Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Ancaman Derry


__ADS_3

Sudah 3 hari berlalu,namun sikap Dinda masih dingin terhadap suami nya itu,Dinda masih melakukan kewajiban sebagai seorang isteri yang baik,dari mulai menyiapkan pakaian hingga makan,namun ia lebih banyak diam ketimbang berinteraksi atau bersikap manja seperti biasa.


"Hari ini mungkin aku akan sedikit telat pulang..!" Ucap Arjuna saat Dinda mengantarkan Arjuna yang akan berangkat ke kantor.


"Hhhmmm..!" Hanya itu yang terdengar dari Dinda tanpa ekspresi,entah apa yang ada di otak cantik nya itu hingga bersikap acuh pada Arjuna meski sudah puluhan kali Arjuna berucap maaf pada nya.


Di kantor Arjuna selalu marah pada setiap kesalahan kecil ,ia bahkan tak segan untuk memecat orang nya,sudah lebih 6 orang yang ia pecat selama 3 hari ini,entah sebagai pelampiasan marah atau apa,hanya Arjuna yang tau


Krriinng


Suara denting handphone Arjuna bernyanyi keras,hingga membuyarkan pekerjaan nya.


"Halo...?" Ucap Arjuna yang masih fokus pada laptop di depan nya.


"....."


"Baik lah..!" Ucap Arjuna kemudian mematikan telepon nya.


Arjuna memencet tombol berwarna di samping nya,hingga tak lama masuk seorang dari luar.


"Tugas kan seseorang untuk menjemput Nona Feby pulang 2 jam lagi..!" Titah Arjuna pada Derry yang sudah sigap akan keinginan tuan nya.


Setelah itu Arjuna melanjutkan kegiatan nya di kantor tanpa peduli tentang Feby lagi.


Di Rumah sakit


Dua orang lelaki berjas dengan kaca mata hitam lekat berjalan gagah menyusuri lorong panja


ng rumah sakit


Feby ternganga melihat ke dua lelaki asing yang tiba-tiba memasuki ruangan nya.


"Siapa kalian ..?" Tanya Feby dengan nada yang angkuh.


"Mereka orang yang akan mengantarkan anda pulang..!" Jelas Derry yang masuk sedikit terlambat dari orang itu.

__ADS_1


"Kemana tuan kalian,apa dia berusaha lari dari tanggung jawab nya..?" Tanya Feby dengan sinis.


Asisten Derry tersenyum mengejek pada wanita angkuh di depan nya.


"Tuan sudah memenuhi semua tanggung jawab rumah sakit dan keamanan anda hingga sampai rumah nanti..!" Jelas asisten Derry


"Apa dia lupa ,kalau aku begini karena menyelamatkan nya malam itu..!" Ucap Feby mulai geram.


"Anda begitu pintar Nona,jadi saya rasa tidak perlu mengungkap kejadian malam itu lagi..!" Kata asisten Derry sambil bertopang kaki di sofa


"kau...!" Tunjuk Feby pada asisten Derry yang kemudian menatap tajam pada Feby dan mampu membuat nya bungkam.


"Diam,atau kau akan jadi lebih menyakitkan dari ini..!" Ucap asisten Derry yang sedikit berteriak.


Arjuna dan asisten Derry malam itu sudah menangkap ke dua lelaki yang menyerang Arjuna di toilet tanpa di ketahui oleh Feby,di sini bukan hanya Feby yang menjadi korban,namun Arjuna juga jadi korban kemarahan Dinda .


"Kau begitu licik,melukai diri sendiri hanya untuk mendapatkan tuan Arjuna,apa kau tak memikirkan tanggung jawab mu sebagai seorang ibu,apa yang kau dapat kan dengan semua ini..?" Tanya asisten Derry yang geram dengan perbuatan Feby.


"Arjuna...aku tak akan melepaskan nya semudah itu,tapi sekarang dia harus bertanggung jawab penuh atas kesembuhan ku..!" Jawab Feby.


