Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Bisa Menjatuhkan Semut


__ADS_3

Aya masih setia menggandeng Ema ke kasir setelah mereka berdua berkelana di sepanjang jalan yang ada di supermarket kini Aya dan Ema sudah sampai di depan kasir tanpa basa basi Aya langsung melemparkan dan menghempaskan tangannya Ema secara kasar membuat Ema mendelik ke Aya namun tak di sadari oleh Aya


"Mba saya mau beli jas yang ini" ucap Aya penuh semangat sambil menyodorkan jas yang ada di tangannya sementara pelayan supermarket menatap Aya sambil menyebarkan senyum ramah di wajahnya sedangkan Ema tersenyum masam mendengar omongan Aya


"Baik bu saya bungkuskan dulu" jawab pelayan supermarket sambil tak henti hentinya mengeluarkan senyum ramah di wajahnya sementara Aya dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap sedangkan Ema melipat kedua tangannya di depan dadanya


"Iya mba jangan lama lama soalnya saya sudah lapar" cicit Aya sambil tersenyum kikuk sementara pelayan supermarket menganggukkan kepalanya satu kali sedangkan Ema membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga dalam hatinya Ema dirinya berpikir apa hubungannya Aya lapar dengan membungkus jas dengan cepat memangnya jas bisa di makan oleh Aya atau yang lebih parahnya lagi Aya mau memakan bungkus buat membungkus jasnya


"Mah apa hubungannya mama lapar sama membungkus jas dengan cepat memangnya mama mau memakan jas atau bungkus jasnya" cibir Ema sambil menatap ke Aya dengan tatapan mengejek sedangkan Aya menatap tajam ke Ema


"Ema kamu jadi CEO koq otaknya kamu ngga penuh ada hubungannya dong mama lapar sama membungkus jas yang cepat soalnya kalau jasnya di bungkus dengan cepat mama bisa cepat pulang dari supermarket ini dan makan lezat di rumah" jawab Aya sambil tersenyum lebar membayangkan dirinya menyantap makanan yang sangat enak dan lezat sementara Ema juga ikutan menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya sedangkan pelayan supermarket tersenyum tipis mendengar ocehan anak dan ibunya

__ADS_1


"Mah otaknya aku itu sudah penuh malah full dan di dunia ini yang di beri otak dengan porsi banyak oleh Tuhan itu cuma aku doang iya benar juga kata mama tumben otaknya mama cerdas mba bungkus jasnya cepetan jangan kelamaan takut jasnya menangis kalau kelamaan'' ocehan Ema sambil menatap ke Aya sekilas lalu Ema menatap ke pelayan supermarket sementara Aya menggeleng gelengkan kepalanya samar sedangkan pelayan supermarket langsung memberikan anggukan kepala sebagai tanda menuruti permintaan Ema saat pelayan supermarket akan menjawab karena sudah membuka mulutnya harus menutup mulutnya kembali saat Aya langsung berkata


"Ema kalau otaknya kamu full pasti kamu sudah menikah karena bisa menggaet pria tampan buktinya kamu belum menikah justru mama yang di beri otak sangat banyak oleh Tuhan karena mama bisa menghadapi kamu dengan beraneka drama yang kamu buat dari kecil sampai umur hampir kepala tiga otaknya mama itu dari dulu selalu cerdas kamu ngga usah drama jas ngga bakalan menangis paling yang menangis kamu waktu masih kecil karena uang jajannya sedikit kalau belum di tambahin kamu menangis" ejek Aya sambil menatap ke arah Ema dengan tatapan mengejek sementara Ema melototkan matanya ke arah Aya saat pelayan supermarket akan menjawab bahkan sudah membuka mulutnya lagi dan lagi harus menutup mulutnya kembali karena Ema langsung mendahului dirinya


"Mama ngga usah bahas pernikahan di sini takutnya mereka semua pada iri sama kencantikan aku karena bisa menggaet dan mendapatkan pria yang aku cintai aku juga sebentar lagi mau menikah mah sama artis korea wajah calon suaminya aku tampan banget di banding suaminya mama memangnya aku pemain film atau pemain sinetron pakai bilang drama segala mama bisa menghadapi aku karena aku wanita yang terlahir cantik jadi mama beruntung dapatkan anak seperti aku iya otaknya mama dari dulu cerdas tapi mama memilih papa yang wajahnya ngga ganteng ganteng amat aku bicara fakta mah jas bisa nangis buktinya waktu aku habis pulang dari perusahaan miliknya aku di jalan aku ketemu sama jas dia sedang menangis karena gebetannya ngga mau di apelin berarti aku hebat mah karena tahu mama aku sama papa aku orang kaya raya dan banyak harta di beri uang saku sedikit dulu menangis sebelum di tambahin uang jajannya" jelas Ema melipat kedua tangannya di depan dadanya sambil menaik turunkan alisnya ke arah Aya sementara Aya mencebikkan bibirnya sedangkan pelayan supermarket tersenyum masam mendengar semua drama yang di dengar dari tadi


"Iya mba saya akan bungkus jasnya dengan cepat" balas pelayan supermarket sambil menampilkan senyum ramah di wajahnya sementara Aya dan Ema kompak menganggukkan kepalanya mereka berdua secara mantap setelah mendapat anggukan kepala dari Aya dan Ema membuat pelayan supermarket langsung melenggang pergi setelah sebelumnya memberikan senyuman ramah kepada Aya dan Ema secara bergantian sementara Aya dan Ema kompak hanya membalas dengan senyuman


