Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Datang Kembali


__ADS_3

"kenapa kau memanggil angel tadi malam..?" tanya Arjuna pada Baim yang sekarang di depan nya.


"tadi malam Kelvin sedang mengurus pasien lain yang keadaan nya darurat,jadi angel yang menggantikan nya..!" jelas Baim .


"maksud ku,kau bisa memanggil yang lain,bukan hanya dia kan dokter di rumah sakit itu..!" ucap Arjuna dengan tajam


"maaf kan saya..saya tidak akan mengulangi nya..!" kata Baim yang sedang menunduk.


"keluar lah..!" perintah Arjuna yang berdiri menghadap kaca besar di ruangan nya yang menampakkan pemandangan gedung-gedung tinggi yang mengelilingi perusahaan nya.


"apa yang dia lakukan di kota ini...?" gumam Arjuna pelan.


apartemen


Dinda tengah duduk di depan televisi sambil membaca majalah di tangan nya,namun konsentrasi yang terganggu saat sebuah bel berbunyi nyaring.


"siapa yang datang siang-siang begini..!" ucap Dinda sambil menaruh buku di meja itu,ia berdiri dan membuka pintu dengan pelan.


"selamat siang...!" sapa wanita cantik yang berlesung pipi di depan pintu itu.


Dinda mengingat dengan diam wajah di depan nya ini.


"dokter angel..?" tanya Dinda ragu.


"maaf mengganggu, kebetulan lewat sini dan aku sekalian ingin melihat keadaan Juna ..!" jelas angel dengan sopan.


"masuk lah .!" ucap Dinda mengajak angel masuk


"ini aku membawakan mu kue kering..aku dengar kalau wanita hamil menyukai kue yang manis..!" canda angel memberikan bungkusan kue pada Dinda


"hhmmm.. terimakasih dokter..!" ucap Dinda dengan senang.


"bisa aku bertemu Juna ..?" tanya Angel saat mereka sudah duduk berhadapan.


"kakak pergi ke kantor,dia begitu keras kepala,aku sudah melarang nya..!" jelas Dinda


Angel terdiam namun kemudian tersenyum.


"tidak apa-apa,aku bisa bertemu nya nanti,baik lah,kalau begitu aku pergi dulu..sampai ketemu lagi nanti..!" pamit angel berlalu.


Sore hari Arjuna pulang bersama Baim karena hari ini ia akan membawa Dinda untuk pulang ke mansion.


"kakak..sudah pulang...?" sapa Dinda yang berdiri menghampiri Arjuna di depan pintu.


"kau sudah bersiap untuk pulang..?" tanya Arjuna yang merangkul pinggang Dinda


"iya,tapi aku ingin menghabiskan kue ini dulu, setelah itu kita pulang..!" jelas Dinda yang menyuap kue di depan nya,hingga membuat Arjuna pun ikut mencicipi kue di depan nya.


"kau tadi keluar untuk membeli ini..?" tanya Arjuna ,tidak di pungkiri,jika Arjuna sangat menyukai kue pandan itu,karena itu adalah kesukaan nya sejak dulu.


"tidak,tadi dokter Angel yang memberikan nya ...!" jelas Dinda


uhukkk

__ADS_1


uhukkk


Dinda langsung memberikan air untuk Arjuna minum,


"pelan-pelan..!" pinta Dinda sambil mengusap pelan punggung Arjuna


Baim dan Arjuna saling pandang seolah memberikan sinyal tertentu.


"kau habis kan lah kue nya,aku akan ke dapur sebentar...!" ucap Arjuna yang di ikuti Baim di belakang nya.


sreeekk


Arjuna menarik Baim dengan cepat menuju dapur.


"kenapa angel ke sini..?" tanya Arjuna pada Baim yang kaget dengan tarikan Arjuna.


"mana saya tau,saya tidak mengobrol apa pun dengan nya tadi malam..!" jelas Baim


"lalu kenapa dia datang ke sini dan menemui Dinda ..?" ucap Arjuna bingung.


"kakak,aku menyisakan ini buat kakak..!" kata Dinda yang datang dari belakang Arjuna dan Baim ,mereka menegang di tempat masing-masing melihat Dinda yang datang.


"apa dia mendengar percakapan kita..?" tanya Arjuna yang berbisik pelan pada Baim.


