Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Ngga Bakalan Terkena Penyakit Pikun


__ADS_3

Ane menatap Dewo dengan tatapan bingung karena tatapan Dewo sangat kosong tidak di isi banyak makanan, buah buahan, sayur sayuran, cemilan, atau di isi apapun tapi Dewo membiarkan tatapannya kosong



Dewo sedang sibuk memikirkan nasibnya sendiri karena kalau boleh jujur Dewo sangat malu karena kelakuan Ane banyak hal yang bikin Dewo malu salah satunya mengumumkan Dewo di tempat pengumuman, menjatuhkan banyak jas ke lantai, dan memerintah pelayan supermarket membereskan semua jas ke tempat semula


"Dewo ayo kita berdua pilih jas sekarang" ucap Ane sambil menatap ke arah Dewo sementara Dewo masih tak bergeming masih sibuk dengan lamunannya yang sejak tadi menghantui otaknya dan kepalanya


Setelah menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah menunggu selama beberapa menit Dewo tidak menjawab pertanyaan Ane membuat Ane berpikir sejak kapan Dewo budeg dan tuli



Ane nampak berpikir untuk menyadarkan Dewo supaya dengar semua perkataan Ane tiba tiba Ane menerbitkan senyuman lebar di wajahnya setelah menemukan ide yang ada di otaknya

__ADS_1


"Dewo kayaknya lagi sibuk dan asyik melamun apa Dewo mendadak tuli dan budeg intinya aku mau menyadarkan Dewo supaya dia dengar omongan aku apa aku harus pakai toa untuk teriak di telinganya Dewo supaya Dewo dengar semua omongan aku soalnya kalau cuma pakai suara doang takutnya Dewo belum dengar semua omongan aku lebih baik tanpa pakai toa teriak di telinganya Dewo soalnya aku ngga mau repot repot pinjam toa cuma buat teriak teriak di telinganya Dewo doang" batin Ane sambil mengulum senyum lebar di wajahnya


Ane menatap ke arah Dewo yang menatap ke arah depan dengan tatapan kosong sementara Ane langsung mendekat ke arah Dewo tanpa ragu dan tanpa komando Ane langsung mengeluarkan suara emasnya yang bikin Dewo ketagihan



Ane mengeluarkan teriakan di telinganya Dewo membuat Dewo terlonjak kaget hampir saja Dewo mengeluarkan jurus kagetnya berupa menonjok wajahnya Ane namun Dewo urungkan setelah mengetahui siapa yang berteriak di telinganya Dewo


"Dewo kamu budeg dan tuli mendadak koq mama panggil panggil ngga dengar" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi suara toa sedangkan Dewo yang mendapat serangan teriakan mendadak dari Ane langsung akan mengeluarkan jurus kagetnya berupa menonjok ke orang yang mengagetkan dirinya


"Mama ngapaian ada di sini ?" tanya Dewo seakan menjadi linglung setelah otaknya Dewo tadi di ajak berselancar entah kemana sedangkan Ane membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Ane ingin sekali menjambak rambutnya Dewo saat ini juga tapi Ane urungkan niatnya bukan karena takut sama Dewo tapi Ane ngga mau Dewo teriak teriak dan bikin malu Ane kalau sampai Ane menjambak rambutnya Dewo saat ini juga


"Dewo kamu selain budeg dan tuli kamu pikun juga ?" tanya Ane tak percaya sambil menggeleng gelengkan kepalanya samar karena pertanyaan yang terlontar dari mulutnya Dewo menandakan bahwa Dewo itu amnesia atau pikun karena Dewo tidak habis kejedot tembok makanya Ane pikir Dewo hanya pikun atau linglung sedangkan kedua matanya Dewo terbelalak lebar dengan mulut menganga

__ADS_1


"Mama jangan sembarangan menuduh aku ngga tuli dan budeg aku juga ngga pikun" teriak Dewo saking tak terimanya di tuduh beraneka macam tuduhan dari Ane sementara Ane membulatkan kedua matanya


"Dewo kamu dengar suara mama kamu ternyata ngga budeg dan ngga tuli kamu juga ngga pikun kan masih ingat siapa mama dan kita berdua di sini lagi ada dimana ?" cerca Ane sambil menangkup wajahnya Dewo dengan kedua tangannya sedangkan Dewo menatap nyalang ke arah Ane dirinya tidak habis pikir dari mana Ane menyimpulkan bahwa Dewo itu pikun dan tuli bahkan pakai embel embel pikun segala membuat kepala Dewo ingin sekali mengeluarkan tanduk yang sangat panjang


"Mama aku ngga budeg dan ngga tuli jadi aku dengar semua omongan mama, ingat aku ngga pikun jadi aku masih ingat siapa mama dan kita berdua ada dimana sekarang kita berdua ada di supermarket bukan ada di rumah" jelas Dewo dengan nada ketus sambil matanya melotot ke arah Ane sedangkan Ane langsung mengumbar senyum lebar di wajahnya


"Alhamdulillah mama senang kalau kamu ngga budeg dan ngga tuli Dewo dan kamu juga ngga pikun karena kamu ingat sama mama dan ingat kalau kita berdua ada di supermarket bukan di rumah" jawab Ane tak melunturkan senyuman lebar di wajahnya sementara Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga


"Mama aku itu memang dari sebelum lahir itu ngga budeg dan ngga tuli, aku juga ngga pikun mah karena masih muda kenyataannya memang aku itu ngga pikun makanya aku ingat kalau kita berdua ada di supermarket saat ini bukan di rumah" teriak Dewo dengan sangat keras dan sangat kencang sampai membuat Ane terlonjak kaget bahkan Ane sampai bergeser dari tempat berdiri


"Dewo mama juga tahu jadi ngga usah di jelaskan karena mama yang melahirkan kamu jadi mama tahu kalau kamu ngga budeg dan ngga tuli, mama kira kamu sudah mulai punya penyakit pikun iya kamu ingat semuanya termasuk ingat kalau kita berdua ada di supermarket bukan di rumah, kamu ngga usah teriak teriak karena mama ngga budeg dan ngga tuli buruan kita berdua lanjutkan memilih jas buat papa kamu" teriak Ane tak kalah keras dan tak kalah kencang dari suaranya Dewo tadi sementara Dewo memegang dadanya sendiri dengan kedua tangannya karena kaget mendengar teriakan Ane


"Kirain mama belum tahu makanya aku jelaskan kalau aku ngga budeg dan ngga tuli dari sebelum lahir penyakit pikun itu untuk umur tua kalau aku masih muda jadi ngga bakalan terkena penyakit pikun jelas aku ingat karena aku ngga pikun takutnya mama ngga mendengar omongan aku makanya aku teriak supaya mama mendengar tapi jas di kedua tangannya aku gimana mah kan belum di ambil sama mba pelayan supermarket" jelas Dewo sambil menatap ke arah Ane sementara kedua matanya Ane terbelalak lebar dengan mulut menganga sementara pelayan supermarket yang ada di depan Ane dan Dewo hanya mengulum senyum

__ADS_1


"Dewo mama sudah membanggakan kamu kalau kamu ngga pikun tapi malah kamu pikun sampai jas di kedua tangannya kamu mama ambil buat di serahkan ke mba pelayan supermarket kamu ngga ingat" cibir Ane sambil menatap ke arah Dewo dengan tatapan mengejek sedangkan Dewo langsung menatap ke arah kedua tangannya yang ternyata sudah tidak ada jas di kedua tangannya membuat Dewo membulatkan kedua matanya


__ADS_2