
Sudah hampir siang,namun Lee masih tertidur dan Arjuna terpaksa membangun kan nya untuk makan siang,karena dari kemarin malam Lee belum makan apa pun.
"Lee..bangun dulu sayang..!" Panggil Arjuna pelan.
Hanya beberapa kali memangil,Lee bangun dengan pelan membuka mata nya.
Tempat yang asing bagi Lee,itu lah yang ia lihat pertama kali,cat tembok dengan warna abu-abu dan sebuah lukisan yang cukup besar menghadap pada ranjang yang saat ini ia berbaring, lukisan seorang wanita yang Lee kenal,yaa itu adalah lukisan Dinda dengan gaun cantik berwarna biru .
"Mommy..!" Gumam Lee pelan,namun masih bisa di dengar oleh Arjuna .
"Mommy sebentar lagi akan pulang,kau harus makan dulu,kalau mommy tau kau sakit,dia pasti sedih..!" Bujuk Arjuna di samping Lee.
"Ini di mana,ini bukan ..!" Ucap Lee bingung menatap Arjuna di samping nya.
"Ini mansion milik mu..!" Jawab Arjuna tersenyum.
"No,aku harus pulang,jika mommy tidak mendapati ku di rumah saat mommy pulang,dia pasti khawatir,aku harus pulang sekarang..!" Ucap Lee menyingkap selimut nya dengan cepat.
Seperti Dinda ,Lee punya pendirian yang keras,namun Arjuna dengan sigap menahan nya.
"Berhenti,kau akan tetap di sini sampai sembuh,mommy mu akan menjemput mu di sini..!" Jelas Arjuna .
"Tapi mommy tidak tau aku di sini,aku harus pulang dan menunggu mommy di rumah..!" Bantah Lee dengan genangan bening di mata nya,mirip sungguh sangat mirip dengan Dinda ,hingga membuat Arjuna yang awal nya sedikit emosi jadi tersenyum saat melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh Lee.
Arjuna memeluk Lee "tenang lah,mommy akan menjemput mu ,Daddy sudah menyuruh orang untuk berjaga di rumah mu ,jika mommy pulang,ia akan tau kau ada di mansion bersama Daddy..!" Jelas Arjuna menenangkan Lee .
Arjuna menuntun Lee kembali ke tempat tidur,tanpa ada perlawanan Lee menurut.
"Makan lah,Daddy akan menyuapi mu..!" Ucap Arjuna .
Lee anak yang penurut seperti Dinda ,ia tak banyak bicara dan membantah,ia menghabis kan bubur yang Arjuna siap kan untuk nya.
"Anak pintar..sekarang minum obat mu dan istirahat lah..Daddy akan keluar sebentar..!" Tambah Arjuna sambil memberikan obat pada Lee.
__ADS_1
Saat Arjuna akan berdiri,Lee menarik tangan Arjuna ,hingga membuat nya duduk kembali di samping Lee.
"Jangan takut,akan ada yang menjaga mu..!" Ucap Arjuna .
"Aku tak takut,aku hanya meminta ,tolong bawa mommy pulang secepat nya..!" Pinta Lee dengan sedih.
"Daddy berjanji akan membawa mommy pulang secepat nya.., sekarang istirahat lah,nanti akan ada pelayan yang berjaga di luar kamar jika kau perlu sesuatu..!" Jelas Arjuna kemudian mencium Lee di kening nya dan berlalu dari sana.
"mereka sudah menemukan mobil yang membawa nyonya,apa tuan akan menjalan kan rencana nya sekarang..?" Tanya Baim yang menghampiri Arjuna di ruang kerja nya.
"Aku tak ingin menunggu lebih lama lagi,ini hampir 1x24 jam,aku takut orang itu akan menyakiti Dinda dan Lee sudah sangat merindukan mommy nya..!" Jawab Arjuna .
