Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Memilih Jas Buat Suami Aku


__ADS_3

Dewo dan Ane kompak berjalan ke arah mba pelayan supermarket dengan uangnya Ane yang menggandeng lengannya Dewo sementara kedua tangannya Dewo berisi jas jas yang tadi berserakan ada di lantai karena ulah dari Ane



Ane berjalan sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya berbeda dengan Dewo yang berjalan sambil menekuk wajahnya dirinya terpaksa berjalan ke arah mba pelayan supermarket karena Dewo tidak mau membereskan semua jas yang berserakan sangat banyak sendirian tanpa bantuan siapapun


"Mama bikin malu kalau kejadiannya bakal kayak gini lebih baik gue biarkan tadi mama gue berangkat ke supermarket bawa mobil sendiri dari pada sama gue, kalau mama gue ke supermarket sendiri gue ngga menanggung malu ngga kayak sekarang lagian mama gue juga aneh masa pakai bawa berpuluh puluh atau beratus ratus karung beras gue belum ingat, yang berisi tas makanya gue larang kalau kayak gini lebih baik tadi gue biarkan mama gue bawa beratus ratus karung berasnya ke supermarket supaya gue ngga menanggung malu kayak sekarang" batin Dewo sambil tersenyum masam menyesali keputusan yang dia ambil dan merutuki kebodohannya


"Berhasil juga aku ancam Dewo lagian aku juga sibuk mau memilih jas buat suami aku makanya aku ancam Dewo kayak gitu aku yakin kalau aku ngga mengancam Dewo kayak gitu di jamin Dewo bakal sering ganggu aku yang lagi sibuk memilih jas buat suami aku makanya aku gunakan ancaman kayak tadi ternyata manjur juga tuh ancaman dari aku sampai Dewo mau ngga mau langsung menuruti perkataan aku" batin Ane sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya

__ADS_1


Setelah beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya selama beberapa puluh menit Ane dan Dewo melangkah kini Ane dan Dewo sampai juga di depan mba pelayan supermarket yang sedang sibuk menata jas


"Mba saya minta bantuan" ucap Ane tanpa basa basi langsung mengeluarkan keinginannya sedangkan Dewo ingin sekali kabur namun Dewo tidak bisa kabur karena lengannya Dewo masih di gandeng oleh Ane sementara mba pelayan supermarket yang sedang sibuk menata jas langsung menoleh ke arah sumber suara siapa lagi kalau bukan Ane sehingga mba pelayan supermarket menatap ke arah Ane dengan mengumbar senyum ramah di wajahnya


"Ibu mau minta bantuan apa ?" tanya mba pelayan supermarket ramah sambil tersenyum ke arah Ane sedangkan Ane mengumbar senyum lebar di wajahnya sementara Dewo berusaha mencari alasan supaya Ane tidak jadi mengutarakan niatnya yaitu meminta mba pelayan supermarket membereskan semua jas yang berserakan di lantai akibat ulah dari Ane


"Saya mau minta bantuan to" perkataan Ane belum selesai sudah di potong oleh Dewo


"Baik mas" jawab singkat pelayan supermarket sambil menatap ke arah Dewo sedangkan Dewo tersenyum tipis sebagai jawaban sementara Ane menatap nyalang ke Dewo

__ADS_1


"Dewo kalau mama lagi ngomong jangan di potong lebih baik kamu potong sapi atau kambing buat lauk pauk dari pada motong pembicaraan, mba saya bukan mau bilang kayak gitu tadi saya mau bilang to" lagi dan lagi perkataan Ane belum selesai sudah di potong lagi oleh Dewo


"Mah aku juga ngga motong pembicaraan mama buktinya aku ngga bawa pisau cuma bawa jas doang, buat motong kan pisau bukan jas, lebih baik aku beli dagingnya mah tinggal di olah dari pada harus motong sapi dan kambing sendiri capek ngejar ngejar hewan yang mau di sembelih, mah ngga usah minta tolong sama mba pelayan supermarket kasihan dia lagi banyak pekerjaan" jelas Dewo sambil menatap ke arah Ane sementara Ane membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedangkan pelayan supermarket menahan tawanya yang hendak meluncur dari bibirnya gara gara adu jago maksudnya adu mulut antara Dewo dan Ane yang ada di hadapannya


"Dewo memotong pembicaraan ngga harus bawa pisau karena memotong pembicaraan itu pakai mulut memangnya mau motong kambing dan sapi pakai pisau, kamu bawa jas sombong mama yang bawa tas berisi banyak uang dan banyak atm ngga sombong, kamu jangan gila jas ngga bisa buat motong, bilang saja kamu ngga mampu mengejar hewan yang mau di sembelih makanya langsung mau beli daging sapi dan kambing ngga mau menyembelih sendiri, bukannya tadi kesepakatannya mau bilang ke mba pelayan supermarket atau kamu mau membereskan semua jas yang berserakan itu sendirian tanpa bantuan mama ?" cerocos Ane panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api sementara kedua matanya Dewo terbelalak lebar mendengar perkataan Ane sedangkan pelayan supermarket menatap ke arah Ane dan Dewo secara bergantian sambil mengerutkan keningnya heran


"Iya benar juga kata mama memotong pembicaraan itu pakai mulut bukan pakai pisau, mah kalau memotong kambing dan sapi pakai pisau ngga akan mati tuh sapi dan kambing aku ngga sombong mah tapi aku mengatakan jujur apa adanya supaya mama tahu kalau aku cuma bawa jas bukan pisau, katanya mama ngga sombong tapi bicara kalau mama bawa tas banyak uang dan banyak atm sama saja sombong dong, makanya karena aku ngga gila aku bilang kalau jas ngga bisa buat motong, aku mampu mengejar hewan yang mau di sembelih koq mah jadi jangan menghina aku, aku lebih baik beli daging jadi lebih hemat waktu dan biaya dari pada harus menyembelih sendiri, membeli sapi dan kambing sendiri masa aku yang membereskan semua jas yang ada di lantai kapan selesainya ? kalau mama bantu kan lebih ringan dan lebih cepat selesai" celoteh Dewo lebih panjang kali lebar Dayu kalimat yang di katakan oleh Ane sedangkan Ane mendelik ke Dewo sementara pelayan supermarket nampak mencoba berpikir keras apa yang Dewo dan Ane bicarakan


"Dewo kamu ngga usah protes kalau kamu ngga mau membereskan semua jas yang ada di lantai lebih baik sesuai kesepakatan kita berdua tadi atau kamu saja yang akan membereskan semua jas yang ada di lantai tanpa minta bantuan mama" ancam Ane sambil melototkan kedua matanya ke arah Dewo sementara Dewo tersenyum masam lalu berkata

__ADS_1


"Terserah mama saja yang penting jangan menyuruh aku supaya membereskan semua jas yang dan di lantai" jelas Dewo sambil menatap ke arah Ane sedangkan Ane langsung tanpa komando menaburkan senyum lebar di wajahnya sementara pelayan supermarket menatap ke arah Dewo dan Ane secara bergantian dalam hatinya dirinya berpikir apa yang Dewo dan Ane bicarakan karena pelayan supermarket belum paham arah pembicaraan Dewo dan Ane


__ADS_2