
Dewo masih di sibukkan dengan niatnya mencari pakaian yang paling jelek dan celana paling jelek yang akan di gunakan untuk bertemu dengan sahabat mamanya dan sahabat papanya.
Ane yang sudah menuntun kedua kakinya untuk melangkah, tak terasa kini Ane sudah ada di belakang Dewo sambil mengamati kedua tangannya Dewo yang sibuk dengan pakaian yang ada di almari pakaian miliknya Dewo.
Bukan hanya kedua tangannya Dewo saja yang sibuk, namun kedua matanya Dewo juga sibuk menatap lurus ke depan ke arah pakaian miliknya Dewo yang ada di dalam almari.
"Dewo kamu sedang ngapain ?" tanya Ane begitu nyaring di telinganya Dewo karena Ane berkata seperti itu persis di telinganya Dewo.
Mendengar ada suara yang familiar di telinganya membuat Dewo menoleh ke arah sumber suara, kini Dewo melihat Ane yang sedang menatap ke arahnya.
"Mama sejak kapan ada di sini ?" tanya Dewo sambil mengernyitkan keningnya.
Jujur Dewo heran kapan Ane masuk ke kamarnya Dewo, kedua telinganya Dewo sejak tadi tak mendengar sama sekali langkah kaki siapapun, namun mengapa tiba tiba Ane sudah ada di kamarnya Dewo seperti hantu.
"Mama sejak kapan ada di sini ?" ledek Ane mengulangi kalimat pertanyaan yang tadi di lontarkan oleh mulutnya Dewo.
Dewo mendengus sebal mendengar celotehan Ane, bukannya Ane menjawab pertanyaan Dewo malah Ane mengulangi pertanyaan Dewo.
"Mama ngga usah ngulang pertanyaan aku, mama cukup jawab pertanyaan aku saja" jawab Dewo berdecak sebal dengan kelakukan Ane.
Ane hanya tersenyum miring menanggapi perkataan Dewo, lalu Ane menjawab.
"Dewo sepertinya kamu memang benar benar terkena penyakit tuli dan budeg, makanya kamu tadi ngga dengar suara sepatu mama yang berjalan mendekat ke arah kamu" jelas Ane sambil menampilkan senyum masam di wajahnya.
Dewo memutar kedua bola matanya malas menanggapi omongan Ane, sungguh Dewo ingin tukar tambah Ane dengan mama yang lebih baik dari Ane.
__ADS_1
"Aku sudah berkali kali bilang ke mama kalau aku ngga terkena penyakit tuli dan budeg, pendengaran aku itu masih berfungsi dengan baik mama, jadi mama jangan menuduh aku terkena penyakit tuli dan budeg, aku tadi ngga dengar suara sepatu mama karena aku sibuk menyiapkan pakaian dan celana buat nanti ketemu sama sahabat mama dan sahabat papa" jelas Dewo panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api.
Dewo tak sepenuhnya berbohong menjawab perkataan Ane, memang Dewo sedang mencari pakaian dan celana untuk bertemu sahabat Ane dan sahabat suami Ane, namun Dewo tak akan menceritakan model pakaian dan model celana yang seperti apa yang akan di pakai oleh Dewo.
Ane kini mengeluarkan senyum licik di wajahnya, Dewo yang melihat senyuman mengerikan di wajah Ane membuat bulu kuduk Dewo merinding, Dewo merasa Ane merencanakan sesuatu buat Dewo.
Benar saja dugaan Dewo tepat sasaran dan tak meleset, karena tiba tiba Ane bersuara yang membuat jantungnya Dewo lepas dari wadahnya.
"Dewo kamu ngga perlu repot repot mencari pakaian dan celana yang akan kamu pakai nanti, soalnya mama sudah menyiapkan pakaian, jas, celana, bahkan sepatu yang akan kamu gunakan untuk bertemu dengan sahabat mama dan sahabat papa kamu" jelas Ane sambil mengeluarkan senyum lebar di wajahnya.
