
Setelah Ane berjalan selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Ane berjalan selama beberapa puluh menit, kini Ane telah sampai di depan almari tas miliknya, sehingga membuat Ane menambahkan porsi senyum lebar di wajahnya.
Tanpa menunggu terlalu lama kini tangan Ane langsung terulur untuk membuka almari tas miliknya, setelah pintu almari tas terbuka lebar, kini kedua matanya Ane berselancar mencari tas yang akan di bawa oleh dirinya ke poli THT.
Ane bingung untuk memilih tas mana yang akan di pakai, namun sedetik kemudian Ane mengingat cara menentukan tas, lebih tepatnya cara memilih tas kalau dalam keadaan bingung, sehingga kini Ane memejamkan kedua matanya, untuk mulai memilih tas secara acak.
Ane yang sudah menutup kedua matanya kini memegang tas secara acak, setelah itu Ane mengambil tas yang sedang di pegang oleh tangannya dalam keadaan kedua matanya memejamkan mata, setelah itu Ane membuka kedua matanya membuat Ane terkekeh kecil melihat tas yang ada di tangannya.
"Ternyata gampang juga menentukan tas, cuma butuh waktu beberapa detik buat memilih tas, itu kalau menggunakan cara menutup kedua mata aku, kalau aku belum gunakan cara itu di jamin aku belum menemukan tas yang cocok buat ke poli THT, lebih baik sekarang aku pilih sepatu supaya aku bisa secepatnya pergi ke poli THT bareng Dewo, lagian aku juga harus secepatnya mengecek pekerjaan Dewo yang aku suruh mengepel lantai" batin Ane lalu menutup almari tas yang ada di depannya.
__ADS_1
Setelah itu Ane berjalan melangkah menuju ke almari sepatu, tak lupa di tangannya Ane masih bertengger tas yang barusan Ane pilih, Ane berjalan ke arah almari sepatu dengan langkah cepat.
Setelah Ane berjalan selama beberapa menit, kini Ane telah sampai di depan almari sepatu miliknya, lalu Ane meletakkan tas yang ada di tangannya ke meja yang ada di sebelah almari sepatu, setelah itu Ane membuka pintu almari sepatu miliknya, setelah pintu terbuka lebar kini kedua matanya Ane langsung berkeliling mencari sepatu yang akan dia gunakan ke poli THT.
Lagi dan lagi Ane bingung menentukan sepatu yang cocok yang akan dia gunakan ke poli THT, sehingga Ane memutuskan menggunakan cara yang seperti tadi, dengan cepat Ane menutup kedua matanya lalu kedua tangannya Ane memilih sepatu secara acak, setelah itu Ane mengangkat sepatu yang dia pilih secara acak dengan kedua mata Ane yang tertutup.
Ane membuka kedua matanya lalu menatap ke arah sepatu yang dia pilih sambil memejamkan kedua matanya, Ane langsung mengumbar senyum lebar di wajahnya, lalu tanpa komando Ane menutup pintu almari sepatu miliknya.
"Lebih baik aku sekarang ke sofa buat memakai sepatu yang aku pilih, seandainya aku bisa memakai sepatu hanya dengan memejamkan kedua matanya, pasti tanpa aku ke sofa dulu aku langsung pejamkan kedua mata aku supaya sepatu itu langsung menempel di kedua kakinya aku, tapi sepertinya mustahil kalau aku berharap memakai sepatu cuma dengan cara memejamkan kedua mata" batin Ane sambil tetap berjalan ke arah sofa dengan senyum lebar yang tak pernah luntur dari wajahnya.
Setelah Dewo berjalan ke arah kamarnya selama beberapa puluh menit, kini Dewo telah sampai di depan pintu kamarnya, lalu Dewo mengambil kunci kamarnya yang terletak di saku celananya, setelah itu Dewo menempelkan kunci tersebut ke lubang yang terletak di pintu, guna untuk membuka pintu kamarnya Dewo.
Setelah Dewo membuka pintu kamarnya, kedua matanya Dewo langsung terbelalak lebar dengan mulut menganga melihat apa yang ada di depannya, sungguh Dewo kesal dan marah karena di tempat tidurnya ada pakaian dan celana, yang dengan santainya di letakkan di ranjang empuk miliknya Dewo.
__ADS_1
Dewo melangkahkan kakinya masuk ke kamarnya dengan langkah cepat, tanpa buru buru sehingga Dewo lupa menutup pintu kamarnya, Dewo yakin yang meletakkan pakaian dan celana Dewo ke ranjang miliknya adalah Ane.
"Gue yakin pasti mama gue yang meletakkan pakaian dan celana ke ranjang empuk miliknya gue, lagian buat apa mama gue meletakkan pakaian dan celana gue ke ranjang, jangan jangan mama gue mau meminjam pakaian dan celana miliknya gue, tapi buat apa pinjam bukannya mama gue punya banyak pakaian, apalagi pakaian mama gue itu feminim semua ngga ada pakaian tomboy, apa mama gue meminjam pakaian dan celana gue buat di pakai papa gue, lebih baik gue singkirkan pakaian dan celana yang ada di ranjang gue, soalnya gue mau tidur nyenyak di ranjang empuk miliknya gue" batin Dewo sambil tetap berjalan ke arah ranjang empuk miliknya.
Setelah Dewo mengajak kedua kakinya berselancar, kini Dewo telah sampai di samping ranjang empuk miliknya, lalu Dewo mengambil pakaian dan celana yang tergeletak di ranjang empuk miliknya.
Setelah pakaian dan celana ada di tangannya Dewo, kini Dewo langsung melempar pakaian dan celana yang ada di tangannya, setelah itu Dewo langsung merebahkan tubuhnya ke ranjang empuk miliknya.
Setelah Dewo nyaman dengan posisi tidurnya, kini Dewo langsung mulai memejamkan kedua matanya, tak terasa Dewo menerbitkan senyum lebar di wajahnya sambil memejamkan kedua matanya.
"Lebih baik gue tidur sekarang, gue jamin bisa tidur dengan nyenyak karena pakaian dan celana yang ada di ranjang empuk miliknya gue sudah gue lempar dari ranjang gue, dan gue yakin mama gue juga lupa kalau tadi sempat mengajak gue ke poli THT, buktinya mama gue malah tadi menyuruh gue buat mengepel lantai dapur, kalau mama gue ingat tujuan dia ke poli THT, pasti dia bakalan nyuruh gue siap siap buat ke poli THT, soalnya mama gue kalau ingin apapun harus di turutin, dan mama gue juga kayaknya ngga akan menyuruh gue buat mengepel lantai dapur, tapi tadi mama gue menyuruh gue mengepel lantai dapur, jadi kemungkinan mama gue ngga ingat kalau mama gue mengajak gue ke poli THT, lebih baik gue gunakan buat istirahat tidur" batin Dewo sambil masih memejamkan kedua matanya.
Setelah beberapa menit Dewo memejamkan kedua matanya, Dewo langsung bisa tidur dan mulai menyelami alam mimpi.
__ADS_1
Entah karena Dewo yang kecapekan atau karena posisi Dewo nyaman tidur di ranjang empuk miliknya membuat Dewo yang baru beberapa menit memejamkan mata sudah bisa tidur, kini dengkuran halus mulai terdengar dari bibirnya Dewo.