
menunggu selama satu bulan itu,"ucap Zaskia.
"iya sih mbak,"ucap Siska.
"bagai mana kita rekrut saja buat orang yang siap kerja menunggu satu bulan lagi,"Etha memberi ide.
"lakukan saja kalau itu bagus,oh iya saya lupa pendesain di sini hanya tiga orang,saya tidak menghitung diri saya sendiri Karana saya hanya membantu Kalina,kalau bisa kalian rekrut yang mendesain sekitar tuju orang,"ucap Zaskia.
"apa tidak kebanyakan mbak?"tanya Etha.
"Chara,"tiba-tiba Adit terkekeh kecil.
Zaskia menoleh kearah Adit lalu dia kembali menatap temanya yang di hadapannya.
"rekrut tuju,masing masing di tempatkan di butik cabang paham?"ucap Zaskia.
"emang kita punya butik sebanyak itu mbak?tanya Etha pagi.
"yaa Allah ko kamu lemot baget yah?kemana aja loh selama ini bego,"ucap Siska mengatai Etha.
Etha menggaruk tengkuknya yang tidak gatal."Napa Luh?"tanya Siska.
Etha mengelengkan kepalanya."tidak,"ucap Etha.
"aku jelasin yah,biar kamu paham,jadi begini, dengerin baik-baik yah Etha,aku punya tuju ruko setiap satu ruko satu mendesainnya,dan 30 orang karyawannya itu di bagi 10 untuk penjahit,10 pencucian,4 khusus di toko,3 bagian pemasaran,2 sekuriti,1 asisten dan tempat kita yang baru itu induk butik yang 7 itu anaknya,nah kita bertiga aku,kamu,dan elah di tempatkan di mama cabang butik paham gak? Jagan bilang kamu masih binggung,dan tugas kita selain mendesain kita mengontrol 7 anak butik itu paham gak?"Siska menjelaskan sedetail mungkin kepada Etha.
Etha mangut-mangut."lalu sisa nya di kemanakan?"tanya Etha.
"apa nya yang di kemanahkan?"tanya Siska.
"itu sisa dari 30 orang yang kamu rinci kan,kan kamu katakan 30 orang itu suda punya bagian kerja,trus yang lainya gimana?"tanya Etha.
Riska menepuk jidatnya."ya Allah,"ucap Siska.
Zaskia dan Adit tertawa melihat obrolan dua orang perempuan cantik itu.
sedangkan etha mengernyitkan keningnya ketika Siska menepuk jidatnya."kenapa?"tanya Etha.
"gak,malas gue ngomong sama loh,"Siska mengatakannya dengan ketus karena kesal pada Etha Sika keluar dari ruangan Zaskia begitu saja tanpa berpamitan.
mengapa tidak kesal Siska suda menjelaskan serincih mungkin agar Etha bisa mengerti dan memahaminya tapi bukanya memahami malah makin membuat Siska kesal karena Etha sama sekali tidak memahami itu.
Etha menatap pasangan suami istri itu sambil mengangkat kedua keningya seolah bertanya kenapa.
Zaskia dan Adit saling menatap lalu mereka kembali menatap Etha sambil mengangkat ke dua bahu mereka sebagai jawaban kalau mereka tidak tau,bukanya mereka tidak tau tapi tidak mau menjelaskan karena percuma di jelaskan bagai mana pun Etha tidak mengerti.
sedangkan Siska suda berada di lantai bawa sambil merapikan meja kerjanya sambil mendumal
"bego di Budi dayakan yaah begitu,"Siska menggerutu.
sambil terus merapikan meja kerjanya.
"Siska,"pangil Etha.
"apa,"jawab Siska ketus.
"kamu kenapa?"tanya Etha.
"gak kenapa-kenapa hanya kesambet,"ucap Siska asal.
"apa.!kamu kesambet? wah gawat,"ucap Etha gelagapan ingin memengil Zaskia.
"Weh bego lu mau kemana?"tanya Siska meneriaki Etha.
"pangil buk bos,kamu kesambet,"ucap Etha.
Siska menepuk jidatnya kuat."astaga,gue gak kenapa gue normal sini kamu,"ucap Siska memangil Etha.
