
Arjuna mengetuk pelan kamar itu.
"Sayang...?" Panggil Arjuna dengan sedikit berteriak namun tak mendapat kan sahutan dari dalam.
Arjuna menelpon nomor Dinda,namun tak aktif,ia khawatir tentang Dinda,karena setiap kamar di mansion nya tak di pasang CCTV .
"Apa yang kau lakukan ..!" Gumam Arjuna.
Arjuna mencari kunci cadangan untuk kamar Dinda,ia mendapatkan namun masih tak bisa di buka karena terkunci dari dalam .
Arjuna tak habis akal,ia keluar mansion untuk melihat Dinda dari luar jendela kamar ,namun yang terlihat hanya kegelapan dan hening tak ada suara.
"Apa dia sudah tidur..?" Gumam Arjuna.
"Tapi bukan kah dia takut gelap..!" Arjuna kembali gelagapan,ia kembali ke dalam mansion .
"Din,buka sekarang,atau kakak dobrak pintu ini..!" Ancam Arjuna,namun Dinda masih tetap diam.
Saat Arjuna akan mendobrak pintu itu, handphone nya berbunyi menandakan ada pesan masuk.
❤️My Wife ❤️
Aku tak ingin melihat kakak,biar kan aku sendiri.
Arjuna mencoba menelpon kembali nomor Dinda,namun tidak aktif,ia menghela nafas kasar menyesali perbuatan nya karena membentak Dinda dan hampir memukul nya.
Arjuna berjalan lunglai memasuki kamar nya,ia berbaring di sisi ranjang yang kosong.
"Maaf kan aku..!" Gumam Arjuna ,ia memejamkan mata sambil memeluk bantal Dinda.
Di kamar bawah,Dinda masih terisak pilu mengingat Arjuna yang membentak dan hampir memukul nya .
"Apa kakak sudah tidak peduli pada ku,apa benar kakak berselingkuh di belakang ku..,hiks ..hiks...!"
Dinda begitu sedih,ia menangis sambil menutup diri di bawah selimut hingga tertidur.
Pagi telah menyapa,Arjuna buru-buru mandi dan memakai baju nya kemudian dengan tergesa-gesa ia menuruni tangga ,hal yang di tuju nya hanya Dinda.
"Din..!" Panggil Arjuna sambil mengetuk pelan pintu kamar Dinda namun masih tak ada sahutan.
"Apa Dinda sudah bangun..?" Tanya Arjuna pada pelayan yang melewati nya .
"Saya belum melihat Nyonya pagi ini..!" Jawab pelayan itu.
__ADS_1
"Berarti dia masih di dalam..!" Gumam Arjuna dengan pelan.
Arjuna berjalan keluar mansion kembali pada jendela kamar Dinda namun masih tertutup dan tirai nya pun tak terbuka.
Arjuna kembali ke dalam mansion dan berniat akan mendobrak pintu kamar itu sampai terbuka,namun saat memasuki pintu utama,ia melihat Dinda yang keluar dari kamar itu sambil memegangi perut nya berjalan menuju dapur.
Arjuna buru-buru menyusul Dinda ke dapur,ada beberapa pelayan yang sedang sibuk menyiapkan sarapan dan pekerjaan lain.
Dinda belum melihat Arjuna yang mengikuti nya ke dapur,tapi para pelayan yang melihat Arjuna mengisyaratkan mereka untuk keluar langsung berlalu dari dapur itu,tinggal Dinda yang masih sibuk membuat susu hamil nya sendiri.
"Bibi tolong ambil kan aku air panas !" Ucap Dinda ,namun Arjuna yang melakukan nya,Arjuna masih tetap diam melihat tingkah Dinda.
Dinda duduk di meja makan dan meminum susu nya sedikit demi sedikit,Arjuna tersenyum dari belakang Dinda,setidak nya Dinda tak menyiksa diri nya dan bayi nya saat dia marah,dia masih mau meminum susu nya dan makanan lain.
Dinda berjalan menuju kamar nya dan Arjuna,ia pikir Arjuna sudah ke kantor ,karena ini memang sudah seharusnya Arjuna pergi.
Arjuna mengikuti Dinda dengan pelan,sampai Dinda membuka kamar dan Arjuna langsung masuk
Klik
Arjuna mengunci kamar nya dengan touchscreen jempol nya,tidak ada yang bisa membuka nya selain Arjuna.
"Kakak..?" Ucap Dinda yang kaget mendapati Arjuna ,dan ia di buat makin kesal karena Arjuna mengganti sandi kamar nya.