"entah lah..!" jawab Baim yang juga gugup.


"kalian kenapa..?" tanya Dinda yang melihat perubahan di wajah Baim dan Arjuna.


"hhuff .. selamat..!" gumam Baim yang menutup cepat pintu apartemen itu.


Dinda menyuapkan kue di tangan nya pada Arjuna yang sedang meminum air dingin.


"tidak..untuk mu saja..!" tolak Arjuna


"kenapa tidak mau,bukan kah ini kue kesukaan kakak..!" ucap Dinda


deg


deg


Arjuna menatap Dinda yang juga menatap nya.


"hhhmmm,aku masih kenyang..!" kata Arjuna beralasan..


"untuk mu saja,cepat lah,habis ini kita akan ke mansion..!" tambah Arjuna yang gelisah di sana.


"apa Dinda tau sesuatu..!" batin Arjuna yang menatap gugup pada wanita hamil di depan nya ini.


Mansion Arjuna .


Malam ini semua pelayan di mansion tengah di sibukkan dengan berbagai menu masakan lezat untuk menyambut kembali kedatangan Dinda setelah beberapa hari meninggalkan mansion.


"kak,kenapa mereka masak begitu banyak..?" tanya Dinda yang menatap bingung pada pelayan yang menyiapkan berbagai menu makan malam.

__ADS_1


"tidak apa-apa,aku hanya ingin kau makan yang banyak malam ini sebagai hukuman tempo hari kau sudah meninggal kan mansion ini..!" jawab Arjuna dengan santai


Dinda menelan ludah secara kasar,apa benar ia di suruh menghabiskan begitu banyak makanan malam ini,yang benar saja,ini terlalu banyak .


"makan lah yang banyak..!" ucap Arjuna mengambilkan berbagai makanan ke piring Dinda


"kak,apa ini tidak terlalu banyak..?" tanya Dinda sedikit ragu,takut jika Arjuna marah pada nya.


"ini hukuman untuk mu..!" jawab Arjuna menatap tajam pada Dinda .


Arjuna hanya mengerjai Dinda ,karena jujur ia masih kesal pada wanita hamil ini,begitu kesal bahkan sangat ingin memarahi nya jika tak memikirkan kondisi Dinda yang sedang hamil.


sambil tersenyum , Arjuna sesekali melirik Dinda yang sedang menyuap makanan nya dengan menunduk.


"berhenti..sudah cukup..!" ucap Arjuna menggeser piring Dinda ke samping dan itu sukses membuat Dinda senang.


"hukuman nya di ganti yang lain saja..!" tambah Arjuna


"di ganti..?" kata Dinda dengan terkejut.


Arjuna membuat susu hamil untuk Dinda sebelum pergi ke kamar menyusul Dinda .


"ini minum dulu susu mu..!" ucap Arjuna meletakkan susu hangat di meja rias Dinda,kemudian berlalu ke kamar mandi.


Dinda melakukan ritual malam nya sebelum pergi tidur,mengoleskan berbagai lotion dan pelembab di wajah dan kulit nya.


Setelah selesai melakukan ritual nya,Dinda meminum susu hangat yang sudah di buat kan Arjuna .


grep


Arjuna memeluk Dinda dari belakang saat Dinda berdiri menuju kasur.


"kakak...!" ucap Dinda .


"hhhmmm,kenapa..apa kau takut..?" bisik Arjuna kecil sambil tersenyum.


Dinda yang sudah gugup hanya diam sambil meremas baju tidur nya.


"ttiti...daaakk...apa yang aku takut kan..?" tanya Dinda balik dengan sedikit gemetar.


"benar kah kau tidak takut..?" tambah Arjuna yang masih memeluk erat Dinda .


"aaaa...!" Dinda berteriak saat Arjuna mengayunkan tubuh nya dan menggendong Dinda menuju tempat tidur.


"kenapa harus berteriak..bukan kah suami mu sendiri yang menggendong mu..?" tanya Arjuna yang tersenyum geli melihat ekspresi Dinda seperti ABG yang masih malu-malu.


🌹🌹🌹🌹


Selamat malam


selamat beristirahat


Jangan lupa like,vote dan koment yang bisa buat author semangat terus☺️

__ADS_1


__ADS_2