Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
saling mengungkapkan perasaan


__ADS_3

"darting darah tinggi ayah,"ucap Jimmy.


"ibu mengalami darah tinggi? sejak kapan buk?kok ibu ngak beri tahu ayah,"ucap ayah merasa kuatir dan menghampiri ibu menanyakan nya dengan serius.


ibu memandang ayah sambil mengerucutkan keningnya bingung melihat ayah,ibu merasa aneh melihat ayah.


"ibu kenapa menatap ayah seperti itu?"tanya ayah merasa aneh.


"lah ayah yang kenapa?"tanya ibu balik.


ayah mengerutkan keningnya dia makin binggung saja sedangkan Jimmy terkekeh melihat ayah dan ibu Adit sontak ayah dan ibu menoleh dan menatap Jimmy.


melihat tatapan ayah dan ibu Adit terarah kepadanya Jimmy langsung menutup mulutnya rapat-rapat.


"kamu kenapa tertawa?kamu senang dengar ibu darah tinggi?"tanya ayah kesal kepada Jimmy.


"tidak ayah,hanya saja yang di maksud ibu itu bukan darah tinggi seperti yang ayah pikirkan tapi,"ucapan Jimmy terhenti ketika melihat tatapan ibu yang tajam.


"tapi apa Jimmy?"tanya ayah.


"ta ta tapi,"ucap Jimmy terhenti lagi karena melihat mata ibu melotot kepadanya.


"kenapa?"tanya ayah.


"halo,"ucap Jimmy berpura-pura mengangkat telfon padahal hp nya sama sekali tidak berdering sama sekali."oh iya saya akan segerah Kesana sekarang tunggu di situ,"ucap Jimmy berpura-pura."ayah aku permisi ada urusan penting,"ucap Jimmy langsung berlari keluar.


Adit mengelus dadanya ketika suda sampai di dalam mobilnya.


"untung ada alasan,"Jimmy bergumam sendiri.


sedangkan ayah dan ibu saling menatap,ibu mengangkat bahunya pertanda dia tidak tau."oh,"ucap aya.


ayah kembali menatap ibu lekat."sejak kapan ibu mengalami darah tinggi,"tanya ayah lagi.


"aduh,ibu lupa teman-teman arisan ibu sudah menunggu,ibu berangkat dulu yah ayah,"ucap ibu karena sedari tadi dia mau pergi keluar namun mendengar percakapan Jimmy dan ayah dia merasa penasaran dan menanyakan perihal pembicaraan itu.


"ibu jelaskan dulu,"ucap ayah masih cemas.


"nanti saja,tidak enak mereka pasti suda menunggu ibu sedari tadi,"ucap ibu.


hp ibu berdering."itu kan mereka suda menelfon ibu,ibu permisi dulu ayah,umcha,"ucap ibu lalu mencim pipih ayah.


ayah hanya mengangguk tidak mengucapkan satu katapun lagi,jujur saja ayah sangat kuatir terhadap ibu,karena ibu mengatakan di darah tinggi.


ibu pergi di antar oleh sopir pribadinya,sedangkan ayah masih berdiri di tempatnya masih berpikir soal penyakit ibu.


.


.


.


.


.


tidak terasah hari suda sore menandakan malam akan datang,sedangkan di rumah orang tua Zaskia.


"ayah, KIA kok belum pulang?"tanya bunda kepada ayah.


"di kerumah mereka,"ucap ayah.


"rumah mereka maksud ayah gimana?"tanya ibu binggung.


"tadi Zaskia nelfon ayah,katanya malam ini dia tidak pulang kesini,KIA akan menginap di rumah mereka sendiri karena tadi Adit menjemputnya pulang,"ucap ayah.


"oh,begitu,sukurlah KIA nelfon ayah,hampir saja darah tinggi bunda kumat lagi,"ucap Bunda.

__ADS_1


"ibu darah tinggi?sejak kapan?kok gak perna bilang ke ayah,ibu rahasiakan ini sejak kapan?KIA harus tau ini,"ucap ayah Zaskia.


"eeh,tidak perlu ayah,maksud bunda bukan begitu,"ucap bunda yang melarang ayah memberi tahukan pada Zaskia.