Etha menghampiri Siska,Siska langsung menjitak kepala Etha."kenapa Luh bego baget sih?"tanya Siska.
"aduh,sakit tau,"Etha mengelus keningnya.
"makanya Jagan bego,"ucap Siska tanpa merasa bersalah.
Etha mengerucutkan bibirnya.
"apa loh manyun-manyun?"tanya Siska kesal.
"sadis Luh,"ucap Etha.
"bodoh amat,gue balik duluan,"ucap Siska.
"udah melapor sama buk bos?tanya Etha.
"udah gue chat,gue balik dulu yah,"ucap Siska dan berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Etha.
"tungguin gue,gue nebeng yah,"ucap Etha.
"rapikan dulu meja kerjamu itu,"ucap Siska.
Etha bergegas merapikan meja kerjanya bertepatan Zaskia juga turun dari lantai atas bersama Adit.
"mau pulang juga,"tanya Siska.
__ADS_1
"iya,"ucap Etha.
"kirain kamu tingal di sini,"ucap Zaskia pada Etha.
"gak,"ucap Etha.
"Etha semenjak kerja sama kamu banyak perubahan yah,"ucap Adit pada Zaskia.
Zaskia mengangguk."iya banyak baget,"ucap Zaskia.
"ayo kita balik,"ucap Adit.
"kami duluan yah,kunci semua pintu dan jendela,"ucap Zaskia.
"iya mbak,udah semua kok,"ucap Siska.
"baguslah kami permisi,"ucap Zaskia.
"hati-hati di jalan mbak,"ucap Etha dan Siska bersemaan.
"iya,sampai jumpa besok yah,"ucap Zaskia dan berlalu pergi.
sampainya di mobil Adit memasang sisbek pada Zaskia."tatapan mereka saling bertemu,Zaskia tersenyum pada Adit,membuat Adit terpukau dengan senyuman manis itu.
"mas,"pangil Zaskia menyadarkan lamunan Adit.
"ah iya,"Adit merasa gerogi.
setelah selesai Adit melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,Meraka diam dalam mobil berada dalam pikiran masing-masing.
"mas,"pangil Zaskia.
"iya,"jawab Adit menoleh sebentar ke arah Zaskia.
"mas,"pangil Zaskia lagi.
"ada apa ngomong saja,"ucap Adit.
"mas,kita tidur terpisah yah,"ucap Zaskia.
Adit menginjak rem mendadak membuat Zaskia kejedot."mas kalau ngerem bilang-bilang Ding sakit tau,"ucap Zaskia memanyunkan bibirnya.
membuat Adit gemas sendiri."aku kan suda bilang Jagan ada tidur terpisah kalau kita tidur terpisah kapan kita punya anak,"ucap Adit.
berhasil membuat wajah Zaskia meronah menahan malu."tapi mas aku belum siap,"ucap Zaskia.
"trus kapan kamu siapnya,orang tua nanya cucu Mulu,"ucap Adit tersenyum.
"hem,"Zaskia menghela napas kasar tidak berucap satu katapun lagi.
Zaskia turun dari mobil dengan tergesah-gesah.
"kamu kenapa?"tanya Adit.
"mau pipis,"ucap Zaskia sambil berlari masuk kedalam rumah setelah dia membuka pintu sebelumnya.
mengelengkan kepalanya sambil tersenyum."mengemaskan,"ucap Adit.
Adit masuk kedalam rumah setelah memarkirkan mobilnya bertepatan Zaskia keluar dari dalam kamar kecil."uh legah,"Zaskia mengelus perutnya.
Adit mengelengkan kepalanya melihat tingkah Zaskia"udah?"tanya Adit.
"udah,"jawab Zaskia tanpa sadar.
"ayo masuk,"ucap Adit.
Zaskia sadar setelah mendengar suara Adit dia mendongak kepalanya karena sedari tadi dia menunduk memperbaiki celananya."sejak kapan kamu di sana?"tanya Zaskia.
"sejak kamu keluar dari sana,"jawab Adit menunjuk toilet.
"kamu liat?"tanya Zaskia.
"liat apa?" tanya Adit binggung.
"itu,"jawab Zaskia.
"itu apa?"tanya Adit.
"yaa itu,"jawab Zaskia.
"iya itu apa?"tanya Adit.
