
Dewo kini terlihat sangat tampan oleh balutan kemeja dan celana yang di pilihkan oleh Ane, kini Dewo berjalan ke arah meja riasnya, entah apa yang akan Dewo lakukan.
Dewo menerbitkan senyum lebar di wajahnya sembari tetap melangkah ke meja riasnya, apakah Dewo tersenyum lebar gara gara membayangkan dandanan badut atau dandanan ondel ondel, hanya Dewo sendiri yang tahu soal hal itu.
Dewo tak henti hentinya mengumbar senyum lebar di wajahnya, bahkan Dewo tak pernah melunturkan senyum lebar di wajahnya walaupun hanya sedetik saja.
"Sepertinya gue punya ide briliant supaya wanita yang akan di jodohkan dengan gue membenci gue dan membatalkan rencana perjodohan ini, walaupun mama gue menyiapkan kemeja dan celana bahkan sepatu yang keren dan mewah, tetap saja gue akan cari cara supaya perjodohan ini batal tanpa gue yang membatalkan" batin Dewo sambil mengeluarkan senyum lebar di wajah tampannya.
Setelah Dewo beberapa menit melangkah, kini Dewo sudah sampai di samping meja riasnya, tanpa menunggu terlalu lama dan tanpa komando buru buru Dewo menjatuhkan bokongnya ke kursi yang terletak di depan meja riasnya.
Kedua matanya Dewo langsung menatap ke arah pantulan cermin besar yang ada di depannya, memang Dewo akui kalau Ane pintar memilih kemeja dan celana buatnya, bahkan Ane menurut Dewo patut di acungi seribu jempol, entah jempol siapa saja mungkin jempol sewaan.
''Ternyata gue makin tampan pakai kemeja ini, tapi gue harus buat penampilan gue jelek supaya wanita yang akan di jodohkan dengan gue menolak perjodohan ini, gue akan buat rambut gue berantakan, apa perlu gue cat rambut gue putih supaya di kira rambut gue sudah ubanan" batin Dewo sembari melirik ke arah berbagai macam warna cat rambut yang terdampar di meja riasnya.
Setelah Dewo memikirkan kemungkinan yang akan terjadi, membuat Dewo menggeleng gelengkan kepalanya mantap.
Dalam otak Dewo sudah memikirkan hal hal negatif kalau Dewo memakai cat berwarna putih, Dewo takut akan bertemu dengan salah satu rekan bisnisnya, lalu rekan bisnisnya menduga kalau Dewo yang masih muda sudah beruban.
__ADS_1
Sehingga Dewo mengurungkan niatnya memakai cat rambut warna putih, namun senyum lebar tetap terpancar di wajahnya, sepertinya Dewo punya akal lain selain memakai cat rambut warna tersebut.
"Gue lebih baik mengacak ngacak rambut gue saja, supaya rambut gue berantakan sehingga wanita yang akan di jodohkan dengan gue menolak perjodohan ini, soalnya kalau gue pakai cat warna putih di rambut gue, takutnya gue ketemu sama rekan bisnis dan kolega bisnis gue saat rambut gue berwarna putih, nanti di kira rambut gue ubanan" batin Dewo membayangkan hal yang terjadi saat bertemu dengan kolega bisnis dan rekan bisnis saat rambut Dewo berwarna cat putih.
Dewo memegang rambutnya dengan kedua tangannya secara kasar, kini Dewo sedang beraksi mengacak ngacak rambutnya sendiri.
Setelah itu tangannya Dewo terulur untuk mengambil penata rambut khusus untuk pria yang ada di atas meja, setelah barang itu ada di tangannya kini Dewo membuka tutup barang tersebut.
Setelah penata rambut khusus pria terbuka, Dewo langsung menuangkan ke rambutnya, bukannya rambut Dewo di sisir supaya rapi malah rambut Dewo di biarkan sehingga penata rambut khusus pria itu tersebar di kepala.
Diran melangkahkan kakinya menuju ke kamar tamu, walau niat hati Diran ganti pakaian bareng dengan Ane, namun Ane melarangnya, sehingga Diran mau tak mau harus menuruti perintah dan perkataan Ane, dari pada Ane berubah menjadi singa yang kelaparan.
"Istri aku ada ada saja niatnya aku mau ganti pakaian bareng, malah ngga di perbolehkan, apa jangan jangan istri aku ngga membolehkan aku ganti pakaian bareng karena istri aku nafsu melihat tubuh aku yang seksi kalau aku telanjang bulat seperti tahu bulat di goreng dadakan lima ratusan" batin Diran sembari tetap melangkahkan kakinya menuju ke kamar tamu.
Ane menerbitkan senyum lebar di wajahnya karena Diran sudah pergi dari kamarnya, lalu tangannya Ane membuka bungkus plastik yang ada di tangannnya.
Setelah bungkus plastik di tangan Ane terbuka, kini Ane langsung mengambil pakaian yang ada di bungkus tersebut, setelah itu meletakkan pakaian tersebut di sofa sebelahnya.
__ADS_1
Bukan hanya itu saja Ane juga mengambil celana yang ada di bungkus plastik tersebut, setelah pakaian dan celana yang di beli sudah keluar dari sarangnya, kini Ane beringsut berdiri dan melemparkan celana secara asal ke sofa.
Ane tanpa basa basi langsung mencopot pakaian dan celana yang menempel dan melekat di tubuhnya secara bergantian, setelah pakaian dan celana terlepas dari tubuhnya, Ane langsung melempar pakaian dan celana tersebut ke wadah untuk penampungan pakaian dan celana yang kotor.
"Aku harus secepatnya bersiap siap bertemu dengan Aya, aku jadi ngga sabar pasti wajahnya anaknya Aya sangat cantik, dan bakal membuat Dewo jatuh cinta, walaupun kadar kecantikan Aya masih di bawah aku, tapi Aya sudah bisa di bilang cantik sebagai wanita" batin Ane mengumbar senyum devil di wajahnya.
Ane perlahan mengambil pakaian yang tergeletak di sofa, lalu Ane memakai pakaian tersebut, setelah pakaian tersebut menempel sempurna di tubuh dan badannya Ane, lalu tangannya Ane terulur untuk mengambil celana yang terdapat di atas sofa.
Setelah Ane berhasil mengambil celana yang ada di atas sofa, tanpa komando dan tanpa basa basi Ane langsung memakai celana tersebut ke kedua kakinya secara bergantian.
Kini pakaian dan celana yang baru Ane beli di supermarket tadi sudah menempel di tubuhnya Ane, membuat Ane menambah kadar senyum lebar di wajahnya.
Entah mengapa Ane tak bisa melunturkan senyum lebar yang sejak tadi tercipta di wajahnya, mungkin karena Ane yang sebentar lagi akan bertemu dengan Aya sang sahabat, atau karena Ane yang sebentar lagi akan mempunyai calon menantu.
__ADS_1
"Selesai juga aku memakai pakaian dan celana yang aku beli tadi, sebaiknya aku pakai make up dari sekarang, dan aku juga mau menyisir rambut aku supaya rambut aku rapi, aku juga harus mengecek ke kamarnya Dewo apa dia memakai barang barang yang aku bawakan atau tidak, awas saja kalau Dewo tak memakai barang barang yang aku bawakan rasakan akibatnya nanti'' batin Ane lalu berjalan ke arah meja riasnya dengan langkah lebar.