Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Kepala Mengeluarkan Tanduk


__ADS_3

Aya tetap menggandeng tangannya Ema menuju ke tempat duduk yang dia tunjuk tadi setelah Aya dan Ema berjalan selama beberapa jam kelamaan dong pasti pingsan di jalan maksudnya setelah Aya dan Ema berjalan selama beberapa menit kini Aya dan Ema sudah sampai di tempat duduk yang Aya maksud membuat Aya tanpa komando membantin tangannya Ema lebih tepatnya melepaskan tangannya Ema dengan kasar membuat Ema mendelik ke Aya


"Mah kalau mau melepaskan tangannya orang itu yang lembut jangan kasar dong" ketus Ema sambil menatap tajam ke arah Aya sedangkan Aya yang akan menjatuhkan bokongnya ke kursi langsung menoleh ke arah Ema sambil beringsut berdiri


"Ema mama juga melepaskan tangannya kamu juga lembut ngga kasar kamu saja yang lembek" jawab Aya tak kalah ketus dari Ema sementara Ema membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga


"Mah memangnya bubur di katakan lembek segala" cibir Ema mendelik ke Aya sedangkan Aya tersenyum menyeringai


"Ema kalau bubur lembek enak kalau kamu tangannya harus di latih di pukul pakai batu supaya tangannya kamu ketularan keras seperti batu" jelas Aya sambil tersenyum miring sementara Ema mencebikkan bibirnya


"Mah orang itu banyak alasan bilangnya kalau tangannya lembek di pukul sama batu supaya ngga lembek giliran ada orang yang sudah ketularan sama batu kerasnya di cap sama orang keras kepala seperti kepala batu" cibir Ema sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya sedangkan Aya menatap nyalang ke Ema


"Ema orang bukan banyak alasan tapi orangnya terlalu cerewet jadi setiap apapun di beri komentar terserah orang dong mau bilang apa mau bilang kepala batu, mau bilang besar kepala, mau bilang kepalanya mengeluarkan tanduk terserah mereka koq kamu yang repot" jelas Aya sambil tersenyum devil sementara Ema menatap tajam ke Aya masih tetap setia melipat kedua tangannya di depan dadanya

__ADS_1


"Iya mah aku juga heran orangnya cerewet banget bilang saja mau narsis dan mau viral gara gara jelekkin orang iya bukannya di beri rumput yang ngga pakai ribet dari pada beri komentar pakai mulut atau pakai ketikan aku ngga repot mah tapi aku heran padahal orang yang di tuduh kepala batu, besar kepala, kepalanya mengeluarkan tanduk juga bentuk kepalanya sama seperti kepala manusia bukan kepala tikus, semut, zebra, atau kepala hewan lainnya" celoteh Ema sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya membayangkan omongan orang tentang kepala sedangkan Aya menatap ke arah Ema


"Iya Ema mama juga heran mending mereka narsis dan viral dengan cara baik ke orang bukan dengan cara menjelekkin orang ngga kasihan sama semut dan tikus yang menertawakan mereka semua malah menurut mama kalau pakai rumput ribet karena harus mencari rumput duluan dan memotong rumput dahulu lebih gampang beri komentar karena pakai mulut langsung dan mengetik sesuatu dari pada pakai rumput ribet nyarinya istilah keras kepala, kepala batu, dan kepala yang mengeluarkan tanduk itu cuma peribahasa doang ngga harus kepalanya mereka berubah menjadi kepala hewan semut, tikus, zebra, atau kepala hewan lainnya" teriak Aya dengan sangat keras membuat Ema terlonjak kaget bahkan tanpa ragu Ema langsung jatuh terduduk ke kursi yang ada di belakangnya saking kagetnya mendengar suara Aya yang kerasnya melebihi toa beruntung Ema kagetnya jatuh di kursi kalau jatuhnya tersungkur ke lantai di jamin bakalan di tertawakan oleh banyak orang yang lebih parahnya lagi orang yang melihat Ema mencium wanginya lantai langsung memotret Ema buat di lihat saat senggang bisa di katakan buat hiburan orang orang atau yang lebih parah lagi Ema menginjak sepatunya Aya di jamin Aya juga bakalan menginjak balik sepatunya Ema


