Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Kean Wi


__ADS_3

"Hati-hati" ucap Arjuna yang membantu Dinda memasuki mobil besar itu.


Arjuna sengaja memilih mobil yang besar agar bisa membuat Dinda lebih mudah beristirahat,karena dia sudah mengubah isi mobil itu menjadi seperti kamar pribadi yang di lengkapi tempat tidur dan televisi.


"Kak,kenapa kita memakai mobil ini,apa kita akan keluar kota..?" Tanya Dinda yang sedikit bingung,karena biasa nya Arjuna hanya memakai mobil sports nya dan tak membawa sopir bersama mereka.


"Kau diam saja,perjalanan kita sedikit jauh..!" Jawab Arjuna menenangkan Dinda,ia tak mau terburu-buru memberi tahu kan kabar yang di dapat dari anak buah nya tadi pagi.


Arjuna bersandar pada kursi panjang yang bisa di bilang sofa,menarik Dinda ke dalam pelukan nya.


"Kakak, sebenarnya kita akan kemana..?" Tanya Dinda yang penasaran.


"Kau nanti akan tau,diam lah kau tidur dulu..!" Jelas Arjuna,ia berusaha membuat Dinda istirahat dulu sebelum sampai di tempat tujuan,karena dia tau pasti di sana emosi Dinda akan tidak stabil.


Arjuna telah memutuskan untuk mempertemukan Dinda dan ayah nya yang saat ini tengah kritis di rumah sakit di kota asal Dinda,ia tau konsekuensi nya,namun ia tak ingin Dinda menjadi sesal di kemudian hari jika terjadi sesuatu pada ayah nya,belum lagi masalah lain,tentang Kristian , Yunita dan ibu tiri Dinda yang pasti akan tidak senang dengan kedatangan Dinda,namun Arjuna sudah menyusun rencana nya sendiri agar Dinda tak terluka karena orang-orang yang membenci nya itu saat bertemu nanti


Hampir satu jam perjalanan,Dinda tertidur di pelukan Arjuna ,ia mendongakkan kepala, mendapati jika Arjuna masih terlelap dengan nafas yang teratur,dengan pelan ia melepas tangan Arjuna yang membelit perut buncit nya.


"Kenapa belum sampai,apa sangat jauh..!" Gumam Dinda sambil merenggangkan otot tangan dan leher nya,ia membuka tirai mobil yang sejak tadi di tutup Arjuna.


Deg


"Ini..tidak..tidak mungkin kakak..!" Gumam Dinda aambil menatap Arjuna yang masih terlelap


Rumah sakit Kean Wi


"Bagaiman ini jika orang tua itu pergi sekarang mah, sementara kita belum mendapatkan apa pun dari nya..!" Gerutu Yunita pada ibu nya.


"Kau pikir aku diam saja,aku juga memikirkan semua nya,kau diam saja,kau tidak bisa membantu ku sedikit pun..!" Ucap ibu Yunita dengan sedikit rasa kesal dan marah.


Kristian yang bersandar pada tembok ruang perawatan itu merasa sangat bosan mendengar pertengkaran antara ibu dan anak yang duduk di kursi itu sejak tadi.

__ADS_1


"sial,kenapa aku menikah dengan wanita itu,dia ternyata bukan pewaris sah keluarga nys..!" Umpat Kristian dengan kesal


Ayah Dinda mengalami koma sejak seminggu yang lalu,namun sudah dua hari ini kondisi nya menurun,dokter yang bertugas menangani ayah Dinda merasa jika semua perawatan ini akan sia-sia dan tak akan bertahan lama.


Penyakit komplikasi yang di derita ayah Dinda sudah memasuki tahap paling akhir,hingga beberapa organ di dalam tubuh nya telah rusak dan tak dapat di sembuh kan lagi.


"kau sudah bangun...?" Tanya Arjuna yang melihat Dinda menatap jalan yang menjadi saksi berat kehidupan nya dulu, sepanjang jalan itu menjadi teman nya saat ia tertatih berjalan menahan lapar dan sakit nya hati ,ia hanya seorang diri,berharap belas kasih dari setiap orang yang di temui nya,hingga suatu hari pertemuan nya dengan Cantika yang merubah hidup nya.