"Tapi apa lebih baik anda menunggu di mansion saja,dan biar kan Gery dan teman-teman nya yang akan menyelamatkan Nyonya..kita tidak tau ada berapa banyak orang di sana,dan seberapa berbahayanya di lapangan..!" Jelas Baim yang khawatir saat tau jika Arjuna ingin ikut langsung ke tempat Dinda di sekap sekarang.
"aku ingin melihat langsung wajah orang yang ingin bermain dengan kehidupan ku itu,aku tak bisa menunggu lagi,kata kan pada Gery untuk bertemu di persimpangan jalan kota..!" Ucap Arjuna .
"Baik lah,saya akan ikut bersama anda..!" Pinta Baim .
"Tidak,kau tetap di mansion,jaga Tasya dan Lee ,aku percaya kan mereka pada mu..aku akan pergi bersama Edwin..!" Tambah Arjuna .
Tepat saat Arjuna berangkat,Tasya datang di antar sopir yang telah di tugaskan oleh Arjuna .
"paman...!" teriak Tasya yang begitu nyaring sambil berlari ke arah Baim.
"gadis cantik,jangan berteriak begitu..!" ucap Baim menasehati nya dengan gemas.
"apa papa sudah pulang..?" tanya Tasya polos sambil melingkarkan tangan mungil nya ke leher Baim untuk di gendong.
Tasya terus menanyakan tentang Arjuna yang tak pulang dari tadi malam,ia merengek ingin menyusul Arjuna ,namun Baim bisa mengatasi Tasya dengan berbohong kalau Arjuna sedang melakukan perjalanan bisnis sehabis bertemu Dinda dan Lee.
"bukan hanya papa,tapi tuan muda Lee juga ikut bersama papa tadi pagi ..!" jawab Baim
"kak Lee...!" teriak Tasya kembali dengan girang.
__ADS_1
"ssuuttt pelan-pelan ,tuan muda sedang tidur sekarang di kamar papa,dia sedang demam..!" jelas Baim dengan ekspresi sedih.
"kak Lee sakit...?" tanya Tasya kembali
"iya ,tuan muda sakit dan sedang istirahat di kamar papa..kau ganti baju dulu dengan suster yaa..!" ucap Baim.
"no..aku ingin bertemu kak Lee..!" rengek Tasya kembali.
"jangan,papa berpesan kalau Tasya pulang,harus ganti baju,makan siang dan tidur ,jangan ganggu tuan muda dulu..!" tambah Baim memberi pengertian pada Tasya ,ia sedikit kecewa namun menurut pada Baim yang menyerahkan Tasya pada suster nya.
sebelum Baim pergi,Tasya memangil Baim kembali.
"paman...!" panggil Tasya
"yaa..kenapa sayang...!" sahut Baim berbalik.
"apa papa masih menyayangi Tasya jika kak Lee tinggal di sini juga..?" tanya Tasya polos.
Baim tersenyum dan kembali menggendong Tasya membawa nya ke kamar Tasya dengan di ikuti suster nya.
"papa menyayangi kak Lee ,begitu juga dengan Tasya ,papa tidak akan berubah,percaya lah pada paman..kau percaya...!" tanya Baim kembali
Tasya hanya mengangguk paham, bagaimana pun ia merasa takut jika Arjuna akan mengabaikan nya setelah kedatangan Lee di mansion itu,ada kecemburuan tersendiri yang ia rasa,namun dengan penjelasan Baim yang singkat,ia bisa sedikit lebih tenang.
"sekarang ganti baju dengan suster,habis itu makan siang dan tidur..paman ada di bawah di ruang belajar..kau bersama suster dulu..!" jelas Baim yang menurun kan Tasya saat tiba di kamar nya.
Baim keluar dari kamar Tasya,namun tidak langsung ke ruang belajar,ia membuka pelan pintu kamar Arjuna dan membuat nya sangat terkejut.
"tuan muda...apa yang anda lakukan..?" teriak Baim.
ðđðđðđ
segini dulu ya biar makin penasaran ðĪŠ
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan vote nya biar terus update setiap hari
jaga kesehatan selalu semua ðð