
Dinda melajukan mobil nya keluar dari parkiran kampus,sebelum ke kantor Arjuna dia menyempatkan untuk mampir di tempat makan membungkus beberapa makan siang untuk Arjuna dan asisten nya.
Setelah menunggu beberapa saat,Dinda sudah berada di mobil untuk langsung ke kantor Arjuna. Dinda sedikit gugup,ini pertama kali nya dia ke kantor Arjuna sebagai istri nya.
Saat di parkiran kantor Dinda turun dari mobil berharap tidak ada yang mengenali nya,karena semua orang kantor tau kalau diri nya adik angkat dari Cantika.
Di depan lobi Baim terlihat sedang berbicara dengan salah satu karyawan,Dinda menghampiri Baim untuk bertanya langsung dimana ruangan Arjuna.
"Maaf mengganggu..!" Sapa Dinda dengan sopan.
Baim menoleh dan langsung menunduk hormat pada Dinda yang sekarang menjadi isteri tuan nya.
"Nyonya ..ada apa anda ke sini .!" Tanya Baim pada Dinda
"tadi kak Arjuna menyuruh ku ke kantor ,bisa kakak tunjukkan di mana ruangan kak Arjuna..!" jelas Dinda
"Mari silahkan nyonya,saya antar ke ruangan tuan .!" Baim berjalan di depan menuju lift khusus.
Saat masuk lift,Baim dan Dinda hanya berdua,tidak ada orang lain,karena memang itu lift khusus.Saat di dalam lift Dinda menyenggol tangan Baim.
"kak,kenapa memanggil ku Nyonya..aku ini Dinda..jangan begitu lagi kak..!" ucap Dinda
__ADS_1
"maaf Nyonya,ini sudah peraturan dari tuan..!" jawab Baim dengan masih sikap formal nya.
"huh..kakak menyebalkan sekali,tidak seperti dulu..!" ucap Dinda dengan cemberut.
Sebenarnya Dinda dan Baim dulu cukup dekat sebelum Dinda menikah dengan Arjuna. Mereka dulu sering menjadi obat nyamuk Arjuna dan Cantika saat mereka berjalan bersamaan. Dinda dengan Baim seperti kakak dan adik,namun semua nya berubah saat Dinda menikah,Baim tau batasan nya.
Ting....
Lift terbuka,Baim mempersilahkan Dinda berjalan lebih dulu,Dinda yang kesal dengan Baim,berjalan melewati Baim dengan kesal sambil menyenggol bahu Baim.
Baim menggeleng kan kepala melihat kelakuan Dinda yang seperti itu. "aku yakin Dinda bisa membuat tuan ceria seperti dulu, nyonya Cantika tidak salah memilih nya untuk bersama tuan..!" batin Baim sambil tersenyum.
Dinda mengetuk pintu ruangan Arjuna,
"masuk.." Arjuna tanpa menoleh,masih dengan laptop nya,Dinda pun tak berani mengeluarkan suara nya.
"kalau tidak ada yang perlu kau lapor kan,keluar saja..aku lagi sibuk..!" Ucap Arjuna dengan dingin.
Dinda memberani kan diri untuk menyapa Arjuna.
"kakak..apa masih sibuk..!" tanya Dinda dengan pelan.
__ADS_1
Arjuna mengalihkan pandangannya pada orang yang sedari tadi berada di ruangan nya. "Din,kenapa tidak bilang dari tadi..!" Arjuna berdiri dari kursi nya dan langsung mencuci tangan nya.
"ayo sini..!" ucap Arjuna menepuk sofa sebelah dia duduk.
"maaf,apa aku mengganggu kakak..!" tanya Dinda sambil membuka bungkus makanan yang dia bawa.
"tidak,kakak nungguin kamu dari tadi ..!" jawab Arjuna.
Arjuna berjalan ke arah kulkas di ruangan nya itu,mengambil 2 botol air. Membuka kan air itu untuk mereka berdua. Dinda dan Arjuna makan bersama dengan tenang sampai saat ada seorang dari bagian keuangan mengetuk pintu.
"Maaf mengganggu tuan,saya perlu tanda tangan tuan sekarang..!" jelas nya dengan sedikit takut karena sudah mengganggu Arjuna yang sedang makan siang.
Arjuna hanya diam dan berjalan menuju kamar mandi di ruangan nya untuk mencuci tangan. Arjuna sebenar nya ingin marah karena ada yang mengganggu makan siang nya,tapi dia tak enak pada Dinda di samping nya,dia tak ingin Dinda melihat sisi arogan nya saat di kantor.
🌹🌹🌹🌹
***makasih pembaca setia "Wasiat Terakhir"
Tolong dukungan kakak semua yaaa..biar lebih semangat up nya...
Mampir juga di cerita aku "Cinta Nayna "
__ADS_1
Terima kasih kakak semua🙏🙏