Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Kekhawatiran


__ADS_3

Arjuna duduk di depan UGD dengan perasaan takut,ia takut jika Dinda tak bisa bertahan untuk nya seperti Cantika dulu yang meninggal kan nya,trauma itu terus berputar di pikiran nya.


Pintu di depan Arjuna terbuka,terlihat dokter Kelvin yang keluar setelah hampir satu jam menangani Dinda.


"bagaimana Dinda..?" tanya Arjuna yang tak sabaran.


"syukur lah kau cepat membawa nya,jika tidak,aku tak tau apa yang terjadi dengan nya dan bayi kalian..!" jelas Kelvin.


Arjuna menghela nafas pelan nya,setidak nya Dinda bisa melewati hal buruk ini.


"apa kah aku boleh menemui nya..?" ucap Arjuna yang ingin melihat Dinda.


"sebentar lagi dia akan di pindah kan ke ruangan nya,kau tunggu lah di sana..satu lagi,tubuh nya masih lemah,dia tidak bisa lagi beraktifitas seperti sebelum nya,karena dapat mempengaruhi bayi kalian yang sudah terguncang saat ini..!" jelas Kelvin.


Arjuna mengangguk paham tentang itu,ia melihat Dinda yang di bawa keluar,terlihat wajah yang masih pucat,dan mata yang tertutup,ia mengikuti para perawat yang mendorong Dinda.


sampai tiba di ruangan nya,Arjuna langsung duduk di samping Dinda,mengecup punggung tangan Dinda berulang kali,kemudian ia beralih pada perut buncit Dinda.


"sayang,maafkan papah membuat mu takut,papah janji akan selalu menjaga kalian..!" ucap Arjuna sambil mengelus pelan perut Dinda.


Di kantor.


Feby begitu senang mendengar karyawan yang mengatakan jika Dinda mengalami insiden hingga mengakibatkan ia pendarahan dan dilarikan ke rumah sakit.


"mampus Lo..cepat mati ja sekalian menyusul Cantika..!" gumam Feby yang sangat senang dengan berita itu.


Feby mulai menyusun rencana supaya Arjuna dekat dengan nya,karena ini waktu yang tepat saat Dinda berada di rumah sakit.


Ini sudah hampir sore,namun Dinda belum membuka mata nya dan itu membuat Arjuna sedikit tak tenang,ia menghubungi Kelvin untuk memeriksa Dinda ulang.


"Tenang lah,dia hanya tidur,dia terlalu lelah setelah pendarahan itu..!" Jelas Kelvin menenangkan Arjuna.


"apa tidak bisa dia sadar dengan cepat,aku ingin seperti itu,bisa kah..?" Tanya Arjuna yang membuat Kelvin melongo.


"kau menyebalkan sekali,kau sabar saja menunggu nya di sini,mungkin sebentar lagi dia akan bangun..!" Jawab Kelvin yang kemudian keluar dari ruangan Dinda.


Kini tinggal Arjuna dan Dinda di dalam ruangan yang besar itu.


"Din,cepat bangun..aku sangat khawatir ..!" Ucap Arjuna.


Namun Dinda masih tetap memejamkan mata,ia seolah tengah menikmati tidur nya.

__ADS_1


"Kak,aku sangat merindukanmu ..!" Ucap Dinda sambil memeluk seorang wanita yang sangat cantik,mereka berdua duduk di bangku yang cukup untuk mereka berdua,ya Dinda sekarang tengah berada di alam bawah sadar nya,ia merasa bertemu dengan Cantika.


"Aku bahagia melihat kau dan mas Arjuna bahagia,tetap lah begitu..!" Pesan Cantika yang kemudian berjalan menjauhi Dinda yang masih duduk .


"Kak..kakak...kakak...!" Dinda berteriak dalam tidur nya.


"Din,bangun...ini kakak..!" Ucap Arjuna yang berada di samping nya.


Dinda membuka mata nya pelan,ia melihat Arjuna dengan tersenyum berada di samping nya.


"Apa yang terjadi,aku di mana...?" Tanya Dinda yang belum mengingat semua nya.


"Kau terjatuh di kantor,syukur lah kau dan bayi kita bisa melewati masa buruk ini,kau harus berjanji untuk lebih berhati-hati lagi nanti..!" Jelas Arjuna.


