Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Di Kira Pohon Rambutnya Aku


__ADS_3

Ema berjalan dengan cepat sekali melebihi jalannya kura kura seakan sedang mengikuti ajang lomba jalan sehat tapi perasaan kalau jalan sehat jalannya ngga di suruh balapan mungkin seperti mengikuti lomba maraton semua orang berlari dengan sekencang kencangnya Ema hanya berjalan kaki dengan langkah cepat sementara Aya yang ada di belakang Ema tertinggal jauh karena langkahnya Aya tidak buru buru karena kesal melihat cara jalannya Ema membuat Aya protes


"Ema jalannya jangan cepat cepat" teriak Aya dengan suara sangat kencang dan suara sangat keras melebihi kerasnya toa yang di gunakan oleh orang sementara Ema yang sedang menerbitkan senyuman lebar di wajahnya langsung mengurangi kadar senyuman yang terpancar di wajahnya


"Koq kayak suara mama aku tapi buat apa mama aku manggil aku bukannya tadi ada di belakang aku kecuali kalau tadi mama aku belum tahu aku mau jalan ke kasir baru mama aku teriak mencari aku lebih baik aku lanjutkan jalan saja siapa tahu itu cuma suara semut yang menyerupai suara mama aku" batin Ema sambil menambahkan porsi senyuman lebar di wajahnya bahkan tanpa ragu Ema menambahkan porsi jalannya menjadi lebih cepat dari tadi sedangkan Aya membelalakkan matanya melihat tingkah Ema yang malah mempercepat langkah kakinya namun Aya tetap mengikuti langkah Ema walaupun dengan jarak jauh


"Ema tungguin mama" bentak Aya dengan teriakan sangat keras dan bentakan yang membahana yang bakalan merusak gendang telinga semut yang lewat bahkan langsung mati mendadak semut itu kalau di injak oleh manusia sementara Ema mengernyitkan keningnya heran sambil tetap berjalan menuju ke kasir

__ADS_1


"Perasaan tadi mama gue jalannya ada di belakang gue persis tapi kenapa teriakan mama gue kayak jauh banget apa karena kecapekan jadi mama gue ngga berteriak keras melebihi kerasnya toa, apa mungkin mama gue nyangkut di pohon ? tapi di supermarket ini ngga ada pohon, apa mama gue nyangkut di atas genteng ? tapi kalau dari atas genteng ngga bakalan bisa melihat gue dong lebih baik gue fokus sama perjalanan gue supaya bisa cepat sampai ke kasir dan gue pulang ke rumah rebahan cantik di ranjang empuk miliknya gue" batin Ema sambil mengeluarkan senyum licik sedangkan Aya menatap nyalang punggung Ema sambil tetap berkelana mengikuti Ema


"Ema" teriak Aya dengan sangat keras bahkan kerbau juga bisa mati mendadak kalau di sembelih manusia sedangkan Ema yang mendengar suara Aya dengan sangat keras di sertai nafas Aya yang ngos ngosan membuat Ema memperlambat gerakan kakinya yang sedang berjalan


"Koq mama gue kayak suaranya jauh dari tadi padahal mama gue selalu teriak tapi suaranya mama gue tetap terasa jauh jangan jangan mama gue di palak semut" gumam Ema lalu tanpa ragu membalikkan badannya setelah itu dirinya langsung tercengang melihat kejadian yang ada di depannya yaitu Aya yang terpaut jauh dengan dirinya


"Mama ngapain jauh jauh dari aku ? oh aku tahu pasti mama takut kalau jasnya papa di ambil oleh aku tenang saja mah aku ngga bakalan mengambil jas miliknya papa karena aku lebih suka kaos oblong kalau di rumah simple dan mudah" jelas Ema sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan tatapan yang tertuju pada Aya sedangkan Aya menatap nyalang ke Ema

__ADS_1


"Mah jangan sembarangan menuduh dong masa mama jauh jauh dari aku gara gara aku beneran aku nanya mah bukan pura pura nanya kalau aku pintar drama aku bakalan punya uang banyak karena aku pintar akting dan harusnya mama bangga sama aku karena aku pintar akting walaupun tidak kursus akting dan latihan akting duluan mama lebih gampang pakai kaos oblong dan celana menurut aku kalau rok dan gaun takut di intip sama semut dan tikus yang lewat jas juga ada yang di pakai oleh wanita ini blouse mirip jas kan bentuknya kalau mau enak memandangi akunya sambil makan ayam goreng, ikan goreng, ikan bakar, atau ayam bakar tapi walaupun aku pakai gaun dan rok aku tetap kelihatan cantik pakai banget" jelas Ema sambil menepuk nepuk dadanya sendiri seakan sedang membanggakan diri sendiri sementara Aya mencebikkan bibirnya


