Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Pilihan Sulit


__ADS_3

Arjuna menghela nafas pelan nya,ini sudah hampir subuh,namun Dinda seolah tak merasa lelah,ia bahkan hanya tidur sekitar 2 jam,ia terus meminta melihat sang ayah yang berada di kamar sebelah nya.


"Din,kau tak boleh lelah,kau harus tidur dengan cukup,kau bisa sakit...!" Ucap Arjuna dengan pelan tanpa ingin menyakiti Dinda.


"Aku mohon kali ini saja,aku ingin bersama ayah,aku akan istirahat setelah ini. .!" Pinta Dinda dengan memelas,ini sudah ke 3 kali nya Dinda keluar bolak-balik menemui sang ayah,pikiran nya tak tenang,ia tak bisa tidur dengan nyenyak.


"Tapi,tunggu lah dulu,aku akan ke toilet sebentar,baru menemani mu..!" Jelas Arjuna yang hanya bisa menurut dengan keinginan Dinda .


"Maaf kan aku..!" Gumam Dinda yang merasa egois hari ini,ia tak bisa diam untuk tak melihat sang ayah.


Dengan mata yang lelah,Arjuna menemani Dinda di ruangan sang ayah,sesekali Dinda mengusap hangat tangan sang ayah,memberikan sinyal tentang kehadiran nya.


Arjuna bersandar ke ujung sofa,sesekali mata nya terpejam karena cukup mengantuk,belum lagi rasa lelah nya.


"Kakak,kembali saja tidur di ruang sebelah,aku tak apa-apa..!" Ucap Dinda pelan sambil mengusap pipi Arjuna .


"Aku tak apa,aku akan menemani mu..!" Jawab Arjuna yang menutup mata nya sambil menggenggam tangan Dinda yang berada di pipi nya.


Hampir pukul 6 pagi,Arjuna mengerjapkan mata, mengumpulkan nyawa , meneliti di setiap sudut ruang putih bersih itu,ia langsung bangun saat mendapati Dinda yang tertidur duduk di samping bangkar sang ayah.


"Dinda,kau keras kepala sekali,kau bisa sakit..!" Dumel Arjuna pelan sambil mengangkat tubuh Dinda dengan pelan,pintu terbuka secara pelan saat menampakan sosok Baim yang sudah rapi di depan pintu,Arjuna memberi isyarat agar tetap diam,ia membawa Dinda menuju ruangan di samping ayah Dinda, meletakkan Dinda dengan pelan dan menyelimuti nya.


"Ada apa..?" Tanya Arjuna yang sudah menutup pintu.


"Tuan besar meminta anda untuk pulang,jantung Nyonya kambuh,dan tak mau di bawa ke rumah sakit tanpa anda..!" Jelas Baim mengatakan apa yang ia tau.


"Aku tak bisa meninggalkan Dinda sendiri..aku akan menelpon papah nanti..!" Ucap Arjuna.


Arjuna duduk di sofa menyandarkan punggungnya terasa sakit karena tidur meringkuk tadi malam.


"Apa yang harus aku lakukan,aku tak bisa meninggalkan Dinda di sini sendiri,begitu banyak orang yang ingin mencelakai nya..!" Gumam Arjuna sambil menatap Dinda yang tengah tertidur nyenyak.

__ADS_1


Arjuna menyesap kopi hangat yang sudah di pesan kan oleh Baim,menyeruput nya dengan pelan sambil berfikir cara agar sang mamah mau di bawa ke rumah sakit tanpa nya.


Sudah jam 9 pagi,namun Dinda tetap terlelap cantik .


"Din,bangun sarapan dulu,kau tak boleh melewatkan sarapan mu..!" Ucap Arjuna sambil menggoyangkan pelan tubuh Dinda,namun hanya lenguhan panjang yang ada .


Arjuna tak hilang akan untuk membuat Dinda bangun,ia menyingkap selimut di tubuh Dinda..dengan pelan ia membuka kancing atas dress Dinda,senyum nya merekah saat mendapat respon Dinda .


"Kak, sebentar lagi ..!" Ucap Dinda dengan suara serak nya,namun Arjuna masih membuka satu persatu kancing Dinda.


"Stop...!" Tambah Dinda yang menahan tangan Arjuna yang akan membuka kancing ke 3 nya.


"Kenapa,aku hanya ingin memegang anak ku..!" Balas Arjuna tersenyum puas melihat Dinda yang melotot pada nya.