Dinda diam dan mencoba mengingat nya,namun air mata nya menetes saat mengingat kecerobohan nya tadi siang.


"Maaf kan aku sudah membahayakan bayi kita,aku janji akan lebih hati-hati lagi..!" Janji Dinda dengan penuh penyesalan karena sudah membuat bayi nya dalam bahaya.


Sudah 3 hari Dinda beristirahat di rumah sakit,dan selama itu juga Arjuna menemani Dinda,ia tak meninggalkan Dinda sedikit pun,karena ia tak ingin kejadian tempo hari terulang lagi.


"Apa besok kita sudah bisa pulang..?" Tanya Dinda yang merasa bosan berada di ruangan putih persegi empat itu.


"Iya besok kita pulang,tapi kau tidak boleh kemana pun lagi,kau hanya akan tinggal di kamar mu..!" Ucap Arjuna dengan tegas.


"Membosankan..!" Umpat Dinda dalam hati nya.


"Kau harus menuruti semua perkataan ku,,ini demi kebaikan mu dan bayi kita..!" Jelas Arjuna.


Sudut bibir Dinda berkedut mendengar penjelasan yang sangat manis di pendengaran nya.


"Sudah,tidak perlu tersenyum seperti itu jika kau mengumpat ku di hati mu..!" Ucap Arjuna yang membuat Dinda tertawa.


Arjuna berjalan ke kantin rumah sakit berniat membeli kan bubur untuk Dinda,saat ia menunggu pesanan nya,terdengar sebuah sapaan di telinga nya.


"Selamat malam..!" Sapa wanita itu


"Kau,apa yang kau lakukan di sini..?" Tanya Arjuna yang bingung bertemu Feby di sana.


"Anak saya tadi malam masuk rumah sakit karena panas tinggi ..!" Jelas Feby .


Arjuna hanya mengangguk, kemudian berdiri mengambil bubur yang di pesan nya.

__ADS_1


"Tunggu..!" Ucap Feby menghentikan Arjuna.


Arjuna berhenti dan Feby menghampiri nya.


"Bisa kah anda menolong saya..,tolong temui anak saya,ia ingin bertemu dengan anda sejak malam itu,namun saya tak berani meminta ,tapi sekarang anda juga berada di sini..bisa kah anda melihat nya sebentar saja..!" Ucap Feby mencoba membujuk Arjuna agar mau menemui anak nya yang sakit.


"maaf ,aku tak bisa sekarang,Dinda sudah menunggu,permisi...!" jawab Arjuna


Feby sangat kesal karena tak bisa menarik Arjuna untuk anak nya.


"sialan..!" umpat Feby.


Ruangan Dinda.


"kenapa lama ..?" tanya Dinda yang melihat Arjuna di depan pintu.


"banyak yang antri sayang..!" jawab Arjuna.


Dinda mendelik kesal,namun ia tak bertanya lagi,ia memakan bubur itu dengan lahap,karena memang dia merasa sangat lapar jika pagi hari.


"besok saat pulang,aku akan mengantar mu,sehabis itu aku akan ke kantor,karena besok ada meeting yang tak bisa di tunda lagi..!" ucap Arjuna memberitahu Dinda.


"meeting..?" tanya Dinda sambil memicingkan mata nya,ia sedikit takut meeting yang di katakan Arjuna akan berakhir pertengkaran sepeti tempo hari untuk diri nya dan Arjuna.


"kau kenapa..?" tanya Arjuna yang khawatir melihat perubahan Dinda.


"aku takut kejadian kemarin terulang lagi,aku takut kakak marah seperti pulang meeting kemarin..!" ucap Dinda mengeluarkan unek-unek di hati nya.


Arjuna tersenyum,ia sadar telah membuat Dinda takut,namun semua itu tak terjadi jika tak ada pemicu seperti lain.


"tenang lah,aku tak akan marah jika kau tidak menuduh ku berbuat sembarangan,bukan kah kau tau,aku tak pernah tertarik dengan wanita lain,hanya kau..bukan yang lain..ingat itu..!" jawab Arjuna sambil memeluk Dinda untuk menenangkan nya .


🌹🌹🌹🌹


selamat malam


selamat beristirahat


jangan lupa like dan vote nya


mampir juga ke cerita aku yang lain

__ADS_1


Cinta Nayna


__ADS_2