
Aya tak pernah melepaskan genggaman tangannya di tangan Ema entah karena takut Ema hilang, atau mungkin takut Aya yang hilang, atau mungkin takut Ema akan jatuh kalau jalan sendiri tanpa bergandengan tangan dengan Aya atau sebaliknya Aya takut jatuh kalau jalan sendirian tanpa bergandengan tangan dengan Ema tapi mereka berdua Aya dan Ema bukan anak kecil lagi tapi kenapa takut jatuh seperti anak kecil yang baru belajar berjalan pasti takut jatuh ke atas pohon maksudnya jatuh ke atas lantai setelah beberapa menit melangkah kini Aya dan Ema sudah sampai di tempat parfum lalu tanpa ragu Aya langsung menyeret paksa tangannya Ema supaya masuk ke dalam tempat parfum untuk melihat lihat semut di dalam maksudnya melihat lihat tikus di dalam lebih tepatnya untuk melihat parfum yang akan di beli setelah hampir seratus langkah kini Aya dan Ema sampai di depan parfum parfum yang saling berjejeran seakan meminta Aya untuk membeli semua parfum yang di supermarket tersebut
"Ema ayo" ajak Aya dengan kedua matanya yang berbinar menatap ke arah banyaknya parfum yang ada di depannya sementara Ema menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya entah apa yang dia pikirkan sehingga bisa mengumbar senyum lebar di wajahnya
"Ayo mah" jawab Ema singkat tanpa ragu menggandeng tangannya Aya lalu di tuntun tangannya Aya untuk mengikuti jejak kakinya Aya yang sudah melangkah satu langkah lebih duluan membuat Aya menatap tajam ke arah Ema namun Aya tetap mengikuti langkah kakinya Ema
"Ema kita berdua mau kemana ?" tanya Aya sambil menatap ke arah Ema dengan kedua kakinya yang masih fokus berjalan di atas genteng maksudnya berjalan di atas lantai sementara Ema yang mendengar pertanyaan Ema tanpa menghentikan langkah kakinya dia menjawab
"Kita berdua mau ke tempat parkir mah soalnya kan kita berdua mau pulang ke rumah" jelas Ema tanpa dosa sambil tetap berjalan menuju ke arah pintu keluar ruangan parfum sementara Aya membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedetik kemudian tangannya Ema di seret untuk mendekat ke arahnya
"Ema siapa yang bilang kita berdua mau ke tempat parkir ? siapa yang bilang kita berdua mau pulang ke rumah" teriak Aya sangat keras bahkan teriakan Aya tanpa sengaja di telinganya Ema karena saking dekatnya jarak antara Ema dan Aya membuat Ema terlonjak kaget bahkan hampir saja menonjok mukanya Aya karena saking kagetnya
__ADS_1
"Kan tadi mama yang bilang ke aku Ema ayo aku kira mama ajak aku ke tempat parkir karena kita berdua tidak jadi membeli parfum di supermarket ini karena perutnya mama meminta di isi lebih gaulnya lagi perutnya mama sudah memainkan musik tanda lapar kan mama yang tadi mengajak aku buat pulang ke rumah" celoteh Ema sambil menatap ke Aya sambil tersenyum masam sedangkan kedua matanya Aya terbelalak lebar dengan mulut menganga
"Ema mama bilang Ema ayo maksudnya ayo memilih parfum soalnya mama berniat membelikan kamu parfum juga mama ngga pernah bilang mau ke tempat parkir kita berdua jadi membeli parfum di supermarket ini perutnya mama sudah di isi oleh banyak makanan jadi sekarang perutnya mama bisa di ajak kompromi dan ngga meminta di isi saat ini juga memainkan musik itu tanda dangdutan atau koplo bukan tanda lapar mama ngga pernah ajak kamu pulang ke rumah mama ajak kamu buat memilih parfum supaya kita berdua bisa cepat selesai memilih parfumnya" jelas Aya sambil mengumbar senyum lebar di wajahnya sementara Ema membulatkan kedua matanya
"Mama bilang Ema ayo karena nyuruh aku buat memilih parfum karena mama berniat membelikan aku parfum ? aku kira walaupun mama ngga bilang mau ke tempat parkir mama tetap akan ke tempat parkir karena mama ngga jadi membeli parfum lebih baik mama saja yang membeli parfum aku bisa beli parfum pakai uang aku sendiri ih pantesan mama bertenaga dan tetap bersemangat walaupun sudah muter muter di supermarket ini karena perutnya mama sudah di isi banyak makanan dan ngga kelaparan pantes perutnya mama bisa di ajak kompromi karena perutnya mama kenyang mama di perut juga ada alat musiknya sebagai tanda lapar bukan bukan musik buat dangdutan atau koplo doang kirain mama ajak aku pulang ke rumah sekarang juga aku punya banyak parfum mah dan banyak yang belum di pakai jadi mama saja yang beli parfumnya biar aku tunggu di sini justru supaya cepat selesai mama saja yang beli parfumnya sendiri tanpa menyuruh aku ikut membeli parfum" jelas Ema sambil menatap ke Aya sedangkan Aya menatap nyalang ke Ema