"ini,"jawab Zaskia menunjuk bagian bawa.
Adit melihat arah tangan Zaskia menunjuk ke bawah.
Adit menganguk dan mengeleng.
Zaskia bengong sambil membelalakan matanya."kamu liat?"tanya Zaskia.
"iya,"jawab Adit.
"aaaaaaa,"teriak Zaskia sambil berlari menaiki anak tangga.
__ADS_1
Adit nampak binggung melihat Zaskia dia mengaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.
karna tadi Zaskia memasang celananya ketika di luar wese bertepatan dengan Adit yang masuk tapi Adit tidak melihat semua itu dia hanya melihat Zaskia mengelus perutnya mengatakan legah,dia mengangguk karena Zaskia menunjuk miliknya membuat Adit mengangguk,karena pikiranya berkelana ke arah sana dia mengigat waktu di restoran.
Adit menyusul Zaskia di kamar,di sana Zaskia suda siap tidur karena suda Menganti baju dengan baju piamanya.
"eh mas,"ucap Zaskia masih malu-malu.
"hem,"jawab Adit.
Adit masuk ke ruang ganti baju dia Menganti baju dengan baju piamanya setelah selesai dia keluar dan menghampiri Zaskia yang sudah ada di tempat tidur.
Adit duduk di samping Zaskia yang lagi duduk sambil mengetik sesuatu di leptop nya.
"mas,jam berapa ke kantor besok?"tanya Zaskia masih sibuk dengan leptopnya.
Adit diam tidak menjawab pertanyaan Zaskia.
"mas,"pangil Zaskia lagi menoleh ke arah Adit.
"mas suda di pecat ayah dari kantor karena ada masalah kantor,"jawab Adit.
Zaskia hanya mangut-mangut mendengar jawaban Adit membuat Adit mengerutkan keningnya heren karena tidak ada respon sedikitpun dari Zaskia,Zaskia hanya cuek tidak peduli.
"lalu,bagai mana rencana mas selanjutnya apa suda mencari kerja di luar sana,"tanya Zaskia seteleh menyimak ucapan Adit.
Adit salah persepsi dia kira Zaskia cuek rupanya istrinya tidak seperti itu.
"mas suda mencarinya tapi semua menolak entah kenapa,"ucap Adit menghela napasnya.
"sabar saja dulu,nanti aku bantu mencarinya,"ucap Zaskia masih menunduk mengetik di atas kibord leptop nya.
Adit nampak binggung pada Zaskia cek tapi peduli.
"besok aku berangkat pagi mungkin tidak sempat buat sarapan buat mas,mas bisa bikin sarapan sendiri kan?untuk kali ini saja yah,besok aku sibuk banget mas,"ucap Zaskia.
"iya bisa,gak apa-apa kok,mas bisa masak kok,"ucap Adit senduh.
Zaskia menyadari itu,dia meletakan leptopnya di atas nakas lalu dia mengangkat selimut yang menutupi kakinya lalu dia menepuk-nepuk pahanya menyuruh Adit meletakan kepalanya di atas pahanya.
"sini mas,"Zaskia penepuk pahanya.
Adit membaringkan kepalanya di paha Zaskia lalu Zaskia mengelus-ngelus kepala Adit dan berucap.
"mas,tidak usah kuatir dengan pekerjaan aku ada tabungan kok buat kita,"ucap Zaskia sambil mengelus kepala Adit.
Adit mendongakkan kepalnya ke atas menatap Zaskia.
"tapi kamu adalah tanggung jawab mas,segala kebutuhan rumah tangga itu tanggung jawab ku,bukan tanggung jawab mu,jujur sebagai laki-laki aku malu KIA,"ucap Adit senduh.
Zaskia mengecup kening Adit lembut Adit memejamkan matanya merasakan kecupan manis di keningnya yang di berikan Zaskia.
"mas ngak usah merasa seperti itu,kita adalah keluarga suda semestinya kita saling membantu kebutuhan rumah tangga kita,tidak selamanya suami itu punya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan rumah tanganya,tidak selamanya kita berada di atas seperti roda berputar mas,"ucap Zaskia menguatkan suaminya.
"iya betul katamu,tapi tetap saja kia,"ucap Adit.