"Ema ayo kita berdua ke situ" tunjuk Aya kepada bangku yang berjajar di hadapannya sementara Ema menaikkan satu alisnya


"Mah ngapain kita berdua ke situ ? mending nunggu di sini saja dari pada harus jalan kaki bolak balik melebihi setrikaan baju" tegas Ema sambil menatap tajam ke arah Aya sementara Aya juga membalas dengan tatapan tak kalah tajam kepada Ema

__ADS_1


"Ema kita berdua ke situ buat duduk bukan buat mencuci piring atau mencuci baju bisa banjir lantainya yang lebih parah lantainya licin bisa menjatuhkan orang" ketus Aya mendelik ke Ema sedangkan Ema mengerucutkan bibirnya sampai ratusan juta ke depan


"Mah aku tahu kita berdua ke situ buat duduk maksudnya ngapain juga kita berdua duduk di sana setelah jasnya di bungkus kita berdua juga bakalan ke tempat parkir lalu kita berdua duduk cantik dan duduk manis di dalam mobil aku juga tahu di situ bukan tempat mencuci piring atau mencuci baju lantainya ngga bakalan banjir mah kalau airnya terus di sapu pakai sapu lidi biar ngga licin di lap pakai kain yang kering bukan cuma menjatuhkan orang doang tapi bisa menjatuhkan semut, tikus, dan hewan lainnya kalau lantainya licin" jawab Ema tak kalah ketus dari Aya sementara Aya menatap nyalang ke Ema


"Ema kita berdua harus duduk di situ supaya ngga pegal menunggu asal kamu tahu setelah jasnya di bungkus kita berdua ngga langsung ke tempat parkir lalu duduk manis dan duduk cantik di dalam mobil tapi mau ke tempat parfum soalnya mama mau beli parfum baru duduk cantik dan duduk manis di dalam mobil masih lama soalnya mama mau ke tempat parfum dulu kirain kamu kira di lantai itu tempat cuci piring dan tempat cuci pakaian mama juga tahu airnya ngga bakalan bikin banjir kalau langsung di sapu pakai sapu lidi lap yang kering bakalan tertular basah semut, tikus, dan hewan lainnya ada di atas kursi atau meja jadi ngga bakalan ikut terpleset kalau lantainya licin" tegas Aya sambil menatap nyalang ke Ema sementara Ema meneguk air ludahnya berkali kali sambil ketar ketir melihat tatapan Ema yang sangat bahagia maksudnya tatapannya sangat menakutkan bagi semut dan tikus


"Mah lebih baik kita berdua tunggu di sini saja dari pada tunggu di sana paling sebentar lagi juga pelayan supermarket selesai membungkus jas jadi setelah jasnya selesai di bungkus kita berdua ngga langsung ke parkiran untuk pulang ke rumah ? ngapain mama mau ke tempat parfum lebih baik mama pakai parfum aku saja kebetulan aku juga punya parfum banyak dan ada yang belum terpakai kalau mama mau beli parfum jangan sekarang mending saat mama berangkat ke supermarket sendirian aku sudah dewasa mah jadi tahu itu tempat untuk apa tanpa di jelaskan oleh mama kirain mama tahunya airnya ngga bakalan banjir kalau di sapu dengan sedotan di jamin bakalan tetap banjir biarkan saja mah lap yang kering juga ngga mau kering sendirian di saat semua lantai basah dia juga ingin merasakan rasanya basah walaupun tikus, semut, dan hewan lainnya ada di atas kursi atau meja pasti bakalan terpeleset juga ke lantai yang licin kalau hewan hewannya mau ke lantai" celoteh Ema sambil tersenyum miring ke Aya sedangkan Aya mendelik ke Ema


"Ema kamu harus menurut sama mama kalau kamu mau pulang bareng sama mama nanti lebih baik ayo kita berdua tunggu di sana paling pelayan supermarket bakalan menyusul kita berdua ke situ kalau dia sudah selesai membungkus jas tapi kita berdua ngga ada di sini iya kita berdua langsung ke tempat parfum bukan ke parkiran mama ke tempat parfum mau beli parfum masa mau beli cabai buruan ayo kita berdua ke sana mama ngga suka sama bau parfum kamu mama lebih suka bau parfum pilihan mama walaupun kamu punya parfum yang belum di pakai mama tetap ngga mau jadi lebih baik parfumnya buat kamu saja jangan tawarkan ke mama memangnya kalau mama beli parfum sekarang kenapa ? oh mama tahu apa kamu takut di suruh membawa parfum pesanan mama ? padahal mama pesan parfumnya juga satu ngga sampai ratusan milyar juga kirain kamu belum tahu itu tempat apa mama ngga bego jadi ngga bakalan berpikir kalau di sapu sama sedotan airnya hilang dan ngga banjir tapi mama yakin lap keringnya juga emosi gara gara lantai yang basah dia jadi ketularan basah kamu pokoknya harus ikut mama duduk di sana atau mama bakalan tinggal kamu" perkataan Aya belum selesai sudah di potong oleh Ema


"di supermarket ini tanpa di beri uang pesangon buat pulang ke rumah untuk bayar taksi, grab, atau go jek ayo berangkat ke saja sekarang mah soalnya mama main ancam doang" tegas Ema mendelik ke Aya sementara Aya tersenyum tipis tanpa di perintah dua kali Aya langsung menggandeng tangannya Ema menuju ke kursi yang dirinya tunjuk tadi

__ADS_1


__ADS_2