Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Belum Bisa Menghentikan Tawa Gue


__ADS_3

Dewo sampai sekarang masih sibuk tertawa terbahak bahak entah apa yang ada di dalam kepalanya dan otaknya sampai tertawa terbahak bahak padahal tadi tidak ada badut dan tidak ada pelawak yang sedang melawak tapi kenapa Dewo tertawa terbahak bahak.



Ane menatap nyalang ke arah Dewo yang masih sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak dalam hatinya Ane dirinya sangat kesal karena Dewo asyik dan sibuk tertawa terbahak bahak.


"Aku heran sama Dewo kenapa dia tertawa terbahak bahak kayak gitu padahal aku tadi ngga melihat ada badut dan ada pelawak yang sedang melawak kenapa Dewo sampai tertawa terbahak bahak kayak gini heran aku sama kelakuan Dewo pokoknya aku harus buat Dewo menghentikan tawanya" batin Ane sambil menatap ke arah Dewo yang masih sibuk tertawa terbahak bahak


Dewo masih belum bisa menghentikan tawa yang tercipta dari bibirnya membuat Dewo sampai sekarang masih tertawa terbahak bahak walaupun tawanya Dewo sumbang tetap bisa di dengarkan dengan baik oleh orang.


"Haha haha gue kenapa belum bisa menghentikan tawa gue ini semua gara gara mama yang bikin gue ketawa terus, ngga nyangka ternyata mama gue itu sudah tuli dan budeg kalau mama gue belum tuli dan budeg pasti gue ngga akan betah tertawa terus kayak begini pokoknya gue heran sama mama gue yang kelakuannya bikin gue ngakak tuli dan budeg tapi ngga mau mengakui" batin Dewo yang masih sibuk dan asyik dengan tawanya yang menggema di supermarket tersebut namun sepertinya Dewo belum menyadari dimana Dewo sekarang berada

__ADS_1


Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo mana kala Dewo semakin menambahkan volume tawa suaranya dirinya sangat geram sekali melihat kelakuan Dewo namun sudah dari tadi Ane memaksa otaknya dan memerintah otaknya namun belum juga bisa menemukan ide briliant supaya menyadarkan lamunannya Dewo namun otaknya belum menemukan ide tersebut


"Aku sudah berpikir lama koq belum menemukan ide supaya Dewo anaknya aku bisa tersadar dari lamunannya gimana dong masa aku cuma menyaksikan Dewo yang tertawa terbahak bahak kayak gitu lagian kalau aku ikut tertawa malah nanti aku di kira gila karena ini di tempat umum banyak orang yang berlalu lalang di sekitar sini malah aku ikutan tertawa terbahak bahak seperti Dewo di jamin bakalan heboh seluruh dunia" batin Ane sambil tersenyum masam karena Ane kesal dan jujur Ane emosi karena Ane belum menemukan cara yang pas supaya menyadarkan lamunan Dewo


Setelah otaknya Ane dan kepalanya Ane berpikir selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Ane berpikir selama beberapa puluh menit kini Ane sudah mendapatkan jurus jitu supaya bisa membuat Dewo berhenti tertawa.



"Dewo kamu ngapain tertawa terbahak bahak dari tadi perasaan ngga ada badut yang lewat atau pelawak yang sedang melawak" teriak Ane dengan sangat kencang dan sangat keras melebihi kerasnya toa sedangkan Dewo secara spontan langsung menghilangkan tawanya dalam sekejap sehingga kini tawanya Dewo hilang bagaikan di telan bumi.


Dewo yang mendengar suara teriakan Ane yang sangat menggema di telinganya dengan sangat keras dan sangat kencang ingin sekali menghajar dan memberi bogeman mentah kepada orang yang berteriak di telinganya Dewo, namun Dewo urungkan niatnya untuk menghajar dan memberi bogeman mentah kepada orang yang berteriak di telinganya Dewo karena melihat yang berteriak di telinganya Dewo adalah Ane sang mama

__ADS_1


"Mama ngga usah teriak teriak di telinganya aku karena aku itu ngga tuli dan ngga budeg jadi aku mendengar suara mama tanpa mama berteriak di telinganya aku" jawab Dewo sambil menatap nyalang ke arah Ane sedangkan Ane membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga


Sungguh Ane ingin sekali mengembalikan Dewo ke perutnya lagi tapi tidak akan bisa Dewo di kembalikan ke perutnya Ane, Ane tak habis pikir kenapa Dewo juga pikun dalam hatinya Ane apakah Dewo selain tuli dan budeg juga pikun


"Dewo kamu ngga pikun dan ngga amnesia kan ? bukannya tadi kamu yang bilang bahwa kamu itu tuli dan budeg makanya mama berniat pulang cepat dari supermarket untuk membawa kamu ke poli THT untuk memeriksa telinga kamu yang budeg dan tuli" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang sampai membuat orang orang yang lewat kompak menatap ke arah Ane sehingga membuat Dewo menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali


"Mama aku ngga pikun dan amnesia buktinya aku ingat kalau mama itu adalah mama aku, apa mama berniat pulang cepat dari supermarket hanya untuk pergi ke poli THT untuk memeriksa telinga miliknya aku ? tapi aku ngga tuli dan budeg lho padahal" jelas Dewo sambil menatap ke arah Ane sedangkan Ane menatap nyalang ke Dewo


"Dewo orang pikun dan orang amnesia juga bakalan ingat sama orang yang melahirkan bahasa gaulnya bakalan ingat sama ibunya iya Dewo kita berdua lebih baik pulang sekarang saja lalu kita berdua langsung ke poli THT untuk memeriksa hidung kamu maksudnya telinga kamu, kamu itu tadi mengaku sendiri ke mana kalau kamu tuli dan budeg" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi suara toa


Dewo menelan salivanya berkali kali dirinya bingung sekarang menentukan apa yang harus Dewo pilih kini Dewo bagaikan buah semangka yang rasanya manis lebih tepatnya Dewo bagaikan buah simalakama entah bingung harus memilih yang mana.

__ADS_1


"Gimana dong ini lebih baik gue bilang saja kalau gue ngga budeg dan ngga tuli atau gue masih berpura pura budeg dan tuli, gue senang kalau mama gue pulang lebih awal ke rumah dari supermarket, tapi kenapa mama gue pulang dari supermarket awal supaya gue sama mama gue bisa ke poli THT buat memeriksa telinganya gue, gimana dong kalau gue ngga bilang tuli dan budeg pasti mama gue bakalan lebih lama lagi ada di sini gue harus memilih yang mana dong supaya gue bisa santai tidur tampan di ranjang empuk miliknya gue" batin Dewo sambil memaksa otaknya untuk memikirkan kira kira pilihan yang mana yang tepat dan terbaik buat Dewo supaya bisa menikmati ranjang empuk miliknya buat tidur sementara Ane melototkan kedua matanya ke arah Dewo


__ADS_2