Siang hari Dinda masih berada di kamar dengan satu buku yang menemani nya,entah kenapa dalam 3 hari ini ia merasa gelisah,baby yang di perut nya pun jarang berinteraksi dengan nya


"Sayang,apa kau marah dengan mamah ..?" Tanya Dinda sambil mengusap lembut perut nya.


"Maaf kan mamah uang mungkin membuat mu kecewa karena mamah bersikap dingin pada papah mu..!" Tambah Dinda .


Pikiran Dinda jauh ke depan memikirkan sikap Arjuna yang berbuat semau nya ,ia takut suatu saat Arjuna akan meninggal kan nya, karena itu lah ia mulai membuat jarak agar tak terlalu bergantung pada Arjuna jika kelak ia sendiri.


Setelah makan siang,Dinda terlelap di kamar nya seorang diri,begitu hangat saat ia menggeliat di tengah tidur nya,Indra penciuman nya menangkap aroma yang begitu ia kenal,namun netra cantik itu tak mampu terbuka sempurna,rasa kantuk itu mengalahkan keinginan nya untuk melihat sosok di samping nya.


Dengan lembut Arjuna memeluk tubuh Dinda yang berisi,sungguh ia tak bisa menahan untuk tidak pulang,ia begitu merindukan Dinda .


Di kantor


"Lelah sekali..!" Gumam asisten Derry yang menyapu keringat di kening nya,bagaimana tidak,sedari tadi pagi ia harus bolak balik dari satu tempat ke tempat lain,hingga telepon yang terus berdering,ia pun harus memberikan alasan pas pada semua rekan kerja yang selalu menghubungi nya karena Arjuna membatalkan semua pekerjaan di kantor hari ini.

__ADS_1


Dengan sikap kemayu nya,orang tak pernah menyangka jika sosok asisten Derry orang yang begitu cakap dalam menyelesaikan segala urusan,maka dari itu Arjuna percaya pada asisten baru nya itu.


Di mansion


Dinda bangun mengerjakan netra indah nya beberapa kali,aroma lezat yang menyeruak dalam ,membuat perut nya meringis meminta untuk di isi.


Dinda kaget,mata nya membulat melihat keadaan kamar yang berubah,puluhan ribu kelopak mawar yang berhamburan,dan banyak nya foto-foto diri nya yang bergantung tak ketinggalan pula balon-balon yang melayang bertuliskan "Sorry" menghiasi kamar nya,Dinda tersenyum,hati nya tersentuh hangat dengan pelan ia menurun kan kaki jenjang nya menapaki tiap kelopak mawar,menggapai beberapa balon yang melayang di kamar nya.


Ceklek


Pintu kamar terbuka memperlihatkan sosok tampan yang dengan keringat penuh menggunakan apron sambil membawa nampan berisi kan bubur SOP kesukaan Dinda.


"Kau sudah bangun..?" Ucap Arjuna sambil meletakkan bubur panas nya di atas meja.


Dinda mengangguk tanpa bersuara,ia sekali-kali melirik Arjuna yang sibuk menyiapkan banyak hidangan di sana.


"Kemari lah..!" Pinta Arjuna mengulur kan tangan nya untuk Dinda gapai.


Dinda berjalan langsung duduk tanpa menyambut tangan hangat itu.


Arjuna tersenyum masam,namun ia tak marah,ia menyodorkan bubur kesukaan Dinda.


"Makan lah,aku membuat kan nya untuk mu..!" Ucap Arjuna.


Dinda mengambil nya dan memakan pelan sambil sesekali melirik Arjuna yang dari tadi menatap nya dengan tersenyum.


"Kakak tidak makan..?" Tanya Dinda


Arjuna masih menopang dagu sambil memperhatikan Dinda yang memakan lahap makanan nya,ia begitu senang melihat itu,ia begitu mencintai sosok di depan nya ini,apa lagi sekarang wanita ini tengah mengandung darah daging nya,sungguh ia bersumpah mulai saat ini tak akan membuat Dinda menangis atau terluka lagi karena nya.


🌹🌹🌹


tolong like dan vote nya terus


biar karya ini tetap berkembang

__ADS_1


Selamat siang semua


__ADS_2