Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Awal


__ADS_3

Di meja makan Arjuna dan Dinda sarapan bersama dengan sama-sama diam. Mereka asyik dengan makanan masing-masing.


"Din,kau kuliah hari ini..!" Tanya Arjuna setelah menyelesaikan makan nya.


"Iya kak,tapi agak siangan,karena pagi ini aku mau ke toko buku dulu mau nyari beberapa buku..!" jawab Dinda pada Arjuna .


Arjuna mengangguk dan mengambil dompet mengeluarkan black card milik nya dan memberikan nya pada Dinda.


"kalau kau mau belanja ,atau apa pun keperluan mu,kau guna kan ini saja..kode nya tanggal pernikahan kita..!" jelas Arjuna pada Dinda


"kakak,tidak perlu..aku.....!"


"kau istri ku sekarang,jadi semua kebutuhan mu aku yang memenuhi,jangan menolak..!" potong Arjuna dengan tegas.


"aku berangkat sekarang..!" pamit Arjuna pada Dinda sambil mengacak rambut Dinda.

__ADS_1


Dinda mengantarkan Arjuna ke depan pintu sampai mobil Arjuna keluar dari gerbang,Dinda masuk ke kamar untuk mengganti baju dan akan pergi ke toko buku.


Di perjalanan Arjuna yang duduk di belakang membuka handphone dan memandang foto almarhum isteri nya yang sangat dia cintai.


"Sayang,aku sudah melakukan semua keinginan mu,ku harap kau bahagia,aku akan memperlakukan Dinda dengan layak,tapi aku tidak bisa mencintai nya..!" ucap Arjuna dengan pelan.


Sopir yang melihat majikan di belakang nya,tidak berani bertanya apa pun,karena di lihat dari ekspresi sang majikan,sopir itu dapat menebak bahwa dia sedang teringat almarhum istri nya.


Di lain tempat Dinda menjalan kan mobil nya ke toko buku terdekat dengan kampus sebenarnya banyak teman yang ingin berteman dengan Dinda,namun Dinda sering merasa takut sendiri dengan orang lain selain Cantika dan keluarga nya sekarang, Dinda memiliki trauma sendiri pada orang lain yang tidak dia kenal,entah apa itu, mungkin berhubungan dengan masa lalu nya


"dia hanya sendiri dan sekarang masih di toko buku..!" Ucap seorang laki-laki di telepon .


Memang Arjuna masih menyuruh orang untuk mengawal Dinda agar dia selalu tau apa pun yang di lakukan gadis itu,dia tak ingin lengah,karena yang berhubungan dengan keluarga nya selalu di intai oleh orang lain.


Arjuna orang yang overprotektif kepada keluarga inti nya,termasuk pada istri nya sendiri. Dia ingin selalu menjaga mereka dengan cara nya.

__ADS_1


Tok ..Tok..Tok..


"masuk..." tanpa menatap Arjuna sudah hapal kalau itu adalah Baim.


"tuan,nona Sandra mengajak anda untuk bertemu nanti malam mengajak dinner..!" Baim menyampaikan pesan dari Sandra.


"aku tidak bisa,,katakan saja aku tidak enak badan..!" ucap Arjuna


Baim hanya mengangguk dan keluar dari ruangan itu.


"aku tau dia wanita ular,dan aku tidak akan mudah masuk perangkap nya yang menjijikan itu ..!" batin Arjuna bergumam.


Seperti kebiasaan nya dengan Cantika,Arjuna selalu mengirimi atau menelpon istri nya saat makan siang .Arjuna pun menelpon Dinda.


"Din ,kau dimana sekarang,,bisa temani kakak makan siang di kantor..!" ucap Arjuna di balik telepon.

__ADS_1


"baik lah kakak, sebentar lagi Dinda menuju kantor kakak,ingin Dinda belikan apa untuk makan siang..!" tanya Dinda.


"Terserah kau saja,yang penting dengan sayur ya Din,kakak gak sempat keluar,karena banyak pekerjaan.!" sambung Arjuna hingga memutuskan sambungan telepon.


__ADS_2