
Setelah Dewo berlari selama beberapa puluh jam kelamaan dong, maksudnya setelah Dewo berlari selama beberapa puluh menit, kini Dewo telah sampai di depan pintu kamar mandi, lalu Dewo langsung menerobos masuk ke dalam kamar mandi, dengan kondisi berlari, apalagi pintu kamar mandi terbuka dan tidak tertutup, itu mempermudah Dewo buat berlari ke dalam kamar mandi.
Ane yang mendengar suara sepatu yang mendekat ke arahnya, apalagi suara tersebut terdengar seperti sedang berlari, membuat Ane yang sedang sibuk menatap ke arah air kran, langsung menoleh ke arah sumber suara, kini Ane melihat Dewo yang sedang berlari mendekat ke arahnya.
Ane mengerutkan keningnya heran, mengapa Dewo berlari di sekitar rumah, apalagi Dewo berlari di kamar mandi, dalam hatinya Ane berpikir apakah Dewo sedang berlatih untuk mengikuti lomba maraton, tapi lomba maraton dimana ? itu pertanyaan yang terus berputar putar di otaknya Ane, dan menghinggapi kepala Ane.
Dalam hati Ane Dewo itu seorang ceo sehingga dia tidak akan mengikuti lomba maraton, lalu kenapa Dewo berlari seperti itu, apakah Dewo takut dengan kecoa, atau semut, atau Dewo di kejar kejar oleh maling, sehingga Dewo berlari seperti itu hanya itu yang terlintas di dalam hatinya Ane.
Dewo yang telah berlarian kini telah sampai di depan Ane, dengan nafas yang ngos ngosan, dan tubuh yang mengeluarkan keringat sebiji biji kurma, manis dong terserah mau mengeluarkan keringat sebiji biji apapun yang penting intinya Dewo mengeluarkan banyak keringat dari tubuhnya.
__ADS_1
"Dewo ngapain kamu berlari larian kayak gitu, kamu ngga sedang latihan lomba maraton kan ?" tanya Ane sambil menatap wajahnya Dewo secara intens, sementara Dewo dengan cepat menggelengkan kepalanya mantap, dengan nafas yang masih ngos ngosan.
Dewo ingin sekali menjawab pertanyaan Ane, namun rasa capek yang di rasakan olehnya gara gara berlarian, membuat Dewo mengurungkan niatnya, sehingga yang Dewo lakukan kini hanya mengambil nafas sebanyak banyaknya.
"Dewo mama juga tahu kalau kamu ngga bakalan ikutan lomba maraton, karena kamu itu kalau lari paling lambat, larinya kamu sama gajah saja masih cepat larinya gajah, dan mama juga yakin kamu seseorang CEO jadi ngga mungkin kamu mengikuti lomba maraton, terus kamu lari larian kayak tadi itu kenapa ?" lagi dan lagi Ane bertanya kepada Dewo, dengan mata yang menatap ke arah Dewo seakan menelisik, sementara Dewo masih saja mengatur nafasnya karena Dewo masih ngos ngosan, setelah Dewo berlari sekencang kencangnya tadi gara gara Dewo takut Ane kenapa napa sampai Ane berteriak dengan suara yang sangat keras dan sangat kencang.
Dewo telah membuka mulutnya bersiap untuk menjawab omongan Ane, namun sebelum Dewo menjawab Dewo mendengar suara yang sangat familiar di telinga Dewo, siapa lagi kalau bukan suara Ane, membuat Dewo buru buru menutup mulutnya kembali, karena takut mulutnya Dewo kemasukan gajah, memangnya muat gajah masuk ke mulutnya Dewo, muat kalau gajahnya di potong menjadi ukuran kecil seperti semut.
"Oh mama tahu jangan jangan kamu itu berlari lari kayak tadi karena kamu takut dengan semut atau kecoa, atau malah kamu di kejar kejar maling makanya kamu berlari larian kayak tadi" tebak Ane sambil tersenyum lebar, seolah olah Ane bangga dengan dirinya sendiri yang bisa menebak kenapa Dewo berlari larian seperti itu.
