
kreekk
pintu belakang mansion Arjuna terbuka pelan,ini tengah malam ,bahkan tak ada satu orang pun di sana,hanya beberapa orang yang berjaga di depan gerbang utama mansion dan sesekali berjalan mengelilingi mansion besar itu.
"aku harus cepat sebelum di lihat mereka..kakak,maaf kan aku..jika kita memang di takdir kan untuk bersama ,kita akan di pertemukan kembali dalam kebahagiaan yang sebenarnya..!" gumam Dinda pelan seraya meremas ujung dress nya menahan sesak di hati nya.
Ini pilihan yang sulit,namun ia harus mengambil nya,demi kebahagiaan Arjuna seperti perkataan tuan Albert di rumah sakit.
# Flashback #
"Om..." sentak Dinda kaget mendapati Albert yang tiba-tiba duduk di samping nya dengan menyilang kan ke dua kaki nya dengan elegan.
"ada yang ingin ku bicara kan pada mu..!" ucap Albert tanpa menatap Dinda di samping nya yang sudah berkeringat dingin dengan degup jantung tak beraturan.
"kau tau..Arjuna anak lelaki ku yang mempunyai pendirian yang teguh,aku begitu menyayangi nya,begitu juga dengan Yanti,dia sangat menyayangi Putra nya itu..!" jelas Albert dengan menarik nafas pelan ia melanjut kan perkataan nya.
"namun semua berubah saat kau menjadi isteri nya,ia bahkan berani menentang keras keinginan kami,kau seorang wanita yang tentu nya tau bagaimana perasaan Yanti ,kau juga akan jadi seorang ibu,aku mohon demi kebaikan bersama,tinggal kan Arjuna..!"
Duuuarr
tes tes tes
buliran bening lolos begitu saja dari wajah cantik Dinda yang tak mampu berkata apa pun.
"aku akan menjamin semua kebutuhan mu dan anak dalam kandungan mu,dia juga cucu ku,tapi kami tak bisa menerima mu,keluarga kami mempunyai pengaruh besar dalam negeri ini,kau tentu paham maksud ku.,aku mengatakan ini pada mu agar kau bisa memikirkan perkataan ku,pergi lah dari hidup Juna ,aku tidak bisa mendengar gunjingan buruk tentang status sosial putra ku setelah menikah dengan mu,Juna tak bisa meninggalkan mu,tapi kau bisa meninggalkan nya..!" tambah Albert panjang lebar.
Dinda mematung di tempat nya sambil memegang erat tas yang dia bawa.
"boleh aku bertanya sesuatu..?" tanya Dinda dengan mulut nya yang kaku.
"hhhmmm..tanya kan lah..aku akan menjawab semua nya..!" jawab Albert kembali.
"apa kah om akan menjodohkan kakak dengan nona Feby...?" tanya Dinda memberani kan diri.
Albert tersenyum sinis mendengar pertanyaan Dinda
"aku tidak sebodoh itu memberikan putra ku pada nya,Feby bukan siapa-siapa ,ia hanya berjasa pada ku dan tak ada sangkut paut nya dengan Arjuna ,Juna bebas memilih wanita mana saja asal ia dari keluarga yang sepadan seperti kami,bukan seperti Feby ..!" jawab Albert yang memandang Dinda di samping nya
# flashback off #
Dengan penuh kehati-hatian,Dinda mengendap di pekat nya malam,hingga ia menaiki sebuah mobil yang sudah menunggu nya di samping belakang mansion Arjuna .
__ADS_1
"jalan...!" ucap sang lelaki yang memakai topi di samping Dinda.
mobil berbelok melewati belakang mansion agar tak tertangkap kamera pengintai yang dipasang di depan gerbang mewah sana.
"kau sangat mencintai putra ku..?" tanya Albert yang kini memangku kaki nya di samping Dinda .
"aku mencintai kakak,aku akan melakukan apa pun agar kakak bahagia,meski harus jauh dari nya, seperti kata om,aku tak boleh egois berada di samping kakak, sementara banyak orang yang menghina kakak karena memilih ku..!" jawab Dinda sambil melihat jalan sunyi di luar.
