
Setelah Dewo berjalan selama beberapa menit, kini Dewo telah sampai di depan pintu kamar mandi, lalu Dewo berjalan keluar dari kamar mandi, setelah ada di luar Dewo buru buru menutup pintu kamar mandi.
Setelah pintu kamar mandi tertutup rapat, kini Dewo langsung menjalankan kedua kakinya menuju ke arah kamarnya, Dewo berniat untuk tidur karena dirinya pikir Ane lupa dengan tujuan mereka berdua yang akan ke poli THT
Dewo berjalan dengan sangat cepat, seakan Dewo tak sabar ingin tidur di ranjang empuk miliknya, sehingga kini Dewo tanpa ragu langsung memacu langkah kakinya supaya lebih cepat sampai ke arah kamarnya.
"Lebih baik gue secepatnya harus sampai ke kamar gue, sebelum mama gue memergoki gue dan ingat akan tujuannya yang akan membawa gue ke poli THT, semoga saja mama gue lupa dengan perkataan dirinya yang mau membawa gue ke poli THT" batin Dewo sambil mengeluarkan senyum lebar di wajahnya dengan kedua kaki yang tetap melangkah menuju ke kamarnya.
Setelah Ane beberapa menit melangkah tak terasa Ane sudah ada di depan almari pakaian miliknya, tanpa ragu Ane membuka almari pakaian yang ada di depannya, setelah itu kedua matanya Ane berselancar mencari pakaian yang akan di pakai ke poli THT.
Kedua tangannya Ane yang semula memegang pintu almari pakaian, kini berpindah ke pakaian yang ada di almari, kedua mata Ane terus berlayar mencari pakaian, dengan bantuan tangannya satu persatu memegang pakaian yang ada di almari Ane.
"Aku pilih yang mana ini, kenapa pakaiannya semua keren, jadi bingung pilih yang mana, kenapa aku bisa lupa justru karena pakaian ini semua keren makanya aku beli, kalau pakaiannya jelek ngga mau aku beli dong, masalahnya aku pakai pakaian yang mana dong, apa aku asal memilih pakaian saja secara acak dari pada pusing" batin Ane sambil tetap memegang pakaian yang ada di almari pakaian satu persatu.
__ADS_1
Ane yang sedang di landa galau dan bingung, entah dari mana Ane mendapatkan ide yang sangat briliant, ide itu berupa supaya Ane memilih pakaian untuk dirinya dengan cara memejamkan mata, karena menurut Ane cuma dengan cara itu Ane bisa secepatnya menemukan dan menentukan pakaian yang cocok.
Tanpa ragu Ane mulai menjalankan ide briliant yang ada di otak dan kepalanya, kini Ane langsung memejamkan kedua matanya, kedua tangan Ane yang tadi masih ada di pakaian miliknya Ane, kini secara acak kedua tangannya Ane memegang salah satu pakaian yang sangat cocok menurut dirinya dengan kedua mata yang masih terpejam.
Setelah Ane memegang salah tahu pakaian secara acak dengan kedua matanya yang terpejam, kini Ane langsung membuka kedua matanya, lalu Ane menatap ke arah pakaian yang sudah ada di tangannya.
Kini Ane tanpa ragu mengeluarkan senyum lebar di wajahnya, karena Ane sudah mendapatkan pakaian yang cocok untuk dirinya sendiri, sehingga kini Ane meletakkan pakaian yang di pilih ke bahunya.
"Aku belum menemukan celana buat di pakai ke poli THT, apa aku gunakan cara yang tadi saja supaya lebih gampang dan mempersingkat waktu, lebih baik aku langsung saja memejamkan kedua matanya aku untuk mengambil celana, ternyata otaknya aku cerdas dan pintar juga, aku jadi makin kagum sama otaknya aku yang semakin cerdas dan semakin pintar" batin Ane sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya.
Kini Ane berniat menjalankan aksinya yaitu dengan cara memejamkan kedua matanya, setelah kedua mata Ane terpejam, kedua tangan Ane bergerak memegang celana secara acak, setelah mendapatkan celana secara acak tanpa ragu Ane mengambil celana tersebut.
Kini kedua tangan Ane memegang celana di tangannya, lalu Ane membuka kedua matanya, senyum lebar terbit dari bibir Ane, karena melihat celana yang ada di tangannya, tanpa ragu Ane langsung menutup pintu almari pakaian miliknya.
__ADS_1
Setelah pintu almari pakaian Ane tertutup kini Ane langsung berjalan ke arah tempat tidur, dengan langkah cepat Ane berjalan menyusuri lantai kamarnya, setelah beberapa menit berjalan Ane telah sampai di samping ranjang empuk miliknya.
Kini Ane melemparkan celana yang ada di tangannya, setelah celana mendarat di ranjang empuk miliknya, kini Ane menghempaskan pakaian yang ada di bahunya ke ranjang miliknya.
"Sebaiknya aku ganti pakaian dan celana sekarang saja, supaya aku bisa secepatnya memakai make up, setelah itu baru aku ke dapur buat bilang ke Dewo supaya ganti pakaian yang aku siapkan di ranjang miliknya Dewo, dengan begitu aku sama Dewo bisa secepatnya sampai ke poli THT, soalnya aku takut anak aku akan mengalami penyakit budeg dan tuli yang semakin parah bisa sampai budeg dan tuli akut kalau tidak secepatnya di obati ke poli THT" batin Ane tanpa terasa melunturkan senyuman lebar di wajahnya.
Kini wajah Ane terlihat serius tanpa menunggu terlalu lama Ane membuka pakaian dan celana yang dia pakai satu persatu, setelah pakaian dan celana terlepas dari tubuhnya, tangannya Ane mengambil pakaian yang ada di ranjangnya.
Setelah itu Ane langsung memakai pakaian yang ada di tangannya, setelah pakaian itu melekat sempurna di tubuhnya, kini Ane mengambil celana yang ada di ranjang, setelah celana itu ada di tangannya, tanpa menunggu terlalu lama Ane langsung memakai celana tersebut.
Setelah pakaian dan celana terpasang melekat sempurna di tubuh Ane, membuat Ane berjalan ke arah meja riasnya, kini Ane bersiap untuk mempercantik wajah dengan polesan make up, Ane berjalan ke arah meja riasnya dengan langkah cepat.
"Sekarang tujuan aku sekarang adalah memakai make up, jadi sebaiknya aku ke meja riasnya aku sekarang juga, tapi aku belum menyiapkan tas dan sepatu yang akan di bawa ke poli THT, setelah aku pikir pikir mending aku make up wajah aku terlebih dahulu, baru setelah itu aku akan mencari tas dan sepatu yang akan aku gunakan buat di bawa ke poli THT" Ane berjalan ke arah meja riasnya dengan mengembangkan senyum lebar di wajahnya.
Ane berjalan ke arah meja riasnya dengan langkah cepat, karena Ane ingin bilang ke Dewo supaya ganti pakaian dengan pakaian yang telah Ane siapkan, dan Ane juga ingin secepatnya ke poli THT, bukan cuma itu saja, tapi alasan Ane yang sesungguhnya adalah untuk mengecek dapur, Ane ingin melihat hasil Dewo mengepel lantai di dapur.
__ADS_1