"Mah terserah mereka dong mau narsis dan viral dengan cara apa tapi kalau viralnya gara gara berbuat baik pasti bakalan terkenal kebaikannya tak kalau viralnya gara gara berbuat jahat dan menjelek jelekkan orang bakalan terkenal kejelekannya semut dan tikus ngga bisa ketawa mah buktinya aku pernah melawak di depan semut dan tikus tapi semut dan tikus tidak mengeluarkan tawa jangankan tawa senyum saja ngga di keluarkan entah di sembunyikan dimana oleh semut dan tikus ngga perlu cari rumput dan memotong rumput mending minta saja sama orang yang punya rumput oh benar juga kata mama kalau komentar kan modalnya cuma mulut buat bicara dan kedua tangan buat mengetik gampang banget ternyata dari pada rumput harus di cari dan memotong rumput duluan atau meminta ke orang oh aku kira malah keras kepala, besar kepala, dan kepala mengeluarkan tanduk kepalanya manusia itu berubah menjadi kepala hewan semut, tikus, zebra, atau kepala hewan lainnya" cerocos Ema sambil mengeluarkan cengirannya sementara Aya menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah sang anak


Saat Ema dan Aya masih adu jotos maksudnya adu panco lebih tepatnya adu mulut pelayan supermarket datang membawa bungkusan jas yang tadi di berikan oleh Aya membuat Aya dan Ema kompak menoleh ke arah pelayan supermarket membuat pelayan supermarket tersenyum ramah kepada Aya dan Ema secara bergantian


"Mba bu ini jasnya sudah di bungkus" ucap pelayan supermarket sambil menyodorkan bungkus jas yang ada di tangannya kepada Aya sementara Ema menerbitkan senyuman lebar di wajahnya walaupun nanti ke tempat parfum terlebih dahulu sebelum ke parkiran mobil dan pulang ke rumah namun setidaknya jas sudah di bungkus tidak akan menambah waktu sedangkan Aya membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga


"Ema kamu ngga usah memuji pelayan supermarket ini soalnya dia salah" ketus Aya sambil menunjuk pelayan supermarket dengan jari telunjuknya sementara pelayan supermarket membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedangkan Ema menatap Aya dengan tatapan heran


"Bu saya salah apa ? saya sudah melakukan yang terbaik dan sesuai keinginan ibu tapi kenapa di tuduh salah" jawab pelayan supermarket sambil menatap ke Aya dengan tatapan memelas sementara Aya memutar bola matanya malas sedangkan Ema menyilangkan kedua kakinya masih sibuk duduk di atas kursi yang tadi di tunjuk Aya

__ADS_1


"Mah seingat aku mba pelayan supermarket memang ngga salah dia juga menuruti keinginan mama supaya" perkataan Ema belum selesai sudah di potong oleh Aya


"Ema kamu diam ngga usah ikutan komentar mba pelayan supermarket ini salah karena terlalu cepat membungkus jasnya" jelas Aya mengutarakan isi hatinya sementara Ema dan pelayan supermarket kompak membulatkan kedua matanya mereka berdua


"Maaf bu tadi bukannya ibu yang meminta ke saya kalau jasnya di bungkus secepatnya makanya saya berusaha supaya membungkus jas dalam waktu cepat" jelas pelayan supermarket sambil menundukkan kepalanya sementara Aya mendelik ke pelayan supermarket sedangkan Ema menatap tajam ke Aya


"Walaupun kamu saya suruh buat bungkus jasnya terlalu cepat harusnya kamu tetap bungkus jas sesuai porsi kamu jangan di percepat" ketus Aya mendelik ke pelayan supermarket sementara pelayan supermarket hanya menganggukkan kepalanya mantap sambil masih tetap menundukkan kepalanya sedangkan Ema menatap nyalang ke Aya