Ada getaran aneh,hati Albert seperti tertampar dengan kata-kata Dinda yang penuh sayatan.
Tak ada perbincangan lagi dari ke dua nya hingga mobil itu memasuki sebuah mansion mewah seperti milik Arjuna ,namun sedikit lebih kecil,dengan taman yang sangat indah.
Mesin mobil di matikan ,hingga membuat Dinda mengerjap kan mata nya berkali-kali meneliti sekeliling nya.
"kita sudah sampai..!" ucap Albert yang berlalu turun lebih dulu.
Dinda membuka mobil dan mengikuti langkah Albert memasuki rumah yang terbuka .
"selamat datang tuan besar..nona ..!" ucap pelayan itu seraya mengangguk memberi hormat.
Dinda terkejut bukan main,ia mengira jika Albert akan membuang nya ke tempat yang sunyi dan mengerikan,namun ini tak lebih dari sangkar emas yang membelenggu hidup nya.
"aku sudah memutuskan ,dan kau ikuti saja semua nya,di sini akan ada 5 pelayan yang membantu mu serta aku akan mengirim dokter kandungan setiap Minggu nya ke sini untuk memantau kesehatan kandungan mu,hanya satu hal yang aku pinta,jangan sesekali berpikir untuk kabur dari sini.. kebutuhan mu akan di penuhi semua nya..!" jelas Albert yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Dinda.
"asih..tolong jaga wanita itu,dia isteri Juna,kau tau bukan jika terjadi sesuatu pada wanita itu,kita semua akan habis..!" pesan Albert pada pelayan paruh baya yang membukakan pintu tadi.
Dinda masih duduk di sofa mewah berwarna ke emasan itu,ia sendiri hanya kesunyian yang terasa, dekapan hangat yang sering ia dapat tak kan lagi ia rasa mulai detik ini.
tes
tes
tes
bulir bening itu jatuh dari netra yang cantik.
"kak..maaf kan aku..!" gumam nya pelan sambil menghapus buliran kristal saat Asih datang menghampiri nya.
"nona istirahat dulu,kamar nya sudah siap..!" ucap asih memberi petunjuk jalan kamar Dinda.
ceklek
__ADS_1
pintu terbuka,menampakkan kamar mewah bernuansa putih ke emasan dengan lampu gantung yang sangat cantik.
"nona istirahat lah, sebentar lagi subuh,saya akan membangun kan anda waktu sarapan nanti..!" jelas asih sambil berlalu dan menutup pelan pintu kamar mewah itu.
"kakak...!" gumam Dinda kecil sambil meringkuk di atas kasur besar itu.
Mansion Arjuna
"sayang....!" suara serak Arjuna memanggil Dinda ,ia meraba tempat tidur yang kosong,ini baru jam 5 ..namun Dinda tak ada di samping nya.
"kemana dia sepagi ini..!" gumam Arjuna pelan sambil menyibak selimut nya dan bangun dengan muka bantal yang sungguh tampan.
Arjuna membuka kamar mandi yang kosong ,kemudian ia membuka pintu dan turun ke dapur mengira Dinda di sana.
"selamat pagi Tuan..!" sapa pelayan yang berpapasan dengan nya di dapur.
"hhhmmm...!" sahut Arjuna ,ia membuka kulkas dan meneguk air dingin dari sana.
"di sini juga tidak ada..!" gumam Arjuna pelan.
"apa kalian melihat Dinda...?" tanya Arjuna pada pelayan yang sedang sibuk di dapur.
ke dua pelayan itu saling pandang bingung dan menggeleng pelan.
"nyonya belum turun tuan..!" jawab salah satu pelayan di sana.
Deg
🌹🌹🌹🌹🌹
Selamat siang semua
selamat beraktifitas
sehat selalu
jangan lupa like dan komentar membangun nya
Mampir juga ke cerita aku yang lain
Cinta Nayna
__ADS_1