"Ema mama ngga sembarangan nuduh tapi mama bicara fakta kalau penyebab mama jauh dari kamu karena kamu jalannya terlalu cepat seperti sedang di kejar kejar maling atau sedang balapan sama kura kura tapi kura kuranya pasti kalah sama kamu karena dia jalannya sangat lambat iya kamu beneran nanya ke mama tapi kamu yang jalannya buru buru itu kalau kamu pintar drama di depan kamera kamu kan dramanya di depan mama bukan di depan kamera dapat uang dari mana ? iya mama juga heran kamu pintar akting belajar dari mana dan dari siapa soalnya mama ngga pernah ajarin kamu drama kayak gitu iya mama bangga sama kamu kalau kamu menikah dalam waktu dekat lagi karena kamu ngga bikin malu mama sama papa apalagi kamu langsung memberi mama cucu dari rahim kamu pasti mama akan semakin bahagia dan bangga sama kamu semut dan tikus ngga bakalan mengintip kamu kalau pakai gaun dan rok karena semut dan tikus sudah mama beri obat tidur jas sama blouse itu beda nama dan beda bentuk walaupun memandangi kamu dengan makan makanan yang lezat dan enak tetap kamu ngga bakalan enak kalau penampilannya kamu amburadul kayak gitu kutek di warnai hitam terus rambut juga di warnai merah sekalian saja di tambah warna rambutnya putih supaya rambutnya kamu menjadi bendara merah putih atau yang lebih parah kamu bakalan di tuduh rambutnya beruban karena pakai cat itu tapi cantiknya maksimal kalau kamu pakai gaun dan rok bukan dengan kaos oblong dan celana di rumah ngga sekalian pakai daster buat mak mak" cibir Aya sambil menatap Ema dengan tatapan mengejek sedangkan Ema mendelik ke arah Aya


"Mama harusnya bilang langsung ke aku jangan cuma mengikuti aku yang berjalan doang tegur dong jalannya jangan cepat cepat gitu dong kebalik harusnya kata katanya itu kayak lagi mengejar ngejar maling gitu bukan kayak di kejar kejar maling aku ngga mau balapan sama kura kura takutnya kura kura bakalan pingsan kalau di suruh balapan sama aku yang jalannya cepat aku juga tahu mah kalau kura kura di suruh balapan sama aku kura kuranya kalah soalnya aku takut camilannya sudah kesepian di tinggal sendirian mah yang lebih parahnya lagi makanannya pengin di makan oleh aku kalau makanannya bisa menangis pasti dia akan menangis gara gara aku belum memakan makanan miliknya aku di sini ngga ada kamera kalau ada kamera juga aku bakalan akting di depan kamera supaya dapat duit banyak karena aku aktingnya di depan mama jadi mama dong yang harus beri aku uang ke aku mama masa ngga tahu aku belajar akting dari mana dan dari siapa aku belajar sendiri mah makanya kadang aku mengobrol sendiri, makan sendiri, ke supermarket sendiri, senyum sendiri, ketawa ketawa sendiri, makan camilan sendiri itu karena aku sedang akting dan sedang belajar adegan dialog mama ngajarinnya ke aku cuma pakai rok dan gaun ngga pernah ngajarin akting atau karena mama ngga bisa akting bangga bukan cuma karena aku menikah dan aku punya anak dari rahim aku mau tapi bangga karena aku banyak mendapatkan prestasi ih mama koq beri tikus dan semut obat tidur harusnya yang di beri obat tidur itu papa supaya kita berdua bisa bongkar dan mengabiskan uang atm miliknya papa tapi blouse dan jas seperti anak kembar atau adik kakak hampir mirip lho penampilan aku sudah menarik dan memukau kuteknya aku hitam malah warna yang beda di antara lainnya terus warna rambut aku cat merah juga ngga masalah dari pada di cat hijau nanti di kira pohon rambutnya aku sebenarnya aku mau tambahin warna coklat di rambutnya aku mah tapi takutnya rambutnya aku bakalan di kerubutin semut dan lalat karena rasanya manis walaupun lebih manis aku warna cat putihnya kosong makanya aku ngga beli makanya aku ngga gunakan cat warna putih di rambutnya aku soalnya aku ngga mau di tuduh bendera merah putih dan beruban padahal aku masih cantik jelita dan masih muda di tuduh beruban sungguh terlalu aku pokoknya aku lebih gampang pakai kaos oblong dan celana kalau mama suka gaun dan rok pakai sendiri dan ngga usah promosi ke aku segala masih muda mah jadi ngga pakai daster walaupun aku sudah menikah dan punya anak juga aku ngga bakalan pakai daster" ketus Ema sambil menatap nyalang ke Aya sementara Aya memutar bola matanya malas


"Ema ayo kita berdua ke kasir katanya pengin cepat pulang ke rumah jangan malah ngajak adu jotos maksudnya adu mulut di sini" ucap Aya lalu menggenggam tangannya Ema sementara Ema menatap ke arah tangannya yang sedang di gandeng oleh Aya

__ADS_1


"Mah aku bisa jalan sendiri ngga usah di gandeng tangannya dong aku sudah besar bukan anak kecil ayo kita berdua ke kasir sekarang mah adu domba atau adu jago mah lebih bikin heboh dari pada adu mulut kayak tadi" tegur Ema sambil menatap tajam ke Aya sementara Aya juga menatap Ema dengan tatapan tak kalah tajam


"Ema pokoknya kamu harus di gandeng kalau kamu ngga di gandeng kamu jalannya kayak ikut lomba maraton pasti mama ketinggalan jauh sama kamu" tegas Aya sambil mendelik ke Ema sementara Ema tersenyum masam mendengar omongan Aya lalu sedetik kemudian Aya melajukan kakinya sambil menggandeng tangannya Ema berkelana ke kasir sementara Ema mau tak mau mengikuti jejak kakinya Aya untuk ke kasir


__ADS_2