Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Keras Kepala


__ADS_3

"sekarang kau bahkan berani memerintah ku..aku suami mu,aku berhak atas diri mu bayi mu,jadi diam lah..!" ucap Arjuna menatap tajam pada Dinda yang gugup.


Dinda diam membiarkan Arjuna mengoleskan salep pada tumit nya yang memerah,cukup lama Arjuna memijat pelan tumit Dinda ,hingga ia menatap ke arah Dinda yang bersandar pada ujung ranjang.


"dia tertidur..!" gumam Arjuna pelan sambil mendekat memperhatikan wajah sembab itu.


"kau selalu menanggung nya sendiri,kau keras kepala..!" ucap Arjuna membenarkan rambut yang menutupi sebagian wajah Dinda.


Dengan pelan,Arjuna membenarkan posisi tidur Dinda , menaikkan selimut untuk Dinda dan melepas ikat rambut yang Dinda pakai.


Arjuna mengusap halus wajah dengan ketenangan,ia begitu rindu dengan wanita ini,rindu pada sikap manja Dinda ,tapi entah mengapa akhir-akhir ini Dinda menjadi wanita yang keras kepala dan selalu membuat nya kesal.


Setelah puas dengan wajah Dinda,tangan itu beralih pada perut Dinda yang buncit ,ada kebahagiaan untuk nya saat merasakan gerakan kecil dari perut Dinda .


"sayang,ini papah..jangan nakal di perut mamah,tidur lah..,ini sudah larut..papah di sini menemani mu..!" ucap Arjuna mengelus pelan pergerakan di perut Dinda .


Arjuna merebahkan tubuh nya pelan di samping Dinda,kemudian dengan reflek Dinda berbalik menuju Arjuna dan memeluk nya,hingga membuat sudut bibir Arjuna tersenyum.


"seberapa jauh kau menghindar dari ku,tapi naluri mu sebagai istri ku tak bisa kau elak ..!" batin Arjuna yang membalas pelukan Dinda dan mengecup kening Dinda dengan lama sebelum memejamkan mata nya.


pagi hari,Dinda bangun setelah tertidur pulas tadi malam,ia menatap di sekeliling,mengingat yang terjadi tadi malam.


"kakak.." gumam x pelan,kemudian ia bangun dan menggulung tinggi rambut nya,ia mencari sosok Arjuna yang ia yakini masih di apartemen ini.


klik


Dinda membuka pintu kamar,seketika aroma wangi menyeruak jelas di hidung nya.


"wangi sekali..seperti nya sangat lezat,,tapi siapa yang memasak..!" gumam Dinda kecil,ia menuruni tangga dengan pelan,namun tak ada orang di dapur itu.


"sudah bangun...!" ucap Arjuna yang baru keluar dari kamar mandi.


Dinda menatap kaget pada Arjuna di depan nya,"kenapa kakak masih di sini..!" batin Dinda berucap penuh tanya.


"kenapa diam..duduk lah,dan habis kan sarapan mu..!" tambah Arjuna yang menarik pelan tangan Dinda agar sampai pada meja makan minimalis di sana.

__ADS_1


Arjuna menyiapkan makanan untuk Dinda ,ia juga sudah membuat kan susu hangat untuk wanita hamil itu.


mereka makan dengan diam,tanpa suara,sesekali Dinda melihat wajah Arjuna namun tak berani mengeluarkan kata-kata.


"aku harus ke kantor,kau jangan kemana-mana ,aku sudah menyuruh orang untuk menjaga mu,kau tak bisa lari lagi..!" tekan Arjuna tanpa menatap Dinda yang dengan susah payah menelan makanan nya.


"tidak perlu melakukan semua itu,aku bisa menjaga diri,kakak pulang lah ke mansion..!" sahut Dinda


teng..


Arjuna melepas sendok makan nya dengan sedikit melempar kasar ke piring nya,kemudian ia menatap tajam pada wanita hamil ini.


"kau keras kepala,selalu membantah perkataan ku,kau ingin jadi istri durhaka..!" kata Arjuna dengan tatapan dingin nya.


"aku... aku hanya ...!"