"Mama ngga usah bikin malu dong tadi aku lihat dengan mata kepala aku sendiri bahwa mama yang menyuruh pelayan supermarket untuk membungkus jas dalam waktu cepat dan aku salut sama pelayan supermarket karena bisa menuruti permintaan mama yaitu membungkus jas dalam waktu dekat jadi mama bisa cepat cepat makan kan tadi katanya mama lapar" jelas Ema dengan nada ketus sambil menatap tajam ke arah Aya sementara Aya menatap Ema dengan tatapan tak kalah tajam sedangkan pelayan supermarket menghembuskan nafas lega karena di bela oleh Ema


"Ema mama ngga bikin malu karena mama masih pakai pakaian kecuali kalau mama ngga pakai pakaian baru bikin malu mama ingat kalau mama yang menyuruh pelayan supermarket supaya membungkus jas dalam porsi cepat tapi gara gara pelayan supermarket terlalu cepat membungkus jasnya mama jadi ngga bisa duduk dulu di tempat duduk yang mama tunjuk sementara kamu yang mama ajak ke kursi sudah menikmati enaknya duduk di kursi yang mama tunjuk mama juga salut sama pelayan supermarket kalau mama tadi bisa duduk di kursi pilihan mama tapi karena mama belum bisa menikmati enaknya duduk di kursi pilihan mama jadi mama ngga salut sama pelayan supermarket mama lapar tapi setelah mama masih berdiri sementara kamu duduk santai di kursi mama ngga jadi lapar dan mama mendadak sudah kenyang oh mama ingat harusnya di sini kamu yang salah karena kamu mengajak adu mulut sama mama jadi mama ngga ingat tujuan mama ke sini mau duduk cantik" tegas Aya sambil menatap nyalang ke Ema sementara kedua matanya Ema terbelalak lebar dengan mulut menganga sedangkan pelayan supermarket tersenyum masam mendengar omongan Aya


"Walaupun mama pakai baju tapi mama mengomeli orang yang benar dan ngga salah kalau mama ingat mama yang menyuruh pelayan supermarket supaya membungkus jas dengan cepat ngga usah komentar dan ngga usah berisik apa hubungannya kalau dari tadi mama ngga mengajak ngobrol aku juga mama bisa duduk manis di kursi yang mama tunjuk soalnya aku ngga banyak drama kayak mama makanya aku bisa menikmati nikmatnya duduk di kursi yang mama tunjuk bilang saja mama kesal karena ngga bisa duduk di tempat duduk yang mama tunjuk kalau aku tetap salut sama pelayan supermarket karena bekerja dengan baik dan tidak mengecewakan pelanggan itu tandanya mama memang ngga lapar dan masih kenyang masa gara gara mama berdiri aku duduk cantik di kursi yang mama tunjuk membuat mama kenyang mendadak dan ngga lapar apaan sih mah aku ngga pernah ajak mama adu mulut mama mulai pelupa faktor usia kalau mama mau duduk di sini silahkan mama duduk di sini di kursi yang mama tunjuk tapi kita berdua ngga jadi ke tempat parfum karena sudah ganti duduk manis di sini melebihi manisnya madu" jelas Ema sambil tersenyum licik sementara Aya mendelik ke Ema sedangkan pelayan supermarket menahan tawa karena Aya marah cuma gara gara ingin duduk di kursi tapi belum sempat duduk karena pelayan supermarket sudah selesai membungkus jas

__ADS_1


"Ema kamu diam ngga usah berisik pokoknya kita berdua akan tetap pergi ke tempat parfum mama ngga jadi duduk di kursi situ lebih baik mama duduk di mobil dan di rumah" tegas Ema menatap nyalang ke Ema sementara Ema membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedangkan pelayan supermarket tersenyum tipis


__ADS_2