"Iya Ema mama berniat membelikan kamu parfum jadi sekarang kamu pilih parfum yang mau kamu beli mumpung mama baik hati tidak memaksakan kehendak kamu buat beli parfum yang mana kalau mama mau mengajak kamu ke tempat parkir pasti mama bilang mama mau membeli parfum di supermarket ini pokoknya kamu harus ikutan memilih parfum mama tahu kamu punya uang buat membeli parfum dengan harga yang sangat murah buat kamu mama juga bisa borong semua pabrik parfum di negara ini beserta dengan pegawainya jadi ngga usah sombong ke mama ingat kamu punya perusahaan juga karena kekayaan mama kamu dan kekayaan papa kamu kalau kamu punya banyak parfum di rumah kamu pakai dong supaya ngga kadaluarsa dan parfum yang belum kamu pakai bisa kamu berikan ke adiknya kamu, ke karyawan kamu, atau ke temannya kamu mama tetap ngga mau beli parfum sebelum kamu ikutan beli parfum sampai supermarket di sini tutup juga mama ngga akan beli parfum kalau kamu ngga beli parfum mama minta kamu ikutan beli parfum bukan menyuruh kamu menunggu di sini buruan kamu pilih parfumnya sekarang atau kita berdua akan semakin lama di sini" tegas Aya di sertai beberapa ancaman di dalamnya sementara Ema menatap tajam ke Aya
"Ema mama sering mengancam kamu karena kamu lebih suka main ancaman dari pada main halus ayo kita berdua langsung memilih parfum sekarang" perintah Aya sambil tanpa komando menegang tangannya Ema membuat Ema menurut dan pasrah di gandeng tangannya oleh Aya
Aya dan Ema kompak berkelana kembali mendekat ke arah banyaknya parfum yang berjejer jejer setelah mereka berdua melangkah selama beberapa jam kelamaan dong bisa pingsan mereka berdua maksudnya setelah beberapa menit Aya dan Ema melangkah kini Aya dan Ema sudah sampai di depan parfum yang beraneka ragam dari mulai warnanya, rasanya, aromanya, bentuknya dan masih banyak lagi aneka ragam parfum yang ada di depan Aya dan Ema
__ADS_1
"Mah kita berdua memilih parfum sekarang ?" tanya Ema sambil menatap ke arah Aya untuk memastikan sementara Aya menatap nyalang ke arah Ema seakan menguliti seluruh tubuhnya Ema karena geram dengan pertanyaan konyol yang keluar dari bibirnya Ema
"Ema kita berdua memilih parfumnya tahun besok" jawab Aya asal membuat Ema membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga refleks tangannya Ema menutup mulutnya dengan satu tangannya
"Mah kalau kita berdua memilih parfumnya tahun depan ngapain kita berdua ke supermarket sekarang tahu gini mending aku rebahan di ranjang empuk miliknya aku" omel Ema sambil menatap tajam ke arah Aya sedangkan Aya menatap Ema dengan tatapan tak kalah tajam di sertai senyuman seringai
"Ema kita berdua belinya parfum sekarang dong masa tahun depan mama ajak kamu ke supermarket sekarang karena mau beli parfum di supermarket ngga usah memikirkan rebahan di ranjang empuk miliknya kamu yang harus kita berdua pikirkan supaya penampilannya kita berdua menarik saat ketemu sama sahabatnya mama dan sahabatnya papa pas acara makan malam nanti malam" tegas Aya sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya sementara kedua matanya Ema langsung terbelalak lebar dengan mulut melongo
"Mah yang benar yang mana mama mau beli parfum sekarang atau mau beli parfum tahun depan ? ngga sekalian mama beli parfumnya nunggu gajah bertelur tapi mama mau beli parfumnya kapan ? memangnya sahabatnya mama sama sahabatnya papa bentuknya kayak gimana sih mah sampai rempong banget nyiapin ini itu supaya penampilan kita berdua spesial mama ngga ada niat merebut suami dari sahabatnya mama kan ?" tanya Ema bertubi tubi sambil memicingkan satu mata ke arah Aya sementara Aya menatap nyalang ke Ema
"Ema mau beli parfumnya sekarang buruan kamu pilih parfum yang kamu mau beli masa tahun depan nanti keburu stok parfum di supermarket habis kalau mama beli parfumnya menunggu gajah bertelur ngga akan beli beli dong sampai kiamat juga gajah ngga akan bertelur mama beli parfumnya sekarang sahabatnya mama sama sahabatnya papa bentuknya seperti manusia bukan seperti hewan soalnya sahabatnya mama sama sahabatnya papa itu sudah sahabatan sama mama dan papa sebelum mama sama papa lahir ke dunia ini mama sudah punya suami dan sudah punya dua anak bahkan sebentar lagi mama akan dapat cucu kalau kamu sebentar lagi menikah jadi ngga usah menuduh mama bakalan merebut suami sahabatnya mama karena mama, papa, sahabatnya mama, dan sahabatnya papa sahabatan dari dulu buruan kamu pilih parfum atau mama bakalan tinggal di supermarket tanpa mama beri kamu pesangon buat kamu naik taksi, grab, atau go jek buat pulang ke rumah" tegas Aya sambil mendelik ke Ema sementara Ema mengerucutkan bibirnya ratusan juta centi ke depan
__ADS_1
"Mama mainnya mengancam doang aku pilih parfumnya sekarang mama juga buruan pilih parfumnya" jawab Ema sambil kedua tangannya langsung beraksi memegang parfum yang ada di depannya dengan bantuan kedua matanya yang berselancar menatap ke arah parfum yang ada di depan sementara Aya juga melakukan hal yang sama persis dengan Ema mulai kegiatannya yaitu memegang parfum dengan kedua tangannya dan matanya berselancar mencari parfum yang di inginkan