
Dewo menatap tajam ke arah Ane sementara Ane mengerucutkan bibirnya sampai ratusan juta centi ke depan ingin sekali rasanya Ane menjambak rambutnya Dewo tapi kalau rambutnya Dewo gara gara ulah tangannya Ane nanti Ane di cap wanita yang hebat karena bisa bikin gundul rambutnya orang
Petugas pengumuman dan pelayan supermarket kompak mengulum senyum karena seakan mendapatkan angin segar dari Dewo yang membela mereka berdua lebih tepatnya membela pelayan supermarket yang sejak tadi di omelin
Dewo berpikir bahwa Coco sang adik di culik oleh orang walaupun dirinya yakin dalam hatinya bahwa Coco tidak di culik karena sudah masuk ke universitas namun karena mendengar petugas pengumuman yang bilang adiknya di culik Dewo jadi percaya kalau adiknya Dewo cuma Coco doang
"Mama tahu kalau Coco di culik ?" tanya Dewo sambil tangannya mengambil handphone yang ada di saku celananya sementara Ane hanya menggelengkan kepalanya samar walaupun saat ini Ane ingin sekali berteriak ke Dewo tapi Ane tidak mau melakukan itu karena Ane tadi tidak membawa mobil soalnya ke sini tadi Ane naik mobilnya Dewo
Kini Dewo telah memegang handphone di tangannya tapi walaupun tangannya sibuk dengan handphone tapi telinganya konsentrasi untuk mendengarkan suara namun setelah beberapa jam menunggu kelamaan dong maksudnya setelah beberapa menit menunggu Ane tidak menjawab pertanyaan darinya membuat Dewo menoleh ke arah Ane yang sedang menatap dirinya
__ADS_1
"Mah koq ngga jawab pertanyaan aku ?" tanya Dewo sambil memicingkan satu mata ke arah Ane sedangkan Ane mendelik ke Dewo
Ane ingin sekali menonjok mukanya Dewo karena biar bagaimanapun Ane sering memukul kasur dengan alat pemukul kasur dan Ane juga sering berlatih memukul bantal dan menonjok wajahnya orang pakai bantal
Dewo menatap ke arah Ane karena dirinya sudah menunggu selama beberapa menit namun Ane masih tak bergeming namun tatapan matanya Ane mendelik ke Dewo membuat Dewo berpikir bahwa Ane itu budeg dan tuli makanya tidak dengar perkataan Dewo sehingga Dewo bertanya lagi ke Ane
Setelah beberapa menit lagi Dewo menunggu tetap saja Ane diam seperti patung dengan tahapan yang tak pernah lepas dari Dewo sementara petugas pengumuman dan pelayan supermarket saling berpandangan seolah olah saling bertanya ada apa dengan Ane ? apakah Ane kemasukan gajah ? memangnya muat gajah masuk ke Ane ? muat kalau daging gajahnya di potong kecil kecil
"Mama jangan diam terus dong kalau mama diam terus lebih baik kita berdua ngga jadi beli jas dan kemeja serta barang barang yang mama inginkan" ancam Dewo sambil tersenyum licik sementara Ane yang mendapatkan ancaman seperti itu langsung seperti buah simalakama tapi lebih baik seperti madu saja manis membuat kedua matanya Ane membola
"Jangan pulang Dewo mama belum selesai belanja ada beberapa barang yang belum mama beli yaitu pakaian, jas, tas, parfum, sepatu dan masih banyak lagi" jelas Ane sambil berteriak sangat keras dan sangat kencang walaupun tanpa memakai toa membuat Dewo yang agak dekat dengan Ane menggeser posisi tubuhnya dan menggeser posisi badannya menjauh dari badannya Ane bukan karena Ane bau badan membuat Dewo menjauh namun teriakan Ane yang sangat kencang dan sangat keras membuat telinganya Dewo hampir pecah sedangkan petugas pengumuman dan pelayan supermarket serentak terlonjak kaget bahkan mereka berdua sampai bergeser posisi tubuhnya karena teriakan Ane yang sangat dahsyat sungguh menggemparkan dunia
__ADS_1
"Pancingan aku berhasil juga" gumam Dewo lirih namun masih tetap bisa di dengar oleh Ane membuat Ane menatap ke arah Dewo dengan tatapan penuh tanda tanya besar
"Dewo siapa yang memancing ? mama yakin kamu ngga memancing jadi ngga usah mengaku ngaku kamu memancing" cibir Ane sambil tersenyum miring sementara Dewo yang mendengar perkataan Ane langsung menoleh ke arah sumber suara lalu Dewo menggaruk kepalanya yang tidak gatal di sertai tersenyum kikuk
