Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Jangan Sembarangan Menuduh Aku


__ADS_3

Dewo menatap ke arah Ane yang sedang duduk di lantai dengan berpose di lantai dengan tatapan tajam membuat Ane juga membalas Dewo dengan tatapan yang tak kalah tajam.



Sungguh Ane tak menyangka kepada Dewo tega teganya Dewo bilang kalau Ane itu duduk di atas lantai karena ingin duduk di tempat yang teduh dan adem, padahal penyebab Ane duduk di atas lantai adalah tangannya Dewo, Ane tak mengerti dengan jalan pikiran Dewo.



Dalam hatinya Ane berpikir bahwa Dewo berpura pura lupa ingatan dan berpura pura pikun sampai menuduh Ane duduk di lantai gara gara pengin duduk di tempat yang teduh dan adem, karena Dewo tidak mau di omelin dan di teriakin oleh Ane yang suaranya persis seperti kaleng rombeng.


"Dewo mama jatuh seperti ini itu gara gara ulah tangannya kamu, pokoknya kamu jangan berpura pura lupa dan jangan berpura pura pikun pakai alasan melempar kesalahan ke mama menuduh mama, pengin duduk di tempat yang teduh dan adem, pokoknya mama ngga terima kamu buat mama jatuh seperti ini, kamu harus tanggung jawab bantu mama berdiri sekaligus kamu bawa semua barang belanjaan mama ke mobil"" teriak Dewo dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kencangnya toa sedangkan Dewo yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri alias Dewo sedang sibuk dan asyik dengan lamunannya langsung menoleh ke arah Ane, namun Dewo sama sekali tidak mendengar semua omongan Ane.


Dewo menatap ke arah Ane lalu dirinya membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga melihat adegan di depannya yaitu Ane masih dengan santainya duduk di atas lantai membuat Dewo geram menyaksikan Ane yang masih Ane duduk di atas lantai.

__ADS_1


"Mama jangan duduk di lantai melulu buruan berdiri jangan bikin malu aku mah" teriak Dewo dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi toa sedangkan Ane yang sedang duduk di atas lantai langsung terlonjak kaget bahkan Ane sampai bergeser dari tempat duduknya saking kagetnya menerima teriakan dari Dewo.


Ane langsung melototkan kedua matanya ke arah Dewo membuat Dewo juga ikutan membalas dengan menatap Ane dengan tatapan nyalang, sungguh Ane emosi dan marah kepada Dewo karena Dewo penyebab diri Ane jatuh kenapa malah Dewo marah kenapa Ane harusnya Ane yang marah kepada Dewo.


"Dewo kamu yang sudah mendorong tubuhnya mama hingga mama jatuh tersungkur ke lantai jadi kamu yang harus tanggung jawab bantuin mama berdiri" teriak Ane tak kalah keras dan tak kalah kencang dari suara teriakan Dewo tadi membuat Dewo yang masih ada di tempat langsung terlonjak kaget bahkan saking kagetnya menerima teriakan dari Ane membuat Dewo bergeser dari tempat dirinya berdiri, Ane yang melihat Dewo bergeser dari posisi Dewo berdiri membuat Ane menahan tawa yang akan meledak dari bibirnya, sementara Dewo yang mendengar perkataan Ane langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga.


Sungguh Dewo sangat kaget mendengar bahwa Ane menuduh Dewo yang menyebabkan Ane jatuh tersungkur ke lantai, membuat Dewo memaksa otaknya untuk mengulang memori otaknya untuk membuat Dewo sadar bahwa siapa yang telah membawa, namun walaupun Dewo masih tidak percaya dengan tuduhan Ane.



''Mama jangan sembarangan menuduh aku tahu mama yang asal menuduh aku yang mendorong tubuhnya mama" ketus Dewo dengan suara yang sangat keras dan sangat kencang membuat Ane ingin sekali menutup pintu maksudnya membuat Ane ingin sekali menutup kedua telinganya supaya tidak mendengar suara teriakkan Dewo yang sangat keras dan sangat kencang.


"Dewo kenyataannya memang kamu yang mendorong tubuhnya mama jadi mama ngga sembarangan menuduh kalau kamu ngga percaya tanya sama rumput yang bergoyang atau nyiur yang melambai" bentak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang karena Ane geram mendapat tuduhan dari Dewo sehingga Ane mengeluarkan bentakan yang bisa menggemparkan dunia sedangkan Dewo yang mendengar teriakan lebih tepatnya bentakan dari Ane langsung terlonjak kaget bahkan Dewo sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri saking kagetnya menerima bentakan yang di keluarkan oleh Ane

__ADS_1


Dewo sangat marah dan emosi dirinya yakin kalau Ane memfitnah dirinya yang mendorong Ane sampai jatuh tersungkur ke lantai buktinya Ane menyuruh Dewo untuk bertanya kepada rumput yang bergoyang atau nyiur yang melambai memangnya rumput yang bergoyang dan nyiur yang melambai bisa menjawab pertanyaan dari Dewo.


"Mama jangan fitnah aku terus, aku yakin bukan aku yang mendorong mama sampai mama jatuh tersungkur ke lantai karena mama juga ngaco masa aku di suruh bertanya kepada rumput yang bergoyang atau nyiur yang melambai pasti rumput yang bergoyang atau nyiur yang melambai tidak akan menjawab pertanyaan aku, itu sebagai bukti bahwa mama bohong ke aku, jadi aku yakin mama sekarang duduk di lantai pasti karena kemauan mama sendiri yang pengin duduk di tempat yang adem tapi jangan bikin malu aku dong mah masa mama duduk di tempat yang adem di lantai" bentak Dewo tak kalah keras dan tak kalah kencang dari bentakan Ane tadi, sementara Ane membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga.


Sungguh Ane ingin sekali memasukkan Dewo ke dalam rahimnya lagi, namun Ane sangat yakin Dewo tidak akan muat di masukkan ke rahimnya lagi, Ane juga ingin sekali melemparkan Dewo ke dasar lautan yang sangat dalam namun Ane tidak mau menggendong tubuhnya Dewo dan menceburkan ke lautan, sebenarnya bukan Ane tidak mau lebih tepatnya Ane tidak akan mampu menggendong tubuhnya Dewo.



Kini Ane hanya melototkan kedua matanya ke arah Dewo sementara Dewo juga ikut membalas menatap nyalang ke Ane, kalau Dewo tidak takut Ane berteriak dan membuat malu Dewo pasti saat ini juga Dewo sudah meninggalkan Ane sendirian, namun Dewo takut kalau Dewo meninggalkan Ane malah Ane bikin drama yang akan jadi tontonan seluruh dunia.


"Dewo mama jatuh tersungkur ke lantai karena ulah tangannya kamu yang berani mendorong tubuhnya mama, kalau kamu ngga mendorong tubuhnya mama pasti mama ngga akan jatuh ke lantai, mama duduk di lantai bukan karena mama pengin duduk di tempat yang adem tapi karena mama di dorong oleh tangannya kamu" teriak Ane dengan suara yang sangat keras dan sangat kencang membuat kedua matanya Dewo terbelalak lebar dengan mulut menganga.


Sungguh Dewo malu karena Ane berteriak menyalahkan Dewo yang mendorong tubuhnya Ane.

__ADS_1


__ADS_2