Dewo langsung membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga, sungguh Dewo kaget mendengar perkataan dari Ane.
Setelah Dewo diam dan bungkam selama beberapa menit, kini Dewo membuka suara setelah Dewo menemukan alasan yang tepat untuk menolak barang barang yang sudah di siapkan oleh Ane.
"Lebih baik aku cari pakaian sendiri, soalnya kalau mama nanti yang memilihkan pakaian, celana, dan sepatu buat aku, takutnya ukurannya tidak sesuai, bisa terlalu kecil bisa juga terlalu besar, itu akan membuat penampilan aku berkurang satu persen" jelas Dewo berusaha mencari alasan supaya Ane tak menyuruh Dewo untuk memakai barang barang yang sudah di siapkan oleh Ane.
Ane langsung melototkan kedua matanya ke arah Dewo setelah Ane mendengar jawaban dari Dewo, sungguh Ane emosi dengan jawaban yang keluar dari mulutnya Dewo.
Ane sangat geram sekali mendengar jawaban dari Dewo, sungguh Ane tak ingin Dewo menolak barang yang sudah di sediakan buat Dewo untuk di gunakan bertemu sahabat Ane dan sahabat suami Ane.
"Dewo kamu harus memakai pakaian yang mama bawa, kamu jangan cari pakaian sendiri, kalau kamu tidak mau memakai pakaian yang mama bawakan semua fasilitas kamu akan di cabut" ancam Ane dengan teriakan yang sangat memekakan telinga Dewo.
__ADS_1
Dewo memutar bola matanya malas, sungguh Dewo kesal kepada Ane karena dia selalu menggunakan ancaman supaya Dewo mau menuruti keinginan Ane.
Ane mengeluarkan senyum tipis sangat tipis sehingga hanya Ane yang tahu kalau dia sedang tersenyum, Ane sudah bisa menebak pasti Dewo akan menuruti semua perintah Ane jika Dewo mendapat ancaman seperti itu.
"Aku bisa cari pakaian sendiri jadi mama ngga usah repot repot mencarikan pakaian buat aku, mama main ancam terus, mentang mentang mama orang yang melahirkan aku mama selalu menggunakan ancaman ke aku supaya aku menuruti perintah mama" ketus Dewo dengan meninggikan suaranya beberapa oktaf.
Ane tersenyum licik merasa bangga karena otaknya bisa berpikir supaya Dewo mau menuruti semua perintahnya.
"Dewo sebaiknya kamu turuti perintah mama atau mama bakalan benar benar mencabut semua fasilitas kamu" lagi dan lagi Ane mengancam ke Dewo sambil mengeluarkan senyum smirk.
Dewo mendengus sebal mendengar ocehan Ane, mau tak mau Dewo tak bisa menolak keinginan Ane, istilah lainnya Dewo mau menuruti permintaan Ane dari pada fasilitas Dewo di cabut oleh Ane.
"Oke aku bakal menuruti semua perintah mama, dan aku bakal memakai pakaian yang mama pilihkan buat aku" sahut Dewo dengan nada ketus.
Kedua matanya Ane tampak berbinar lalu Ane mengeluarkan suara lagi.
"Dewo mama bukan hanya menyiapkan pakaian saja buat kamu, tapi mama juga siapkan jas, celana, dan sepatu buat kamu untuk di pakai malam ini ke acara makan malam sama sahabat mama dan sahabat papa" jelas Ane tanpa dosa.
Dewo membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut menganga, sungguh Dewo tak menyangka dengan jawaban Ane.
Dewo pikir Ane hanya menyiapkan pakaian saja buat Dewo, jadi Dewo bisa memilih celana sesuai keinginan Dewo sesuai rencana awal Dewo, yaitu Dewo akan memilih celana paling jelek untuk bertemu dengan sahabat Ane dan sahabat Diran.
Namun kenyataannya Ane sudah menyiapkan pakaian, celana, bahkan jas dan sepatu untuk di pakai Dewo untuk acara nanti malam.
__ADS_1