
"Terimakasih...!" Ucap Dinda merasa tak enak pada Edwin .
"Santai saja..kita akan terbiasa bersama seperti ini ke depan nya..!" Balas Edwin tersenyum ramah pada Dinda .
Bagaimana mungkin Dinda membawa sendiri Arjuna yang mabuk,ia pun tak mungkin membawa mobil sendiri dan memapah Arjuna seorang diri.
Di mana Baim sekarang,mungkin kalau saja mobil Arjuna tak mengalami bocor ban,Baim akan mengantar mereka pulang,namun Dinda menyuruh Baim untuk langsung pulang dan membawa mobil Arjuna ke bengkel.
"Ini..minum lah dulu..!" Ucap Dinda memberikan segelas air dingin untuk Edwin yang berkeringat karena memapah tubuh Arjuna yang sedikit besar dari nya .
"Terimakasih...!" Kata Edwin yang tersenyum dan meneguk minuman yang di berikan Dinda hingga habis.
"baik lah,aku akan pulang,ini sudah sangat larut..dan aku tak mungkin menginap di sini bukan..!" Tambahan Edwin sembari menggoda Dinda dengan candaan nya,mereka sudah sangat akrab,entah mengapa,biasa Dinda sulit berteman dengan orang baru,beda dengan Edwin ,ia mudah akrab,mungkin karena sikap Edwin yang humoris dan mudah bergaul membuat Dinda nyaman.
Setelah mengantar kepulangan Edwin ,Dinda kembali ke kamar membantu Arjuna mengganti baju terlebih dulu,setelah itu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri
__ADS_1
Hari yang melelahkan telah berlalu dengan di sambut kicauan burung-burung pagi yang terdengar merdu.
Dinda bangun mengerjap kan mata, memandang Arjuna yang duduk di samping nya dengan tangan bersidekap di dada nya .
"Pagi..!" Sapa Dinda dengan tersenyum.
"Sudah lama bangun..?" Tanya Dinda kembali,namun Arjuna hanya diam sembari menatap lekat netra cantik itu.
"Apa yang terjadi..?" Tanya Dinda yang bingung.
"Tidak,aku hanya ingin melihat isteri ku bangun tidur ..seperti dulu..!" Ucap Arjuna yang menggantung di akhir kalimat.
"Sudah lama sekali rasa nya ,kau lebih dulu bangun dari ku,kau bersiap sendiri tanpa membangun kan aku seperti dulu,dan ini pagi yang sangat langka menurut ku bisa melihat mu bangun lebih lambat dari ku..!" Jelas Arjuna yang memandang Dinda dengan datar,entah perasaan apa yang menghinggapi nya pagi ini.
"Tidak juga,itu hanya perasaan kakak,mandi lah..aku juga akan bersiap untuk ke butik..!" Jawab Dinda menangapi Arjuna .
__ADS_1
Seperti pagi biasa ,mereka bersiap untuk ke tempat aktifitas masing-masing,dengan perdebatan kecil tiap pagi tentang Dinda yang tak boleh membawa mobil sendiri.
"nanti siang akan aku jemput,tunggu aku makan siang..!" ucap Arjuna saat Dinda akan keluar dari mobil yang di tanggapi Dinda dengan anggukan tanpa berbicara,bukan apa-apa, Dinda tak mau berdebat lagi,karena telinga nya sudah lumayan panas mendengar ocehan suami nya itu, entah mengapa sekarang Arjuna begitu cerewet pada nya,bahkan hal kecil pun bisa membuat nya marah.
"hhuufff...!" Dinda menghembuskan nafas pelan saat menduduki kursi kebesaran nya.
"lelah sekali..!" ucap Edwin mengagetkan Dinda yang membuka pintu tanpa mengetuk.
"kau mengagetkan kan..!" balas Dinda mengangkat kepala nya memandang Edwin yang masih bersandar di depan pintu.
Bukan seperti lelaki umum nya yang berkecimpung di dunia fashion menjadi seorang lelaki yang kemayu atau seperti wanita,jauh berbeda,Edwin merupakan lelaki macho,tampan dan sangat mempesona di usia nya yang mendekati kepala 3 itu,Edwin selalu tampil memukau bagi para kaum hawa.
🌹🌹🌹🌹
Segini dulu ya..
__ADS_1
maaf kakak semua
tidak bisa up panjang,ini pun di usahakan up karena tuntutan yang kalian yang membuat saya termotivasi, terimakasih banyak,meski mata saya begitu sakit menatap gadget walau sebentar,tapi tetap di usahakan kok,do'a in yaaa semoga mata nya cepat sembuh dan bisa bertatapan lama di gadget lagi buat menulis dan berkarya