
Dewo mengabaikan perkataan Ane, lebih tepatnya Dewo mengabaikan teriakan Ane, kini Dewo tetap melenggang pergi melangkah menuju ke dapur, untuk mengambil minuman jus strawberry yang di minta oleh Ane.
Sedangkan Ane yang melihat dengan mata rambutnya sendiri, koq jadi mata rambut maksudnya setelah Ane melihat dengan mata kepalanya sendiri Dewo tetap berjalan walau Ane berteriak membuat Ane geram dan tersulut emosi.
Kini Ane menatap ke arah punggung Dewo yang sedang berjalan dengan tatapan tajam, tapi otaknya Ane sedang merencanakan sesuatu untuk membalas perlakuan Dewo, yang menurut Ane sangat tidak sopan.
"Mama cuma bisanya mengancam gue doang, lagian yang harusnya di ambilkan minuman itu gue, karena gue habis membawa semua barang belanjaan gue dan semua barang belanjaan mama gue, apalagi cuaca sangat panas banget, kenapa malah gue yang di suruh ngambil minuman buat mama gue" batin Dewo sambil tetap melangkah menuju ke dapur.
Ane menerbitkan senyum lebar di wajahnya, setelah Ane menemukan cara ampuh untuk membalas perlakuan Dewo, entah apa yang ada di otaknya Ane dan entah apa yang ada di kepalanya Ane hanya Ane yang tahu karena semut dan kecoa yang lewat juga tidak tahu apa yang di pikirkan oleh Ane.
"Dewo mama punya cara ampuh buat mengerjai kamu yang tidak mendengarkan semua omongan mama, bahkan kamu malah tetap m meneruskan perjalanan kamu, tunggu saja pembalasan dari mama, di jamin kamu bakalan kesal dan emosi gara gara mama nanti" batin Ane tak henti hentinya mengeluarkan senyuman lebar di wajahnya.
__ADS_1
Ane yang sedang mengumbar senyum lebar di wajahnya, tiba tiba melunturkan senyum lebar yang terpancar di wajahnya, kini Ane memasang wajah cemas dan panik, entah apa yang di pikirkan oleh Ane, sehingga Ane menjadi panik dan cemas.
Ane meremas kedua tangannya sendiri karena panik dan cemas, kini wajahnya Ane berubah delapan ratus milyar, tadi Ane bisa mengeluarkan senyum lebar di wajahnya, namun kini jangankan senyum lebar senyum tipis juga tak terlihat di wajahnya Ane.
"Kalau aku mengerjai Dewo dengan cara menyuruh Dewo mengambilkan minuman buat aku sebanyak seratus kali tapi mengambil minumannya satu persatu, yang ada Dewo ngga kelar kelar menuruti permintaan aku, apalagi Dewo perlu ke poli THT untuk memeriksakan telinganya Dewo yang terserang penyakit budeg dan tuli, kalau Dewo ngga di bawa ke poli THT secepatnya takutnya bikin malu karena keadaan Dewo yang tidak mendengar semua omongan orang, nanti apa kata orang lebih baik aku batalkan rencana aku mengerjai Dewo, oke Dewo untuk saat ini kamu selamat dari bahaya yang akan mengancam kamu, tapi jangan harap kamu bisa bebas kalau kamu melakukan hal seperti itu lagi ke aku" batin Ane sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya.
Dewo melangkahkan kedua kakinya dengan langkah cepat, bukan karena Dewo ingin cepat memberikan minuman kepada Ane, namun alasan Dewo sebenarnya adalah Dewo ingin menghilangkan rasa haus dahaga yang menyiksa dirinya, kini Dewo semakin mempercepat langkah kakinya.
Dewo yang telah melangkah selama beberapa menit, kini telah sampai di depan kulkas, lalu tanpa aba aba dan tanpa komando, Dewo langsung membuka pintu kulkas, setelah itu Dewo mengambil minuman dingin rasa vanilla, sebenarnya Dewo harus mengambil minuman rasa strawberry sesuai keinginan Ane, tapi entah kenapa Dewo malah mengambil minuman rasa vanilla.
"Lebih baik gue minum saja dulu, lagian gue haus banget, dari tadi gue juga sudah kehausan malahan gue di suruh pergi ke sini buat mengambil minuman buat mama gue, lagian kenapa mama gue ngga ambil minuman sendiri, kenapa malah menyuruh gue buat ngambil minuman buat mama gue" batin Dewo sambil mengambil minuman sesuai yang di inginkan, yaitu minuman rasa vanilla.
Setelah minuman itu ada di tangan Dewo, kini tanpa ragu dan tanpa komando Dewo langsung meminum minuman yang barusan dia ambil, bahkan Dewo langsung meminum minuman tersebut sampai ludes, tak tersisa sedikitpun bahkan satu tetes pun tak tersisa sama sekali.
__ADS_1
"Segar banget minumannya, ini minumannya yang porsinya sedikit apa gue yang kehausan sampai langsung ludes minumannya, lebih baik gue ambil minuman lagi deh soalnya masih haus, tapi mama gue nanti nungguin minuman dong, kalau kelamaan pasti mama gue bakalan ceramah panjang kali lebar tiada henti tanpa iklan, tapi lebih baik gue lanjutkan ambil minuman buat gue soalnya gue masih haus, kalau gue sudah ngga haus baru ambilkan minuman buat mama gue" batin Dewo setelah berpikir selama beberapa detik.
Kini Dewo telah bisa mengambil keputusan yaitu Dewo akan meminum minuman lalu setelah Dewo ngga haus baru mengambilkan minuman buat Ane sang mama.
Dewo meletakkan gelas ke meja yang ada di sebelah kulkas, lalu Dewo mengambil minuman lagi dengan rasa minuman yang sama seperti tadi, istilah gaulnya Dewo mengambil minuman rasa vanilla.
Setelah minuman telah berada di tangannya Dewo, kini tanpa ragu Dewo langsung meneguk minuman yang ada di tangannya, lalu dalam hitungan detik lagi dan lagi minuman itu sudah habis, kini Dewo menerbitkan senyuman lebar di wajahnya.
"Rasanya benar benar segar dan membuat dahaga gue, dan rasa kehausan gue hilang, tapi kenapa gue masih pengin meminum minuman rasa vanila lagi padahal gue sudah ngga haus, apa karena rasa minuman yang manis membuat gue ketagihan pengin minum lagi, apalagi minumannya sangat dingin karena baru di letakkan di kulkas, itu membuat gue semakin kecanduan dan ketagihan, lebih baik gue ambil minuman lagi saja" batin Dewo sambil meletakkan gelas ke meja di sebelah kulkas,
Ane yang telah menunggu Dewo selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Ane menunggu Dewo selama beberapa puluh menit namun Dewo tak kunjung kembali ke ruang tamu, itu membuat Ane geram dan tersulut emosi.
"Kenapa Dewo anaknya aku belum sampai sini juga, padahal jaraknya dari sini ke dapur ngga sampai berjam jam, apa lebih baik aku samperin Dewo saja ke dapur, tapi kalau aku samperin sama saja bohong, kan aku tadi menyuruh Dewo buat ambilkan minuman terus ngapain aku ke sana, tapi kalau aku ngga ke sana aku takut Dewo lupa, sehingga membuat Dewo bingung menentukan pilihan minuman yang mana yang aku inginkan, lebih baik aku susul Dewo ke dapur" batin Ane lalu beringsut berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke dapur.
__ADS_1