Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Ke dua kali


__ADS_3

Hari sudah siang,di luar cukup terik,namun tak menghalangi Dinda untuk pergi,ia sudah membuat janji dengan seorang yang entah siapa ia temui kali ini,yang ia tau ia akan membicarakan pembuatan seragam kantor yang di pesan dalam jumlah besar.


"Semangat..jangan kucel gitu donk muka nya..!" Canda Edwin yang menghampiri nya,Edwin tak ikut karena ia sibuk di butik nya,jadi Dinda sendiri yang pergi


Dinda sudah menyiapkan beberapa desain yang ia dan Edwin rancang,mereka melakukan sudah jauh-jauh hari,mereka berharap pihak perusahaan akan menyukai desain dari mereka.


Dinda memarkirkan mobil nya di salah satu cafe yang tidak begitu ramai,namun makanan di sana terkenal cukup lezat,bukan cuma itu,di sana juga terdapat private room yang di gunakan beberapa orang untuk melakukan meeting .


Dinda memperlihat kan nomor meja yang sudah di pesan orang perusahaan,kemudian ia di giring ke salah satu private room yang begitu nyaman di sana.


"Silahkan ..!" Ucap pelayan itu membuka kan pintu.


Dinda masuk,namun tak ada orang di sana,ia bisa memastikan jika pihak perusahaan belum sampai.


"Seperti nya mereka terlambat..!" Gumam Dinda yang meletakkan laptop dan tas di samping nya,sembari ia menunggu pihak perusahaan,ia membuka handphone dan mengirim pesan pada Edwin untuk menjemput Lee,ia takut tak sempat,karena ia tak bisa memastikan berapa lama pertemuan ini akan berakhir,lagian pihak perusahaan pun datang terlambat


Kreekkk


Pintu terbuka dengan pelan,menghadirkan aroma mint yang begitu peka,ia duduk membelakangi pintu,hingga tak melihat langsung seseorang yang baru masuk.


Dinda membereskan beberapa kertas yang sedikit berantakan sebelum menatap pada sosok yang berjalan di belakang nya.


"Selamat siang...!" Sapa Dinda tersenyum ramah sambil menoleh kebelakang,namun senyum nya pudar saat melihat lelaki dengan stelan jas navy dan dasi lengkap,serta kaca mata hitam nya.


Dinda memalingkan wajah,ia bergumam sendiri dengan pelan.


"Kenapa aku melihat Kaka,atau jangan-jangan aku salah masuk ruangan..!" Ucap nya kemudian memasukkan semua barang bawaan nya ke dalam tas dan berdiri dengan tergesa-gesa menuju pintu.


"Maaf sepertinya saya salah masuk ruangan..!" Sapa Dinda ,namun belum sempat Dinda menggapai handel pintu,sebuah tangan besar menutup kembali pintu itu tanpa permisi.


Arjuna ,ya Arjuna lah yang di temui nya kali ini,Arjuna sengaja menjalin kerja sama dengan butik Dinda tanpa memakai nama perusahaan nya, karena ia tau jika Dinda tidak akan setuju menemui nya jika tau yang sebenarnya .


"Tidak ada yang salah..!" Ucap Arjuna pelan sambil menahan pintu itu dengan satu tangan nya.


"Tapi perusahaan yang membuat janji itu manager nya seorang wanita,ibu Linda bukan anda..!" Jelas Dinda.


"Linda itu hanya bawahan ku,aku yang bertanggung jawab penuh atas semua nya..jadi duduk lah,kita bicara kan kerja sama nya...!" Balas Arjuna dengan penuh harap menatap Dinda yang tak mau menatap nya sedikit pun.


Dinda tak mau berdebat lagi,ia harus profesional dalam pekerjaan dan tak boleh mencampur kan urusan pribadi,dengan terpaksa ia duduk kembali,mereka hanya berdua di ruangan itu,ruangan yang tak terlalu besar,dengan penerangan yang cukup.

__ADS_1


Arjuna menarik kursi untuk mempersilahkan Dinda duduk di sebelah nya,namun Dinda beralih menuju kursi di seberang sana.


Dinda membuka kembali laptop dan kertas-kertas desain nya,bekerja secara profesional meskipun ada sedikit perasaan yang entah apa itu membuat nya tidak nyaman saat sesekali menatap Arjuna di seberang nya.


Berbeda dengan Arjuna,ia begitu menikmati pertemuan ke dua mereka,hanya mereka berdua hingga ia lebih leluasa untuk menatap Dinda dan terkadang bayangan masa lalu nya yang indah berkeliaran di kepala nya.


