Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Keputusan


__ADS_3

Arjuna keluar dari ruangan nya dan langsung kebawah menuju mobil. Melajukan mobil dengan kecepatan sedang,tidak butuh waktu lama untuk sampai di apartemen Dinda,Arjuna sudah memasuki parkiran dan memarkirkan mobil nya


Arjuna sudah sampai di depan pintu apartemen,dia memencet sandi dan terbuka. Saat masuk,dia sudah bisa mencium aroma masakan yang sudah tersusun di atas meja makan,namun tak terlihat Dinda.


Arjuna duduk di sofa untuk menunggu Dinda,dia berfikir Dinda sedang di kamar nya,tak berapa lama Dinda turun dari atas.


"Kakak sudah lama.. " tanya Dinda sambil melangkah kan kaki


"kakak baru sampai 5 menit yang lalu,kau sudah selesai..bisa kita langsung makan,kakak banyak pekerjaan di kantor " jawab Arjuna sambil berdiri dan menuju meja makan.


Awal nya mereka makan tanpa suara,sampai akhir nya Arjuna membuka percakapan siang itu.


"tadi malam kau dari mana,dan kenapa kau bisa disana..!" tanya Arjuna

__ADS_1


"Dinda habis dari makam kakak kemarin sore, Dinda kangen sama kakak " kata nya dengan tertunduk dan berusaha menahan sesuatu.


"kakak tau dan paham apa yang kau maksud,tapi tidak begitu sampai kau harus hujan-hujanan sampai sakit,kalau kakak tidak lewat malam itu bagaimana..?" Ucap Arjuna dengan dingin.


"Cantika menitipkan mu pada ku,jadi aku akan selalu mengawasi mu mulai saat ini..dan satu lagi, tentang permintaan Cantika,kakak akan melakukan nya, seminggu lagi kita akan menikah!" Tambah Arjuna


Dinda langsung tersedak mendengar perkataan Arjuna,


uhuk..uhukkk..


"Apa tidak terlalu cepat,kakak bisa terus menjaga Dinda seperti ini,kakak tidak harus menikahi Dinda." ucap Dinda dengan tertunduk,karena Dinda mendengar waktu Cantika dan Arjuna berbicara di rumah sakit waktu itu. Dinda mendengar betul kalau Arjuna sangat mencintai Cantika,dia tidak ingin berada di antara Arjuna dan Cantika. meski Cantika sudah meninggal,tapi tetap Dinda tak bisa melakukan nya.


"kakak tetap akan melakukan permintaan terakhir dari Cantika." ucap Arjuna sambil minum

__ADS_1


Dinda tak dapat lagi mengelak dari pernyataan itu. Mereka diam sampai akhir nya selesai dan Arjuna kembali ke kantor.


Arjuna yang sudah tiba di kantor langsung memanggil Baim untuk ke ruangan nya.


"Anda memanggil saya tuan " ucap Baim saat berhadapan dengan Arjuna.


"yaa .. aku ingin kau menyiapkan pernikahan ku Minggu depan dengan Dinda,tidak perlu mengundang banyak orang,cukup keluarga dan relasi bisnis yang dekat dengan kita saja.." kata nya sambil duduk di sofa dengan menyilang kan kaki.


"Satu lagi,ku ingin kau tetap menyuruh orang mu untuk selalu mengawasi Dinda,meskipun dia sudah menikah dengan ku." tambah Arjuna.


Setelah obrolan nya bersama Baim, Arjuna menyibukkan diri kembali dengan kerja kerjaan kantor. Hari ini Arjuna memutuskan untuk pulang sore karena sebelum pulang ia akan berkunjung ke makam isteri nya .


Saat sore pukul 5, Arjuna beranjak dari kursi kebesaran nya lalu mengambil tas kerja serta kunci mobil nya.

__ADS_1


"kau pulang lah,aku juga akan pulang sekarang" ucap Arjuna saat di depan ruangan nya berpapasan dengan Baim,sang asisten hanya mengangguk paham.


Arjuna melajukan mobil nya menuju makam sang isteri,di perjalanan dia mampir ke toko bunga untuk membeli buket bunga mawar untuk sang isteri.


__ADS_2