
Hampir pagi,namun Arjuna belum terlelap barang sejenak pun,ia terus menggenggam erat tangan itu,karena semalaman Dinda terus meracau tak jelas seperti orang ketakutan.
Dengan mata terpejam,ia terus memohon agar segera di lepas kan,begitu pilu lirihan Dinda yang terdengar di telinga Arjuna .
"Aku mohon,lepas kan aku..jangan sakiti aku,aku harus segera pulang,karena Lee pasti akan mencari ku..!" Pinta Dinda .
Tubuh Dinda bergetar hebat,ia terus menangis dalam tidur nya,maka dari itu Arjuna memutuskan untuk tetap terjaga,meski sebenarnya ia begitu lelah.
"apa yang harus aku lakukan..?" Tanya Arjuna pada Kelvin yang saat itu melihat keadaan Dinda.
"Tetap lah jaga dia,buat dia merasa nyaman, sepertinya ia begitu takut..aku sudah memberikan nya obat agar bisa tidur lebih tenang..!" Jawab Kelvin di samping nya.
Dan seperti janji Arjuna ,ia melangkah pergi dengan pasti di pagi buta setelah menitip kan Dinda pada Baim orang yang begitu ia percaya untuk menjaga Dinda .
"10 menit lagi aku akan tiba..!" Ucap Arjuna di balik telepon nya dan langsung mematikan telepon nya menuju mobil sport nya yang sudah di bawa anak buah Gery tadi malam.
Cciiitt
Dencitan mobil Arjuna terdengar jelas ,ia turun dengan rahang mengeras,rasa nya tak sabar lagi meluapkan amarahnya pagi ini,tangan nya sudah gatal untuk menguliti orang yang telah berani membuat Dinda terluka.
Rambut yang terurai panjang menutupi wajah orang yang sedang di ikat di kursi sana.
Arjuna meneliti orang itu,ia belum mengenal siapa sesungguhnya orang yang memiliki dendam pada Dinda .
Sreeekk
Dengan kasar Arjuna mencengkram rambut panjang itu hingga mendongak,betapa terkejut nya ia melihat orang itu.
"Lama tak berjumpa..!" Ucap nya tersenyum miring .
"Kau..!" Ucap Arjuna dengan rahang yang mengeras .
Mansion Arjuna .
"Kaka,ayo kita sarapan bersama...!" Ajak Tasya pagi ini yang telah cantik dengan seragam nya.
"Nona,tuan muda sedang sakit,jadi sarapan nya di kamar saja..!" Jelas pelayan yang menemani Lee .
"No,aku mau mengajak Kaka kebawah untuk sarapan bersama..!" Tolak Tasya yang tak peduli.
"Tapi nona..!"
"Sudah lah,aku akan ikut dia ke bawah,aku sudah lebih baikan..!" Ucap Lee yang menengahi perdebatan dua orang beda usia itu.
Tasya begitu senang karena Lee bersedia menerima ajakan nya,ia menggandeng tangan Lee dengan senang ke bawah.
"Nona hati-hati,jangan berlari..!" Tegur suster yang menjaga nya.
__ADS_1
Lee merasa hangat pagi ini,karena ini pertama kali nya ada seorang gadis kecil yang memanggil nya kakak,ia begitu menginginkan masa-masa ini,di mana ada sepasang adik dan kaka bersama .
Di tengah sarapan nya,mata Lee menatap di sekitar yang masih asing bagi nya
Jauh dari kehidupan nya dan Dinda selama,membanding kan kah Lee dengan semua kekayaan nya ,tidak namun ia hanya berfikir alasan ,kenapa Arjuna tak pernah datang pada nya barang sekali pun dalam lima tahun,apa ia tak bisa menemukan diri nya,rasa nya itu tak mungkin.
Lee berpikir mengapa baru sekarang Arjuna datang pada nya dan Dinda ,untuk apa .
"Kak,kenapa tidak sarapan..?" Tanya Tasya yang di suapi suster di samping Lee.
Namun Lee tidak menjawab,ia masih setia dengan lamunan nya.
"Apa kakak tidak suka sarapan nya,koki akan memasakkan makanan lain untuk kakak..!" Ucap Tasya kembali.
"Tidak perlu,ini sudah cukup..!" Ujar Lee.
"Nona,tuan Baim berpesan jika anda akan di antar supir pagi ini..karena tuan ada urusan penting pagi ini di luar..!" Ucap suster memberitahu Tasya.
"Papah...?" Tanya Tasya kembali.
"Tuan besar belum kembali..!" Jawab suster itu.
"Kebiasaan..!" Gumam Tasya yang di dengar Lee.
Lee melihat ke samping.