"kenapa bun?"tanya ayah.


"tidak,bukan-bukan begitu,"ucap bunda bingung menjelaskan pada ayah.


ayah mengerutkan keningnya.


"***..,"bunda mengibaskan tanganya dan pergi meningalkan ayah yang masih duduk di depan tv kebingungan.


"bunda kenapa ya?"tanya ayah pada diri sendiri.


sedangkan di kediaman Zaskia dan Adit.


"sayang,Bagun udah sore nih,"Adit membagunka zaskia.


"hem,"Zaskia hanya berdehem.


Adit merasa gemas melihat istrinya hanya menggeliat dan berdehem saja."umcha,"Adit mencium bibi Zaskia.


"Emma,"Zaskia hanya berdehem lagi dan menggeliat ketika di cium Adit.


Adit makin gemas."umcha,"Adit sekali lagi mencium bibir Zaskia tapi agak lama.


"Bagun,"ucap Adit bibirnya masih berada di bibir Zaskia.


sontak Zaskia membuka matanya ketika merasakan ada sesuatu yang kenyal di bibirnya.


"mas,"ucap Zaskia langsung bangun dan duduk tepat di hadapan Adit yang lagi membagunkanya.


Adit mengangkat kedua keningya sekilas."kenapa?"tanya Adit pura-pura binggung.


Zaskia mengelengkan kepalanya."tidak,"ucap Zaskia gugup dan malu bahkan lagi-lagi wajahnya bersemu merah.


"muka kamu kenapa?"tanya Adit merayu Zaskia.


Zaskia mengelengkan kepalanya,dan berhasil membuat Adit terkekeh.


"hehehe,umcha,"Adit terkekeh setelah itu mencim kening Zaskia lembut.


di perlakukan seperti itu serasa Zaskia melayang di atas awan dia tidak menyangka kalau Adit bisa selembut itu memperlakukan seorang perempuan yang dia cintai dan sayangi.


tapi Adit tidak perna memperlakukan Selena seprti sekarang ini dia perlakukan kepada Zaskia Karne mereka hanya semata-mata melupkan napsuh semata Adit memang mengatakan cinta dan sayang pada Selena tapi entah cinta dan sayang seperti apa yang dia rasakan kepada Selena,namun berbeda dengan Zaskia,ketika Adit menyentuh Zaskia pertama kali Adit merasakan sesuatu yang lebih kepada Zaskia rasa sayang,cinta,rasa memiliki yang kuat,rasa nyaman dan kebahagian berbondong-bondong memasuki relung hati Adit begitu saja sehinga membuat Adit rasa ingin masuk saja ke tubuh Zaskia kalau bisa karena yang dia rasakan sulit dia ekspresikan seperti apa.


"mas, udah dong berhenti menggoda aku aku malu tau nggak,"pada akhirnya Zaskia mengeluarkan isi hatinya yang sedari tadi ia tahan, namun malu mengatakan.


"hehehe, ya udah sana mandi kamu udah bawa acem, setelah itu kita pergi makan malam,"ucap Adit dengan kekehannya.


Zaskia bangkit dari tempat tidur lalu Zaskia memukul lengan Adit.


puk


Zaskia memukul lengan Adit setelah itu ia berlari masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sedangkan Adit makin terkekeh melihat tingkah Zaskia seperti seorang remaja yang baru saja mengenal cinta, Adi tidak menyangka kalau seorang Zaskia yang tegas, yang dewasa, yang mandiri. ternyata bisa terlihat seperti anak-anak ketika bersamanya.


Adit merabakan tubuhnya di atas tempat tidur menatap langit-langit kamar sambil tersenyum sendiri Adit sangat merasa bahagia saat ini, Adi tidak menyangka kalau sebahagia ini hidup berdampingan dengan istrinya Zaskia, bahkan ia menyesali apa yang sudah dia perlakukan kepada Zaskia, kalau saja dari awal dia tahu sebahagia ini hidup saling berdampingan dengan istrinya dia tidak mungkin menyia-nyiakan Zaskia dari awal.