"tidak perlu bicara,diam dan habis kan sarapan mu,kau tidak bisa pergi dari apartemen ini...!" ucap Arjuna kemudian berlalu dari meja makan itu dengan perasaan kacau.


Arjuna mengambil jas dan sepatu nya di kamar,setelah itu turun ke bawah dan langsung pergi tanpa menyapa Dinda lagi.


braakk


Di kamar Dinda merasa sangat bosan,ia sendiri di sini,ia sudah mencoba keluar,namun tak bisa,di luar ada dua orang bodyguard wanita yang menjaga nya,ini bukan mansion Arjuna yang besar,hingga Dinda bisa menyelinap di balik pilar-pilar kokoh di sana.


Di kantor


"saya dapat laporan,jika kemarin sore nyonya terlihat turun dari mobil nona Feby...!" lapor Baim pada Arjuna yang tengah sibuk menandatangani beberapa dokumen penting.


"Feby...!" ulang Arjuna pada kalimat yang Baim katakan,ia meletakkan pulpen di tangan nya sedikit kasar kemudian menyandarkan punggungnya dengan melipat tangan di dada.


"mau apa lagi dia..!" gumam Arjuna pelan,ia menelpon bodyguard yang berjaga di depan pintu apartemen Dinda


"jangan biar kan ada yang berkunjung ke sana sebelum aku tiba nanti sore..!" jelas Arjuna dari balik telepon,entah mengapa ia memiliki firasat jika seseorang tengah mengawasi apartemen Dinda saat ini.


Mansion Albert

__ADS_1


"apa kau tau sesuatu...?" tanya Albert yang sedang melipat koran dan menyimpan nya di meja kaca sana.


"apa ini tentang putra mu..?" tanya balik Yanti pada Albert yang menyeruput kopi nya.


"hhhmmm..dia sekarang tengah memperjuangkan hidup nya,aku sudah memisahkan mereka,membuat jarak di antara mereka,namun seperti nya itu sia-sia,meski Dinda setuju untuk pergi dari Juna,namun Juna selalu bisa membawa nya kembali,kau tau Juna begitu mencintai Dinda ..!" jelas Albert seperti yang ia lihat.


"aku tak ingin mencampuri urusan mereka,putra mu sudah dewasa,aku yakin dia bisa memilih jalan nya sendiri..!" jawab Yanti menatap lurus ke depan


Albert tersenyum simpul mendengar apa yang di sampaikan oleh Yanti .


"berarti kau sudah bisa menerima Dinda ..?" tanya Albert.


"tidak..aku belum menerima nya..!" jawab Yanti datar.


apartemen


Husband : setengah jam lagi aku akan pulang


Dinda mendengus lemah saat membaca pesan dari Arjuna ,untuk apa Arjuna mengabari nya ,biasa nya dia langsung pulang saja,ia merebah kan diri sore ini, berpura-pura untuk tidur agar tidak berbicara dengan Arjuna ,namun hampir dua jam,Arjuna belum juga kembali.


"syukur lah jika kakak tidak jadi ke apartemen..!" gumam Dinda yang tak melihat Arjuna di kamar nya,kemudian ia berlalu mandi setelah selesai ia keluar kamar berniat untuk memasak makanan,namun mata nya tertuju pada seseorang yang sedang bersandar di ujung sofa dengan mata terpejam.


"kakak...!" gumam Dinda pelan,ia mendekat dan melihat lebih dekat,benar Arjuna kini tengah tertidur,namun kenapa di sofa,biasa nya ia akan langsung masuk ke kamar.


Dinda membantu membuka sepatu dan kaos kaki Arjuna dan melepaskan jas yang masih terpasang di tubuh Arjuna dengan pelan,takut membangun kan Arjuna ,namun perasaan Dinda sedikit tak enak saat nafas Arjuna mengenai wajah nya saat melepaskan dasi Arjuna ,tangan nya terulur memegang dahi Arjuna


panas


"kakak demam...!" gumam Dinda pelan.


🌹🌹🌹🌹


Selamat beristirahat semua


bantu like vote dan koment nya

__ADS_1


mampir juga ke cerita aku yang lain


Cinta Nayna


__ADS_2