
"Di mana kau menyembunyikan istri ku..?" tanya seorang lelaki yang maju dengan wajah marah.
Arjuna mengerut kan alis mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut lelaki di depan nya.
"Yunita..kau menculiknya ..?" jelas lelaki itu.
"aku tidak mengenal nya..!" tukas Arjuna yang berlalu dari sana,namun baru beberapa langkah,lelaki itu mencengkram pundak Arjuna dan melayangkan tinju .
Beruntung Arjuna bergerak cepat,sebelum mengenai wajah nya ,ia lebih dulu melayangkan tendangan nya.
bruukkk
orang itu tersungkur dengan memegang ujung bibir nya yang berdarah .
Arjuna membenarkan jas nya yang sedikit kusut.
"jangan menampakkan diri di sekitar ku lagi,aku tak ingin berurusan dengan orang tak berguna seperti kalian..!" ucap Arjuna dengan arogan, kemudian berjalan tanpa menghiraukan nya lagi.
"cih...kau begitu sombong,namun jangan senang dulu..aku akan balas dendam dengan hal yang sama,kau juga akan kehilangan istri mu..!" geram lelaki itu.
Arjuna memijat kening nya,ia berjalan langsung ke ruang meeting tanpa bertanya apa pun pada Baim di belakang nya.
"selesai kan masalah ini dulu..!" gumam Arjuna kecil yang di dengar oleh Baim saat mereka memasuki ruang meeting yang sudah di penuhi rekan nya.
Mansion.
Dinda terbangun dari tidur nya saat seorang pelayan mengetuk pelan pintu kamar nya.
ceklek
Dinda membuka pintu setelah memakai kimono nya.
"nyonya,ini jus buat anda..!" jelas nya.
Dinda mengambil itu dan membawa nya masuk,ia meraih ponsel nya dan melihat apa kah Arjuna menghubungi nya,namun harapan nya sia-sia,ia tak mendapati notifikasi pesan dari Arjuna .
"apa dia sibuk..?" ucap Dinda .
Dinda langsung ke kamar mandi dan membersihkan diri.
__ADS_1
Di tempat lain di mana seorang wanita tengah duduk seorang diri di bawah pohon besar,ia diam namun jauh dalam mata nya tersirat kekacauan hidup yang telah ia bingkai sendiri,dengan segala tipu daya dan kelicikan nya,tanpa sadar ia telah menyakiti orang lain yang sudah memberikan hak nya dulu.
YUNITA
yaa..wanita itu telah di asing kan oleh Arjuna setelah pertemuan nya terakhir,awal nya ia ingin membunuh wanita yang telah tega menyakiti isteri nya,namun ia teringat akan Dinda yang pasti tidak mengijinkan nya berbuat hal itu.
Flashback
"kau tidak akan bisa membunuh ku tuan Arjuna yang terhormat..!" ucap Yunita dengan penuh keyakinan menatap tajam ke arah Arjuna .
"dari mana kau bisa seyakin itu,aku bahkan bisa membuktikan nya sekarang..!" balas Arjuna dingin dengan menyodorkan pistol tepat di kepala Yunita.
"hhhaahha....!" bukan takut,Yunita malah tertawa keras sambil mendongak menatap ke arah lawan nya.
"kau tak akan melakukan nya,jika pun ia,kau sudah melakukan itu sejak dulu pertama kali kita bertemu..!" jelas Yunita .
Arjuna diam,benar apa yang ia katakan,jika pun ia ingin membunuh nya,sudah ia lakukan sejak dulu,namun ia tak mau Dinda tau dan sedih karena hal ini,ia tau meski Yunita dan ibu nya memperlakukan Dinda dengan buruk,tetap Dinda menyayangi mereka,ia tak ingin Dinda bersedih dan mungkin akan membenci nya jika melakukan hal itu.
"kau benar...!" ucap Arjuna dan menarik kembali pistol nya .. meletakkan kembali pada saku celana nya.
"tapi aku bisa membuat mu menderita seperti dulu..!" ejek Arjuna dengan senyum lirih nya.
Pulau...sebuah tempat yang sunyi jauh dari jangkauan penduduk,bahkan jika pun ada orang di sana mereka tidak akan pernah keluar hidup-hidup,karena di sana terdapat banyak binatang buas yang akan dengan setia memburu mangsa .