"Aku yang memancing mah kata siapa aku ngga memancing ? aku bisa memancing lho mah memancing amarah, memancing emosi, memancing kesal dan memancing lainnya terus predikat yang baru buat aku adalah aku berhasil memancing orang supaya bicara" jelas Dewo menyombongkan dirinya sendiri sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sementara Ane langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedangkan petugas pengumuman dan pelayan supermarket kompak menahan tawanya yang hampir meledak gara gara jawaban Dewo yang menurut mereka berdua sangat lucu
"Dewo kamu memancing dimana ? terus kamu memancing dapatnya apa ikan, ayam, atau belut ? kata mama kan tadi mama yang bilang kamu ngga bisa memancing kalau memancing amarah, memancing emosi, memancing kesal mama juga bisa bukan cuma doang yang bisa mancing memangnya kamu memancing orang siapa bisa bicara ? jangan jangan kamu memancing bayi yang baru belajar bicara pantesan bisa bicara soalnya lagi aktif aktifnya tuh bayi bicara atau kamu mancing orang yang sudah enam belas tahun ke atas pantesan bisa bicara orangnya dia kan sudah bisa bicara dengan lancar" ketus Ema mendelik ke arah Dewo dengan tangan yang masih berada di depan dadanya sedangkan Dewo tersenyum menyeringai
"Mah aku memancing di sini aku memancing dapatnya suara doang mah bukan dapat ikan, belut, ayam kirain selain mama ada lagi yang bilang kalau aku ngga bisa mancing bakal aku beri perhitungan sebesar seribu rupiah kirain mama ngga bisa mancing apa apa karena bisanya mama cuma mancing papa doang mama kan dari tadi belum bicara aku pancing pakai ancaman terus mama bicara kalau aku sama bayi ngga cuma memancing mah tapi aku mau bikin bayi juga dong aku ngga memancing orang enam belas tahun ke atas takutnya mereka semua minta vulus setelah di ajak tanya jawab wawancara" tegas Dewo sambil menatap ke arah Ane sementara kedua matanya Ane langsung terbelalak lebar dengan mulut menganga sedangkan pelayan supermarket dan petugas pengumuman kompak menelan tawanya kembali setelah tadi akan di keluarkan
"Dewo memangnya memancing di sini kamu dapat ikan ? koq suara doang apa maksudnya kamu suara ikan, atau suara belut ? ngapain mancing ngga dapat ikan, belut, dan ayam mendingan ngga usah bikin capek saja kirain kamu bakalan beri perhitungan ke orang itu dengan cara berantem adu mulut maksudnya berantem adu jotos dan berkelahi malah kamu cuma memberikan uang kamu seribu rupiah kamu jangan menyepelekan mama karena biar begini mama itu dulu sering bisa mancing apaan sih kamu tadi itu lagi bahas memancing ikan, ayam, dan belut kenapa jadi bahas memancing papa jadi tadi kamu cuma mancing mama saat bilang nanti pulangnya mama di tinggal oleh kamu ? kalau tahu kamu tadi mengeprank dan mengerjai mama tetap mama bakalan ngga jawab semua pertanyaan kamu mama bakalan diam seperti patung itu juga gara gara ulah kamu makanya kami harus cepat menikah biar kamu bisa cepat bikin bayi dan punya anak sendiri kamu perhitungan sampai ke sana juga kirain kamu belum paham" cerocos Ane panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api sementara pelayan supermarket dan petugas pengumuman kompak menatap ke arah Ane secara bergantian sedangkan Dewo menatap nyalang ke Ane karena dirinya di suruh nikah di depan petugas pengumuman dan pelayan supermarket sungguh Dewo ingin sekali terbang dari tempat itu atau Dewo ingin menghilang dari tempat itu karena jujur Dewo malu kepada pelayan supermarket dan petugas pengumuman karena dirinya belum menikah
"Mama diam atau aku benar benar bakalan meninggalkan mama di supermarket" ancam Dewo sambil mendelik ke Ane sementara Ane yang sibuk berdongeng, bercerita langsung menatap nyalang ke Dewo sedangkan pelayan supermarket dan petugas pengumuman hanya bisa menahan tawanya yang hampir meledak
__ADS_1