Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Punya Suami Kaya Raya


__ADS_3

Sungguh Dewo kesal mendengar jawaban yang keluar dari mulutnya Ane, menurut Dewo tetap saja Ane menyebabkan kamarnya Dewo berantakan, karena semua pakaian Dewo dan semua celana Dewo berceceran di lantai.



Tapi kenapa menurut Ane membuat berantakan kalau Ane membawa pasir lalu menaburkan ke lantai kamarnya Dewo, atau Ane memakai sepatu yang sangat kotor penuh debu pasir ke kamarnya Dewo.



Sungguh kini Dewo hanya menelan semua emosinya di dalam hati, ingin sekali Dewo menuangkan segala emosinya ke tindakan kdrt, kenapa jadi kdrt kayak dalam rumah tangga, maksudnya ingin sekali Dewo main fisik entah itu menampar Ane, atau menonjok Ane, atau memberi bogeman mentah kepada Ane.



Namun Dewo mengurungkan semua itu bukan karena Dewo takut, tapi Dewo menghormati Ane yang menyandang status ibunya Dewo, bukan hanya itu saja, tapi Ane itu wanita, jadi Dewo tak mau di katakan pria pengecut yang berani dengan wanita.


"Mama sekarang kamarnya aku berantakan karena semua pakaian aku dan semua celana aku ada di lantai jadi" perkataan Dewo belum selesai sudah di potong oleh Ane.


"Dewo masalah itu doang gampang, kamu pungutin semua pakaian dan semua celana kamu dari lantai, bereskan, tapi ingat satu hal kamu jangan mengharapkan mama yang akan membereskan semua pakaian dan semua celana kamu yang berkeliaran di lantai" ketus Ane menatap nyalang ke arah Dewo.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Dewo, kini Ane berjalan melenggang pergi, sementara Dewo mematung di tempat, sungguh Dewo sangat syok mendengar perkataan Ane, walau memang biasanya kalau Ane yang mengacak acak semua pakaian dan semua celana miliknya Dewo, pasti ujung ujungnya Dewo yang akan membereskan semua pakaian dan semua celana Dewo yang berserakan di lantai.



Dewo kini hanya mematung sambil menatap ke arah semua pakaian dan semua celana yang terdampar di lantai, ingin sekali Dewo menolak untuk membereskan semua pakaian dan semua celana dia yang ada di lantai.


Tapi Dewo takut nanti urusannya bakal panjang kali lebar kali luas, karena pasti Ane akan berceramah dan mengoceh selama 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa jeda, jadi dari pada seperti itu membuat Dewo mencari aman saja.


"Mama gue apa apaan kenapa jadi memaksa gue buat membereskan semua pakaian dan semua celana yang mama gue bereskan, padahal gue ingin istirahat tidur, kenapa malah nasibnya jadi seperti ini, semoga saja setelah gue membereskan semua pakaian dan semua celana gue, nanti gue bisa tidur nyenyak, semoga gue sama mama gue ngga jadi ke poli THT" gumam Dewo dengan sangat lirih, memang Dewo sengaja mengecilkan volume suaranya, supaya tidak terdengar oleh Ane.


"Dewo buruan kamu bereskan semua pakaian dan semua celana yang ada di lantai, jangan malah bergumam kayak tadi, jangan harap kamu bisa istirahat karena nanti malam kita bertiga mau bertemu dengan teman papa kamu dan anak teman papa kamu, bahkan rencana mama ke poli THT juga tidak di batalkan, setelah kamu selesai membereskan semua pakaian dan semua celana kamu, nanti kita berdua berangkat ke poli THT, kamu pakai pakaian dan celana yang mama pilihkan tadi jangan menolak dan jangan banyak alasan drama" bentak Ane dengan nada keras, sementara kedua matanya Dewo terbelalak lebar dengan mulut menganga.


Lagi dan lagi Ane langsung melangkah pergi tanpa menunggu jawaban dari Dewo, kini Ane melangkahkan kedua kakinya ke pintu kamar Dewo, dirinya ingin keluar dari kamarnya Dewo, dan ingin menambahkan riasan di wajahnya.



Dewo masih mematung di tempat, sungguh Dewo masih syok mendengar perintah dari Ane, ingin sekali Dewo tak melakukan apa yang di perintahkan oleh Ane, namun Dewo yakin Ane tak akan mau membereskan kamar yang berantakan seperti ini.

__ADS_1



Lagi pula Dewo sangat yakin sekali kalau Dewo menolak permintaan Ane, pasti akan membuat urusan menjadi panjang, pasti Ane akan mengeluarkan ceramah selama 24 jam non stop tanpa henti dan tanpa jeda, maksudnya Ane akan mengeluarkan teriakannya 24 jam non stop, kebayang kan bakal bagaimana.



Sehingga Dewo memilih untuk diam saja tak menyahuti perkataan Ane, kini Dewo menatap ke arah semua pakaian dan semua celana yang tergeletak di lantai, lalu Dewo melangkah mendekat ke tempat berserakannya semua pakaian dan semua celana Dewo.


"Gue heran sebenarnya mama gue membuat semua pakaian dan semua celana gue ada di lantai, itu mencari apa jangan jangan mama gue mencari semut, tapi di almari pakaian gue bebas dari semut, atau mama gue sedang mencari gajah bertelur, tapi sampai kiamat juga ngga ada yang namanya gajah bertelur, atau jangan jangan mama gue mau mencuri uang gue, secara gue punya uang banyak jadi CEO di salah satu perusahaan terkenal" gumam Dewo dengan sangat lirih sambil tetap melangkah mendekat ke salah satu pakaian yang terdapat di lantai.


Ane yang mendengar Dewo bergumam, membuat Ane dengan cepat menghentikan langkah kakinya, lalu Ane berbalik badan untuk menatap ke arah Dewo, saat Dewo akan menuangkan isi hatinya ke dalam perkataan, bahasa gaulnya Dewo ingin berkata sesuatu, tiba tiba ada suara yang sangat familiar, membuat Dewo mengurungkan niatnya.


"Dewo buruan kamu bereskan semua pakaian dan semua celana kamu, jangan malah curhat dan bicara sendiri, lagian kalau mau curhat itu nulis di buku diary, biar ngga kayak orang gila bicara sendiri, pokoknya setengah jam kamu harus selesai membereskan semua pakaian kamu dan semua celana kamu, kalau kamu belum selesai juga mama bakal minta uang ke kamu ratusan juta" ancam Ane dengan teriakan yang sangat membuat gendang telinga rusak, sementara Dewo ingin berkata berusaha menjawab perkataan Ane.


Namun belum sempat Dewo bersuara, Ane malah sudah mengeluarkan suaranya, lebih tepatnya Ane sudah mengeluarkan teriakannya yang sangat menggema, sampai membuat Dewo juga terlonjak kaget akibat dari teriakan Ane.


"Mama meletakkan semua pakaian dan semua celana ke lantai gara gara mau memilihkan pakaian dan celana lagi buat kamu, bukan sedang mencari semut atau gajah bertelur, dan mama juga ngga cari uang kamu, karena mama punya banyak uang, lagian mama juga punya suami kaya raya yang hartanya ngga akan habis miliyaran turunan" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang, sementara Dewo sampai terlonjak kaget mendengar teriakan dari Ane yang mendadak.

__ADS_1


__ADS_2