"jangan senang dulu tuan,aku akan kembali.. orang-orang ku akan menemukan ku di sana..!" teriak Yunita pada Arjuna yang menjauh dari sana.
flashback off
"maaf kan aku dan ibu Dinda..aku janji jika di kehidupan kali ini aku di beri kesempatan untuk menebus dosa ku,akan aku lakukan .. Tuhan,beri aku kesempatan...!" lirih Yunita yang terlihat lemah.
Keadaan yang memprihatinkan dari nya terlihat jelas, bagaimana tidak..kemarin malam ia baru selamat dari amukan beruang yang mengejar nya dari arah barat,Yunita berlari kuat menghindari binatang buas itu,banyak luka gores pada tubuh nya akibat ranting-ranting pohon yang di lalui nya,sungguh mengenaskan bukan.
"Tuan,apa kita harus memeriksa keadaan nona Yunita ..?" tanya Baim yang sedang menyetir .
"tidak ada guna nya untuk ku..!" balas Arjuna yang acuh.
"bagaimana jika orang itu menemukan nona Yunita ..!" ucap Baim kembali.
"mungkin dia akan menemukan jasad nya saja..biarkan seperti ini..aku tak ingin ia kembali dan membuat Dinda terluka lagi..,jika saja aku tak memikirkan perasaan Dinda ,aku pasti sudah membunuh wanita itu..!" geram Arjuna .
__ADS_1
Baim diam mendengarkan itu,mereka kemudian hening dalam perjalanan pulang,larut dalam pikiran masing-masing.
"apa kau punya ide untuk kesembuhan Dinda..harus kah kita membawa nya berobat..tapi aku tak mau menyinggung nya..!" tanya Arjuna pada Baim.
"saya rasa kita harus mendatangkan dokter wanita sebagai teman nyonya,jangan biar kan nyonya tau jika dia seorang dokter..kita berikan terapi ringan untuk nyonya..!" jawab Baim memberikan saran .
"hhhmmm,lakukan yang terbaik untuk Dinda..cari dokter wanita yang sepantaran dengan Dinda..supaya mereka lebih nyaman dalam berteman..!" ucap Arjuna yang di angguki Baim.
Arjuna tiba di mansion cukup sore,dengan rasa lelah yang mendera,ia terlihat memijat pangkal hidung nya.
"sayang kemari lah..!" pinta Arjuna yang melihat Dinda turun dari tangga.
Dinda sedikit berlari ke arah Arjuna ,ia memeluk suami nya dengan erat.
"kenapa..apa yang kau lakukan hari ini..!" tanya Arjuna yang masih memeluk Dinda .
"kenapa tidak menghubungi ku seharian ini..?" tanya Dinda balik sambil mengerucutkan bibir nya dengan gemas.
"bukan menjawab..malah bertanya kembali..?" balas Arjuna terkekeh pelan sambil mengusap pucuk kepala Dinda.
"aku terlalu sibuk hari ini..maaf kan aku..!" ucap Arjuna yang menggandeng Dinda menuju kamar mereka.
"aku lelah sekali hari ini..bisa kah kau menemani ku mandi.. maksud ku bantu memijat kepala ku saat berendam nanti..!" pinta Arjuna yang di beri anggukan oleh Dinda.
"maaf aku menyembunyikan ini dari mu,aku tak ingin kau menjadi lebih takut dengan kejadian hari ini...!" gumam Arjuna sendiri.
tepat saat Baim dan Arjuna pulang,mereka melihat mobil mencurigakan yang terparkir tepat di seberang mansion Arjuna ,tidak menunggu lama,Gery dan anak buah nya bergerak cepat menangkap orang yang berada di mobil itu,sedikit informasi yang mereka dapat,jika orang itu suruhan seorang lelaki bernama Mario yang di curigai Arjuna adalah lelaki tadi pagi yang membuat keributan di perusahaan nya.
🌹🌹🌹🌹
hhaayyy...
apa kabar semua
sehat selalu yaa
maaf yaa..
Mimin sibuk banget.
__ADS_1
kerjaan menumpuk...😅😅🙏🙏