
Baim berlari masuk dan langsung menangkap tubuh Lee yang tengah berdiri di atas meja yang ia susun untuk menggapai lukisan Dinda .
"Tuan muda..apa yang sedang anda lakukan..?" Tanya Baim dengan khawatir saat sudah mendudukkan Lee di sofa .
"Aku ingin menyentuh mommy..!" Tunjuk Lee pada lukisan Dinda .
Baim mengikuti jari Lee yang menunjuk lukisan Dinda yang tergantung cukup tinggi di kamar Arjuna .
Baim menghembus kan nafas pelan sambil menunduk,ia paham jika Lee begitu merindukan Dinda saat ini.
"Tuan,itu berbahaya ..bagaimana jika kursi itu tergeser dari meja di bawah nya,anda bisa jatuh...!" Jelas Baim dengan pelan,ia tak tega melihat buliran bening yang hampir jatuh dari netra Lee yang begitu mirip dengan Dinda .
"Tapi mommy...!" Ucap Lee terpotong.
"Tenang lah,mommy akan tiba sebentar lagi,sekarang sedang di jemput tuan besar...!" Kata Baim berharap Lee mau menurut pada nya agar tak berbuat ceroboh lagi.
Mata Lee berbinar dan tersenyum pada Baim mendengar mommy nya akan datang sebentar lagi.
"Benar kah..?" Tanya Lee meyakinkan.
Baim mengangguk sambil mengelus pelan rambut Lee.
"Sekarang istirahat lah,jangan berbuat seperti tadi,itu berbahaya...!" Pinta Baim.
Lee menurut dan berjalan menuju ranjang besar Arjuna dan memejamkan mata.
"Sangat penurut seperti Dinda..!" Gumam Baim sambil tersenyum membereskan kursi dan meja yang telah di susun Lee barusan.
Di persimpangan jalan kota,di mana sudah jarang terdapat pengendara motor dan mobil yang lewat,di sana berjejer mobil yang tak lain Gery dan anak buah nya,ia sedang menunggu Arjuna seperti perintah Baim di telepon.
"Tuan..!" Sapa Gery saat Arjuna turun dari mobil nya.
"Bagaimana strategi nya..?" Tanya Arjuna sambil melepaskan kaca mata hitam nya.
Gery menjelaskan dengan seksama strategi yang telah ia susun dengan anak buah nya,namun Arjuna menolak,ia tak ingin menunggu di mobil,ia ingin masuk langsung ke tempat Dinda di sekap.
__ADS_1
"Aku dan Edwin akan masuk,cukup yang lain saja menunggu di mobil untuk kemungkinan lain yang akan terjadi,aku sendiri yang akan menyelamatkan Dinda ,kalian aman kan di sekitar ,jika perlu tarik perhatian penjaga di sana agar penyelundupan kita tak di ketahui..!" Jelas Arjuna .
Awal nya Gery menolak dengan alasan keamanan pada sang tuan nya,namun Arjuna tetap menginginkan hal itu,hingga membuat Gery dan beberapa anak buah nya akan mengubah rencana awal.
"Baik,tapi ijin kan saya dan 2 orang lain nya menemani anda masuk..!" Ucap Gery.
"Lebih sedikit yang menyelundup ke dalam,akan lebih baik..!" Balas Arjuna .
Mereka tak langsung berangkat,Arjuna menitip kan mobil nya ke salah satu warung pinggir jalan kota ,bukan hanya mobil Arjuna,namun mobil Edwin pun ikut terparkir di sana.
Edwin dan Arjuna satu mobil dengan Gery ,sedang kan 5 mobil lain nya mengikuti dari arah belakang.
"Bagaimana Lee..?" Tanya Edwin membuka percakapan.
"Sudah cukup membaik..!" Jawab Arjuna yang masih dengan nada dingin nya.
"Syukur lah,dia tak pernah jauh dari Dinda sebelum nya..!" Tambah Edwin memberi tahu Arjuna.
"Hhhmmm,aku mengerti,ini tak akan terulang lagi..aku akan menjamin itu..!" Kata Arjuna tanpa mau melihat Edwin di samping nya.