"sayang...!" Panggil Arjuna kemudian sambil memegang bahu Dinda.


"I...iyaa....!" Ucap Dinda tergagap kaget mendapati Arjuna yang sudah di samping nya.


"kau menangis...?" Tanya Arjuna yang memicingkan mata nya,menatap tajam pada Dinda yang belum menatap ke arah nya.


Dinda tersenyum menatap Arjuna yang sudah duduk di samping nya,ia langsung menghambur ke pelukan hangat Arjuna ,mencoba meredam gejolak kesedihan yang ada di hati nya.


"Aku tidak suka melihat kau menangisi masa lalu mu,kau sudah memiliki ku,tak akan ada lagi kesedihan itu,ingat..!" Ucap Arjuna dengan tegas.


Dinda mengangguk di dalam pelukan Arjuna sambil sedikit tersenyum,ia bahagia memiliki suami seperti Arjuna yang bisa menghalau kesedihan nya di masa lalu.


Arjuna menatap keluar mobil,kemudian melepas kan pelukan Dinda ,ia memegang lembut bahu Dinda .


"Kenapa kita ke sini..?" Tanya Dinda.


"Kau akan tau nanti,kita masuk dulu..!" Jawab Arjuna membuka pintu mobil dan membantu Dinda yang turunp dengan pelan.


Dinda bertanya-tanya dalam pikiran nya,untuk apa Arjuna jauh-jauh membawa nya ke rumah sakit ini,bukan kah ia terbiasa cek kandungan di rumah sakit kota,rasa nya terlalu jauh jika Dinda harus cek di rumah sakit besar ini.


Dengan lembut Arjuna menuntun tangan Dinda masuk melalui loby rumah sakit,terlihat para satpam dan beberapa dokter di sana menundukkan kepala saat Arjuna melewati mereka.


"Kenapa mereka menunduk ..?" Tanya Dinda yang berbisik di samping Arjuna.

__ADS_1


Arjuna tersenyum kemudian membisikkan sesuatu di telinga Dinda yang membuat Dinda mengulum senyum nya dengan wajah yang memerah. (Apa coba yang di bisikan Arjuna sampai wajah Dinda kaya kepiting rebus,tebak sendiri yaa kakak😂😂🤭)


Arjuna menekan angka 5 pada lift ,di dalam lift hanya ada Arjuna dan Dinda beserta sang sopir yang membawa beberapa barang keperluan Dinda seperti botol minum dan lain nya.


Ting


Lift terbuka,terlihat seorang lelaki yang bersandar di dinding tersenyum pada Dinda dan Arjuna .


"Tuan Nyonya...!" Sapa Baim yang sudah menunggu ke dua nya sedari tadi pagi.


Arjuna hanya mengangguk datar,sedang Dinda kaget dengan keberadaan Baim di sana.


"Kak,kenapa di sini..?" Tanya Dinda yang bingung dengan keberadaan Baim ,padahal ia tau sudah beberapa waktu Baim cuti dari pekerjaan nya.


Baim hanya diam sambil memberi isyarat mata pada Dinda yang mengajak nya bicara,ia takut jika Arjuna cemburu jika Baim berbicara walau sedikit pada Dinda,ia begitu membatasi nya.


Baim berjalan memimpin jalan menuju suatu ruangan paling ujung,dimana terdapat tiga orang yang tengah berdebat,mereka tak sadar akan kehadiran Arjuna dan Dinda di sana.


Deg..


Dinda tiba-tiba menghentikan langkah nya saat melihat sosok yang ia kenal


"ibu,kakak....!" gumam Dinda yang terhenti karena kaget, genggaman tangan nya menguat pada Arjuna.


Arjuna menyadari rasa takut dan trauma Dinda,ia mengusap pundak Dinda memberikan ketenangan.


"apa yang terjadi..?" tanya Dinda menatap Arjuna di samping nya


"ayah mu kritis dan sedang koma saat ini,kau harus menemui nya sebelum terlambat..!" jelas Arjuna.


Duuar..

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Maaf untuk pesan yang belum sempat terbalas satu²,percaya lah,saya selalu membaca pesan kalian semua, terimakasih dukungan kakak semua..


__ADS_2