah membalaskan dendam itu walau hasilnya mengecewakan, dan Alim juga sadar tidak seharusnya dia membuat Adit sakit hati, tapi dia bersyukur dia bisa menebus kesalahannya karena bisa membuka gedok Selena di depannya bisa dibilang Ali membantu Adit agar jauh dari perempuan seperti Selena.

__ADS_1


"dengarkan aku dulu, aku tidak mau diputuskan sepihak seperti begini aku tidak terima, camkan itu aku tidak terima, membalasnya suatu saat nanti ingat itu Alim, aku akan membalas sakit hatiku ini lihat saja nanti, dan kamu pasti akan berlutut di hadapanku meminta maaf memintaku untuk kembali padamu, aku akan membalasmu Alim ingat itu,"ucap Selena berapi-api dan turun dari mobil dengan cara membanting pintu mobil dengan sangat kuat.


setelah itu Selena masuk ke dalam rumahnya dan membanting pintu rumahnya dengan kuat membuat Alim terperanjat kaget, Ali menggelengkan kepalanya dan mengusap-ngusap dadanya lalu membuang nafasnya kasar.


"huuuf, menghadapi wanita ular tidak gampang,"gumam Alim sendiri.


setelah itu Alim memutar mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan pekarangan rumah Selena, sedangkan Selena memperhatikan ke mana arah mobil Alim dari lantai atas kamarnya hingga mobil Alim tidak dilihatnya lagi.


Selena berniat akan membalas sakit hatinya ini suatu saat nanti kepada Alim, sekarang tujuannya adalah Adit, caranya dia harus memiliki Adit kembali, dia akan berusaha meminta maaf kepada Adit apapun caranya, satu tidak bisa satunya ada yaitu Adit, iya tahu Adit sangat mencintainya dan amat sangat menyayanginya, gitu Selena yakin kalau Adit akan memaafkannya dan menerimanya kembali.


"aku berjanji pada diriku sendiri, suatu saat nanti aku akan membalaskan sakit hatiku ini Alim, aku akan membalasnya apapun caranya, hehehe, dia belum tahu siapa Selena sebenarnya,"ucap Selena.


setelah itu Selena masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya.


sedangkan di tempat lain yaitu di tempat ayah Adit dan Jimin.


"semua berjalan dengan baik ayah, hahaha,"ucap Jimin.


"kamu memang bisa diandalkan Jimi, dan ayah bersyukur memiliki anak sepertimu hahaha,"ucap ayah.


"hahaha, Ayah sungguh berlebihan,"ucap Jimmy.


"terus apa rencana kita yang ketiga?"tanya ayah kepada Jimmy.


"dasar anak durhaka, kamu tahu Ayah sudah tua, dan mempunyai IQ yang sudah turun,"ucap ayah.


Jimmy menghembuskan nafasnya kasar.


"sekarang rencana kita ketiga adalah merampungkan anak ayah dengan istrinya itu,"ucap Jimmy.


"oh iya Ayah lupa tujuan kita ke-3, Ayah punya ide, dan kali ini biarkan Ayah yang melakukannya sendiri,"ucap ayah.


"tadi katanya Ayah tidak memiliki ide lah terus sekarang ingin melakukannya sendiri, yakin Ayah tidak membutuhkan bantuanku lagi, tapi aku tidak yakin kalau ayah tidak membutuhkanku lagi,"ucap Jimmy menyeringai.


"cih, kamu tunggu saja kabar dari ayah dan Ayah pasti meminta tolong kepadamu hahaha,"ucap ayah.


"hahaha, benar kata aku kan, sangat tidak mungkin Ayah tidak membutuhkan bantuanku lagi, karena biar bagaimanapun Ayah pasti membutuhkan bantuanku,"ucap Jimmy.


"sungguh kau mempunyai kepercayaan diri yang sangat tinggi Jimmy,"ucap Ayah Adit.


"oh tentu saja Ayah,"ucap Jimmy.


"hahaha, hahaha,"ayah dan Jimmy tertawa bersama.

__ADS_1


"apa sih yang kalian ketawakan sampai suara kalian terdengar di dapur,"ucap ibu yang tiba-tiba keluar dari dapur dan menghampiri ayah dan Jimin karena ibu penasaran dengan apa yang ayah dan Jimmy tertawakan.


Jimmy dan ayah menoleh ke arah ibu setelah itu mereka saling memandang satu sama lain, dan tawa ayah dan Jimmy kembali pecah.


"hahaha, hahaha,"dan ayat tertawa lagi.


"apa sih ibu jadi penasaran beritahu dong, jangan buat ibu mati penasaran ya,"ucap ibu.


"ibu, tolong biasakan buang rasa kepo ibu itu karena itu tidak baik hahaha,"ucap Ayah mengejek ibu.


ibu mengerucutkan bibirnya manyun tidak terima dikatakan kepo oleh suaminya sendiri.


"oh ibuku sayang, kalau Ayah tidak mau memberitahu biar Jimmy yang memberitahukan kepada ibu,"ucap Jimmy berdiri sambil merangkul ibu Adit.


ibu tersenyum puas ketika mendengar ucapan Jimmy dan ibu memandang Ayah dengan tatapan tajamnya.


Ayah menelan salivanya melihat tatapan ibu yang sangat tajam kepadanya.


"baiklah ibu sebelum aku jelaskan ayo kita duduk dulu, dan ibu harus janji kepada Jimmy, apa ibu mau berjanji kepada Jimmy kalau ibu tidak mau Jimmy tidak akan memberitahukan kepada ibu,"ucap Jimmy kepada ibu sambil tersenyum menjunggikan bibir dan menatap ayah.


Ayah menatap Jimmy kembali, Ayah tahu Dengan senyuman menyeringai Jimmy. ada niat terselubung di dalamnya entah apa itu.


ibu mengganggukan kepalanya setelah ia duduk."oke ibu janji,"ibu mengiyakan ucapan Jimin karena saking keponya.


"hahaha, baiklah ibu, tapi sebelum aku mengatakan rahasia apa itu, aku lebih dulu mengatakan janji yang tidak bisa ibu ingkari,"ucap Jimmy sambil melirik Ayah sekilas dan tersenyum licik.


Ayah melihat itu tapi dia hanya diam saja.


"oke baiklah katakanlah,"ucap ibu.


"ibu harus janji tidak memberikan jatah kepada ayah malam ini hahaha,"ucap Jimmy kurang ajar.


platak..


ibu menjitak kepala Jimmy dengan kuat.


"dasar anak kurang ajar,"ucap ibu.


"aduh, hahaha, tapi ibu sudah mengiyakan kan janji itu dan ingat janji itu tidak bisa diantari walaupun Jimmy tidak melihatnya hahaha,"ucap Jimin kurang ajar lagi.


ibu menatap ayah Dan tersenyum menyeringai.


"baiklah ibu berjanji,cepat katakan rahasia apa yang kalian tutupi dari ibu,"ucap ibu.

__ADS_1


Jimmy pun menjelaskan semuanya tanpa sedikitpun terlewatkan, ibu mangguk-mangguk mendengar penjelasan Jimmy. dan ibu sepakat menyetujui rencana ketiga yang dikatakan Jimmy, sedangkan ayah tidak berselera lagi untuk berbicara, karena mengingat malam ini dia tidak akan mendapatkan jatah dari ibu.


__ADS_2