Lee hanya tersenyum,ia tak tau harus berkomentar apa Untu gadis kecil di samping nya ini.
"Aku selalu sendiri,paman Baim pun Juga sibuk,ia hanya datang pada malam hari,aku hanya bersama suster di mansion,membosankan bukan..!" Curhat Tasya.
"Tapi sekarang aku senang,karena ada kakak di sini..kakak mau kan menemani ku..?!" Tanya Tasya polos
Dan lagi,Lee pun hanya diam dan tak menjawab,karena ia tak tau apa yang akan terjadi besok saat Dinda datang,yang pasti Lee akan tinggal di mana Dinda berada.
Matahari sudah bersinar terang,Arjuna turun di loby rumah sakit dan bergegas menuju ruangan Dinda,ia menerobos beberapa lampu merah di kota untuk cepat sampai di rumah sakit.
Dinda sadar dan saat ia membuka mata nya,ia menangis dan berusaha kabur dari ruangan nya,beruntung Baim bisa menahan Dinda ,namun tetap tangis ketakutan nya tak bisa di hilang kan.
"Maaf kan aku,aku mohon biar kan aku pergi..!" Ucap Dinda lirih .
Di dalam ruangan Dinda sudah berjejer para dokter yang hendak memeriksa nya ,namun tak bisa karena Dinda terus berontak dan berteriak histeris saat di dekati.
"apa yang terjadi..?" Tanya Arjuna yang membuka masker nya saat tiba di depan ruangan Dinda .
"Tuan,nyonya sudah sadar..namun terus histeris saat para dokter akan memeriksa keadaan nya,dia tak mau di sentuh..!" Adu Baim.
Arjuna paham Dinda ,mungkin Dinda mengalami trauma setelah kejadian itu,ia merasa takut akan orang di sekitar nya.
__ADS_1
"Bisa saja ia mengalami trauma seperti dulu,kita harus menangani nya lebih cepat,agar ia tak terlalu hanyut dalam dunia ketakutan nya itu..!" Jelas Kelvin.
Arjuna langsung paham akan penjelasan itu,ia kemudian maju dan menyuruh semua orang keluar dari ruangan Dinda .
Arjuna menjentikkan jari nya ,memberi isyarat pada semua yang ada di sana untuk keluar,ia sengaja tak membuat suara saat masuk.
Saat suara pintu tertutup, Dinda mengangkat wajah nya saat ia menyadari ada seseorang yang mendekat pada nya.
Dinda tak bersuara,namun lelehan bening terus jatuh di pipi nya saat menatap Arjuna yang mendekat pada nya.
"Tenang lah..kau sudah aman..!" Ucap Arjuna berjongkok di hadapan Dinda .
Dinda diam dan menggeleng ,kemudian ia berdiri dengan berpegang pada ujung sofa.
"Kau mau kemana,biar aku yang membantu mu..!" Tawar Arjuna ,namun belum sempat mendekat,Dinda mengibaskan tangan nya.
Bugghh
Dinda jatuh,namun bukan mengenai lantai,tetapi dalam dekapan Arjuna seperti tadi malam.
Kaki Dinda masih lemas dan belum bisa bertumpu ,meski hanya berjalan.
"Kau keras kepala..!" Geram Arjuna yang mengangkat tubuh itu ke atas tempat tidur nya.
"Aku ingin pulang..!" Lirih Dinda yang di dengar jelas Arjuna .
"Tidak,sampai kau benar-benar pulih..!" Cegah Arjuna kembali.
"Kau tak berhak mengatur ku..!" Ucap Dinda kembali yang membuat Arjuna diam .
Dinda kembali bangun dari tempat tidur .
"Mau ke mana lagi,diam di tempat mu..!" Kesal Arjuna kali ini,keras kepala Dinda tetap melekat pada nya hingga detik ini.
"Aku akan pulang,Lee pasti mencari ku..!" Ucap Dinda datar.
Arjuna berjalan ke arah pintu,menekan kata sandi ruangan itu dan klik terkunci,hanya Arjuna yang tau sandi ruangan itu agar bisa terbuka.
Arjuna kembali berjalan menuju sofa dan merebahkan punggung nya,sungguh ia begitu lelah dan mengantuk.
Dinda terus bergumam sendiri,mengapa Arjuna yang ia temui ,apa kah Arjuna yang menolong nya ,atau entah lah,ia masih tak bisa mencerna nya,namun ia merasa tenang saat melihat Arjuna tadi,ia bisa tenang,padahal saat membuka mata,ia begitu takut melihat sekitar,ia tak bisa mengontrol diri nya.
🌹🌹🌹
like
vote
__ADS_1
komentar