
Ane baru menyadari kalau dari tadi suara Ane mendapat respon oleh Dewo dan Ane juga nyambung bicara dengan Dewo dalam hatinya Ane bingung apakah Dewo sebenarnya tuli dan budeg, atau Dewo budeg dan tulinya setengah setengah bahasa gaulnya kadang budeg kadang tuli.
Dewo menatap nyalang ke arah Ane karena dia kesal dan emosi di tuduh oleh Ane kalau Dewo itu budeg dan tuli kenyataannya Dewo ngga budeg dan ngga tuli karena sesungguhnya Dewo hanya berpura pura budeg dan berpura pura tuli supaya bisa cepat pulang ke rumah.
"Dewo kamu dari tadi mendengar semua omongan mama apa tandanya kamu ngga budeg dan ngga tuli ?" tanya Ane sambil dengan nada lembut sambil menatap ke arah Dewo dengan tatapan di selimuti banyak tanda tanya sedangkan Dewo menerbitkan senyuman lebar di wajah tampannya
Sungguh Dewo sangat bahagia walaupun hanya di beri pertanyaan seperti itu oleh Ane namun rasanya Dewo seperti terbang ke langit ke tujuh tapi Dewo terbang ke langit ke tujuh pakai apa soalnya Dewo ngga punya karpet ajaib dan Dewo juga ngga punya sayap kalau Dewo pakai sapu lidi buat terbang di jamin semua orang bakalan heboh membicarakan Dewo yang di kira gila mendadak.
Dewo sangat asyik dan sibuk melamun memikirkan cara supaya bisa terbang ke langit ke tujuh sehingga tanpa sadar Dewo malah melamun dan bengong mendadak menjadi patung di tempat.
__ADS_1
Setelah Ane menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Ane menunggu selama beberapa puluh menit namun Ane tak mendengar suara Dewo yang menjawab pertanyaan dari Ane membuat Ane menyimpulkan bahwa Dewo benar benar masih punya penyakit budeg dan penyakit tuli.
"Aku yakin pasti Dewo anaknya aku masih terserang penyakit budeg dan penyakit tuli lagian Dewo kenapa malu banget mengakui kalau dia itu budeg dan tuli, dari pada Dewo ngga mengakui kalau Dewo budeg dan tuli malah bikin semua orang kesal dan emosi sama Dewo karena di ajak mengobrol malah ngga di dengar, aku tahu caranya supaya Dewo mendengar semua omongan aku" batin Ane sambil mengeluarkan senyum lebar di wajah cantiknya walaupun umurnya sudah lebih dari setengah abad namun memang kenyataannya Ane masih tetap terlihat cantik.
Ane menatap ke arah Dewo yang masih bengong dan mematung di tempat lalu Ane mendekatkan dirinya ke tubuhnya Dewo lalu Ane tanpa komando dan tanpa aba aba langsung mengeluarkan jurus kagetnya buat Dewo yaitu Ane berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Dewo
"Oh mama tahu Dewo kenapa kamu mendengar semua omongan mama tadi karena mama itu ngomongnya sambil berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang, makanya kamu mendengar semua omongan mama, tadi waktu mama bertanya dengan nada lembut kamu diam saja, Dewo apa kamu ternyata masih budeg dan tuli ?" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Dewo karena Ane mengira Dewo tidak mendengar omongannya karena Dewo tuli dan budeg
Dewo yang mendapat serangan mendadak dari Ane berupa teriakan yang sangat keras dan sangat kencang langsung terlonjak kaget bahkan sampai bergeser dari tempat Dewo berdiri mungkin hanya itu yang bisa Dewo lakukan dari pada Dewo memberi bogeman mentah kepada yang berteriak nanti malah Dewo bakalan dapat ceramah selama 24 jam non stop tanpa henti dan tanpa jeda bukan hanya itu saja plus Dewo bakalan dapat teriakan yang sangat menggema dan bisa merusak gendang telinganya Dewo.
__ADS_1
"Mama ngapain ada di sini ?" tanya Dewo mendadak linglung entah karena mendapat serangan teriakan yang mendadak dari Ane atau karena Dewo yang habis konsentrasi dengan lamunan yang baru saja di buyarkan oleh Ane sedangkan Ane membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga mengalahkan pertanyaan dari Dewo
"Dewo kenapa kamu bertanya ke mama ngapaian mama ada di sini ? bukannya mama yang mengajak kamu untuk ke sini membeli semua keperluan yang mama butuhkan, mama sekarang tahu selain kamu tuli dan budeg kamu juga pikun" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang dengan tatapan Ane yang menatap nyalang ke Dewo sementara Dewo menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal karena salah tingkah dengan pertanyaan yang tadi barusan di keluarkan.
"Maksudnya aku itu ngapain mama masih ada di sini katanya kita berdua mau pulang ke rumah, iya aku ingat kalau mama yang mengancam aku supaya mengantarkan mama ke supermarket ini untuk membeli semua kebutuhan mama, sudah berkali kali aku bilang kalau aku itu ngga budeg dan ngga tuli, mama jangan menyebarkan hoax kalau aku budeg dan tuli soalnya aku ngga budeg dan tuli, aku juga ngga pikun" teriak Dewo dengan sangat keras dan sangat kencang kini Dewo tidak menjaga image di depan banyak orang alias di depan mata umum
Dewo kini sangat tersulut emosi dan sangat geram melihat dan mendengar perilaku dan tuduhan Ane sehingga Dewo lupa kini masih ada di supermarket di tempat umum tapi Dewo malah berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang biasanya kalau Dewo ingat saat di depan umum atau di supermarket pasti Dewo tidak akan berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang karena Dewo menjaga image di depan banyak orang
Dewo selalu menjaga image di depan banyak orang karena Dewo adalah seorang CEO di perusahaan ternama yang ada di negara tersebut bahkan Dewo juga mempunyai banyak cabang di negara lain membuat Dewo di kenal oleh banyak orang dan di kenal oleh banyak hewan
"Oh iya benar juga kamu Dewo ayo sebaiknya kita berdua pulang ke rumah, apalagi sepertinya kita berdua akan sibuk berkunjung ke beberapa tempat yaitu kita berdua akan ke poli THT untuk memeriksa telinganya kamu yang budeg dan tuli, terus kita berdua juga akan pergi ke tempat mengobati orang pikun karena kamu pasti sudah mulai pikun pakai nanya ke mama ngapaian mama ada di sini bukannya tadi kita berdua berangkat bareng dan mama yang mengajak kamu ke supermarket ini, walaupun mama mengancam kalau kamu ngga mau juga ngga papa tapi kamu itu mau mengantarkan mama ke supermarket atas kemauan kamu sendiri, mama bicara fakta ngga bicara hoax kalau kamu itu memang budeg dan tuli plus pikun" teriak Ane sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya sedangkan Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
__ADS_1