Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Sensitif


__ADS_3

Dinda melewati masa kehamilan trimester pertama nya sedikit berat,setiap pagi dia selalu memuntahkan isi perut nya,hingga dia mengambil cuti kuliah karena merasa tak sanggup untuk pergi ke kampus.


"Apa sudah baikan..?" Tanya Arjuna pada Dinda yang tengah duduk di sisi ranjang.


Dinda mengangguk pelan sambil memijat kepala nya yang masih sedikit pusing.


Arjuna yang baru selesai mandi langsung memakai pakaian nya,selama Dinda hamil, Arjuna menyiapkan segala keperluan diri nya seorang diri,bukan nya Dinda tak bisa menyiapkan untuk Arjuna,namun Arjuna tak ingin Dinda merasa lebih lelah,dia ingin Dinda lebih banyak istirahat.


"Kakak,aku akan mandi sebentar,tunggu aku sebelum kakak turun sarapan..!" Ucap Dinda berlalu menuju kamar mandi.


Tidak perlu waktu lama,Dinda sudah selesai mandi,dia memakai dress selutut dengan blazer sebatas siku yang membuat penampilan nya sedikit berbeda dari sebelumnya.


Arjuna mengerut kan kening melihat Dinda yang sedang mengeringkan rambut nya.


"Apa yang kau lakukan..?" Tanya Arjuna yang bingung.


"Aku ingin ikut kakak,aku bosan di rumah terus selama hamil..!" Jawab Dinda


Arjuna sangat kaget dengan jawaban Dinda pagi ini yang ingin mengikuti nya ke kantor.


"Kenapa,apa aku tak boleh ikut suami ku sendiri...?" Tanya Dinda yang mulai merajuk karena tak mendapat respon apa pun dari Arjuna.

__ADS_1


Dinda berlalu dari meja rias nya dengan kesal sambil menghentakkan kaki beberapa kali menuju kasur nya kembali kemudian menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh nya.


Arjuna yang sedang meminum kopi nya di sofa hanya bisa menghela nafas pelan karena sikap Dinda yang sangat sensitif,dia berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju Dinda.


Arjuna duduk di samping Dinda mengusap pundak Dinda yang masih tertutup selimut tebal itu.


"Din...." Panggil Arjuna dengan pelan


"Kakak pergi aja,aku mau tidur saja..!" Ucap Dinda yang masih kesal


"Ayo,temani aku,bukan kah kau bilang ingin ikut barusan...?" Kata Arjuna.


Arjuna tertawa pelan kemudian menarik turun selimut itu sampai memperlihatkan Dinda yang memejamkan mata nya.


Arjuna menunduk membisikkan sesuatu pada Dinda.


"Kau jangan menggoda ku sepagi ini,ini sudah hampir 3 bulan aku menahan nya..!" Ucap Arjuna yang kemudian membuat mata Dinda melotot sambil menahan senyum nya.


Dinda memukul pelan dada Arjuna,memang tak di pungkiri,selama Dinda hamil,tubuh Dinda sedikit lemah hingga dari saran dokter untuk menunda hubungan suami isteri sampai trisemester pertama berakhir.


"ayo bangun,dan bersiap lah,pagi ini aku ada meeting,kau tunggu aku di ruangan ku..!" Ajak Arjuna yang membantu Dinda bangun dari tidurnya.

__ADS_1


Saat tiba di kantor,Baim sudah setia menunggu Arjuna di lobi perusahaan,namun kali ini sedikit berbeda,Arjuna keluar lebih cepat kemudian membuka kan pintu samping nya.


"Aku akan langsung ke ruang meeting setelah mengantar mu ke ruangan ku..!" Ucap Arjuna sambil merangkul Dinda.


Saat di lift,Baim terus memberi kode pada Arjuna,hingga membuat Arjuna menoleh pada Baim.


Ting..pintu lift terbuka


Arjuna berjalan mengantarkan Dinda sampai depan pintu kemudian beralih pada Baim yang sejak tadi menatap nya .


"Apa ..?" Tanya Arjuna


"Tumben Nyonya ikut..?" Tanya Baim balik,namun dengan cepat Arjuna menarik tangan Baim menjauhi ruangan nya.


"Jangan sampai kau tanyakan itu di hadapan Dinda,kau tau karena keinginan nya ini,dia merajuk dan sangat sulit membujuk nya..!" Jawab Arjuna yang merasa frustasi dengan sikap sensitif Dinda selama kehamilan nya.


🌹🌹🌹🌹


Sehat selalu buat kakak semua..


Maaf baru up ne,dari kemarin aku demam...

__ADS_1


__ADS_2