Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Keegoisan


__ADS_3

Perjalanan hidup dalam biduk rumah tangga setiap manusia pasti berbeda,ada yang memiliki materi berlimpah namun di dalam nya tak ada kebahagiaan,ada yang hidup nya hanya pas-pas an namun mereka selalu bahagia,bisa selalu berkumpul dan tertawa bersama.


Tuhan menyiapkan hidup umat nya dengan porsi masing-masing,tak di kurangi atau di lebihkan sedikit pun,mereka menerima dengan porsi diri nya.


Seperti hal nya Dinda dan Arjuna ,yang di pikiran mereka tak pernah terbesit sedikit pun akan hidup bersama dan mengarungi bahtera rumah tangga bersama,mereka di pertemukan oleh sosok Cantika ,wanita cantik yang memiliki hati tulus,yang dengan rela membuka ke dua tangan nya untuk merangkul Dinda yang begitu rapuh , memberikan kasih sayang seorang kakak kepada adik nya,dan di akhir hayat nya pun ia memberikan suami nya ,ia yakin jika Dinda seorang wanita baik yang akan membuat Arjuna bahagia lebih dari bersama nya.


Karena sebuah wasiat sang isteri,Arjuna menikahi Dinda dengan segala emosi yang ada,namun ia tak pernah sekali pun berbuat kasar atau menyakiti hati Dinda ,ia menjadikan Dinda sebagai orang yang harus ia jaga dan lindungi.


Dinda dan Arjuna tak memiliki rasa,namun dengan kebersamaan mereka,rasa cinta itu hadir dengan berbagai liku menghiasi setiap perjalanan nya,kini mereka telah sampai pada titik di mana kesempurnaan dalam rumah tangga akan segera hadir.


"Bagaimana kondisi isteri saya dok..?" Tanya Arjuna yang begitu cemas menunggu di depan ruang tunggu.


"Tuan,isteri anda sehat dan bayi nya juga tumbuh secara baik,kelahiran nya di perkirakan kisaran pertengahan bulan ini,anda harus ekstra menjaga nya agar kondisi isteri anda tetap stabil..!" Jelas dokter panjang lebar.


"kakak..." Sapa Dinda saat melihat Arjuna masuk ke ruangan nya.


Arjuna diam berjalan ke arah Dinda tanpa ekspresi,sungguh ia begitu kesal dengan wanita di depan nya ini, bagaimana tidak,saat ia sedang meeting,ia mendapat kan telepon jika Dinda mengalami kontraksi dan di larikan ke rumah sakit .


"Keluar lah...!" Perintah Arjuna pada suster yang membantu Dinda mengikat rambut nya.


Dengan patuh suster itu keluar meninggalkan Arjuna dan Dinda.


"Kak...!" Ucap Dinda dengan perasaan sedikit gugup dan takut melihat mata Arjuna yang menatap nya dengan tajam.


"Jelas kan semua nya..!" Ucap Arjuna dengan nada dingin nya.


"Aku....itu hanya kontraksi palsu,aku tidak melakukan apa pun,kakak bisa lihat bukan jika aku baik-baik saja.. karyawan ku saja yang melebih kan nya..!" Jelas Dinda panjang lebar.


Arjuna memalingkan wajah mendengar penjelasan Dinda ,ia ingin marah dan berteriak pada wanita ini,karena sikap keras kepala nya,ia sudah menyuruh Dinda untuk bekerja di rumah saja,namun Dinda tak mau.


Dinda meraih tangan Arjuna dengan menampilkan senyum termanis nya agar tak mendapat kan Omelan ,ia mencoba merayu Arjuna agar termaafkan .

__ADS_1


"jangan menatap ku seperti itu..!" Ucap Arjuna menampilkan wajah garang nya.


"Kakak juga jangan menatap ku seperti itu,ini bukan salah ku..!" Balas Dinda tak mau kalah.


Arjuna tak dapat berkata lagi,tapi jujur ia di buat spot jantung oleh wanita ini.


"Maaf kan aku membuat kakak khawatir..!" Tambah Dinda yang memeluk Arjuna .


"Kau sangat menyebalkan...!" Kata Arjuna sambil mengusap lembut Surai panjang Dinda dengan sayang.