tapi itulah lika-liku kehidupan menuju kebahagiaan yang hakiki tidaklah mulus dan instan seperti mie instan siap seduh dan langsung makan saja,mana tau kehidupan mereka selanjutnya apakah semulus dan sebahagia ini,yang Meraka tau dua insan yang saling jatuh cinta itu adalah kebahagian tapi mereka suda menyiapkan diri masing-masing menghadapi cobaan yang akan datang.


setelah beberapa menit mandi kini Zaskia keluar dari kamar mandi dia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan ya harap harap cemas berharap kalau Adit tidak ada di kamar itu Dan mungkin saja berada di ruang tamu atau ke mana, karena Zaskia sangat malu bila nanti Adit melihatnya seperti saat ini hanya menggunakan handuk di atas lutut dan pastinya sedikit mengekspos bagian tubuhnya.


Zaskia menghapuskan nafasnya dan mengelus dadanya ia bersyukur karena ia tidak melihat sosok seorang Adit berada di kamar itu, Zaskia mempercepat langkah kakinya untuk masuk ke walk-in closed.


Adit menggelengkan kepalanya ketika melihat Zaskia yang berlari masuk ke wet in closed, karena ketika Zaskia berlari bertepatan pula dengan Adit yang baru masuk ke dalam kamar dan Adit dapat melihat semua itu.


setelah mengganti baju Zaskia keluar dari walk- in closed iya tidak memperhatikan adik yang duduk di sofa kamar yang sedari tadi memandanginya dengan intens, Zaskia melangkahkan kakinya menuju kaca rias Zaskia mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer sambil menatap dirinya di pantulan cermin, Zaskia membelalakkan matanya ketika melihat Adit yang duduk di sofa sambil menatapnya, Zaskia mengembalikan badannya menatap adik yang juga menatapnya.

__ADS_1


"sejak kapan mas di situ?"tanya Zaskia kepada adik memastikan sejak kapan Adit berada di sofa itu.


Zaskia harap-harap cemas ketika menunggu jawaban Adit, apakah Adit melihatnya ketika ia masuk ke walk in closet tadi atau tidak.


"sejak kamu habis mandi,"jawab Adit ingin menggoda Zaskia lagi.


"apa?"ucap Zaskia seraya berteriak karena terkejut mendengar jawaban Adit.


Adit menutup telinganya dan terkekeh, Adit melangkahkan kakinya menuju ke arah Zaskia yang lagi duduk di depan cermin rias, Adit mengambil hair dryer yang dipegang oleh Zaskia dan membalikkan badan Zaskia menatap cermin yang dihadapannya, Adit menyalakan hairdryer dan mengeringkan rambut Zaskia menggunakan hair dryer itu,Zaskia hanya nurut dan tidak berucap satu kata pun matanya terus menatap adit dari pantulan cermin menatap Zaskia dari pantulan cermin tatapan mereka beradu.


adik tersenyum manis dan senyuman itu berhasil membuat Zaskia terpukau dengan senyuman Adit


senyuman Adit sangat manis dan membuatnya terlihat lebih tampan dan gagah.


"apa kamu menatapku seperti itu aku ganteng ya?"tanya jawab Adit kepada Zaskia.


Zaskia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain tidak lagi menatap adik seperti itu, Adit terkekeh lagi ketika melihat Zaskia seperti itu yang malu-malu ngeong.


"mas kenapa tertawa?"tanya Zaskia kepada Adit.


"kamu gemesin,"jawab adik tangannya masih terus bergerak mengeringkan rambut Zaskia.


"mas berhenti dong menggoda aku, tau nggak jantungku rasanya mau lompat dari tempatnya kalau mas terus menggodaku seperti itu, sepertinya aku harus ke rumah sakit deh,"ucap Zaskia.


"hehehe, ngapain ke rumah sakit?"tanya Adik sambil terkekeh.


"periksa jantung, rasanya jantungku mau lompat dari tempatnya ketika berdekatan dengan emas tahu nggak, sepertinya aku mengalami gangguan jantung deh mas,"ucap Zaskia polos.


lagi-lagi Adit terkekeh mendengar ucapan Zaskia seperti itu, dia tahu kalau lebaran jantung yang dirasakan Zaskia bukanlah mengalami penyakit jantung melainkan penyakit cinta, dan begitu pula yang dirasakan Adit sama hal yang dirasakan oleh Zaskia, tapi Adit menyadari kalau itu bukan penyakit jantung seperti yang dimaksud oleh Zaskia melainkan cinta yang tumbuh di hati mereka masing-masing.