"Seperti nya anda tidak fokus,saya sudah selesai menjelaskan nya,ini berkas-berkas nya,saya permisi...!" Ucap Dinda membuyarkan lamunan Arjuna yang sedari tadi tak fokus.


Namun belum sempat Dinda berdiri,pintu terbuka menampakkan Baim yang membawa beberapa pelayan restoran menyajikan makanan yang tidak begitu banyak,namun cukup untuk mereka.


"Makan lah dulu,jangan begitu tergesa-gesa..!" Tegur Arjuna menatap Dinda yang membereskan barang nya.


"Maaf tuan, saya tidak bisa lama,ada urusan lain yang menunggu saya..!" Tolak Dinda halus.


"Menjemput Lee..tenang lah,dia akan langsung ke sini bersama Tasya..!" Jelas Arjuna.


Dinda menegang di tempat nya, bagaimana ia menjelaskan semua nya pada Lee.


"Maaf tapi saya sungguh tak bisa,saya akan menunggu Lee di parkiran dan pulang bersama..!" Tolak Dinda lagi dan berdiri .


Arjuna menahan Dinda kembali dengan meraih tangan Dinda.


"Maaf ,tapi duduk lah sebentar dan makan dulu,Lee sebentar lagi akan sampai..aku mohon..!" Pinta Arjuna memelas .


Arjuna tau jika Dinda sekarang tengah kesal pada nya,ia pun coba mengontrol diri nya agar tak ikut terpancing dengan kekesalan Dinda kali ini.


Dinda yang tak ingin terjadi keributan pun,duduk kembali ,ia tak mau terdengar orang lain yang sedang ada di depan pintu,ya Baim dan beberapa anak buah yang di bawa Arjuna tengah menunggu nya di depan pintu itu.


"Papa..." Teriak Tasya yang membuka pintu,di iringi Lee yang masih bingung dengan semua nya .


Lee di jemput oleh supir Arjuna yang juga menjemput Tasya di sekolah nya, awal nya Lee tak percaya jika mommy nya bersama mereka di restoran,Lee meminjam handphone supir untuk mencek keberadaan Dinda melalui handphone ,hingga ia percaya dan ikut dengan Tasya.


Lee diam dan duduk di samping Dinda ,ia tak mengeluarkan suara apa pun.


"Ada Tante cantik..!" Kata Tasya saat menatap Dinda ,ia menghampiri Dinda dan memeluk nya .


"Hai..!" Sapa Dinda menyambut Tasya.


"Tasya sudah,kita makan dulu..!" Tegur Arjuna agar melepaskan pelukan nya pada Dinda.

__ADS_1


Dinda hanya diam dan menurut,ia mengambilkan makanan untuk Lee ,dan makan dengan tenang.


Berbeda dengan Tasya dan Arjuna yang sering berdebat,Tasya tak mau di suapi oleh Arjuna .


"Tasya,makan sama papa dulu,mba nya kan ga ikut,jadi nurut sama papa,ok..!" Bujuk Arjuna .


Namun Tasya masih rewel dan tak mau di suapi oleh Arjuna dengan alasan jika Arjuna belepotan memberikan suapan pada nya.


"Tante,aku ingin di suapi Tante itu..!" Pinta Tasya.


Arjuna menatap Dinda dan sebalik nya Dinda pun menatap Tasya ,Dinda tak bisa menolak,ia mengiyakan permintaan Tasya.


Lee diam tapi ia mencerna apa yang terjadi sekarang.


"Aku sudah selesai..!" Ucap Lee meletakkan sendok nya .


Arjuna menatap Lee dan tersenyum.


"Apa kau suka makan siang nya..?" Tanya Arjuna menatap Lee .


Lee hanya mengangguk dan menatap Dinda.


"Mom,aku tunggu di mobil..!" Bisik Lee dan berpamitan pada Arjuna juga Tasya.


Padahal Tasya mencoba menghentikan Lee,namun ia bisa mengatakan hal yang bisa menolak Tasya secara halus.


"Dia..!" Ucap Arjuna menggantung namun bermakna ,tapi Dinda buru-buru memotong nya dan berdiri bersiap pulang karena sudah selesai makan .


"Maaf,saya permisi..!" Kata Dinda dan berlalu cepat dari sana.


🌹🌹🌹


like


vote


komentar


dan hadiah yang banyak,di tunggu yaa

__ADS_1


__ADS_2