"Kau ingin makan sesuatu..?" Tawar Arjuna yang melepaskan pelukan nya.


"Aku ingin...!" Ucapan Dinda menggantung saat pintu ruangan nya terbuka pelan dan menampilkan sosok lelaki yang beberapa waktu ini selalu dekat dengan nya.


"Aku sudah membawakan apa yang kau mau..!" Ucap Edwin masuk dengan menenteng makanan kesukaan Dinda .


"Kau terbaik...thank you..!" Ucap Dinda mengambil makanan dari tangan Edwin.


"Aku juga membawa kan makan siang untuk mu..!" Tambah Edwin memberikan kotak makan pada Arjuna .


Dinda makan dengan lahap dengan suapan dari Arjuna ,seperti nya isteri nya ini begitu menyukai makanan yang di bawakan oleh Edwin .


"Kau ingin apa lagi,aku akan membelikan sebelum kembali ke butik..!" Tawar Edwin pada Dinda.


"Tidak perlu,aku sudah di sini,kau bisa kembali..!" Jawab Arjuna tanpa menatap Edwin yang tersenyum di sofa sana. Bagaimana pun Arjuna masih memiliki perasaan cemburu atas kedekatan Dinda dan Edwin .


"baik lah,kalau begitu aku permisi dulu,jangan ragu-ragu menelpon ku jika butuh sesuatu...!" pamit Edwin sambil menawarkan bantuan pada Dinda tanpa peduli dengan kecemburuan Arjuna yang sedari tadi menatap nya dengan tajam.


setelah kepergian Edwin ,tak ada perbincangan berarti di antara Dinda dan Arjuna ,hingga Arjuna membantu nya minum obat .


"tidur lah,kau harus lebih banyak istirahat,jangan memikirkan pekerjaan terus..!" ucap Arjuna membenarkan selimut Dinda .

__ADS_1


"kak...!" panggil Dinda yang meraih tangan Arjuna di samping nya .


"jangan banyak bicara,tidur lah..aku akan menemani mu..!" kata Arjuna .


"jangan bersikap seperti itu lagi pada Edwin ,dia orang baik...!" pinta Dinda .


Arjuna melepaskan tangan Dinda dengan memalingkan wajah nya "kau begitu mengenal nya..!" sindir Arjuna secara halus.


"bukan seperti itu,dia hanya teman bagi ku..!" tambah Dinda yang paham akan pikiran Arjuna yang selalu mengganggap Edwin sebagai ancaman bagi nya.


"memang apa yang telah aku lakukan pada nya..?" tanya Arjuna kembali.


"bukan seperti itu,hanya saja...!" ucapan Dinda menggantung saat emosi Arjuna hampir sampai ke ubun-ubun,Dinda memejamkan mata akibat dari minum obat barusan,mata nya begitu berat hingga ia tak bisa menahan kantuk nya lagi.


Arjuna menggeleng pelan dengan emosi yang tertahan, bisa-bisa nya Dinda mengatakan itu,ia makin merasa cemburu,saat wanita nya begitu mempedulikan perasaan lelaki lain.


"kenapa kau begitu dekat dengan nya,aku sungguh tak menyukai lelaki mana pun dekat dengan mu..!" lirih Arjuna yang menatap wajah ayu Dinda yang tertidur.


Arjuna percaya pada kesetiaan Dinda ,namun rasa cemburu nya tak bisa ia kontrol saat Dinda dan Edwin berbicara,ada kedekatan dari mereka berdua yang membuat Arjuna marah dan ingin menyeret Edwin untuk pergi dari kehidupan Dinda ,namun ia tak boleh egois,mereka hanya teman,dan Dinda sudah sering mengatakan itu bahwa hubungan mereka tak lebih dari rekan kerja.


"maaf kan aku yang memiliki sikap egois ,aku selalu ingin kau berada dekat dengan ku tanpa memperdulikan orang lain di sekitar mu,ini lah rasa cinta ku,cinta yang egois ,yang tak mengijinkan mu dekat dengan siapa pun..!" ucap Arjuna yang mengecup indah kening Dinda.


🌹🌹🌹


vote


like komentar


hadiah


jangan lupa yaaa kakak semua

__ADS_1


__ADS_2