"Minggir,aku mau ke kamar kecil..!" Ucap Dinda dengan ketus.
Namun Arjuna tetap berdiri di pintu,ia mempersilakan Dinda untuk masuk.
"Kakak keluar dulu,aku mau pipis !" Kata Dinda kemudian.
"Tidak,aku akan menunggu di sini,kau bisa melakukan apa pun di dalam,aku menunggu di sini..!" Ucap Arjuna dengan tegas,ia takut jika Dinda mengunci diri di dalam.
"Menyebalkan sekali..!" Gumam Dinda namun di dengar oleh Arjuna yang justru tersenyum.
Dinda keluar dari kamar mandi kemudian berjalan menuju balkon kamar nya dengan masih di ikuti oleh Arjuna.
"aku ingin bicara,kau hanya salah paham..!" Ucap Arjuna dengan lembut,namun Dinda tetap diam sambil membaca majalah di tangan.
Arjuna tak bisa menahan lagi,ia menarik kasar majalah itu dan melemparkannya ke lantai,dengan cepat ia mengangkat tubuh Dinda ,membawa nya ke dalam,kemudian menurunkan nya di atas kasur dengan pelan.
Dinda sudah berlinang air mata,ia takut Arjuna marah,namun dia juga merasa sakit saat melihat lipstik di kemeja suami nya tadi malam.
Arjuna memeluk Dinda dengan erat ,ia mulai menjelaskan tentang perihal Feby pingsan dan dia yang mengangkat nya,kemungkinan saat itu lipstik Feby mengenai kemeja nya,jadi itu tak sengaja terjadi bukan seperti pikiran Dinda.
__ADS_1
"kau percaya pada ku..?" Tanya Arjuna yang masih memeluk Dinda dan mengusap rambut Dinda.
Dinda tetap diam sambil menangis.
"Sayang,jangan menangis lagi,kasian baby boy nya ..!" Ucap Arjuna sambil mengusap lembut perut Dinda.
"Aku percaya dengan kakak,tapi aku tidak bisa percaya dengan wanita itu,dia menyukai kakak..!" Jelas Dinda membuka suara.
"Lalu kau ingin aku bagaimana..aku akan melakukan apa pun asal kau jangan menangis lagi..!" Bujuk Arjuna.
"Cari asisten lain,aku tidak mau dia selalu dekat dengan kakak..atau aku akan ikut kakak setiap hari ke kantor..!" Pinta Dinda..hormon kehamilan Dinda membuat nya seperti anak kecil yang selalu ingin dekat dengan Arjuna,entah mengapa dia mudah cemburu saat Arjuna berdekatan dengan wanita lain.
"Baik lah,aku bisa melakukan nya untuk mu, sekarang senyum dulu..!" Kata Arjuna sambil menyeka air mata Dinda.
Dinda memeluk Arjuna ,ia bahkan memejamkan mata nya.
"Apa kau tidak tidur tadi malam..?" Tanya Arjuna saat melihat Dinda memejamkan matanya.
Dinda hanya diam ia terus mendengus aroma tubuh Arjuna ,sejujur nya ia tak bisa tidur tadi malam karena tak mendapat kan pelukan dan usapan lembut di punggung nya dari Arjuna.
"tidur lah,aku akan menemani mu..!" Tambah Arjuna membaringkan Dinda .
"Apa kakak tidak ke kantor...?" Tanya Dinda.
"Tidak ada yang berani memecat ku di kantor..!" Jawab Arjuna yang mendapat anggukan dari Dinda yang tersenyum di pelukan nya.
Sesaat Dinda sudah tertidur di pelukan Arjuna,dengan pelan ia memindahkan kepala Dinda pada bantal dan berjalan menuju balkon.
"Cepat pulang,atau Carikan aku asisten baru sekarang juga,aku tidak bisa menunggu..!" Ucap Arjuna menelpon seseorang yang tak lain adalah Baim .
Belum sempat ia menyahut, Arjuna lebih dulu mematikan telepon nya.
"Bagaimana ini,aku tidak bisa pulang sekarang,apa ada masalah besar..?" Gumam Baim yang tak tau apa-apa.
Di mansion
"aku harus mencari jalan keluar ...!" Ucap Arjuna yang berada di balkon.
🌹🌹🌹🌹
Terus dukung karya ini kakak semua
Jangan lupa juga mampir ke Cinta Nayna
__ADS_1