Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Kembali Pulang


__ADS_3

Arjuna membawa Dinda pulang ,dia tidak ingin berlama-lama di klinik itu.


Saat di depan pintu masuk rumah nya banyak para pelayan yang berjejer di depan pintu karena bingung melihat Arjuna yang menggendong Dinda.


"Apa yang terjadi tuan..?" Tanya seorang kepala pelayan yang melihat Dinda ,


"Nanti aku jelas kan, sekarang tolong kumpul kan semua pekerja di rumah ini,aku ingin memberi tau sesuatu pada kalian semua..!" Jawab Arjuna yang berlalu membawa Dinda ke kamar mereka.


Dengan pelan Arjuna membaringkan Dinda di ranjang mereka,kemudian menyelimuti Dinda sebatas leher,sebelum keluar dia menyempatkan mencium kening Dinda dengan sayang.


Sekitar 8 orang pelayan di mansion Arjuna sudah berkumpul di ruang tengah,Arjuna berjalan menuruni tangga sambil menggulung lengan kemeja nya sebatas siku kemudian duduk di kursi di depan para pelayan berjejer.


"Aku ingin kalian menjaga Dinda dengan baik,karena saat ini Dinda sedang mengandung,jangan biar kan dia mengerjakan sesuatu yang bisa membuat nya lelah..!" Jelas Arjuna yang mendapat anggukan dari semua pelayan itu,mereka menyambut suka cita kabar bahagia yang di berikan tuan nya itu,terlebih pak Santo kepala pelayan yang sangat setia kepada Arjuna,dia tau betul itu adalah impian Arjuna sejak dulu,yaitu ingin secepatnya mendapat kan keturunan.


"Aku akan menambah satu asisten baru di rumah ini,khusus melayani Dinda ,aku harap kalian semua dapat bekerja sama dengan baik untuk kebaikan Dinda dan kehamilan nya..!" Tambah Arjuna,kemudian dia berlalu menuju dapur,membuat kan Dinda susu dan roti sebelum kembali ke kamar.

__ADS_1


"Tuan begitu perhatian pada Nyonya..!" Ucap salah satu juri masak di mansion itu yang melihat Arjuna membuat kan susu.


Arjuna berlalu dari dapur dengan membawa nampan yang berisi susu hangat dan roti coklat kesukaan Dinda,berharap ketika Dinda bangun nanti,dia bisa mengisi perut nya yang kosong sejak tadi siang.


Tepat saat Arjuna masuk ke kamar,Dinda mengubah posisi tidur nya dan itu digunakan Arjuna untuk membangun kan Dinda.


"Din bangun dulu,kau harus makan sesuatu...!" Ucap Arjuna membangun kan Dinda sambil mengelus kepala Dinda dengan sayang.


Dinda sangat malas untuk membuka mata nya,namun dia paksa karena bagaimanapun dia merasa lapar karena belum makan apa pun dari tadi siang.


"kakak..bukan kah kita tadi berada di resto..?" Tanya Dinda yang melupakan sesuatu.


"Hhhmmm..kau tadi pingsan di sana,jadi aku bawa pulang..!" Jawab Arjuna.


Dinda memegang kepala nya yang terasa sakit.

__ADS_1


"Apa kau merasa pusing..?" Tanya Arjuna yang melihat Dinda memegang kepala nya.


"Sedikit...!" Jawab Dinda


"Minum lah ini dulu...!" Suruh Arjuna menyodorkan susu hangat dan roti coklat pada Dinda.


Dinda menerima itu kemudian memakan dan meminum susu itu hingga hampir habis,namun saat akan melanjutkan menyuap roti itu,perut nya kembali bergejolak hebat,Dinda menutup mulut nya dan berlari ke kamar mandi,dia kembali memuntahkan isi perut nya yang baru terisi.


Arjuna ikut berlari mengejar Dinda ke kamar mandi,mengusap tengkuk Dinda sambil memegang rambut Dinda yang terurai agar tak mengenai muntahannya.


🌹🌹🌹🌹🌹


up lagi neh kakak..


stay terus yaa☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2