Entah mengapa Arjuna tak bisa menghilangkan sikap egois nya pada Edwin,padahal ia sendiri tau jika Edwin dan Dinda hanya berteman,namun ego dalam diri Arjuna tak bisa menerima itu.
"Apa masih jauh..?" Tanya Arjuna yang tak sabar.
"Mungkin sekitar 4 sampai 5 km lagi tuan..!" Jawab Gery yang fokus pada jalanan di depan.
Arjuna merapikan baju yang ia bawa,dengan jaket kulit hitam serta masker dan topi yang ia gunakan,memudah kan nya agar lebih leluasa ,ia takut jika Dinda tiba-tiba melihat nya menjadi takut,hingga ia memutuskan menutup wajah nya dulu.
Gery dan rombongan menepikan mobil di pinggir jalan,mereka harus berjalan kaki sekitar 10 menit untuk mencapai gudang kosong di sana.
Beberapa dari anak buah Gery berjaga di dekat mobil,dan beberapa lain nya masuk ke dalam perkebunan lebih dulu untuk melumpuhkan beberapa penjaga di sana.
Gery memberi isyarat mata pada Arjuna dan Edwin untuk tetap siaga jangan sampai lengah sedikit pun,karena mereka tak tau kapan mereka akan bertemu musuh.
Arjuna berjalan lebih depan di susul Edwin dan Gery yang mengikuti dari arah belakang.
__ADS_1
Arjuna tak tau di mana letak Dinda sekarang,ia hanya mengandalkan insting nya saja,menelusuri lorong gelap,namun telinga nya jelas mendengar rintihan kecil minta tolong dan bantingan benda-benda di sebuah ruangan yang terletak di penghujung lorong.
Tangan Arjuna mengepal dengan keras,ia tau betul dari dulu jika Dinda takut di tempat sepi dan gelap seperti ini,meski telah lama berpisah,namun semua hal tentang Dinda ia masih hapal .
tiba di sebuah pintu yang terbuka kecil,Gery dan Arjuna serta Edwin melihat seseorang yang tengah di ikat menghadap tembok dan seorang yang memakai jubah hitam sedang menjambak rambut Dinda dengan kasar sambil meneriaki nya sebagai wanita lemah dan bodoh.
"kau bodoh, berhenti lah menangis karena tak akan ada satu orang pun yang akan menyelamatkan mu di sini..!" ucap sang jubah hitam itu.
sementara Dinda tak bisa berkata apa pun,ia terlalu lelah menangis dan rasa takut nya membuat suara nya tenggelam.
"kau tidak mempunyai perisai lagi sekarang,aku tau jika suami mu meninggalkan mu,karena kau memang pantas mendapatkan itu semua,menangis lah sampai ajal menjemput mu..!" umpat orang yang berjubah itu kembali.
Arjuna yang tak tahan lagi langsung mendorong pintu rapuh itu dengan tendangan nya.
braaakkk..
beberapa orang di dalam sana yang membantu penculikan Dinda ikut terkejut jika ada 3 orang yang tiba-tiba masuk tanpa permisi.
"siapa kalian..!" teriak lelaki yang bertubuh besar yang menghadang Arjuna dan yang lain nya untuk mendekati Dinda.
tanpa menunggu lama lagi Gery memulai serangan nya,di susul Edwin yang menendang orang di depan nya.
"kau,lepas kan Dinda ..aku dan Gery akan menyelesaikan mereka..!" ucap Edwin menepuk pundak Arjuna .
namun belum sempat Arjuna maju, seorang yang memakai baju hitam menyerang nya dengan brutal tak kalah dari lawan Gery dan Edwin.
beberapa kali Arjuna menghindari pisau yang di tuju pada nya,namun Arjuna yakin jika lawan nya kali ini adalah seorang perempuan,karena tanpa sengaja ia melihat sejuntai rambut panjang yang sedikit keluar dari topeng orang berjubah yang menyerang nya..
🌹🌹🌹🌹🌹
hhhaayyyy
ketemu lagi
maaf sudah lama absen
__ADS_1
yakin lah,aku juga kangen kalian
jangan lupa like komentar dan vote yang banyak