"Pikiran mu mulai mesum..!" Ucap Arjuna kemudian menjentikkan jari nya ke kening Dinda hingga membuat Dinda kesal dan melemparkannya dengan bantal.


"Kakak menyebalkan..!" Omel Dinda sambil bangun dan membenarkan pakaian nya kembali


"Jangan marah terus,cepat cuci muka,lalu sarapan..!" Jelas Arjuna yang kembali duduk di sofa sambil terkekeh melihat muka Dinda yang marah.


"pelan-pelan...!" ucap Arjuna sambil mengikat rambut Dinda agar lebih mudah memakan sarapan nya


"hhhmm..bukan kah tadi malam,aku berada di ruangan ayah,apa kakak yang membawa ku ke sini.." tanya Dinda sambil menatap Arjuna yang menyeruput kopi nya.


"kenapa bertanya begitu,siapa yang berani menyentuh mu selain aku..!" jawab Arjuna sedikit sinis.


Dinda tersenyum pelit,bibir nya berkedut mendengar jawaban Arjuna ,ia berpikir kenapa begitu bodoh menanyakan hal itu.


Arjuna tengah mengupaskan apel untuk Dinda,tangan nya dengan lihai menggunakan pisau kecil itu,sesekali ia menyuapi Dinda dengan potongan kecil.


"Din,aku akan pulang ke mansion papah sebentar..penyakit jantung mamah kumat ..!" ucap Arjuna pelan

__ADS_1


Dinda terdiam ,jujur ia takut Arjuna meninggal kan nya sendiri di sini ,namun ia berpikir tak boleh egois untuk menahan Arjuna tetap di sini.


"Baim akan menjaga mu,nanti sore aku akan kembali ke sini lagi..!" tambah Arjuna memberi sedikit ketenangan pada Dinda,setidak nya ada Baim yang akan selalu menjaga nya.


"hhhmmm,kakak pulang lah,aku bisa bersama kak Baim di sini,tak usah mencemaskan ku,sampai kan maaf ku pada Tante tak bisa berkunjung..!" ucap Dinda sambil memeluk Arjuna yang duduk di samping nya.


"kenapa memanggil Tante,panggil mamah seperti ku,aku akan membuat semua nya baik seperti dulu lagi,kau percaya kan pada ku..!" jelas Arjuna,kali ini ia akan berusaha membujuk keluarga nya agar mau menerima Dinda sebagai istri nya.


Dinda mengangguk di pelukan Arjuna,ia percaya sepenuh nya pada laki-laki yang mendekap nya ini.


Arjuna bersiap akan berangkat ke mansion Albert dengan sopir yang membawa nya, sementara Baim tinggal bersama untuk menjaga Dinda di sana.


"apa kakak sudah sarapan..?" tanya Dinda pada Baim yang mengikuti nya di belakang setelah mereka mengantarkan kepulangan Arjuna di loby rumah sakit.


"hhhmmm,saya sudah sarapan..!" jawab Baim dengan nada formal.


"kak,kita hanya berdua,kak Juna sudah tak ada,tak perlu bicara seperti itu pada ku..!" ketus Dinda yang kesal setiap kali berbincang dengan Baim.


Baim tersenyum kikuk menggaruk belakang leher nya yang tak gatal.


"maaf kan aku,suami mu itu sangat cemburuan,jadi aku tak bisa apa-apa..!" jelas Baim yang mengikuti Dinda.


"aku ingin melihat ayah..kakak ikut bersama ku..!" ucap Dinda berjalan pelan di depan Baim.


"kemana suami mu,apa dia meninggal kan mu karena bosan..?" ketus Renata yang berpapasan di depan lift.


Dinda hanya diam sambil menunduk,ia takut melihat Renata dan Yunita yang menatap sinis pada nya,ia masih mengingat betapa dulu mereka selalu menyiksa nya bahkan selalu membuat nya menangis,ia berlalu dari dua orang itu tanpa suara ,tujuan nya datang ke sini hanya untuk menemani sang ayah,tanpa mau berhubungan lagi dengan yang lain.


"tenang lah,mereka tak akan berani menyakiti mu..!" ucap Baim menenangkan Dinda .


🌹🌹🌹

__ADS_1


Tolong like vote dan dukungan nya sampai akhir🙏🙏


Ada cerita sendiri yang sudah menjadi alur sampai akhir,maaf tak seperti ekspektasi kalian,tapi saya sudah memberikan yang terbaik yang saya bisa.🙏🙏


__ADS_2