Dewo langsung membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut menganga, sungguh Dewo tak habis pikir kenapa Ane bisa menebak dengan tebakan yang salah besar, sungguh Dewo bingung dengan tebakan Ane yang menurut Dewo sangat ambigu.
Dewo tersenyum masam melihat tingkah Ane, sungguh Dewo heran kenapa Dewo punya mama yang modelnya seperti Ane, mungkin kalau Dewo di tawarin atau di suruh memilih pasti Dewo akan memilih sosok mama yang baik dan tidak banyak tingkah seperti Ane.
__ADS_1
"Mama jangan asal main tebak kayak gitu, karena tebakan mama itu salah semua, aku tadi itu lari karena" perkataan Dewo belum selesai malah sudah di potong oleh Ane.
"Dewo tebakan mama itu benar pasti alasan kamu berlarian seperti tadi karena kamu itu takut dengan semut atau kecoa, kalau kamu mau ikutan lari lomba maraton pasti tidak mungkin, atau kamu di kejar kejar maling sampai kamu berlarian kayak tadi" lagi dan lagi Ane mengeluarkan tebakan yang ada di pikirannya, sementara kedua matanya Dewo membola mendengar semua tebakan Ane yang salah semua.
Sungguh Dewo rasanya ingin menukar Ane dengan sosok mama yang lebih pintar, lebih kalem, dan tidak cerewet seperti Ane, tapi sepertinya itu tidak bisa di tukar sama sekali, sehingga kini Dewo hanya bisa diam meratapi nasibnya sendiri.
Dewo menatap Ane dengan banyak perasaan kesal di hatinya, sungguh Dewo ingin sekali melemparkan Ane ke lautan, namun Dewo malas harus membopong Ane ke lautan, sehingga kini Dewo hanya meratapi nasibnya sendiri.
"Mama sebaiknya jangan asal nebak, tebakan mama salah semua, asal mama tahu aku tadi berlarian ke sini gara gara teriakan mama, bukan karena aku takut kepada kecoa atau semut, aku juga ngga berlari gara gara di kejar maling, tapi aku berlari kayak tadi karena mendengar teriakan mama yang hampir saja merobohkan isi dunia ini" jelas Dewo dengan drama yang dia buat, tapi sebenarnya tidak semua yang di katakan oleh Dewo itu drama.
Karena Dewo memang tadi berlari dengan sangat cepat gara gara teriakan Ane, Dewo sangat takut Ane kenapa napa sehingga Dewo kerahkan semua tenaganya buat berlari sekencang kencangnya, kenapa malah Ane menuduh kalau Dewo berlari gara gara takut kecoa atau semut.
Sungguh Dewo tak pernah takut dengan hewan apapun, termasuk hewan hiu juga Dewo tak takut, kalau hewan hiu tersebut sudah mati, namun satu yang Dewo sangat takutkan adalah Dewo takut dengan marah Ane, yang bisa mengakibatkan ceramah 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa jeda, bahkan bukan hanya itu saja, kalau Ane marah bisa bisa Ane mengeluarkan teriakan yang sangat keras dan sangat kencang yang bisa mengakibatkan gendang telinga rusak.
Ane mendelik ke arah Dewo setelah mendengar jawaban dari Dewo, sungguh Ane kesal dan tersulut emosi kenapa Dewo mengatakan berlarian gara gara Ane, padahal Ane tak menyuruh Dewo untuk berlari seperti tadi.
__ADS_1
"Dewo kamu jangan sembarangan menuduh, mama tahu pasti kamu bilang seperti itu karena kamu sebenarnya takut dengan kecoa atau semut, makanya berlari seperti tadi, tapi karena kamu malu sehingga kamu menuduh kamu berlari gara gara mama, ingat mama ngga menyuruh kamu berlari kayak tadi" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang, sementara Dewo langsung membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut menganga.