"begini saja kalau mas merasa tidak enak,aku mencatat semua pengeluaran kebutuhan kita,nanti kalau mas punya uang mas ganti uangku,bagai mana?"ucap Zaskia.
"baiklah kali begitu,termaksud kebutuhanmu semua catat,kalau mas ada uang mas ganti semuanya,"ucap Adit merasah legah.
"ok siap suamiku,"ucap Zaskia memberi hormat mengangkat tanganya.
membuat Adit terkekeh Adit menoleh hidung Zaskia gemas.
"hehehe,hehehe,"mereka tertawa bersama.
"jadi besok kamu Pigi ke butik pagi-pagi?"tanya Adit pada ahirnya.
"iya mas,di butik banyak pelangan dan jga kami merekrut kariawan baru dan juga kami menyiapkan perpindahan tempat,"ucap Zaskia menjelaskan pada Adit.
"aku Banga padamu Kia,aku beruntung bisa hidup saling berdampingan denganmu,mas mau tanya bagai mana perjuanganmu sampai kamu punya butik sendiri bisa kamu cerita?"ucap Adit.
Adit mengangguk,Zaskia menceritakannya.
"dulu aku perna bekerja di perusahaan ayah tapi aku memundurkan diri tepatnya di pecat karena suatu hal,aku bersukur keluar dari sana karena aku bisa menghindari dua orang itu,aku punya pesangon dari perusahaan itu,aku memulai usaha kecil-kecil dulu mendesain beberapa baju aku jual dengan orang-orang terdekat,menjahit melalui tukang jahit di jalan lama-lama kebutuhan pelanggan makin meningkat aku membeli beberapa kebutuhan alat dan bahanya aku mengolah sendiri,mungkin karena desain bajuku bagus makin banyak pelanggan lalu aku menyewa ruko itu,dengan sisa tabunganku,keuntungan aku kelola lagi,aku tidak boros lama kelamaan meningkat bahkan ada beberapa butik memesan padaku untuk mengisi butiknya sekarang jadi pelanggan tetap,aku di bantu Elah mengelola bahkan mendesain dengan gaji sedikit,lama kelamaan kami bisa merekrut kariawan satu persatu Hinga meningkat sampai seperti saat ini,"Zaskia menjelaskan bagian-bagian pentingnya saja.
Adit mengerti karena dia bukan orang bodoh untuk menyimak."trus?"tanya Adit lagi.
"terus yah meningkat begini aku juga tidak menyangka kalau butik aku bisa seperti saat ini,makanya kami selalu berusaha mendesain baju-baju pengeluaran terbaru,model-model terbaru tidak bisa di tiru oleh butik lain,kami selalu menaruh lebel di setiap gaun yang orang tidak ketahui dan di ketahui jadi kami tau mana karya kami,"ucap Zaskia menjelaskan.
Adit tersenyum dia tidak menyangka kalau isrinya sejenius itu,pintar,mandiri,cantik jadi wanita komplit menurutnya.
"kenapa kamu bisa di pecat di perusahaan ayah? tapi aku tidak pernah melihatmu di sana,"ucap Adit.
"kita sering ketemu kok di setiap rapat perusahaan tapi mas tidak menyadari aku,karena mas fukus sama satu orang Selena saja,he he he,"Zaskia terkekeh.
Adit mendengus mendengar jawaban Zaskia.
"mungkin,"ucap Adit pada akhirnya.
"iyalah,"ucap Zaskia santai.
"lalu kenapa kamu bisa di pecat?"tanya Adit.
__ADS_1
"aku selalu berantem di kantor dengan dua orang itu,aku selalu di katakan bersalah,karena orang kantor tidak menyukaiku karena aku selalu baik jabatan tiap tahunya,mereka tidak terima,Meraka mengatakan aku selalu menggoda petinggi perusahan sehinga aku selalu baik jabatan tiap tahunya,mereka selalu menjatu-jatuhkan aku,aku tidak suka maka sering berantem di perusahaan pada setiap orang yang mengatakan aku tidak baik secara terang-terangan kamu sendiri yang memecat aku,kamu ingat gak? tiap harinya kamu mendapat laporan tentang kariawan berantem setiap hari di perusahaan,"ucap Zaskia.