"mas kok malah tertawa,senang yah kalau aku mengalami sakit jantung agar mas cepat duda,"ucap Zaskia.


Adit membalikkan badan Zaskia agar berhadapan dengannya Adit menangkup wajah Zaskia iya menatap kedua bola mata Zaskia Adit mengangkat tangan Zaskia, iya iya letakkan di dadanya lalu dia berkata."apa kamu merasakannya? aku juga mengalami apa yang kamu rasakan jantungku berdetak kencang tak beraturan apa kamu merasakannya,"Zaskia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban kalau ia merasakan."itu bukan penyakit jantung seperti yang kamu katakan tapi itu detak jantung, perasaan cinta antara kamu dan aku, kita sama-sama merasakan hal itu, jantungku juga rasanya ingin melompat ketika berdekatan dengan, jadi kamu tidak mengalami penyakit jantung melainkan penyakit cinta, dan itu tandanya kamu mencintaiku dan aku pun mencintaimu,"ucap Adit panjang lebar untuk menjelaskan sesuatu hal yang mereka rasakan berdua.


memang Zaskia bukan baru kali ini merasakan namanya jatuh cinta kepada lawan jenisnya tapi ini kali pertamanya ia merasakan detak jantung yang begitu hebat ketika berdekatan dengan Adit suaminya, sebelum-sebelumnya ia tidak pernah merasakan hal seperti ini dan baru kali ini ia merasakannya sehingga membuatnya bingung untuk menjelaskan apa yang ia rasakan ia hanya berpikir kalau itu adalah penyakit jantung, begitupun Adit belum pernah merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Zaskia namun Adit menyadarinya kalau itu bukan penyakit jantung melainkan penyakit cinta.


"aku tanya, apa kamu mencintaiku?"tanya Adit kepada Zaskia.


Zaskia menganggukkan kepalanya lalu berkata."iya aku mencintaimu mas,"jawab Zaskia masih menatap kedua bola mata adik.


mendengar jawaban Zaskia membuat Adit tersenyum senang dan bahagia, karena rasa cinta yang ia rasakan telah dibalas oleh Zaskia dia bersyukur kalau perasaan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


"sama aku juga mencintaimu dan amat sangat menyayangimu,"ucap Adit dengan jujur kepada Zaskia.


mendengar perkataan Adit seperti itu Zaskia langsung memeluk adit dan adit pun membalas pelukan itu Adit mencium kepala Zaskia lembut.


lama mereka saling berpelukan mencurahkan perasaan masing-masing dalam pelukan itu pelukan mereka terlepas kan ketika deru telepon dari HP Zaskia.


"bentar mas HP aku berbunyi tuh aku angkat dulu ya,"pamit Zaskia kepada Adit untuk mengangkat telepon.


adit tersenyum dan menganggukkan kepalanya mengisyaratkan kalau ia mengizinkan Zaskia untuk mengangkat telepon.


"waalaikumsalam,"jawab Zaskia setelah mendengar salam dari Sabang sana.


"mbak Kia ada di mana sekarang?"tanya Siska.


"aku lagi di rumah kenapa sis?"tanya Zaskia.


"Mbak bisa ke butik sekarang juga butik lagi ada masalah Mbak, ada pelanggan yang komplain dengan desain kita cepatlah Mbak,"ucap Siska menjelaskan permasalahan di butik kepada Zaskia.


"ah iya aku segera ke sana tunggu saja tolong kamu hadapi dulu ya aku segera ke sana,"ucap Zaskia.


"iya tapi cepat ya Mbak,"jawab Siska.


"ya udah dulu aku segera ke sana,"ucap Zaskia.


Adit menghampiri Zaskia karena ia melihat raut wajah Zaskia yang tidak bersahabat sepertinya ada masalah.

__ADS_1


"kenapa sayang?"tanya Adit kepada Zaskia.


"lagi ada masalah di butik.


__ADS_2